Tag: Banjir Jakarta

  • Ini Pembelaan Pramono Usai Diprotes Pantau Banjir Jakarta Naik Helikopter

    Ini Pembelaan Pramono Usai Diprotes Pantau Banjir Jakarta Naik Helikopter

    TIKTAK.ID – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, diketahui sempat memantau kondisi Jakarta pascabanjir pada Jumat (7/3/25). Pemantauan tersebut dilakukan Pramono dengan menggunakan helikopter AgustaWestland (AW) 196 milik aparat kepolisian.

    Setelah itu, Pramono mengaku mendapat sejumlah protes dari masyarakat lantaran menggunakan helikopter ketika memantau banjir, alih-alih turun langsung ke lapangan becek-becekan. Menanggapi hal itu, Pramono mengeklaim punya alasan tersendiri untuk memantau kondisi wilayahnya menggunakan helikopter.

    “Mengapa menggunakan helikopter? Ya kalau pakai helikopter kan memang kita ingin melihat tempat-tempat mana yang masih berpotensi terjadi penyumbatan atau enggak, sehingga dengan demikian tadi kami sudah keliling,” ujar Pramono, pada Jumat, seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : PSI: Tak Ada Intervensi Politik dan Nepotisme Soal Kenaikan Pangkat Letkol Teddy

    Dalam pemantauan tersebut, Pramono mengaku tak hanya melihat kondisi Jakarta pascabanjir. Ia turut memantau beberapa titik di Bekasi yang masih dilanda banjir.

    “Saya sudah melihat secara keseluruhan, bahkan hingga ke Bekasi,” ucap Pramono.

    Menurut Pramono, banjir di Bekasi adalah masalah yang serius. Sebab, kata Pramono, air yang merendam wilayah yang banjir itu tidak dapat dikeluarkan tanpa adanya intervensi penggunaan pompa.

    Baca juga : Prabowo Terima Kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam, Ada Agenda Apa?

    “Masalah yang sangat serius ada di Bekasi, karena airnya tidak bisa dikeluarkan, pompanya tidak ada,” terang Pramono.

    Lebih lanjut, Pramono mengaku bersyukur dapat melihat kondisi wilayahnya dari udara. Dia menjelaskan, hanya dengan begitu, ia mampu memotret kondisi wilayahnya secara keseluruhan, sehingga dapat menyiapkan antisipasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem selanjutnya.

    Terlebih, Pramono menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi pada 11-20 Maret 2025.

    Baca juga : PDIP: Jokowi Lagi Getol Pencitraan, Bikin Kesan dan Opini Dirinya Masih Sangat Berpengaruh

    “Mudah-mudahan bila sesuai dengan prediksi BMKG, kalau 11 Maret atau 12 Maret curah hujannya sama seperti yang kemarin, kita jauh lebih siap untuk mengatasi itu. Dengan demikian, antisipasi yang sudah dilakukan dan akan dilakukan oleh Pemerintah Jakarta lebih baik,” tutur Pramono.

    Sekadar informasi, tindakan yang dilakukan ketika memantau banjir oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, kerap dibandingkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turun langsung berbasah-bahasan saat meninjau banjr di Bekasi. Pada Minggu (9/3/25), Presiden Prabowo Subianto juga turut meninjau langsung kondisi banjir di Bekasi.

  • Pesan Jokowi ke Penerus Anies: Penanganan Macet dan Banjir DKI Harus Ada Progres Signifikan

    Pesan Jokowi ke Penerus Anies: Penanganan Macet dan Banjir DKI Harus Ada Progres Signifikan

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa dirinya sudah menitipkan beberapa pesan kepada Heru Budi Hartono, dalam memimpin DKI Jakarta sebagai Penjabat (Pj.) gubernur ke depannya. Jokowi menekankan supaya dalam penanganan macet dan banjir di Ibu Kota, bakal ada perkembangan yang signifikan.

    “Kemarin saya sudah sampaikan kepada Pak Heru, terutama persoalan utama di DKI Jakarta. Macet dan banjir, harus ada progres perkembangan yang signifikan,” ucap Jokowi di Istana Negara, pada Senin (10/10/22), seperti dilansir Kompas.com.

    “Yang ketiga adalah hal yang berkaitan dengan tata ruang, itu saja,” imbuh Jokowi.

    Baca juga : Baru Dilantik Jokowi Jadi Kepala LKPP, Hendrar Prihadi Bakal ‘Pegang’ Duit Ribuan Triliun

    Kemudian dalam kesempatan tersebut, Jokowi memaparkan alasan yang melatarbelakangi dirinya memilih Heru menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi menjelaskan, salah satunya karena Heru punya kemampuan komunikasi yang baik.

    “Saya sudah kenal dengan Pak Heru lama sekali. Sejak jadi Wali Kota di DKI, lalu waktu memegang Badan Keuangan, saya tahu betul rekam jejak, cara bekerja, kapasitas, dan kemampuan, saya tahu semuanya,” terang Jokowi.

    “Komunikasinya juga sangat baik dengan siapa pun, sehingga kita harapkan nanti ada percepatan-percepatan,” sambungnya.

    Baca juga : NasDem Ungkit Deklarasi Prabowo Usai PDIP Sebut Deklarasi Anies Ganggu Konsentrasi Pemerintah

    Mengutip pemberitaan Kompas.id, penetapan Heru sebagai Pj. Gubernur DKI Jakarta dilakukan dalam rapat Tim Penilai Akhir (TPA) di Istana Merdeka, pada Jumat (7/10/22).

    Jokowi sendiri memutuskan nama Heru usai mendengar pertimbangan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan anggota TPA, serta menteri terkait.

    ”Sudah diputuskan Pak Heru (Budi Hartono),” jelas pejabat di Istana Merdeka, pada Jumat siang.

    Heru disebut-sebut memiliki banyak kelebihan ketimbang dua calon lainnya, yakni Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah serta Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bachtiar.

    Baca juga : Pengamat: Pertemuan Megawati-Jokowi Imbas Deklarasi Capres Anies dan Lobi Dukung Puan

    Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Benny Irwan mengklaim pihaknya masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) terkait penunjukan Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta.

    Benny menyatakan siapa pun yang akan dilantik oleh Kemendagri sebagai Pj. Gubernur DKI Jakarta sudah sesuai dengan Keppres yang diteken presiden. Benny menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi soal Jokowi sudah menunjuk Heru sebagai Pj. Gubernur DKI Jakarta.

  • Anies Andalkan ‘Program 942’ untuk Atasi Banjir Jakarta

    Anies Andalkan ‘Program 942’ untuk Atasi Banjir Jakarta

    TIKTAK.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, diketahui mengandalkan “Program 942” untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota. “Program 942” yang dimaksud yaitu ‘membangun dan merehabilitasi 9 polder, 4 waduk, dan 2 sungai’.

    “Kami memiliki program 942, yaitu 9 polder, 4 waduk, 2 sungai yang kami akan revitalisasi dan perbaiki,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Parria, Selasa (8/3/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menjelaskan, “Program 942” merupakan program infrastruktur Pengendali Banjir multi years (2021-2022) di lima kota administrasi.

    Baca juga : Wagub Riza Beberkan Alasan Anggaran Sirkuit Formula E Naik Hingga Rp10 Miliar

    Program itu disebut-sebut dikerjakan memakai konsep design dan build. Artinya, hasil akhir pembangunan tidak selalu sama dengan desain, namun akan disesuaikan dengan dinamika di lapangan. Pembangunan atau rehabilitasi 9 polder tersebut terletak di kawasan Kelapa Gading, Marunda, Muara Angke, Teluk Gong, Mangga Dua, Pulomas, Adhyaksa, Green Garden, dan Kamal.

    Lebih lanjut, sistem polder dinilai menjadi cara menangani banjir rob dengan kelengkapan sarana fisik suatu kesatuan pengelolaan tata air tak terpisahkan. Hal itu meliputi sistem drainase kawasan, kolam retensi, tanggul keliling kawasan, pompa dan pintu air.

    Untuk pembangunan 4 waduk sendiri, berada di kawasan Pondok Ranggon, Embung Wirajasa, Lebak Bulus, dan Brigif. Waduk dianggap mampu mengendalikan banjir dengan cara menahan aliran besar dari banjir masuk (inflow), lalu dilepaskan (outflow) dengan debit air yang lebih rendah. Dengan begitu, tidak akan terjadi banjir pada hilir sungai.

    Baca juga : Din Syamsuddin Dirikan Partai Pelita, Pengamat Tak Yakin Gatot Nurmantyo Bakal Gabung

    Kemudian peningkatan kapasitas 2 sungai terletak di Museum Bahari dan Pasar Baru. Dengan adanya peningkatan kapasitas tersebut, diharapkan bisa menahan aliran besar dari banjir masuk (inflow) dan dilepaskan (outflow) dengan debit air yang lebih rendah, sehingga tidak terjadi banjir pada hilir sungai.

    “Memang terdapat keterbatasan akibat Covid, ada keterbatasan dana. Jadi belum semua bisa dilakukan revitalisasi. Tapi tahun ini cukup besar ya perhatian kita. InsyaAllah di periode ini bakal banyak perubahan yang lebih baik terhadap pengendalian banjir,” ungkap Riza.

  • Pansus Banjir DPRD DKI Akan Panggil Ahok

    Pansus Banjir DPRD DKI Akan Panggil Ahok

    TIKTAK.ID – Panitia Khusus (Pansus) Banjir yang akan dibentuk oleh DPRD DKI Jakarta mengatakan akan memanggil mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta pihak-pihak terkait lainnya.

    “Iya (panggil Ahok), semua kita panggil, kan indikasi-indikasi saya sudah dapat masalah got mampet, pintu air masalah, alat alkali tidak siap, beli banyak-banyak nggak dirawat,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, seperti dilansir Detik.com, Selasa (3/3/20).

    Prasetio juga memastikan DPRD akan memanggil Dinas Sumber Daya Air (SDA) selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab dalam pengendalian banjir.

    Baca juga: Demokrat Sebut Anies Nikmati Hasil Kerja Ahok untuk Cegah Banjir

    “Nah itu (masalah penanganan banjir) bagaimana? Terus bagaimana peta strateginya SKPD Sumber Daya Air mengenai layout daerah-daerah macet, itu harus tahu,” lanjut Prasetio.

    Prasetio mengklaim pembentukan Pansus tersebut untuk mencari solusi penanganan banjir. Meski, kata Prasetio, banjir di Jakarta sangat sulit dihilangkan.

    “Iya, cari solusi bareng-bareng. Kalau masalah banjir, Jakarta pasti nggak mungkin nggak banjir. Pasti ada banjir, tapi kan hal itu bisa diminimalisir,” terang Prasetio.

    Halaman selanjutnya…

  • Demokrat Sebut Anies Nikmati Hasil Kerja Ahok untuk Cegah Banjir

    Demokrat Sebut Anies Nikmati Hasil Kerja Ahok untuk Cegah Banjir

    TIKTAK.ID – Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menikmati hasil kinerja gubernur-gubernur sebelumnya dalam mencegah banjir di Ibu Kota. Di antaranya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Joko Widodo (Jokowi), Ali Sadikin, dan mantan Gubernur Jakarta lainnya.

    Ferdinand mengatakan keberhasilan penanggulangan banjir di Jakarta bukan diukur dari cepat atau lambatnya genangan surut dan luas wilayah genangan. Sebab, menurutnya pemerintah daerah harus memandang munculnya titik baru dan ketinggian banjir anyar sebagai upaya yang harus ditanggulangi.

    “Dalam mengukur kinerja gubernur terkait banjir, yang harus dinilai itu adalah frekuensi terjadinya banjir dan ketinggian banjir,” tulis Ferdinand melalui akun Twitter pribadinya, @FerdinandHaean2, seperti dilansir Tagar.id, Minggu (1/3/20).

    Baca juga: Anies Malah Larang Warganya yang Terpapar Corona ke RS, Kok Bisa?

    Ferdinand beranggapan gubernur terdahulu telah melakukan upaya untuk mencegah banjir dengan membangun sistem drainase atau kanal. Namun, kata Ferdinand, kinerja gubernur tersebut kini dinikmati Anies.

    Seperti diketahui, ketika era Jokowi memimpin Jakarta, ia telah mencanangkan Bendung Sukamahi dan Ciawi guna mengantisipasi banjir yang kerap melanda Ibu Kota. Perencanaan itu dilakukan bersama kepala daerah se-Jawa Barat ketika rapat di Bendung Katulampa, Bogor, 20 Januari 2014.

    Halaman selanjutnya…

  • Wow, Anies Temukan Terobosan Baru Atasi Banjir Jakarta, Bahkan di Era Jokowi-Ahok Tidak Dilakukan

    Wow, Anies Temukan Terobosan Baru Atasi Banjir Jakarta, Bahkan di Era Jokowi-Ahok Tidak Dilakukan

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengklaim menemukan terobosan baru untuk mengatasi banjir Jakarta. Anies berencana merangkul, bekerja sama, dan meminta solusi langsung dari Warga DKI untuk mengatasi banjir.

    “Hampir di semua tempat, ini sudah diinstruksikan juga kepada seluruh jajaran, dan berbicara dengan Ketua RW, LMK, tentang sebab dan solusi menurut warga sekitar,” ujar Anies, dilansir Tribunnews.com.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan solusi ini baru dilakukan pada era kepemimpinannya.

    Baca juga: Anies Baswedan Pastikan Pemprov Tak Cari Laba dari Revitalisasi TIM, Ketua DPRD DKI: Dusta!

    “Sebelumnya kita tidak melakukan itu. Sebelumnya selalu dari Pemerintah,” kata Anies.

    Menurut Anies, alasan dirinya melakukan hal tersebut lantaran warga dianggap paham dan mengerti tentang lingkungan sekitar mereka dibandingkan Pemerintah. Untuk itu, Anies mengatakan program penanggulangan banjir yang dirumuskan oleh Pemerintah harus selaras dengan saran dari warga sekitar.

    “Warga itu tahu air datang dari mana, tahu air mengalir ke mana, tahu hambatannya di mana. Maka program dari Pemerintah itu harus sesuai situasi tiap tempat,” ucap Anies.

    Sementara untuk penyebab banjir dari hulu, Anies mengatakan masalah tersebut sudah bisa teratasi dengan adanya early warning system (sistem peringatan dini).

    Baca juga: Program Unggulan Rumah DP 0 Rupiah Tidak Laku, Anies Pecat Anak Buahnya

    Halaman selanjutnya…

  • Soal Banjir, Ferdinand Hutahaean Sebut Anies Baswedan Sesat Pikir

    Soal Banjir, Ferdinand Hutahaean Sebut Anies Baswedan Sesat Pikir

    TIKTAK.ID – Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengkritik tajam pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang menyebut air hujan disalurkan ke bumi, bukan dimasukkan ke laut. Ia menilai pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Anies memilki sesat logika soal air hujan.

    Hal itu diungkapkannya dalam program DUA SISI yang diunggah dari YouTube tvOneNews, Jumat (28/2/20).

    Ferdinand mencontohkan, Hendrik van Breen sudah merencanakan Banjir Kanal Barat sejak zaman Belanda dulu, dan Sutiyoso membangun Banjir Kanal Timur.

    “Nah kenapa Anies bisa berpikir bahwa ini semua sesat, salah, dan tidak boleh dialirkan ke laut? Cara berpikirnya sesat juga terkait itu,” kata Ferdinand, dilansir Tribunnews.com.

    Baca juga: Demokrat Nilai Cara Jokowi ‘Manjakan’ Influencer dan ‘Beri Makan’ Buzzer Tidak Tepat

    Ferdinand mengakui bahwa tidak ada yang bisa menghentikan banjir di Jakarta untuk selamanya, sehingga banjir hanya bisa diminimalisir dengan upaya-upaya penanggulangan banjir yang tepat.

    Ia berpendapat hal yang harus dilakukan pertama adalah membereskan saluran air, menormalisasi kali, bahkan kalau perlu mengambil wilayah tertentu untuk dijadikan waduk. Ia menyarankan Anies untuk membebaskan lahan dan membangun pemukiman flat ke atas untuk warga-warga yang ada di situ.

    Halaman selanjutnya…

  • Hadirin Tertawa Saat Jokowi Bahas Banjir Ibu Kota Baru, Kenapa?

    Hadirin Tertawa Saat Jokowi Bahas Banjir Ibu Kota Baru, Kenapa?

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan video desain Ibu Kota baru RI. Jokowi mengklaim bahwa Ibu Kota baru RI di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, akan bebas dari macet dan banjir.

    Hal itu diungkapkan Jokowi saat menyampaikan pidato kunci dalam acara Indonesia Digital Economy Summit yang digelar Microsoft di Jakarta, Kamis (27/2/20).

    “Ibu Kota yang hijau, tidak banjir dan tidak macet,” ujar Jokowi, seperti dilansir Kompas.com.

    Mendengar pernyataan Jokowi itu, sebagian peserta yang merupakan para pelaku ekonomi digital lantas tertawa. Pasalnya, dua hari sebelumnya Ibu Kota DKI Jakarta dilanda banjir di sejumlah titik.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun berani menjamin Ibu Kota baru bebas dari banjir dan macet karena pembangunannya akan dimulai dengan tata ruang yang baik.

    Baca juga: Endus Manuver PDIP dan Gerindra yang Tampak Makin Mesra, Demokrat: Hal Biasa, Hanya Tak Elok Saja

    “Green city, smart city, dan compact city. Banyak pedestrian, banyak orang berjalan kaki, bersepeda. Sedangkan mobil harus elektrik, dan pada lompatan berikut, autonomous (kendaraan tanpa awak),” kata Jokowi.

    Pria asal Solo itu juga menyebut akan ada banyak peluang untuk mendorong ekonomi digital negara di Ibu Kota baru nanti. Oleh karena itu, ia pun mengajak para pelaku ekonomi digital untuk ikut berpartisipasi.

    Halaman selanjutnya…

  • Kemang Jadi Langganan Banjir, Wulan Guritno Tuntut Pihak Terkait Hadirkan Solusi Terbaik

    Kemang Jadi Langganan Banjir, Wulan Guritno Tuntut Pihak Terkait Hadirkan Solusi Terbaik

    TIKTAK.ID – Beberapa waktu lalu, bencana banjir kembali menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan daerah tempat tinggal Wulan Guritno yakni Kemang, Jakarta Selatan ikut terendam.

    Banjir Jakarta tersebut membuat sang artis keheranan, sebab tidak biasanya tempat tinggalnya tersebut terkena dampak banjir. Hal tersebut ia akui ketika ditemui di Bulungan, Jakarta Selatan.

    “Iya, aduh! Daerah rumah saya juga terkena banjir, sih. Bahkan kemarin sempat pada heboh karena klelep-klelep, kan depan hotel Kemang tersebut adalah daerah rumah saya. Memang rumah saya tidak ikut kebanjiran, allhamdulillah. Hanya saja tidak pernah ada banjir sebelumnya di daerah Kemang itu, dan ini sungguh tidak masuk akal,” buka Wulan Guritno.

    Baca juga: Cathy Sharon Curhat Batal Pemotretan Gara-Gara Banjir Jakarta

    Wulan menambahkan, saat ini bukan waktunya untuk menyalahkan tingginya curah hujan. Menurutnya, pihak berwenang atau pihak terkait sudah saatnya melakukan sesuatu untuk menanggulangi masalah banjir tersebut.

    “Ya bagaimana dong solusi untuk ke depannya. Kemarin, yang disalahkan adalah curah hujan yang sangat deras. Kemudian, kali ini curahnya tidak terlalu deras banget, namun kok tetap masih banjir? We have do to something about it,” imbuh bintang film Bukan Bintang Biasa dan Dilema tersebut.

    Wulan Guritno juga memberikan usul kepada pihak terkait dalam mengangani masalah ini. Menurutnya, harus ada pembersihan rutin pada saluran pembuangan air di Ibu Kota. Paling tidak, ada pihak yang bisa atau tepat dalam melakukan pembenahan pada masalah banjir seperti ini.

    Baca juga: Sidang Kasus Pelanggaran Hak Cipta, Hakim Sarankan Thariq dan Atta Halilintar Mundur sebagai Saksi

    “Mungkin salah satunya adalah pembersihan yang sangat rutin. Benar-benar dibersihkan semua sungai hingga yang paling terkecil, seperti selokan,” usul aktris kelahiran London 14 April 1981 tersebut.

    Ia menegaskan, banyak pihak yang sebenarnya mahir dalam mengatasi banjir. Namun, menurutnya masalah ini akan selesai jika dikerjakan sedikit demi sedikit.

    “Ada beberapa orang yang mahir dalam hal tersebut, dan mungkin benar apabila dikerjakan meski sedikit akan ada perubahan dari kondisi banjir menjadi tidak banjir. Atau yang sebelumnya sering terdampak banjir menjadi reda. Namun setidaknya, gradually kita adakan pembenahan terlebih dahulu,” saran Wulan Guritno.

  • Cathy Sharon Curhat Batal Pemotretan Gara-Gara Banjir Jakarta

    Cathy Sharon Curhat Batal Pemotretan Gara-Gara Banjir Jakarta

    TIKTAK.ID – Banjir yang menimpa Jakarta, ternyata berdampak terhadap masyarakat di segala lapisan, termasuk artis Cathy Sharon. Ia memiliki agenda untuk melakukan pemotretan, namun harus menggagalkannya, gara-gara banjir Jakarta.

    Dikabarkan, makeup artisnya bertempat tinggal di Kemang, yang merupakan salah satu titik bencana banjir. Hasilnya, ia dengan besar hati mengatakan bahwa pekerjaan tersebut harus dijadwalkan ulang.

    “Sebenarnya ada. Soalnya tadi pagi saya dari arah Kapuk untuk foto, namun ternyata makeup artisnya tidak bisa keluar dari daerah Kemang. Kebetulan dia kan bertempat tinggal di daerah Kemang, dia juga menjadi korban banjir,” buka Cathy Sharon.

    “Sehingga pekerjaan saya tadi pagi di reschedule,” imbuhnya.

    Baca juga: Sidang Kasus Pelanggaran Hak Cipta, Hakim Sarankan Thariq dan Atta Halilintar Mundur sebagai Saksi

    Cathy mengaku sangat sedih dan prihatin atas banjir yang melanda Jakarta, terutama yang terjadi di beberapa titik pusat keramaian.

    “Kalau saya sendiri sangat prihatin, maksudnya kota Jakarta seperti ini banjirnya,” keluhnya.

    Ia berharap masalah banjir di Jakarta segera selesai dan pihak terkait dapat menanganinya dengan baik.

    Baca juga: Aishah Sinclair Adik Ashraf, Janji Jaga BCL dan Noah

    Seperti diketahui, bencana banjir kembali melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (23/2/20) setelah pada Sabtu malam diterpa hujan sangat deras. Bahkan, akibat hujan tersebut membuat sejumlah kawasan terendam cukup parah dan berdampak aktivitas warga menjadi lumpuh.

    Sebagai salah satu warga yang tinggal dan bekerja di Jakarta, Chaty berharap agar banjir segera surut dan aktivitas warga Jakarta menjadi normal kembali.

    “Sampai saat ini banjir belum juga surut. Banyak aktivitas warga yang terhenti. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik kepada semua teman-teman yang menjadi korban kebanjiran. Semoga banjirnya cepat surut, dan problema kebanjiran ini segera teratasi dengan cepat,” harap Cathy Sharon.