Tag: Banjir Jakarta

  • Anies Baswedan Klaim Tak Perlu Status Tanggap Darurat Usai Banjir

    Anies Baswedan Klaim Tak Perlu Status Tanggap Darurat Usai Banjir

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengklaim tidak perlu ada status tanggap darurat usai banjir besar di Jakarta dan sekitarnya, 1 Januari 2020. Ia mengatakan keputusan itu merujuk pada pedoman penetapan status tanggap darurat bencana.

    “Jakarta tidak termasuk dalam tiga kriteria suatu daerah bisa ditetapkan status tanggap darurat,” ujar Anies di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/20).

    Baca juga: Bahas Banjir Bersama Anies, Jokowi: Jakarta Bukan Daerah yang Berdiri Sendiri

    Sebab, pertama, Anies mengaku pihaknya bisa mengerahkan personel untuk melakukan penanganan bencana. Kedua, mengaktivasi sistem komando untuk penanganan darurat bencana. Ketiga, pihaknya dapat melaksanakan penanganan awal darurat bencana menyangkut penyelamatan dan evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar.

    “Semuanya terpenuhi, tidak punya alasan kita untuk tanggap darurat,” kata Anies.

    Apalagi, lanjut Anies, secara anggaran ada, jadi tidak ada dasar untuk menetapkan tanggap darurat.

    Halaman selanjutnya…

  • Kuasa Hukum Warga Jakarta Bongkar Kesalahan Anies Hingga Digugat 1 Triliun oleh Korban Banjir

    Kuasa Hukum Warga Jakarta Bongkar Kesalahan Anies Hingga Digugat 1 Triliun oleh Korban Banjir

    TIKTAK.ID – Anggota Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta, Azas Tigor Nainggolan membeberkan kesalahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dianggap tak mampu mengatasi banjir.

    Kesalahan Anies Baswedan itulah yang membuat sebagian warga Jakarta melayangkan gugatan yang jika diperkirakan total keseluruhan kerugian mencapai Rp1 triliun.

    Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut diungkapkan Azas dalam tayangan PRIMETIME NEWS unggahan YouTube Metrotvnews, Senin (6/1/20).

    Azas menjelaskan beberapa poin kesalahan Anies Baswedan yang membuatnya digugat, di antaranya mengenai kurangnya informasi soal banjir untuk warga Jakarta.

    “Masyarakat tidak dikasih tahu akan terjadi banjir. Padahal informasi dari BMKG itu sudah jelas,” kata Azas.

    Baca juga: Anies Sebut Kemang Tidak Banjir, Saat Kawasan itu Terendam 2 Meter

    Azas menyebut Komisi D DPRD DKI Jakarta sempat menanyakan soal persiapan banjir kepada pihak bersangkutan namun ternyata tidak ada persiapan.

    Ia menyimpulkan bahwa kondisi banjir yang parah ini adalah salah Anies Baswedan sehingga wajar saja warganya menggugat.

    “Tanggal 23 Desember 2019 Komisi D DKI Jakarta sudah memanggil semua Kepala Dinas DKI Jakarta, semua ditanya bagaimana persiapan banjir, tidak ada kesiapan,” jelas Azas.

    “Nah ini salah siapa? Yang mau digugat Gubernur Jawa Barat? Enggak dong. Kan Gubernur Jakarta yang tidak bekerja dengan baik,” imbuhnya.

    Baca juga: Anies Terbitkan Pergub Larangan Pakai Kantong Plastik di Mal, Minimarket dan Pasar

    Azas juga menanggapi kalimat anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Muslim Muin yang menyebut banjir adalah kiriman dari Bogor.

    Halaman selanjutnya…

  • Anies Sebut Kemang Tidak Banjir, Saat Kawasan itu Terendam 2 Meter

    Anies Sebut Kemang Tidak Banjir, Saat Kawasan itu Terendam 2 Meter

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengklaim mayoritas wilayah Jakarta tidak tergenang banjir pasca hujan deras pada Rabu (1/1/20) lalu. Menurutnya, 85 persen wilayah Jakarta tidak dilanda banjir, termasuk wilayah Kemang, Jakarta Selatan.

    “Hujan yang sedemikian deras, tapi Kemang tidak banjir karena pompa air mobile kami bekerja dengan baik di Kemang Raya,” ujar Anies di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, dilansir Kompas.com, Minggu (5/1/20).

    Anies menyatakan 85 persen wilayah Jakarta aman. Sementara 15 persen yang terdampak banjir, dan di bawah 1 persen yang ketinggian airnya di atas 1,5 meter.

    “Secara sistem, kesiapan kita baik,” kata Anies.

    Baca juga: Anies Terbitkan Pergub Larangan Pakai Kantong Plastik di Mal, Minimarket dan Pasar

    Namun, pernyataan Anies berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Beberapa saat setelah hujan deras, banjir sempat melanda kawasan Kemang, salah satunya Jalan Kemang Timur.

    “Dari pukul 03.00 pagi air memang sudah masuk karena hujan deras, tapi semakin lama makin tinggi,” ujar Hery, warga setempat, (2/1/20).

    Hingga pukul 08.00 WIB, banjir setinggi 2 meter menerjang kawasan rumahnya, di samping kali Mampang. Beruntung Hery sudah memindahkan barang berharga ke lantai atas. Dia dan kelima anaknya pun mengungsi ke permukiman yang lebih tinggi. Menurutnya, arus air saat itu deras, bahkan dirinya kesusahan ketika berenang keluar.

    “Airnya juga deras banget. Saya berenang keluar saja susah,” ucap Hery yang tinggal tepat di samping kali Mampang ini.

    Halaman selanjutnya…

  • Ditanya Apakah Anies Baswedan Gengsi Lanjutkan Program Ahok Atasi Banjir, Sutiyoso Beri Nasihat

    Ditanya Apakah Anies Baswedan Gengsi Lanjutkan Program Ahok Atasi Banjir, Sutiyoso Beri Nasihat

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta era 1997-2007, Sutiyoso ikut mengomentari kebijakan Gubernur yang sekarang, Anies Rasyid Baswedan. Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber di acara Talk Show tvOne pada Minggu (5/1/20).

    Ketika ditanya apakah ada rasa gengsi Anies melanjutkan program yang telah dilakukan gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sutiyoso mengatakan hal semacam itu sudah biasa dalam politik. Namun, menurutnya hal-hal politik seperti itu tidak terlalu berdampak besar apalagi Pemilihan Daerah (Pilkada) masih dilaksanakan pada 2022.

    Baca juga: Kerja Bakti Bareng Warga, Anies Bersihkan Sisa Banjir di Jaktim

    “Politik ya seperti itu, tapi sebenarnya belum saatnya ya. Pilkada kalau enggak salah masih tiga tahun, apalagi Pilpres masih lama,” kata Sutiyoso.

    Meski demikian, Sutiyoso tidak menampik jika dalam dunia politik apapun bisa terjadi.

    Untuk itu, Sutiyoso meminta agar masyarakat tidak terlalu peduli dengan unsur-unsur politis dalam masalah banjir dan semua pihak berhenti saling menyalahkan. Ia menyebut hal itu tidak ada gunanya.

    Apalagi, lanjut Sutiyoso, banjir juga merupakan akibat faktor curah hujan yang ekstrem. Bahkan banjir tidak hanya melanda DKI Jakarta.

    Halaman selanjutnya…

  • Kerja Bakti Bareng Warga, Anies Bersihkan Sisa Banjir di Jaktim

    Kerja Bakti Bareng Warga, Anies Bersihkan Sisa Banjir di Jaktim

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menggelar kerja bakti bersama warga korban banjir di Jalan Kerja Bakti, Jakarta Timur, Minggu (5/1/20) pagi. Mengenakan rompi dan topi hitam, Anies tampak ikut bahu-membahu membersihkan sampah dan lumpur bersama warga.

    Sesekali, Anies mengecek saluran-saluran air untuk melihat apakah masih ada sampah atau tidak. Kerja bakti tersebut juga diikuti aparat TNI-Polri, Satpol PP, hingga Dinas Kebersihan Jakarta Timur.

    “Minggu ada kerja bakti, imbauan Pemprov DKI Jakarta dan BPBD termasuk di dalamnya,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, M Ridwan, dilansir Kumparan.com, Sabtu (5/1/20).

    Baca juga: Anies Bantah Jokowi Soal Penyebab Banjir Jakarta

    Pemprov DKI berserta BPBD Jakarta sebelumnya mengajak seluruh warga mengikuti kerja bakti membersihkan wilayah-wilayah terdampak banjir. Pemprov DKI juga mengimbau warga untuk membawa alat kebersihan masing-masing.

    Menurut Ridwan, tujuan dari kerja bakti ini supaya warga yang terkena dampak banjir bisa segera hidup nyaman kembali.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB, Agus Wibowo menyebut setidaknya ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat yakni 97 titik, DKI Jakarta 63 titik, dan Banten 9 titik. Kedalaman banjir tertinggi 2,5 m terjadi di Perum Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi.

    Hingga Sabtu (4/1/20) pukul 18.00 WIB, jumlah korban tewas akibat banjir yang melanda sejumlah titik di Jabodetabek dan Kabupaten Lebak sebanyak 60 jiwa. Sementara jumlah pengungsi mencapai 92.261 jiwa di 189 titik.

    Baca juga: Anies Datangi Lokasi Banjir di Duri Kosambi, Warga: Kami Butuh Makan Pak!

    Berbagai upaya evakuasi dilakukan BNPB, SAR, seluruh Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan Pemerintah Kota (Pemkot). Uluran bantuan pun datang dari warga dan berbagai pihak lain.

    Di Tangerang, Pemkot mendirikan 22 posko kesehatan dengan 176 tenaga medis siaga untuk membantu pengungsi. Sedangkan di Jakarta, ada ratusan titik pengungsian.

    Selain itu, banyaknya titik terdampak banjir menyebabkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan listrik sementara di beberapa wilayah. Sejumlah transportasi umum pun terkendala akibat banjir.

  • Pimpinan PKS: Dikritik Soal Penanganan Banjir, Anies Dilarang Baper

    Pimpinan PKS: Dikritik Soal Penanganan Banjir, Anies Dilarang Baper

    TIKTAK.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak baper atau terbawa perasaan dalam menanggapi banyaknya kritik soal antisipasi banjir di ibu kota. PKS sendiri merupakan partai pengusung Anies pada Pilkada 2017, namun Sohibul menyatakan tak segan mengkritik jika ada pekerjaan yang tak memuaskan bagi masyarakat.

    “Begitu dia tidak mengerjakan sesuatu dengan baik, maka dikritik itu wajar dan tidak boleh ada hard feeling atau baper. Terima saja,” ujar Sohibul di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, dilansir Republika.co.id, Jumat (3/1/20).

    Baca juga: Rumahnya Terendam Banjir, Nikita Mirzani ‘Omeli’ Anies Baswedan

    Sohibul mengatakan bersyukur begitu ada kritikan dari masyarakat. Menurutnya, bisa jadi ketika PKS menegur Anies tidak mempan, namun oleh rakyat mempan. Ia pun berterima kasih pada masyarakat yang telah mengkritik Anies mengenai banjir di Jakarta.

    Meski begitu, Sohibul mengingatkan agar semua pihak tidak saling menyalahkan. Sebab, sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah diperlukan guna mengantisipasi banjir di kemudian hari. Sohibul menegaskan tidak patut jika warga sedang kesusahan, namun sejumlah pihak malah bertengkar dan tidak mengurus rakyat.

    Halaman selanjutnya…

  • Patut Dicontoh, The Jakmania Buka Posko Bantuan Banjir Jakarta

    Patut Dicontoh, The Jakmania Buka Posko Bantuan Banjir Jakarta

    TIKTAK.ID – Sikap The Jakmania belakangan ini memang patut diacungi jempol. Organisasi suporter klub sepak bola Persija Jakarta tersebut dikabarkan membuka posko bantuan untuk korban banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Mereka menerima bantuan yang kemudian didistribusikan kepada korban banjir. Beberapa Koordinator Wilayah (Korwil) yang terlibat aksi kemanusiaan tersebut di antaranya seperti Manggarai dan Kebon Jeruk.

    Baca juga: Mario Gomez Resmi Pelatih Arema FC Musim 2020

    “The Jakmania merupakan bagian dari masyarakat Jakarta. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban kita sebagai The Jakmania sebagai bagian dari masyarakat Jakarta untuk langsung membantu dan melakukan sesuatu pada masyarakat Jakarta,” kata Sekretaris Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan.

    “Sebab, tugas The Jakmania bukan hanya dalam atau dengan sepak bola saja. Namun juga dengan hal yang terlibat pada program kemanusiaan. Setiap banjir besar melanda Jakarta, banyak dari teman-teman di Korwil membuat posko bantuan yang resmi,” imbuh Diky.

    Halaman selanjutnya…

  • Rumahnya Kebanjiran, Yuni Shara Dievakuasi Pakai Perahu Karet

    Rumahnya Kebanjiran, Yuni Shara Dievakuasi Pakai Perahu Karet

    TIKTAK.ID – Curah hujan yang tinggi dan terus menerus, membuat beberapa wilayah di Jabodetabek terendam banjir. Sejumlah warga harus mengungsi karena banjir tersebut, termasuk Yuni Shara. Rumah sang penyanyi dikabarkan terendam banjir setinggi betis orang dewasa.

    Yuni Shara terpantau aktif mengabarkan kondisi banjir yang merendam rumahnya melalui Insta Stories. Selain itu, ibunya juga tampak merasakan dampak banjir tersebut. Sang ibu terlihat duduk di teras dengan posisi kaki masuk ke genangan air.

    Baca juga: Jajal Jadi Sutradara, Chandra Liow Tawarkan Film Komedi Berbeda

    Berada dalam kondisi tersebut, Yuni Shara berharap agar ibunya segera mendapat penanganan dari tim SAR. Hal ini dikarenakan usia sang ibu sudah tua dan kondisi rumah juga tengah mati lampu.

    “Mama harus segera diungsikan segera. Kasihan di sini terus, airnya mati, listriknya juga mati,” kata Yuni Shara melalui Insta Story.

    Namun tidak berselang lama, petugas akhirnya mengevakuasi Yuni Shara, sang ibu, dan adiknya menggunakan perahu karet. Saat berada di atas perahu karet, ia tak lupa merekamnya. Dalam video tersebut, terlihat kondisi perumahan digenangi air hampir sepinggang orang dewasa.

    Halaman selanjutnya…

  • Anies Datangi Lokasi Banjir di Duri Kosambi, Warga: Kami Butuh Makan Pak!

    Anies Datangi Lokasi Banjir di Duri Kosambi, Warga: Kami Butuh Makan Pak!

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi lokasi banjir di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/1/20). Di lokasi, ia mendapatkan keluhan soal makan dari warga korban banjir.

    “Kami butuh makan, Pak! Kami butuh makan!” teriak warga yang tidak diketahui namanya, dilansir Suara.com.

    Warga tersebut berteriak usai Anies melakukan sesi wawancara dengan wartawan.

    Menanggapi teriakan warga, salah seorang petugas Pemprov DKI mengatakan bantuan makanan telah dipesan. “Sudah ya, sudah dipesan,” ujarnya.

    Baca juga: Jakarta Banjir Parah, 183 Ribu Orang Tandatangani Petisi Copot Anies Baswedan

    Saat sesi wawancara, Anies mengakui perihal kurangnya pasokan makanan ke wilayah yang terendam banjir cukup tinggi ini. Ketika melakukan inspeksi, ia menyebut ada sekitar 1.000 warga yang belum dievakuasi dan masih terjebak di Masjid Hasyim Ashari.

    Meski begitu, Anies mengklaim saat ini bantuan berupa makanan dan minuman telah dalam perjalanan untuk segera diberikan kepada warga. Ia pun mengatakan sudah bicara dengan Wali Kota Jakarta Barat untuk segera mempercepat datangnya pasokan makanan.

    Menurut Anies, selain di Masjid Hasyim Ashari, masih ada juga warga yang terjebak di rumah mereka. Hal itu disebabkan sebelumnya warga menolak untuk dievakuasi dan memilih tetap tinggal di rumahnya meski air meluap semakin tinggi.

    Halaman selanjutnya…

  • Jakarta Banjir Parah, 183 Ribu Orang Tandatangani Petisi Copot Anies Baswedan

    Jakarta Banjir Parah, 183 Ribu Orang Tandatangani Petisi Copot Anies Baswedan

    TIKTAK.ID – Warga geram kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan lantaran banjir parah yang melanda ibu kota di awal 2020. Petisi untuk mencopot Anies dari jabatannya kembali ramai menjadi perbincangan.

    Petisi tersebut sebenarnya sudah dibuat melalui laman daring change.org sejak 2018. Namun bersamaan dengan bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di DKI Jakarta, petisi itu kembali diserbu warganet.

    Tercatat hingga Kamis (2/1/2m20) siang pukul 12.58 WIB, sebanyak 183.432 orang telah menandatangani petisi pencopotan Anies dari Gubernur DKI Jakarta.

    Baca juga: Jakarta Banjir, Ahok Trending Topik di Twitter

    Dalam keterangan yang dituliskan, petisi tersebut muncul sebagai tanggapan atas ketidakpuasan warga terhadap pemerintahan Anies. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu telah dinilai gagal mengurus DKI Jakarta.

    Dalam petisi tersebut, juga dijabarkan sejumlah kegagalan Anies ketika memimpin Jakarta.

    Di antaraya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018 yang membengkak, gaji fantastis Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), hingga layanan publik Jakarta yang belum maksimal.

    Pembuat petisi itu juga mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Dalam Negeri agar mencopot Anies. 

    Halaman selanjutnya…