Tag: Banjir Jakarta

  • Aplikasi ini Sulap Penampakan Banjir Jakarta Jadi Indah. Sengaja Ledek Anies Baswedan?

    Aplikasi ini Sulap Penampakan Banjir Jakarta Jadi Indah. Sengaja Ledek Anies Baswedan?

    TIKTAK.ID – Banjir di Jakarta pada akhir pekan lalu memancing kreativitas warganet, sekaligus mengekspresikan kekesalan mereka di Twitter. Menggunakan karya berupa editan foto, teknolog muda ini menyindir cuitan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait keadaan banjir di Jakarta.

    Co-Founder dan CEO Indopasifik Teknologi Medika Indonesia (ITMI), Natali Ardianto, membuat cuitan melalui akun Twitter pribadinya @nataliardianto, dan mengunggah editan foto, sehingga menjadi perbincangan warganet.

    Pendiri Tiket.com ini membuat utas dan menulis, “tengoklah foto-foto ini, saya cuma pakai Apps Lightroom untuk filter, Picsart untuk membirukan air, dan Quickshot untuk menambahkan langitnya.”

    Baca juga: Tagar #Banjir Trending Lagi, Netizen Kembali Seret Nama Anies

    Ia pun menambahkan tagar #WajahBaruJakarta dalam cuitannya. Utas tersebut mendapatkan lebih dari 5.600 Retweet dan 7.900 Like.

    Mengutip Hitekno.com, Natali sebenarnya mengedit foto milik pengguna Twitter dengan akun bernama @fxmario. Ribuan warganet ikut berkomentar, bahkan sebagian besar mengungkapkan kekesalannya atas banjir yang terjadi di Jakarta. Beberapa dari mereka juga meminta agar fotonya diedit ketika berpose saat banjir terjadi di Jakarta.

    Halaman selanjutnya…

  • Tagar #Banjir Trending Lagi, Netizen Kembali Seret Nama Anies

    Tagar #Banjir Trending Lagi, Netizen Kembali Seret Nama Anies

    TIKTAK.ID – Hujan deras mengguyur Jakarta sejak Senin (24/2/20) malam. Akibatnya, banjir menggenangi beberapa wilayah. Bahkan hampir merata di kawasan Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat hingga Jakarta Selatan.

    Mengutip Kompas.tv, warganet pun meramaikan Twitter dengan tagar #banjir, hingga isi cuitan lebih dari 21 ribu kali pada Selasa (25/02/20) pagi. Mereka mengunggah titik banjir di kawasan rumah atau dekat area perkantoran, termasuk tersendatnya lalu lintas di beberapa wilayah akibat banjir.

    Namun, pada tagar #banjir itu, tak sedikit warganet yang menyalahkan kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Tagar banjir pun kemudian disusul nama Anies dengan jumlah cuitan mencapai lebih dari 33 ribu kali.

    Baca juga: Ketua DPRD DKI Tuduh RSCM Kebanjiran Gara-Gara Revitalisasi Trotoar Anies, Dirut RSCM Ungkap Fakta Sebenarnya

    Nama Anies memang selalu dikaitkan dengan banjir Jakarta. Tak hanya itu, masyarakat juga membandingkan kinerja penanganan banjir di zaman pemerintahan Anies dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Sementara itu, Anies menjelaskan banjir kali ini karena air lokal, bukan kiriman.

    “Air yang ada di sini tidak banyak sampah, artinya air lokal. Jumlahnya cukup besar, bukan air kiriman,” ujar Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, seperti dilansir Detik.com, Selasa (25/2/20).

    Menurutnya, status di pintu air Manggarai kini sudah berangsur turun, dan ketinggian air pun perlahan sudah mulai surut.

    “Tadi pagi puncaknya masuk ke siaga 1, saat ini sudah turun di siaga 2,” terang Anies.

    Halaman selanjutnya…

  • Ketua DPRD DKI Tuduh RSCM Kebanjiran Gara-Gara Revitalisasi Trotoar Anies, Dirut RSCM Ungkap Fakta Sebenarnya

    Ketua DPRD DKI Tuduh RSCM Kebanjiran Gara-Gara Revitalisasi Trotoar Anies, Dirut RSCM Ungkap Fakta Sebenarnya

    TIKTAK. ID – Politikus PDIP sekaligus Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edy Marsudi menuduh program revitalisasi trotoar yang sedang gencar dilakukan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan sebagai penyebab banjir di beberapa titik baru yang sebelumnya tidak pernah kebanjiran. Salah satunya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

    Menurutnya, revitalisasi trotoar ala Anies tersebut hanya kelihatannya saja “cakep di luar, tapi berantakan di dalam”, dan menyebabkan got di bawah trotoar mampet sehingga air meluap ke permukaan.

    Sebaliknya, Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti justru mengungkapkan fakta yang sebenarnya dan mengatakan bahwa banjir yang terjadi di RSCM tersebut semata-mata karena limpahan air saja. Selain itu, karena memang tidak ada saluran memadai yang langsung menuju ke kali.

    Baca juga: Usai Sidak Trotoar Revitalisasi Anies, Ketua DPRD: Cakep di Luar, Berantakan di Dalam

    “Dari kita enggak ada saluran kali ke ke belakang,” kata Lies saat dikonfirmasi, Minggu (23/2/20).

    Dia pun menuturkan sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk dibuatkan saluran tersebut.

    “Tadi saya sudah ditelepon sama Pak Gubernur juga, sudah koordinasi untuk dibikinin saluran juga, ada pembuangan air ke sana, karena selama ini enggak pernah sampai melimpah begitu kan, karena tidak tersedia. Itu kan gedung heritage umurnya sudah 100 tahun, selama ini tidak terpikir untuk ada saluran untuk menuju kali itu,” ungkap Lies.

    Halaman selanjutnya…

  • Watimpres Jokowi Bela Anies Soal Banjir Jakarta, Ini Penjelasannya

    Watimpres Jokowi Bela Anies Soal Banjir Jakarta, Ini Penjelasannya

    TIKTAK.ID – Mengaku menyesal karena selama ini ikut termakan kabar miring yang beredar di media sosial dan media mainstream di Tanah Air, Pendiri Tahir Foundation yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Dato Sri Tahir memuji kinerja Gubernur Anies Baswedan menangani banjir. Menurut Tahir, penanganan banjir era Anies lebih baik ketimbang gubernur sebelumnya.

    Awalnya, Tahir mengaku ingin membantu Anies menangani banjir. Namun Anies memaparkan kerja Pemprov DKI Jakarta untuk menangani banjir.

    “Sebulan yang lalu saya menghadap Bapak Gubernur menanyakan soal keadaan banjir di Jakarta. Lalu kira-kira kita dari pihak Tahir Foundation apa yang bisa ikut partisipasi,” ucap Tahir dalam acara penerimaan bantuan sarana dagang bagi UMKM binaan JakPreneur, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/20).

    Baca juga: Ahok Ternyata Sempat Marah ke Jokowi, Kenapa?

    “Bapak Gubernur menjelaskan penanganan soal banjir, dan saya juga agak surprise, agak lain dengan yang dikatakan media sosial bahwa Gubernur Jakarta tidak baik menangani banjir, itu I think it’s wrong,” ujarnya.

    Menurut Tahir, banjir era Anies lebih cepat surut. Bahkan, jika dibandingkan dengan banjir era gubernur-gubernur sebelumnya.

    “Setelah Bapak Gubernur menjelaskan, saya sangat-sangat ter-impress bahwa ternyata masa surutnya banjir itu jauh lebih cepat dari gubernur sebelumnya,” ucap Tahir.

    Merasa selama ini telah ikut termakan pemberitaan yang tidak benar dan cenderung memojokkan Anies, ke depan Tahir ingin menyampaikan kepada publik tentang kinerja Gubernur DKI Jakarta tersebut. Karena baginya, kinerja Anies ternyata tidak kalah bahkan lebih baik dibanding gubernur Jakarta sebelumnya.

    Halaman selanjutnya…

  • Diguyur Hujan Semalaman, Underpass Kemayoran Tak Lagi Kebanjiran. Bukti Kerja Anies Baswedan?

    Diguyur Hujan Semalaman, Underpass Kemayoran Tak Lagi Kebanjiran. Bukti Kerja Anies Baswedan?

    TIKTAK.ID – Sepanjang Rabu (19/2/20) malam, wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas lumayan. Namun lokasi Underpass Kemayoran yang kerap terendam banjir, kali ini terpantau aman, tak lagi kebanjiran.

    “Tidak ada genangan, kering, kering, aman ya,” kata Kepala Sektor Pemadam Kebakaran Kemayoran, Unggul Wibowo, saat dihubungi sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (20/2/20).

    Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran, Riski Renando mengungkap beberapa fakta underpass Kemayoran yang masih kering meski Jakarta diguyur hujan semalaman. Riski menyebut pihaknya telah melakukan pengerukan gorong-gorong.

    Baca juga: Aksi Unjuk Rasa di Balai Kota DKI Ricuh, Massa Lempari Kantor Anies Baswedan dengan Tomat

    “Seharusnya kering. Kan sudah ada perbaikan dari kami juga yaitu gorong-gorongnya sudah kami perbaiki,” kata Riski saat dihubungi terpisah pukul 07.06 WIB.

    Riski mengatakan PPK Kemayoran telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan antisipasi jangka pendek. Menurut Riski, sejumlah lumpur sudah dikeluarkan dari gorong-gorong.

    Halaman selanjutnya…

  • Soal Survei yang Sebut Ahok Lebih Jago Atasi Banjir, Gerindra: Sengaja Dibuat untuk Jatuhkan Anies

    Soal Survei yang Sebut Ahok Lebih Jago Atasi Banjir, Gerindra: Sengaja Dibuat untuk Jatuhkan Anies

    TIKTAK.ID – Fraksi Gerindra DPRD DKI menilai hasil survei Indo Barometer yang menyatakan penanganan banjir era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih baik dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya persepsi publik.

    Anggota Fraksi Gerindra, Syarif, menyebut hasil survei itu nyaris berhasil menjatuhkan nilai Anies di masyarakat. Ia menganggap survei itu hanya bentuk opini yang dibangun oleh pihak yang kontra terhadap Anies.

    “Persepsi publik itu kan dibangun karena ada opini yang dibangun sebelumnya. Saya bisa mengatakan nyaris berhasil, opini downgrade kepada Anies nyaris berhasil,” ujar anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Syarif, dilansir Detik.com, Senin (17/2/20).

    Baca juga: Anies Sebut Jabatan Presiden dan Gubernur Sama Saja, Apa Maksudnya?

    Syarif mengatakan hasil survei itu hanya persepsi, dan tidak bisa dijadikan pedoman karena bukan berdasarkan data. Ia pun mengklaim berdasarkan data yang ia miliki, penanganan banjir di era Anies lebih baik dibandingkan kepemimpinan Ahok.

    Meski begitu, Syarif mengaku menghormati hasil survei tersebut. Bagaimanapun, katanya, masyarakat berhak memberikan penilaian terhadap kinerja Anies.

    Halaman selanjutnya…

  • Banjir Kembali Genangi Jakarta, ini Instruksi dan Info Terkini Anies Lewat Facebook

    Banjir Kembali Genangi Jakarta, ini Instruksi dan Info Terkini Anies Lewat Facebook

    TIKTAK.ID – Hujan deras kembali mengguyur Jakarta sejak Jumat (7/1/20) petang mengakibatkan sejumlah area Ibu Kota tergenang banjir.

    Satu di antaranya, underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, yang untuk kesekian kalinya terendam banjir. Ketinggian air di area underpass tersebut mencapai 5 meter.

    “08:32 #Banjir 5 meter di Underpass Kemayoran #Jakarta Pusat,” informasi yang dicuitkan akun Twitter @tmcpoldametrojaya.

    Pihak kepolisian menyebutkan, semua jenis kendaraan bermotor tak dapat melintasi underpass tersebut.

    Baca juga: Diskotek Golden Crown Disegel Satpol PP Usai Izin Usahanya Dicabut Anies

    Melalui foto yang diunggah akun tersebut, ketinggian genangan air di underpass Kemayoran telah hampir sejajar dengan jalan yang terletak di atasnya. Padahal, tinggi underpass tersebut sekitar 5 meter.

    Kini yang tampak sebatas tembok underpass warna coklat. Sedangkan terowongan underpass tak terlihat akibat dipenuhi air.

    Petugas PPSU terlihat menggunakan perahu karet saat meninjau lokasi.

    Seperti sebelumnya, underpass ini memang rutin menjadi titik langganan banjir. Tiap kali hujan deras mengguyur, underpass ini tertutup air sehingga tak bisa dilintasi kendaraan.

    Halaman selanjutnya…

  • Ditanya Cara Atasi Banjir, Cawagub DKI Nurmansjah Malah Jawab Begini

    Ditanya Cara Atasi Banjir, Cawagub DKI Nurmansjah Malah Jawab Begini

    TIKTAK.ID – Dua Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis, melakukan kunjungan ke fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI dalam beberapa hari terakhir.

    Anggota DPRD dan wartawan pun sering bertanya, program apa yang akan dilakukan jika mereka terpilih menjadi orang nomor dua di DKI Jakarta. Saat ditanya soal penanganan banjir di DKI Jakarta, Nurmansjah berseloroh jika banjir datang orang harus pindah.

    “Ya gampang, strategi kalau banjir pindah saja ente, saya juga kelelep,” ujar Nurmansjah usai mengunjungi Fraksi PKB-PPP di Gedung DPRD DKI, dilansir Kompas.com, Rabu (5/2/20).

    Baca juga: Terlibat Insiden Penjebakan PSK di Padang, Andre Rosiade Ngaku Siap Dilaporkan ke MKD

    Menurut pria yang akrab disapa Ancah itu, Jakarta memang tak pernah lepas dari masalah banjir dan macet.

    “Ya namanya negara maju, Ibu Kota yang sangat maju tiga hal, yaitu banjir, macet, dan sampah. Itu semua komisi D,” sergahnya.

    Ancah sempat menjadi anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta pada periode 2014-2019. Salah satu tugas Komisi D yakni mengurusi masalah banjir di DKI Jakarta.

    Halaman selanjutnya…

  • Warga Kembali Tuduh Anies: Gara-Gara Ratusan Pohon Ditebang, Monas Malah Banjir

    Warga Kembali Tuduh Anies: Gara-Gara Ratusan Pohon Ditebang, Monas Malah Banjir

    TIKTAK.ID – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta akibat hujan deras sejak Jumat (24/1/20) siang. Tidak terkecuali kawasan pintu masuk Monumen Nasional (Monas) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Banjir di pintu masuk Monas tersebut menjadi sorotan warganet di media sosial hingga tagar #Banjir masuk trending topik Twitter.

    Warganet pun mengunggah foto hujan deras dengan air yang menggenangi pintu masuk Monas. Dalam foto tersebut tampak genangan air yang menutup seluruh akses jalan di pintu masuk Monas, tak jauh dari Istana Presiden.

    Video genangan air di pintu masuk Monas itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram resmi Dishub DKI Jakarta. Dilaporkan bahwa tinggi genangan mencapai 25 sentimeter.

    Dalam video berdurasi singkat yang diunggah, terlihat genangan air menutupi bagian bawah mobil milik Dishub yang terparkir di depan pintu masuk. Namun, video tersebut telah dihapus.

    Baca juga: Terinspirasi Penembakan Jenderal Qassem Soleimani, Jokowi Ingin TNI Produksi Drone Tempur Sendiri

    Meski begitu, sejumlah warganet telah mengabadikan video penampakan genangan air di Monas, salah satunya akun Twitter @murtadhaone1.

    “Banjir di Jalan Medan Merdeka Barat pintu masuk Monas. Akibat pohon-pohonnya ditebang?” tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Jumat (24/1/20).

    Halaman selanjutnya…

  • Cerita Ahok Kala Jadi Gubernur: Dicap Tak Manusiawi Lantaran Tertibkan Bangunan Liar untuk Normalisasi

    Cerita Ahok Kala Jadi Gubernur: Dicap Tak Manusiawi Lantaran Tertibkan Bangunan Liar untuk Normalisasi

    TIKTAK.ID – Saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikenal memimpin dengan keras dan tegas, termasuk dalam mengurus permasalahan banjir. Bahkan ia acap kali disebut tidak manusiawi karena menertibkan bangunan liar untuk normalisasi. Padahal, menurut Ahok dalam mengatasi permasalahan banjir, wajib melakukan normalisasi sungai dan waduk.

    “Prinsipnya jika hujan turun terus menerus, air di sungai maupun waduk dapat meluap, karena ada titik maksimal menampung air. Apalagi kurangnya daya tampung juga dikarenakan banyaknya bangunan yang berdiri di atasnya atau di pinggirannya,” ujar Ahok seperti dikutip Kompas.com dalam buku “Kebijakan Ahok” oleh Basuki Tjahaja Purnama.

    Baca juga: Dipuji Global Re-Thinkers Hingga New York Times, Berikut Prestasi Ahok yang Disorot Dunia Saat Jabat Gubernur

    Untuk itu, Ahok mengatakan normalisasi sungai dan waduk perlu dilakukan. Ia menjelaskan, dalam proses normalisasi nantinya terdapat wadah yang lebih besar untuk menampung air, termasuk sungai dan waduk dibuat lebih dalam dan lebar.

    Namun, kata Ahok, normalisasi sungai dan waduk tersebut tentunya tidak terlepas dari penertiban bangunan liar di sekitar waduk dan sungai. Ahok pun mengaku menertibkan warga di bantaran sungai bukan hal yang mudah.

    “Kebijakan penertiban ini yang selalu dikaitkan dengan cara kepemimpinan saya yang disebut tidak manusiawi,” kata Ahok.

    Halaman selanjutnya…