TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Bantah Tuduhan Otaki Pembunuhan Warga Negara Mongolia, Najib Razak Siap ‘Sumpah Laknat’

Bantah Tuduhan Otaki Pembunuhan Warga Negara Mongolia, Najib Razak Siap ‘Sumpah Laknat’

By Bagas F Sinaga
19 Desember 2019
750
0
Bantah Tuduhan Otaki Pembunuhan Warga Negara Mongolia, Najib Razak Siap ‘Sumpah Laknat’

TIKTAK.ID – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak siap melakukan sumpah laknat di masjid untuk membuktikan dirinya tak bersalah. Najib dituduh memerintahkan pembunuhan warga negara Mongolia Altantuya Shaariibuu oleh mantan polisi Azilah Hadri seperti yang dilaporkan ChannelNewsAsia.

Melalui laman Facebooknya pada Rabu (18/12/19), Najib mengatakan dirinya akan bersumpah laknat di Masjid Jamik di Kampung Baru usai shalat Jumat pekan ini.

Sumpah laknat adalah sumpah yang diucapkan oleh seorang Muslim dengan membuat janji sumpah suci bahwa dia mengatakan yang sebenarnya, dan bersedia menerima kutukan jika dia berbohong. Bila di Indonesia mungkin bisa disamakan dengan “sumpah pocong”.

“Saya bermaksud mengambil sumpah laknat untuk menyangkal tuduhan dalam deklarasi hukum yang dikeluarkan oleh Azilah Hadri,” tulisnya.

Baca juga: Secara Global Sepanjang 2019, 49 Wartawan Tewas

Sebelumnya, pada Senin lalu, seorang mantan polisi Azilah Hadri yang divonis hukuman mati membuat pernyataan mengejutkan. Ia mengatakan bahwa pembunuhan yang dilakukannya kepada Altantuya yang disebutnya sebagai “mata-mata asing” pada 2006, dilakukan atas perintah Najib.

Azilah mengklaim, Najib memberikan instruksi melalui gerakan tangan “menggorok tenggorokan” untuk menembak mati Altantuya. Setelah ditembak mati, tubuh Altantuya diledakkan menggunakan bahan peledak militer C4 di Shah Alam. Altantuya digambarkan sebagai kekasih Baginda Abdul Razak, analis politik yang menasihati Najib sejak 2000 hingga 2008.

Eksekusi kepada Altantuya tak dilakukan sendiri oleh Azilah, dia dibantu rekannya dari anggota Unit Tindakan Khusus (UTK) elit polisi, Sirul Azhar Umar. Mereka berdua dijatuhi hukuman mati pada 2009.

Pada 2013, Pengadilan Banding membatalkan putusan Pengadilan Tinggi. Namun dua tahun kemudian, Pengadilan Federal mengembalikan vonis hukuman mati. Sayangnya sebelum putusan Pengadilan Federal itu, Sirul lebih dulu melarikan diri ke Australia pada 2014.

Azilah yang sendirian menghadapi vonis mati, mengajukan deklarasi hukum ke Pengadilan Federal agar kasusnya dapat dilakukan Peninjauan Kembali keputusannya dan berharap dilakukan pengadilan ulang.

Najib tentu saja menolak tuduhan Azilah, bahkan Najib menuduh semua ini adalah rencana Pakatan Harapan untuk mendiskreditkan dan membungkamnya.

Pengadilan menetapkan 20 April tahun depan akan mendengarkan pernyataan Najib. Najib sendiri mengatakan akan mengajukan permohonannya sendiri atas permohonan Peninjauan Kembali Azilah.

Baca juga: Meski Tanpa Dirinya, Morales Yakin Partainya Menang Pemilu Tahun Depan

Pengacara Najib Muhammad Shafee mengingatkan bahwa permohonan Azilah adalah dakwaan berbau politik. Shafee menyatakan bahwa, “VVIP” telah bertemu Azilah di luar penjara Sungai Buloh pada Februari lalu.

“Saya tidak bisa mengatakan (siapa itu). VVIP itu di luar penjara! Bukan di penjara. Ketika dia divonis hukuman mati, pertemuan itu adalah pelanggaran protokol,” katanya.

Departemen Penjara, membantah klaim pengacara Najib. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengawal Azilah untuk keluar tahanan tahun ini.

“Terakhir kali dia dibawa ke penjara adalah 15 April 2015, dan ketika itu dia akan menghadiri sidang pengadilan di Sepang,” kata Departemen itu dalam sebuah pernyataan, Rabu (18/12/19).

Berdasarkan catatan Departemen Penjara, Azilah dikunjungi oleh anggota keluarganya 34 kali dan pengacaranya 15 kali dalam satu tahun terakhir.

“Oleh karena itu, pernyataan yang mengklaim Azilah dikeluarkan dari Penjara Kajang tahun ini untuk memenuhi VVIP tidaklah berdasar,” tambah Departemen itu.

Baca juga: Mantan Penguasa Pakistan, Pervez Musharraf Divonis Hukuman Mati

Sementara itu, Perdana Menteri Mahathir Mohammad membantah bahwa Pemerintah berada di belakang tuduhan Azilah ke Najib.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Perdana Menteri mencatat ada upaya untuk mengarahkan atau mengesankan bahwa Dr Mahathir adalah VVIP yang bertemu Azilah pada Februari tahun ini.

“Kantor Perdana Menteri dengan tegas menyatakan bahwa Perdana Menteri Dr Mahathir Mohammad tidak pernah bertemu dengan mantan komando polisi Azilah Hadri, sejak dipenjara atas pembunuhan Altantuya Shaariibuu dari Mongolia.”

Pemerintah sendiri menyatakan akan menyerahkan permasalahan ini kepada otoritas terkait untuk memutuskan tindakan yang akan diambil.

TagsMantan Perdana Menteri MalaysiaNajib RazakPebunuhanSumpah LaknatSumpah pocongWarga Negara Mongolia

Related articles More from author

  • Gak Main-main, Rencana 'Kudeta' PM Malaysia Diungkap Sendiri oleh Mahathir Lewat Akun Twitternya
    Internasional

    Gak Main-main, Rencana ‘Kudeta’ PM Malaysia Diungkap Sendiri oleh Mahathir Lewat Akun Twitternya

    11 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • Mantan PM Malaysia Divonis 12 Tahun Penjara
    Internasional

    Mantan PM Malaysia Divonis 12 Tahun Penjara

    28 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pengadilan Tinggi Malaysia Putuskan Najib Bayar Tunggakan Pajaknya yang Hampir 6 Triliun Rupiah
    Internasional

    Pengadilan Tinggi Malaysia Putuskan Najib Bayar Tunggakan Pajaknya yang Hampir 6 Triliun Rupiah

    23 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • China Desak AS Tutup Penjara Rahasianya di Seluruh Dunia
    Internasional

    China Desak AS Tutup Penjara Rahasianya di Seluruh Dunia

    14 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Rusia Sambut Baik Persatuan Fatah dan Hamas Hadapi Aneksasi Tepi Barat oleh Israel
    Internasional

    Rusia Sambut Baik Persatuan Fatah dan Hamas Hadapi Aneksasi Tepi Barat oleh Israel

    6 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Trump Terpaksa Nyerah, Transisi Kepemimpinan AS Akhirnya Dimulai
    Internasional

    Trump Terpaksa Nyerah, Transisi Kepemimpinan AS Akhirnya Dimulai

    26 November 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Legowo Putusan MK Soal Sengketa Pilpres, Mahfud MD Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran
    Nasional

    Legowo Putusan MK Soal Sengketa Pilpres, Mahfud MD Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran

  • Benarkan Tudingan PKS Soal 'Rezim Jokowi Banyak Utang', PDIP: Tapi DPR Menyetujui
    Nasional

    Benarkan Tudingan PKS Soal ‘Rezim Jokowi Banyak Utang’, PDIP: Tapi DPR Menyetujui

  • Cuitan Jokowi Soal Muazin Dipersoalkan, Menag: Sudah Belajar Belum?
    Nasional

    Cuitan Jokowi Soal Muazin Dipersoalkan, Menag: Sudah Belajar Belum?

  • Serial Spin-off Money Heist ‘Berlin’ Segera Mulai Tahap Produksi
    Selebriti

    Serial Spin-off Money Heist ‘Berlin’ Segera Mulai Tahap Produksi

  • Sandiaga Minta Ketemu Empat Mata ke Prabowo, Bahas Pilpres?
    Nasional

    Sandiaga Minta Ketemu Empat Mata ke Prabowo, Bahas Pilpres?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.