TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Mantan PM Inggris Sebut Negaranya di Ambang Kegagalan

Mantan PM Inggris Sebut Negaranya di Ambang Kegagalan

By William Putra Wijaya
27 Januari 2021
498
0
Mantan PM Inggris Sebut Negaranya di Ambang Kegagalan

TIKTAK.ID – Mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown mengatakan bahwa Inggris akan segera menjadi negara gagal jika tidak melakukan reformasi secara fundamental. Hal ini, Gordon bilang karena Inggris diperintah oleh para elite London-sentris, yang bertindak untuk kepentingan mereka sendiri.

“Saya yakin pilihannya sekarang adalah antara negara yang direformasi dan negara yang gagal”, tulis Brown di surat kabar Daily Telegraph, Minggu (24/1/21). “Memang Skotlandia berada dalam ketidakpuasan begitu dalam sehingga mengancam akhir Kerajaan Inggris”.

“‘Siapa pun di London yang memikirkan itu?’ Adalah hal yang umum, yang mencerminkan rasa frustrasi orang-orang di komunitas terpencil yang merasa bahwa mereka adalah pria dan wanita yang terlupakan, yang hampir tidak terlihat oleh Whitehall”, tulis Brown, yang menjabat sebagai PM Partai Buruh dari 2007 hingga 2010, seperti yang dilansir Aljazeera.

Brown mengatakan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson harus mereformasi cara Inggris mengatur negara, memperingatkan negara tersebut harus “segera menemukan kembali apa yang menyatukannya”, atau berisiko akan menjadi retak.

Dia meminta Johnson, Kepala Partai Konservatif sayap kanan yang saat ini berkuasa, untuk membentuk komisi dan meninjau bagaimana negara itu dijalankan.

Johnson harus mengadakan “Majelis Warga di setiap wilayah dan negara sehingga dia dapat mendengarkan apa yang dikatakan publik”, kata Brown.

Dia juga mengusulkan untuk mengganti Majelis Tinggi Parlemen Inggris yang tidak dipilih, House of Lords, dengan “Senat Daerah”.

“Dipukul oleh Covid-19, terancam oleh nasionalisme, dan tidak pasti apa yang dijanjikan ‘Inggris Global’ pasca-Brexit, Inggris harus segera menemukan kembali apa yang menyatukannya dan memilah apa yang membuat kita terpisah”, tulisnya.

Komentar Brown muncul setelah meningkatnya ketegangan politik di Inggris, yang didorong oleh tantangan yang diakibatkan oleh Brexit dan ditambah perjuangan untuk melawan Covid-19. Itu semua merupakan masalah yang telah melemahkan ikatan yang mengikat Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.

Sebuah jajak pendapat yang diterbitkan di surat kabar The Sunday Times mencatat 50 persen pemilih Skotlandia menginginkan referendum kedua tentang kemerdekaan dalam lima tahun ke depan.

Survei tersebut menemukan 49 persen responden akan memilih untuk memisahkan diri dari Inggris, sementara 44 persen akan menolaknya -yang terbaru dari serangkaian jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan mayoritas kecil sekarang mendukung kemerdekaan Skotlandia.

Referendum pada 2014 tentang kemerdekaan Skotlandia memperoleh hasil 55 persen pemilih memilih menentang kemerdekaan dalam jajak pendapat yang disebut sebagai acara sekali dalam satu generasi itu.

Johnson mengesampingkan pemberian suara publik kembali untuk Skotlandia melakukan referendum, namun Menteri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon mengatakan dia bermaksud untuk mengadakan “referendum hukum” tentang kemerdekaannya dari Inggris jika memenangkan pemilihan di Skotlandia, yang dijadwalkan pada Mei nanti.

TagsBerita Dunia Hari IniBoris JohnsonGordon BrownInggrisMantan PM InggrisPerdana Menteri Inggris

Related articles More from author

  • Internasional

    Biden Tinjau Kebijakan untuk Atasi Maraknya Serangan Domestik

    24 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Taiwan Nyatakan Siap Berdialog dengan China
    Internasional

    Taiwan Nyatakan Siap Berdialog dengan China

    14 Juni 2022
    By William Putra Wijaya
  • Aktivis AS: Trump Ikut Bersalah atas Jatuhnya Pesawat Ukraina
    Internasional

    Aktivis AS: Trump Ikut Bersalah atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

    12 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pengadilan Myanmar Vonis Aung San Suu Kyi Empat Tahun Penjara
    Internasional

    Pengadilan Myanmar Vonis Aung San Suu Kyi Empat Tahun Penjara

    12 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Sudah Jelas Ketangkap Basah, AS Masih Bantah Kirim Mata-Mata ke Venezuela
    Internasional

    Sudah Jelas Ketangkap Basah, AS Masih Bantah Kirim Mata-Mata ke Venezuela

    18 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Adik Mantan Presiden Afghanistan Sarankan Taliban Bentuk Pemerintahan Inklusif
    Internasional

    Adik Mantan Presiden Afghanistan Sarankan Taliban Bentuk Pemerintahan Inklusif

    24 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Parah! Pascanormalisasi UEA-Israel, Dubai Menjelma sebagai 'Rumah Bordil dan Ibu Kota Wisata Seks Terbesar di Dunia'
    Internasional

    Parah! Pascanormalisasi UEA-Israel, Dubai Menjelma sebagai ‘Rumah Bordil dan Ibu Kota Wisata Seks Terbesar di Dunia’

  • Tidak Hanya Salmon, Inilah Ikan dengan Kandungan Omega 3 Tinggi
    Tips & Tutorial

    Tidak Hanya Salmon, Inilah Ikan dengan Kandungan Omega 3 Tinggi

  • Nasional

    Jokowi Kumpulkan Pimpinan Parpol, DPR, Hingga Kapolri dan Jaksa Agung di Istana. Ada Apa?

  • Goo Hara Meninggal Dunia Diduga Kesepian dan Depresi Seperti Sahabatnya, Sulli
    SelebritiViral

    Goo Hara Meninggal Dunia Diduga Kesepian dan Depresi Seperti Sahabatnya, Sulli

  • Krisis Lagu Anak, Putri Mona Ratuliu, Krisdayanti dan Selebritis Lainnya Kolaborasi Bikin Album
    Selebriti

    Krisis Lagu Anak, Putri Mona Ratuliu, Krisdayanti dan Selebritis Lainnya Kolaborasi Bikin Album

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.