TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›SP3 KPK di Kasus Tambang Rp2,7 T, Eks Penyidik: Benar-benar Aneh

SP3 KPK di Kasus Tambang Rp2,7 T, Eks Penyidik: Benar-benar Aneh

By Joni Sitohang
30 Desember 2025
12
0
SP3 KPK di Kasus Tambang Rp2,7 T, Eks Penyidik: Benar-benar Aneh

TIKTAK.ID – Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, mengatakan heran KPK tiba-tiba memutuskan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus dugaan korupsi izin tambang di Konawe Utara. Yudi menilai KPK mestinya membongkar kasus tersebut setuntas-tuntasnya.

“Ini benar benar aneh, tak ada hujan, tidak ada angin, KPK SP3. Terlebih baru diumumkan sekarang. KPK harusnya membongkar korupsi tambang ini, tapi malah SP3,” ujar Yudi, pada Minggu (28/12/25), seperti dilansir detikcom.

Yudi menyebut KPK harus menjelaskan rinci alasan menghentikan kasus ini. Terlebih, kata Yudi, kerugian keuangannya ditaksir sebesar Rp2,7 triliun.

Baca juga : Gus Ipul Klaim PBNU Kembali Guyub

“Apa alasan mereka SP3 kasus yang merugikan negara begitu besar tersebut. Termasuk siapa dugaan orang-orang atau perusahaan yang sudah diperiksa terkait penyidikan itu? Tanpa transparansi dan akuntabilitas soal SP3 ini, maka kecurigaan dari masyarakat kepada KPK bakal meninggi,” ungkap Yudi.

Menurut Yudi, KPK sejatinya bisa beradu alat bukti di pengadilan demi membuktikan kasus ini. Yudi sendiri tidak percaya alasan KPK menghentikan kasus ini lantaran kurangnya alat bukti.

“Tentu dua alat bukti telah ditemukan. Jadi mengapa tidak bertarung saja di pengadilan, ketimbang mengeluarkan SP3, yang mana masyarakat tak tahu apa itu alat bukti yang dianggap KPK tidak ketemu kecukupannya. Kalau di pengadilan kan jelas,” tutur Yudi.

Baca juga : Penghentian Penyidikan Kasus Tambang Nikel Konawe Utara, ICW: Hasil Penghancuran KPK Secara Sistemik pada 2019

“Terbuka KPK jangan bermain di ruang gelap, dia yang menyidik, dia yang SP3. Tak mungkin bukti kurang, karena menaikkan status ke penyidikan dari penyelidikan,” sambung Yudi.

Seperti telah diberitakan, KPK menerbitkan SP3 kasus dugaan korupsi mengenai izin tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang disebut merugikan negara Rp2,7 triliun. Jubir KPK, Budi Prasetyo menyebut kasus dugaan korupsi yang diusut itu terjadi pada 2009. Dia mengeklaim penyidik tak menemukan kecukupan bukti, walaupun sudah mengumumkan tersangka pada 2017.

“Bahwa tempus perkaranya adalah 2009 dan usai dilakukan pendalaman pada tahap penyidikan, tak ditemukan kecukupan bukti,” jelas Budi.

Baca juga : KPK Ungkap Nilai Pemerasan Noel Ebenezer Cs Capai Rp201 Miliar

Budi berdalih SP3 diterbitkan demi memberi kepastian hukum. Dia pun mengaku KPK tetap terbuka bila ada informasi lebih lanjut tentang kasus ini.

TagsBudi PrasetyoKasus TambangKPK

Related articles More from author

  • Politisi PDIP Sebut 'Jokowi Pemberantas KPK' di Acara Najwa, Kepleset atau Sengaja?
    Nasional

    Politisi PDIP Sebut ‘Jokowi Pemberantas KPK’ di Acara Najwa, Kepleset atau Sengaja?

    6 Juni 2021
    By Johan Arif
  • 9 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Cabut Gugatan di MK, Kenapa?
    Nasional

    9 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Cabut Gugatan di MK, Kenapa?

    22 Juni 2021
    By Joni Sitohang
  • Ternyata Ada Peserta Pilkada Solo Raya yang Kekayaannya Kalahkan Harta Gibran Anak Jokowi
    Nasional

    Ternyata Ada Peserta Pilkada Solo Raya yang Kekayaannya Kalahkan Harta Gibran Anak Jokowi

    28 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan
    Nasional

    Jadi Kandidat Capres 2024, Ini Daftar Kekayaan Sandiaga, Prabowo hingga Anies Baswedan

    5 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Pegawai KPK Ungkap Keanehan dan Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan
    Nasional

    Pegawai KPK Ungkap Keanehan dan Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan

    17 Mei 2021
    By Johan Arif
  • TIKTAK.ID - Dua Menteri Yang Rawan kena Pecat Jokowi
    Nasional

    Dua Menteri Yang Rawan Dipecat Jokowi

    20 Februari 2020
    By Rusli Qomar

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Al Ghazali Main Film ‘Mengejar Surga’ Bareng Jessica Mila
    Selebriti

    Al Ghazali Main Film ‘Mengejar Surga’ Bareng Jessica Mila

  • Tatjana Saphira Perankan Pelakor di Serial ‘Mendua’
    Selebriti

    Tatjana Saphira Perankan Pelakor di Serial ‘Mendua’

  • Pengamat Prediksi PAN Bakal Prioritaskan Duet Ganjar-Erick Jelang Pilpres 2024
    Nasional

    Pengamat: Milenial Condong Inginkan Duet Ganjar-Erick di Pilpres 2024

  • Sindir Pedas Jargon Kampanye ‘Benci Produk Asing’, Rocky Gerung: Jokowi Produk Gagal
    Nasional

    Sindir Pedas Jargon Kampanye ‘Benci Produk Asing’, Rocky Gerung: Jokowi Produk Gagal

  • Montir Tak Lulus SD Asal Pinrang Sukses Bikin Pesawat Terbang
    Teknologi

    Montir Tak Lulus SD Asal Pinrang Sukses Bikin Pesawat Terbang

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.