TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Embargo Senjata PBB Berakhir Hari ini, Iran Tegaskan Doktrin Utama Pertahanannya Bukan Senjata

Embargo Senjata PBB Berakhir Hari ini, Iran Tegaskan Doktrin Utama Pertahanannya Bukan Senjata

By William Putra Wijaya
19 Oktober 2020
534
0
Embargo Senjata PBB Berakhir Hari ini, Iran Tegaskan Doktrin Utama Pertahanannya Bukan Senjata

TIKTAK.ID – Iran mengatakan pihaknya sudah mandiri dalam pertahanan dan tidak perlu melakukan pembelian senjata secara besar-besaran. Pernyataan ini muncul ketika embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan berakhir pada hari ini, Minggu (18/10/20).

“Doktrin pertahanan Iran didasarkan pada ketergantungan yang kuat pada rakyatnya dan kemampuan pribumi … Senjata tidak konvensional, senjata pemusnah massal dan pembelian senjata konvensional tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran”, bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri yang disiarkan oleh media Pemerintah.

Embargo senjata Dewan Keamanan PBB(DK PBB) pada 2007 terhadap Iran akan berakhir pada Minggu (18/10/20). Poin tersebut merupakan salah satu dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang disepakati antara Iran, Rusia, China, Jerman, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat pada 2015. Namun Amerika Serikat memutuskan keluar pada 2018.

Kesepakatan tersebut berusaha mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir sebagai imbalan untuk keringanan sanksi ekonomi. Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump pada 2018 secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu.

Pada Agustus lalu, pemerintahan Trump memicu proses yang bertujuan memulihkan semua sanksi PBB, setelah DK PBB menolak tawaran AS untuk memperpanjang embargo senjata konvensional di negara itu.

“Normalisasi kerja sama pertahanan Iran dengan dunia hari ini adalah kemenangan bagi multilateralisme dan perdamaian serta keamanan di kawasan kami”, cuit Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, di Twitter.

Beberapa hari setelah memicu proses tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memperingatkan Rusia dan China untuk tidak mengabaikan penerapan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran yang diminta Washington.

Ketika ditanya apakah AS akan menargetkan Rusia dan China dengan sanksi jika menolak untuk memberlakukan kembali tindakan PBB terhadap Iran, Pompeo berkata, “Tentu saja.”

“Kami telah melakukan itu, di mana kami telah melihat negara mana pun melanggar … sanksi Amerika saat ini, kami telah meminta pertanggungjawaban setiap negara untuk itu. Kami juga akan melakukan hal yang sama sehubungan dengan sanksi DK PBB yang lebih luas,” ujar Pompeo.

Alih-alih takluk pada tekanan AS, kini Iran justru terbukti mampu mengembangkan industri senjata domestiknya dalam skala besar di tengah sanksi dan embargo internasional.

TagsBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahDK PBBEmbargo SenjataIranKonflik AS-IranPBB

Related articles More from author

  • Taliban Berjuang Keras Tundukkan Panjshir
    Internasional

    Taliban Berjuang Keras Tundukkan Panjshir

    7 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Mewaspadai Gerakan Anti-Islamophobia Versi Amerika
    Nasional

    Mewaspadai Gerakan Anti-Islamophobia Versi Amerika

    3 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Israel Kembali Gempur Jalur Gaza
    Internasional

    Israel Kembali Gempur Jalur Gaza

    18 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Saudi Umumkan Kuota Terbatas untuk Jemaah Haji Domestik
    Internasional

    Saudi Umumkan Kuota Terbatas untuk Jemaah Haji Domestik

    9 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Konsep Strategis Baru NATO akan Sebut Rusia sebagai ‘Ancama Utama'
    Internasional

    Konsep Strategis Baru NATO akan Sebut Rusia sebagai ‘Ancama Utama’

    7 Juni 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Sejumlah Negara Sekutunya di Eropa Kecam Sanksi AS ke Pengadilan Pidana Internasional
    Internasional

    Sejumlah Negara Sekutunya di Eropa Kecam Sanksi AS ke Pengadilan Pidana Internasional

    16 Juni 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ifan Seventeen Luncurkan Tiga Single Baru Berbentuk NFT
    Selebriti

    Ifan Seventeen Luncurkan Tiga Single Baru Berbentuk NFT

  • Seorang pendaki memegang kompas di tangan sambil berjalan di hutan pinus untuk menentukan arah mata angin
    Teknologi

    Panduan Lengkap Menggunakan Kompas di HP agar Tidak Tersesat

  • Jarang Terjadi, Ribuan Demonstran Bangkok Turun ke Jalan Gugat Monarki
    Internasional

    Jarang Terjadi, Ribuan Demonstran Bangkok Turun ke Jalan Gugat Monarki

  • Tak Inginkan Jabatan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Minta Ketua DPR Robek Surat Penunjukan dari Jokowi
    Nasional

    Tak Inginkan Jabatan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Minta Ketua DPR Robek Surat Penunjukan dari Jokowi

  • Prabowo-Gibran Pimpin Hasil Survei Poltracking, AMIN di Bawah Ganjar-Mahfud
    Nasional

    Prabowo-Gibran Pimpin Hasil Survei Poltracking, AMIN di Bawah Ganjar-Mahfud

Artikel Terbaru

  • Cara Menggunakan Google Drive Offline di HP Agar Tidak Kehilangan Kerja 6 November 2026
  • Samsung Galaxy A36 5G: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihan 5 November 2026
  • Pesan Kapolri ke Semua Polisi Usai Penyadapan Prabowo Terbongkar 5 November 2026
  • Router WiFi 6 vs WiFi 5: Mana yang Lebih Layak untuk Rumah? 5 November 2026
  • Hepatitis A: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini 5 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (103)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,045)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,315)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.