TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Kejahatan Rasial di AS pada 2020 Tertinggi Sejak 12 Tahun Silam

Kejahatan Rasial di AS pada 2020 Tertinggi Sejak 12 Tahun Silam

By William Putra Wijaya
7 September 2021
575
0
Kejahatan Rasial di AS pada 2020 Tertinggi Sejak 12 Tahun Silam

TIKTAK.ID – FBI melaporkan bahwa jumlah kejahatan rasial di Amerika Serikat meningkat pada tahun lalu ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Kondisi itu didorong oleh peningkatan serangan yang menargetkan korban kulit hitam dan keturunan Asia.

Data 2020 yang diserahkan ke FBI oleh lebih dari 15.000 lembaga penegak hukum di seluruh negeri, mengidentifikasi 7.759 kejahatan rasial pada tahun 2020, jumlah itu meningkat 6 persen dari tahun 2019 dan merupakan jumlah tertinggi sejak 2008, menurut laporan pada Senin (30/8/21), seperti yang dilaporkan Aljazeera.

Data FBI menunjukkan jumlah pelanggaran yang menargetkan orang kulit hitam naik menjadi 2.755 dari 1.930 dan insiden terhadap orang Asia melonjak menjadi 274 dari 158.

Dari 7.426 kejahatan kebencian yang diklasifikasikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, 53,4 persennya adalah tindakan intimidasi, 27,6 persen penyerangan sederhana dan 18,1 persen penyerangan berat. Dua puluh dua pembunuhan dan 19 pemerkosaan juga dilaporkan sebagai kejahatan kebencian.

Departemen Kehakiman AS telah memperingatkan bahwa kelompok supremasi kulit putih menjadi ancaman keamanan yang meningkat setelah serangan mematikan 6 Januari di US Capitol.

Pada saat yang sama, laporan serangan yang diilhami kebencian terhadap orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik (AAPI) juga meningkat, yang oleh banyak orang disebut akibat dari provokasi Presiden Donald Trump yang menyalahkan pandemi Covid-19 kepada China.

Stop AAPI Hate, koalisi nasional yang menjadi otoritas pengumpulan data serangan bermotif rasial terkait pandemi, menerima 9.081 laporan insiden antara 19 Maret 2020 hingga Juni 2021. Dari jumlah tersebut, 4.548 terjadi tahun lalu, dan 4.533 tahun ini.

Sejak virus Corona pertama kali dilaporkan di China, orang-orang keturunan AAPI diperlakukan sebagai kambing hitam semata-mata berdasarkan ras mereka.

Legislator, aktivis dan kelompok masyarakat telah melawan gelombang serangan. Ada kampanye media sosial yang tak terhitung jumlahnya, sesi pelatihan pengamat dan demonstrasi publik. Pada bulan Mei, Presiden Joe Biden menandatangani Undang-Undang Kejahatan Kebencian Covid-19 bipartisan, mempercepat tinjauan Departemen Kehakiman atas kejahatan kebencian anti-Asia dan menyediakan hibah Federal.

Pada Mei lalu, Jaksa Agung AS Merrick Garland menguraikan langkah-langkah baru untuk membantu polisi Negara Bagian dan lokal melacak dan menyelidiki kejahatan rasial, yang secara historis telah menjadi kejahatan yang kurang dilaporkan ke FBI oleh penegak hukum setempat, dan meminta Departemen untuk mempercepat peninjauan kemungkinan terjadinya kejahatan kebencian.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniKejahatan rasialtasisme

Related articles More from author

  • Bakal Lanjutkan Kirim Minyak ke Venezuela, Pasukan Iran Siap Siaga Hadapi Gangguan AS
    Internasional

    Bakal Lanjutkan Kirim Minyak ke Venezuela, Pasukan Iran Siap Siaga Hadapi Gangguan AS

    14 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pemerintah Mali Gagalkan Kudeta yang Didukung Barat
    Internasional

    Pemerintah Mali Gagalkan Kudeta yang Didukung Barat

    19 Mei 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Kim Sebut Tawaran Dialog AS 'Licik dan Menyimpan Niat Buruk'
    Internasional

    Kim Sebut Tawaran Dialog AS ‘Licik dan Menyimpan Niat Buruk’

    1 Oktober 2021
    By William Putra Wijaya
  • Kebakaran Hebat di Australia Musnahkan 56 Rumah
    Internasional

    Kebakaran Hebat di Australia Musnahkan 56 Rumah

    3 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Inkonsistensi AS Soal Kebebasan Berbicara, Facebook dan Instagram Blokir Konten Mendukung Soleimani
    Internasional

    Inkonsistensi AS Soal Kebebasan Berbicara, Facebook dan Instagram Blokir Konten Mendukung Soleimani

    12 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Internasional

    HRW: Biden Harus Izinkan Investigasi Seluruh Kejahatan Trump

    14 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Jokowi Gelar Rapat Perdana di Istana Presiden IKN Sambil ‘Soft Ngantor’
    Nasional

    Jokowi Gelar Rapat Perdana di Istana Presiden IKN Sambil ‘Soft Ngantor’

  • 5 Negara Eropa Siap Kirim Senjata Bantu Ukraina
    Internasional

    5 Negara Eropa Siap Kirim Senjata Bantu Ukraina

  • TIKTAK.ID - Chiki Fawzi: Jadi Relawan Bencana Alam Bisa Mengikis Kesombongan Diri
    Selebriti

    Chiki Fawzi: Jadi Relawan Bencana Alam Bisa Mengikis Kesombongan Diri

  • Waduh! IDI Ungkap Angka Kematian Covid-19 dari Data RS Dua Kali Lipat Data Pemerintah Pusat
    Nasional

    Waduh! IDI Ungkap Angka Kematian Covid-19 dari Data RS Dua Kali Lipat Data Pemerintah Pusat

  • Fitur Split Screen di Windows 10, Bisa Latih Kemampuan 'Multitasking'
    Teknologi

    Fitur Split Screen di Windows 10, Bisa Latih Kemampuan ‘Multitasking’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.