
TIKTAK. ID – Politikus PDIP sekaligus Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edy Marsudi menuduh program revitalisasi trotoar yang sedang gencar dilakukan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan sebagai penyebab banjir di beberapa titik baru yang sebelumnya tidak pernah kebanjiran. Salah satunya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Menurutnya, revitalisasi trotoar ala Anies tersebut hanya kelihatannya saja “cakep di luar, tapi berantakan di dalam”, dan menyebabkan got di bawah trotoar mampet sehingga air meluap ke permukaan.
Sebaliknya, Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti justru mengungkapkan fakta yang sebenarnya dan mengatakan bahwa banjir yang terjadi di RSCM tersebut semata-mata karena limpahan air saja. Selain itu, karena memang tidak ada saluran memadai yang langsung menuju ke kali.
Baca juga: Usai Sidak Trotoar Revitalisasi Anies, Ketua DPRD: Cakep di Luar, Berantakan di Dalam
“Dari kita enggak ada saluran kali ke ke belakang,” kata Lies saat dikonfirmasi, Minggu (23/2/20).
Dia pun menuturkan sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk dibuatkan saluran tersebut.
“Tadi saya sudah ditelepon sama Pak Gubernur juga, sudah koordinasi untuk dibikinin saluran juga, ada pembuangan air ke sana, karena selama ini enggak pernah sampai melimpah begitu kan, karena tidak tersedia. Itu kan gedung heritage umurnya sudah 100 tahun, selama ini tidak terpikir untuk ada saluran untuk menuju kali itu,” ungkap Lies.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










