Tag: Banjir Jakarta

  • Jakarta Banjir, Ahok Trending Topik di Twitter

    Jakarta Banjir, Ahok Trending Topik di Twitter

    TIKTAK.ID – Di awal tahun 2020, banjir melanda sebagian wilayah di Ibu Kota Jakarta. Banjir terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Selasa (31/12/19), berlanjut hingga Rabu (1/1/20) pagi.

    Sejumlah tagar terkait banjir trending di media sosial Twitter. Selain tagar banjir, ternyata tak sedikit warganet yang menyertakan nama Ahok di momen banjir kali ini.

    Sejumlah warganet meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meniru program kerja saat kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menanggulangi banjir.

    Baca juga: Anies dan Menteri Basuki Kembali Beda Suara Soal Penanganan Banjir Jakarta

    Tagar Ahok sempat berada di posisi ke 13 trending topic wilayah Indonesia, dengan 43 ribu lebih tweet dilontarkan oleh warganet.

    Agaknya, nama Ahok mendadak mencuat lantaran ia pernah menjadi gubernur DKI Jakarta. Tak dapat dipungkiri, masih terjadi saling menyalahkan terhadap terjadinya banjir antara pendukung Ahok dan Anies.

    Warganet dengan akun @Aprilaza3 meminta Anies belajar dari Ahok, karena sebelumnya saat Ahok masih menjabat, permukiman rumahnya tidak pernah mengalami banjir setinggi saat ini. Warganet pun berbondong-bondong mengunggah foto-foto soal banjir dan genangan yang diakui kondisi tersebut baru pertama kali terjadi.

    Halaman selanjutnya…

  • Anies dan Menteri Basuki Kembali Beda Suara Soal Penanganan Banjir Jakarta

    Anies dan Menteri Basuki Kembali Beda Suara Soal Penanganan Banjir Jakarta

    TIKTAK.ID – Bukan rahasia lagi jika sejak lama sudah terjadi beda pandangan antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Anies Baswedan terkait cara penanganan terbaik banjir Jakarta.

    Jika Menteri Basuki lebih sreg dengan cara normalisasi alias betonisasi kali, sebaliknya Anies seperti halnya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti lebih setuju dengan cara naturalisasi.

    Saling lempar pendapat antara Anies dan Basuki soal ini sudah sering terjadi sebelumnya, dan kini, saat Jakarta kembali dikepung banjir, keduanya kembali beda suara.

    Hal ini terjadi saat Anies dan Basuki bersama-sama meninjau banjir di sejumlah kawasan Ibu Kota Jakarta. Setelah meninjau banjir, Basuki dan Anies saling silang pendapat soal normalisasi Kali Ciliwung.

    Basuki awalnya mengatakan normalisasi sepanjang Kali Ciliwung yang ditangani hanya 16 km dari 33 km. Maka yang belum dinormalisasi terlihat genangan air.

    Baca juga: Cara Anies Atasi Banjir Jakarta dengan Naturalisasi dan Drainase Vertikal, Maksudnya Apa?

    “Namun mohon maaf Bapak Gubernur selama penyusuran Kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani dinormalisasi 16 km. Di 16 km itu kita lihat insyaallah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang,” kata Basuki di lapangan Monas, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/20).

    Atas hal tersebut, Basuki mengaku pihaknya akan berdiskusi dengan Anies membahas normalisasi Kali Ciliwung.

    Menurut Basuki, tanpa melakukan normalisasi Kali Ciliwung, akan terulang banjir. Bahkan Kali Ciliwung juga terlihat kurang lebar.

    “Kendala normalisasi pasti ada, karena lebarnya sudah sempit, lebarnya berkurang. Kalau lihat sekarang itu rumah bukan bantaran, tapi di palung sungai. Ini bukan hal yang mudah. Ini keahlian beliau (Anies) untuk persuasif. Tanpa itu, pasti akan menghadapi kejadian berulang seperti ini,” jelas dia.

    Baca juga: Soal Banjir DKI, Anies: Kami Tanggung Jawab, Tak Ingin Salahkan Siapa pun

    Menanggapi Basuki yang terkesan menyesalkan dihentikannya kegiatan normalisasi kali, Anies menyampaikan pendapat yang berbeda. Menurut Anies, selain normalisasi, harus ada pengendalian air dari Bogor yang masuk ke Jakarta.

    Halaman selanjutnya…

  • Cara Anies Atasi Banjir Jakarta dengan Naturalisasi dan Drainase Vertikal, Maksudnya Apa?

    Cara Anies Atasi Banjir Jakarta dengan Naturalisasi dan Drainase Vertikal, Maksudnya Apa?

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menjadi sasaran bully. Penyebabnya, tak lain adalah hujan deras yang mengguyur Jakarta jelang malam pergantian tahun hingga Rabu (1/1/19) pagi, yang membuat sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir.

    Genangan air yang sampai setinggi lutut orang dewasa di beberapa wilayah ini membuat ibu kota lumpuh. Banyak jalanan tak bisa dilewati kendaraan. Bahkan, pool taksi Bluebird pun dikabarkan terlihat tak ubahnya kolam renang dengan mobil-mobil terendam.

    Kejadian banjir di Jakarta hari ini mengingatkan pada upaya-upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir. Di Jakarta sendiri, banjir sudah jadi masalah turun-temurun, bahkan sejak kota ini masih bernama Batavia.

    Setiap gubernur DKI Jakarta dari masa ke masa, memiliki cara berbeda mengatasi banjir. Mengingat Jakarta yang tak hanya sebagai pusat pemerintahan, namun juga pusat bisnis.

    Baca juga: Soal Banjir DKI, Anies: Kami Tanggung Jawab, Tak Ingin Salahkan Siapa pun

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya program andalan naturalisasi sebagai solusi banjir ibu kota. Dalam program naturalisasi, Anies berjanji tidak ada penggusuran dalam merevitalisasi sungai. Ia mengedepankan konsep naturalisasi, seperti tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pembangunan dan Revitalisasi Prasarana Sumber Daya Air secara Terpadu dengan Konsep Naturalisasi.

    Di dalam Pergub, naturalisasi didefinisikan sebagai cara mengelola prasarana sumber daya air melalui konsep pengembangan ruang terbuka hijau dengan tetap memperhatikan kapasitas tampungan, fungsi pengendalian banjir, dan konservasi.

    Salah satu penerapan naturalisasi di sungai adalah menggunakan bronjong batu kali untuk turap sungai. Penggunaan bronjong mengharuskan tebing sungai harus landai. Ini berbeda dengan konsep turap beton dalam normalisasi.

    Karena tebing mesti landai, Pemprov DKI harus menyediakan lahan selebar minimal 12,5 meter masing-masing di kiri dan kanan sungai untuk membuat tebing.

    Baca juga: Jokowi Minta BNPB, Pemprov dan SAR Bergerak Bersama Tangani Banjir

    Dengan demikian, lebar lahan yang mesti tersedia, termasuk untuk daerah sempadan, 80-90 meter.

    Selain itu, naturalisasi juga banyak dipraktikkan dengan menanami bantaran kali yang sudah bersih dan lebar dengan berbagai tanaman.

    Sejak 2018, pelebaran sungai yang sebelumnya dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane di Sungai Ciliwung terhenti. Hal ini karena lahan yang dibebaskan untuk melanjutkan pelebaran sungai itu belum memadai.

    Di Kali Krukut, pembebasan lahan juga terhenti. Sebelumnya, warga di bantaran Krukut sudah didata untuk pembebasan lahan. Namun, sejak 2018 tak ada kelanjutan program ini.

    Halaman selanjutnya…

  • Soal Banjir DKI, Anies: Kami Tanggung Jawab, Tak Ingin Salahkan Siapa pun

    Soal Banjir DKI, Anies: Kami Tanggung Jawab, Tak Ingin Salahkan Siapa pun

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku akan bertanggung jawab atas banjir yang melanda sejumlah titik di Jakarta, Rabu (1/2/20) pagi. Ia mengatakan tidak ingin menyalahkan siapa pun dan fokus mengevakuasi warga dari banjir.

    “Pemprov DKI Jakarta mengambil sikap bertanggung jawab atas masalah yang sekarang muncul. Kami respons cepat dan kami bantu tangani,” ujar Anies saat meninjau tanggul di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/20).

    Anies menuturkan, pada saat ini ia tidak mau menyalahkan siapa pun dan apa pun. Menurutnya, sekarang saatnya memastikan warga selamat dan terlindungi, serta semua kebutuhan dasar mereka tercukupi.

    Baca juga: Ustaz Adi Hidayat: Siapa Sakiti Anies, Berarti Menyakiti Saya Juga

    Anies pun mengajak jajaran Pemprov lainnya untuk turut melakukan hal yang sama, yaitu lebih fokus mengevakuasi warga ketimbang mencari siapa yang menyebabkan banjir.

    “Tidak usah menyalahkan orang pada fase ini, yang penting seluruh warga Jakarta terselamatkan,” tegas Anies.

    Selain itu, Anies memerintahkan jajaran Pemprov untuk turun langsung mendatangi warga yang terkena dampak banjir. Anies meminta mereka memastikan secara langsung proses evakuasi warga, mulai dari persiapan tempat penampungan hingga kebutuhan logistik. Ia ingin memastikan semua warga Jakarta selamat.

    “Jadi seluruh titik banjir di jakarta didatangi seluruh petugas kita,” ucap Anies.

    Halaman selanjutnya…

  • Belum Setujui ARP, PKS Kembali Tagih Jatah Wagub DKI. Anies Terancam Ditinggal Sendirian

    Belum Setujui ARP, PKS Kembali Tagih Jatah Wagub DKI. Anies Terancam Ditinggal Sendirian

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyatakan partainya belum menyetujui politikus Gerindra, Ahmad Riza Patria (ARP) menjadi pendamping Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Hal itu dilontarkan Hidayat dalam menanggapi perkataan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik yang berharap PKS mendukung Riza.

    M. Taufik mengaku optimistis bahwa PKS akan mendukung Riza Patria menjadi wagub DKI. Menurutnya, pengalaman Riza di Ibu Kota lebih banyak ketimbang tiga calon lainnya. Ia mencontohkan Riza pernah menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta.

    “Jadi kalau ditanya soal Jakarta, Riza paham banget,” ucap Taufik di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, dilansir Tempo.co, Minggu (29/12/19).

    Baca juga: Benarkah Wagub DKI Jakarta Pendamping Anies adalah ARP, Siapa Dia?

    Hidayat mengatakan, perkataan M. Taufik merupakan pernyataan sepihak.

    “Itu pernyataan sepihak. Tapi kan dia (bilang) insya Allah, berarti dia (Taufik) juga tidak yakin,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/12/19).

    Halaman selanjutnya…

  • Jokowi Minta BNPB, Pemprov dan SAR Bergerak Bersama Tangani Banjir

    Jokowi Minta BNPB, Pemprov dan SAR Bergerak Bersama Tangani Banjir

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan sejumlah pihak berkoordinasi untuk menanggulangi banjir yang terjadi di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, Rabu (1/1/20). Ia meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, hingga tim SAR bekerja sama memberikan rasa aman kepada warga.

    “BNPB, pemerintah provinsi, SAR, semuanya harus segera bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman serta keselamatan pada warga yang terkena bencana banjir,” ujar Jokowi di Gedung Agung Yogyakarta, Rabu (1/1/20), dikutip dari live streaming Youtube Sekretariat Presiden.

    Selain itu, Jokowi juga mengimbau supaya fasilitas-fasilitas umum segera dinormalisasi. Pasalnya, hingga saat ini beberapa fasilitas umum masih tak beroperasi. Di antaranya Bandara Halim Perdanakusuma, Tol Cikampek, dan beberapa titik tol lainnya.

    “Saya kira ini harus segera dinormalisasi, sehingga fungsi-fungsi fasilitas umum kembali menjadi normal,” kata Jokowi.

    Menurut Jokowi, penting bagi Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk bekerja bersama-sama untuk menanggulangi banjir ini.

    “Karena Pemerintah Pusat memang baru dalam proses dan belum selesai, misalnya Waduk Cimahi, Waduk Ciawi mungkin baru tahun depan selesai. Tetapi di luar itu semuanya harus dikerjakan,” tegas Jokowi.

    Ia pun mengaku telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum untuk mengecek langsung ke lapangan.

    Hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya, sehingga menyebabkan banjir di beberapa kawasan sejak Rabu (1/1/20). Menurut catatan BNPB, tujuh kelurahan dari empat kecamatan di Jakarta dilaporkan terendam banjir.

    Ketujuh kelurahan itu tersebar di Jakarta Pusat, Selatan, Utara, dan mayoritas Jakarta Timur. Tujuh kelurahan itu adalah Kelurahan Makasar, Kelurahan Pinang Ranti, Halim Perdana Kusuma, Kampung Melayu, Rorotan, Rawa Buaya, dan Manggarai Selatan.

    Kepala BNPB Agus Wibowo menyatakan hujan lebat diprediksi masih akan terjadi hari Rabu (1/1/20) pagi hingga malam hari di wilayah Jabodetabek. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap siaga akan terjadinya banjir.

    Agus meminta masyarakat untuk menyelamatkan dokumen penting serta barang berharga dan menyimpannya di tempat aman. Ia juga mengimbau masyarakat agar menyiapkan baterai cadangan, untuk berjaga-jaga jika ada pemadaman listrik.

  • Haji Lulung Tunjukkan Bukti Kerja Anies Urus Banjir Lebih Baik Ketimbang Ahok

    Haji Lulung Tunjukkan Bukti Kerja Anies Urus Banjir Lebih Baik Ketimbang Ahok

    TIKTAK.ID – Gara-gara banjir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali di-bully di media sosial. Sejumlah politisi pun tak ketinggalan ikut-ikutan menyerang eks Mendikbud tersebut.

    Kali ini, Anies dikritik soal terendamnya 19 ruas jalan di Ibu Kota, pascahujan deras yang mengguyur pada Selasa (17/12/19) sore lalu.

    Meski demikian, tak sedikit pihak yang membela Anies. Salah satunya datang dari anggota DPR Fraksi PAN, Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

    Baca juga: Antara Klaim Pemprov dan ‘Nasihat’ Jokowi Soal Banjir Jakarta, Bagaimana Kondisi Terkini Waduk Ibu Kota?

    Haji Lulung secara terang-terangan mengapresiasi kinerja Anies dalam hal mengurus penanganan banjir selama dua tahun terakhir. Dia pun tanpa ragu menunjukkan bukti atas klaimnya itu.

    “Buktinya, banjir yang merendam 19 lokasi kemarin yang diperkirakan baru bisa surut dua hari, ternyata cukup 20 menit air sudah menghilang dari jalan raya,” kata Haji Lulung di Jakarta, Sabtu (21/12/19).

    Haji Lulung menegaskan, genangan yang muncul beberapa hari lalu tak separah tahun-tahun sebelumnya.

    Menurutnya, cepat surutnya banjir merupakan hasil kerja Anies dan jajarannya yang sudah membangun sejumlah waduk hingga mengeruk waduk, kali, saluran penghubung, dan saluran air di jalan lingkungan.

    Baca juga: Dejavu, Tinjau Kilang TPPI di Tuban Jatim, Ahok Dampingi Jokowi Lagi

    “Jangan nyinyir deh, pastinya kerja Anies mengurus banjir lebih baik ketimbang Ahok (Basuki Tjahaja Purnama),” ungkap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2009-2019 ini.

    Haji Lulung menambahkan, pada Selasa lalu dirinya juga terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui hasil kerja Anies selama memimpin Ibu Kota.

    “Kerja Anies terlihat nyata, bukan pencitraan,” tutup Haji Lulung.

  • Antara Klaim Pemprov dan ‘Nasihat’ Jokowi Soal Banjir Jakarta, Bagaimana Kondisi Terkini Waduk Ibu Kota?

    Antara Klaim Pemprov dan ‘Nasihat’ Jokowi Soal Banjir Jakarta, Bagaimana Kondisi Terkini Waduk Ibu Kota?

    TIKTAK.ID – Sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras pada Selasa (17/12/19). Akibatnya, delapan RW di Jakarta Barat terendam banjir, 19 ruas jalan ikut tergenang. Bahkan jalan-jalan protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, dan Jalan Letjen S Parman ikut tergenang.

    Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan genangan air yang muncul di sejumlah ruas jalan disebabkan kurangnya jumlah tali air. Menurutnya, saluran-saluran air yang ada sebenarnya berfungsi dengan baik, namun ada sejumlah saluran air yang kurang lebar. Akibatnya, saat curah hujan tinggi dan intensitasnya lama, air hujan menggenangi ruas jalan tersebut.

    “Kemarin kebetulan hujannya cukup tinggi dan intensitasnya lama, hampir dua jam,” ujar Juaini, dilansir Kompas.com, Rabu (18/12/19).

    Baca juga: Dejavu, Tinjau Kilang TPPI di Tuban Jatim, Ahok Dampingi Jokowi Lagi

    Ia melanjutkan, kebetulan memang di situ ada beberapa titik, mulut air kurang banyak dan lebar, sehingga air mengantre di lokasi itu. Juaini mengaku Dinas SDA akan menambah tali air di sejumlah ruas jalan yang sempat tergenang, dan tali air yang sudah ada akan dilebarkan.

    Selain itu, kata Juaini, proyek revitalisasi trotoar juga menyebabkan genangan air, seperti di Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan. Bahan-bahan material di lokasi revitalisasi trotoar menyumbat saluran air. Dinas SDA mengklaim telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk merapikan bahan-bahan material di lokasi proyek tersebut.

    Penyebab lain yang membuat genangan adalah kontur jalan yang cekung, seperti di depan Plaza Senayan. Dinas SDA pun meminta kontur jalan yang cekung itu segera diperbaiki.

    Halaman selanjutnya…