
TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju tertangkap kamera tidak memakai masker saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/8/20). Foto-foto rapat itu diambil oleh pihak Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden. Di media sosial, akun Twitter resmi milik Sekretariat Kabinet merupakan salah satu yang membagikan foto itu.
Dalam foto tersebut, tampak Jokowi sedang duduk di tengah untuk memimpin rapat. Saat itu, Jokowi tidak menggunakan masker. Sedangkan sejumlah menteri tampak ada yang memakai masker dan ada yang tidak.
Baca juga: Hore! Jokowi Akan Beri Uang 600 Ribu ke Karyawan Bergaji 5 Juta ke Bawah Selama 6 Bulan
Diketahui menteri yang tidak mengenakan masker di antaranya Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.
Sementara menteri yang terlihat menggunakan masker yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Namun ada juga yang terlihat menggunakan masker di satu foto, tetapi dalam foto lain saat rapat tersebut tidak mengenakan masker, seperti Airlangga Hartarto.
Sejumlah warganet di Twitter kemudian mempermasalahkan Jokowi dan sejumlah menteri yang tidak menggunakan masker saat rapat.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










