TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Beda dengan Klaim Luhut, SMRC Sebut Hanya 5 Persen Masyarakat Dukung Jokowi 3 Periode

Beda dengan Klaim Luhut, SMRC Sebut Hanya 5 Persen Masyarakat Dukung Jokowi 3 Periode

By Joni Sitohang
5 April 2022
604
0
Beda dengan Klaim Luhut, SMRC Sebut Hanya 5 Persen Masyarakat Dukung Jokowi 3 Periode

TIKTAK.ID – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa wacana jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperpanjang hingga 3 periode ditolak oleh mayoritas masyarakat Indonesia. SMRC mengklaim berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan, wacana tersebut hanya didukung oleh 5 persen warga Indonesia.

Hal ini jauh berbeda dengan pernyataan kontroversial Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya mengklaim bahwa ada 110 juta lebih masyarakat Indonesia yang menginginkan Jokowi menjabat 3 periode.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani menyatakan hal itu melalui pemaparan hasil survei terbaru mereka bertajuk “Sikap Publik terhadap Penundaan Pemilu”, pada Jumat (1/4/22).

Baca juga : Bela Anies Izinkan Karaoke, MUI DKI: Asal Tak Hura-hura dan Miras

Deni mengatakan mayoritas warga yang berjumlah 73 persen, menganggap ketentuan masa jabatan presiden maksimal dua kali harus dipertahankan.

“Hanya 15 persen yang berpendapat ketentuan itu harus diubah,” ujar Deni, seperti dilansir Tempo.co.

Deni menjelaskan, dari 15 persen yang mendukung peraturan soal masa jabatan presiden harus diubah, terdapat 61 persen (atau sekitar 9 persen dari total populasi) di antaranya yang menginginkan masa jabatan presiden hanya satu kali (untuk 5, 8, atau 10 tahun). Kemudian yang ingin lebih dari dua kali (masing-masing 5 tahun) hanya 35 persen atau sekitar 5 persen dari total populasi.

Baca juga : Jokowi Berikan BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu, Ini Cara Cek Penerimanya

“Ide menambah periode jabatan presiden bukanlah aspirasi yang umum di tengah masyarakat, karena hanya ada sekitar 5 persen warga yang setuju dengan pandangan itu. Publik pada umumnya ingin presiden hanya menjabat maksimal dua periode saja,” tutur Deni.

Deni pun menilai pendapat warga yang mayoritas ingin mempertahankan ketentuan masa jabatan presiden maksimal dua kali ini konsisten. Dia menerangkan, hal itu tampak pada 3 kali survei yang dilakukan oleh SMRC, yaitu pada Mei 2021, September 2021, dan Maret 2022.

Menurut Deni, dalam survei terbaru, SMRC melakukan wawancara tatap muka terhadap sebanyak 1.220 responden sejak 13 sampai dengan 20 Maret 2022. Dia melanjutkan, responden itu dipilih dengan metode stratified multistage random sampling terhadap masyarakat yang sudah punya hak pilih, yaitu mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Baca juga : NU dan Muhammadiyah Beda 1 Ramadan, Begini Respons Menag Yaqut

Deni menyebut response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebanyak 1.027 atau 84 persen. Adapun margin of error survei itu sebesar ± 3,12 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

TagsJokowiLuhutLuhut Binsar PandjaitanMenteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasipresiden 3 periodePresiden Tiga PeriodeSaiful Mujani Research CenterSMRC

Related articles More from author

  • https://www.tiktak.id/baru-tiga-hari-sudah-empat-kali-erupsi-netizen-bercanda-gunung-merapi-batuk-gara-gara-corona.html
    Nasional

    Beda dengan Jokowi, Diam-diam Prabowo Nilai Lebih Baik Indonesia Lockdown Hadapi Corona

    29 Maret 2020
    By Joni Sitohang
  • PDIP Ingatkan Gibran: Kalau Mau Belajar ke Jokowi, Bukan ke Anies
    Nasional

    PDIP Ingatkan Gibran: Kalau Mau Belajar ke Jokowi, Bukan ke Anies

    18 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Sebut Manuver Politik Jokowi Berbahaya, Amien Rais Singgung Putusan MK dan PK Moeldoko
    Nasional

    Sebut Manuver Politik Jokowi Berbahaya, Amien Rais Singgung Putusan MK dan PK Moeldoko

    5 Juni 2023
    By Joni Sitohang
  • Sandiaga Uno Berubah Pendirian karena Pandemi, Soal Apa?
    Nasional

    Sandiaga Uno Berubah Pendirian karena Pandemi, Soal Apa?

    13 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Gerindra Ungkap Alasan Kecewa Pemkot Solo Sebar Baliho Ultah Jokowi
    Nasional

    Gerindra Ungkap Alasan Kecewa Pemkot Solo Sebar Baliho Ultah Jokowi

    24 Juni 2026
    By Joni Sitohang
  • DPD RI Tegaskan Satu Suara Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
    Nasional

    DPD RI Tegaskan Satu Suara Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

    22 Maret 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Coba Konsumsi Makanan Terbaik ini Usai Olahraga
    Tips & Tutorial

    Coba Konsumsi Makanan Terbaik ini Usai Olahraga

  • Heboh karena Tak Foto Bareng Putra Jokowi, Anies Beri Penjelasan
    Nasional

    Heboh karena Tak Foto Bareng Putra Jokowi, Anies Beri Penjelasan

  • Teknologi

    Diproduksi Terbatas, Honda S2000 Potensial Jadi Mobil Antik dan Langka

  • TIKTAK.ID - Luhut Bilang Tak Ada Prosedur yang Ilegal, Info Status 49 TKA China Kian Simpang Siur
    Nasional

    Luhut Bilang Tak Ada Prosedur yang Ilegal, Info Status 49 TKA China Kian Simpang Siur

  • Mulai Rapat Tatap Muka Perdana, Begini Protokol Pertemuan Jokowi dengan para Menteri
    Nasional

    Mulai Rapat Tatap Muka Perdana, Begini Protokol Pertemuan Jokowi dengan para Menteri

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.