TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Ini Pelanggaran Aturan Donasi yang Bikin Operasional ACT Disetop Kemensos

Ini Pelanggaran Aturan Donasi yang Bikin Operasional ACT Disetop Kemensos

By Joni Sitohang
10 Juli 2022
460
0
Ini Pelanggaran Aturan Donasi yang Bikin Operasional ACT Disetop Kemensos

TIKTAK.ID – Kementerian Sosial atau Kemensos diketahui telah mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pencabutan izin itu diteken Menteri Sosial Ad Interim, Muhadjir Effendi pada Selasa (5/7/22), dengan alasan ACT diduga melakukan pelanggaran aturan donasi.

Berdasarkan Pasal 6, Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan, potongan maksimal untuk pembiayaan donasi sosial maksimal 10 persen. Sedangkan Presiden ACT Ibnu Khajar dan pengurus yayasan dalam konferensi pers, Senin (4/7/22) mengaku memakai rata-rata 13,7 persen untuk operasional yayasan dari dana hasil donasi.

Kemudian saat bertemu dengan Mensos Muhadjir pada Selasa lalu, Ibnu juga menyampaikan hal yang sama. Ibnu menjelaskan, untuk biaya operasional Aksi Cepat Tanggap bahkan bisa memotong dana sumbangan sebesar 30 persen. Dia mengklaim hal itu sudah sesuai saran dari Dewan Syariah sebagai pengawas. Namun dia mengatakan lembaganya belum pernah mengambil biaya operasional sebesar itu.

Baca juga : Bareskrim Duga Dana Ahli Waris Korban Lion Air JT-610 Dibelokkan ACT ke Dompet Pribadi

“Jadi toleransinya itu sampai 30 persen, misalnya jika butuh hal luar biasa seperti masuk Papua atau medan berat lainnya,” ujar Ibnu, seperti dilansir Tempo.co.

Perlu diketahui, selama menjabat sebagai Presiden ACT, Ahyudin sempat menerima gaji fantastis, yakni per bulannya hingga Rp250 juta. Pejabat senior vice president ACT juga disebut menerima bayaran sampai Rp200 juta, vice president digaji Rp80 juta, dan Rp50 juta untuk gaji direktur eksekutif. Tidak hanya itu, petinggi yayasan juga menerima fasilitas kendaraan dinas menengah ke atas, seperti Toyota Alphard, Honda CR-V, dan Mitsubishi Pajero Sport.

“Jadi kalau pertanyaan apa sempat berlaku (gaji Rp250 juta), kami memang sempat memberlakukan di Januari 2021 tapi tidak berlaku permanen,” ungkap Ibnu.

Baca juga : Kritik Pemerintah Soal Pencabutan Izin ACT, Fadli Zon: Ulah Oknum atau Sistemik?

Lebih lanjut, ACT juga terindikasi menabrak aturan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan. Pasal 5, ayat 1 menyatakan bahwa kekayaan yayasan baik berupa uang, barang, maupun kekayaan lain dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung, baik dalam bentuk gaji, upah, maupun honorarium, atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang kepada pembina, pengurus, dan pengawas.

TagsACTAksi Cepat TanggapKemensos

Related articles More from author

  • Antisipasi Kabur ke Luar Negeri, Polri Minta Imigrasi Cekal 4 Bos ACT
    Nasional

    Antisipasi Kabur ke Luar Negeri, Polri Minta Imigrasi Cekal 4 Bos ACT

    30 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Polri Ungkap Cara JI Latih Anggotanya untuk Lawan Polisi
    Nasional

    Densus 88 Selidiki Transaksi Mencurigakan ACT

    8 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Heboh Tagar #JanganPercayaACT di Jagat Twitter Usai Viral Laporan Soal Penyelewengan Donasi
    Nasional

    Ternyata ACT Juga Sunat Donasi Bencana Alam, Total Selewengkan 450 Miliar dalam 15 tahun

    4 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Mensos Minta Maaf Soal Koreksi 1,9 Juta Penerima Bansos
    Nasional

    Mensos Minta Maaf Soal Koreksi 1,9 Juta Penerima Bansos

    8 Juli 2025
    By Johan Arif
  • Kritik Pemerintah Soal Pencabutan Izin ACT, Fadli Zon: Ulah Oknum atau Sistemik?
    Nasional

    Kritik Pemerintah Soal Pencabutan Izin ACT, Fadli Zon: Ulah Oknum atau Sistemik?

    9 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Nasib Donasi yang Masih Dikelola Setelah ACT Dilarang Pemerintah
    Nasional

    Nasib Donasi yang Masih Dikelola Setelah ACT Dilarang Pemerintah

    8 Juli 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Lebih Sehat WC Jongkok atau Duduk untuk Penderita Ambeien? Ini Penjelasan Dokter
    Tips & Tutorial

    Lebih Sehat WC Jongkok atau Duduk untuk Penderita Ambeien? Ini Penjelasan Dokter

  • Tim 8 Bentukan Koalisi Perubahan Berburu Cawapres Anies, Muncul Nama Andika Perkasa hingga Yenny Wahid
    Nasional

    Tim 8 Bentukan Koalisi Perubahan Berburu Cawapres Anies, Muncul Nama Andika Perkasa hingga Yenny Wahid

  • Polri Ungkap Cara JI Latih Anggotanya untuk Lawan Polisi
    Nasional

    Densus 88 Beberkan Cara NII Lengserkan Pemerintah: Bikin Chaos

  • Pompeo Berharap AS Tarik Seluruh Pasukannya dari Afghanistan Tahun Depan
    Internasional

    Pompeo Berharap AS Tarik Seluruh Pasukannya dari Afghanistan Tahun Depan

  • MKD Ungkap Alasan Pengunduran Diri Keponakan Prabowo dari DPR Ditolak
    Nasional

    MKD Ungkap Alasan Pengunduran Diri Keponakan Prabowo dari DPR Ditolak

Artikel Terbaru

  • Cara Merebus Sayur Agar Warna Tetap Hijau dan Nutrisi Terjaga 26 Oktober 2026
  • Profil Liliyana Natsir: Biodata, Karier, dan Prestasi 26 Oktober 2026
  • Prabowo Panggil Mendagri dan Kepala BMKG ke Istana, Ini Bahan yang Dibawa 26 Oktober 2026
  • Apa Itu IP Address dan Cara Melihatnya di HP serta Laptop 26 Oktober 2026
  • Remaja Bobotoh Tewas Usai Tonton Persib di Pakansari, Ini Katakatan Bupati Bogor 26 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (88)
  • Keuangan (22)
  • Kuliner (1,068)
  • Nasional (8,017)
  • Olahraga (1,146)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,285)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.