
TIKTAK.ID – Politikus Ferdinand Hutahaean mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kadernya memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal gonjang-ganjing kasus PT Asuransi Jiwasraya. SBY bahkan sempat tertawa dan tidak ingin menanggapi serius pernyataan Jokowi yang mengaitkan nama SBY dan keuangan Jiwasraya yang sedang bermasalah.
“Memang beliau kemarin seperti tadi, tertawa karena beliau dibawa-bawa namanya,” ujar Ferdinand di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (19/12/19).
Saat itu Ferdinand dan kader Demokrat lainnya tengah berdiskusi, kemudian SBY tertawa. SBY pun meminta kader Demokrat untuk memberi masukan yang bermanfaat kepada Pemerintah agar dapat menyelesaikan masalah keuangan Jiwasraya.
Ferdinand menilai jika sedang ada masalah, Jokowi menyandarkan kenyamanannya sebagai Presiden kepada SBY. Dengan membawa-bawa nama SBY, Ferdinand mengklaim Jokowi merasa aman dari semua permasalahan.
Baca juga: Sindir Prabowo yang Keliru Menilai Investor China, Demokrat: Jadi Ingat Waktu Gebrak-Gebrak Podium!
Sebelumnya, Jokowi membuat pernyataan bahwa keuangan Jiwasraya mengalami masalah sejak 10 tahun lalu. Menurutnya, hal itu bukan masalah sepele.
Demokrat pun membantah pernyataan tersebut. Ferdinand bersikeras Jiwasraya tak pernah mengalami masalah keuangan atau kerugian sejak 2005 hingga 2011.
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










