TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Kesehatan
Home›Kesehatan›Apa Itu Demam Berdarah DBD dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Apa Itu Demam Berdarah DBD dan Bagaimana Cara Mengatasinya

By Rusli Qomar
9 September 2026
0
0
Ilustrasi demam berdarah DBD yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan rumah

Contents

  • 1. Panduan: Apa Itu Demam Berdarah DBD dan Bagaimana Cara Mengatasinya
    • 1.1. Pengertian Demam Berdarah (DBD)
    • 1.2. Perbedaan Dengue Biasa dan Demam Berdarah DBD
    • 1.3. Penyebab dan Faktor Risiko DBD
      • 1.3.1. 1. Gigitan nyamuk Aedes aegypti terinfeksi
      • 1.3.2. 2. Lingkungan dengan banyak genangan air
      • 1.3.3. 3. Infeksi dengue kedua
      • 1.3.4. 4. Usia dan kondisi kekebalan tubuh
    • 1.4. Gejala Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai
      • 1.4.1. 1. Demam tinggi mendadak
      • 1.4.2. 2. Nyeri kepala hebat dan nyeri di belakang mata
      • 1.4.3. 3. Mual, muntah, dan nyeri perut
      • 1.4.4. 4. Ruam kemerahan di kulit
      • 1.4.5. 5. Tanda perdarahan
      • 1.4.6. 6. Fase kritis saat demam turun
    • 1.5. Cara Dokter Mendiagnosis DBD
    • 1.6. Cara Mengatasi DBD
    • 1.7. Cara Mencegah DBD di Rumah
    • 1.8. Komplikasi yang Bisa Terjadi
    • 1.9. Kapan Harus ke Dokter?
    • 1.10. Pertanyaan Umum tentang Demam Berdarah DBD

Panduan: Apa Itu Demam Berdarah DBD dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Setiap musim hujan, jumlah pasien demam berdarah DBD di rumah sakit biasanya melonjak. Kementerian Kesehatan mencatat puluhan ribu kasus demam berdarah DBD setiap tahun di Indonesia, dan penderitanya banyak berasal dari kalangan anak-anak serta remaja. Masalahnya, demam tinggi awal sering dianggap flu biasa sampai muncul tanda perdarahan—padahal penanganan yang telat bisa berujung fatal.

Pengertian Demam Berdarah (DBD)

Demam berdarah DBD adalah infeksi virus dengue yang tingkat keparahannya melebihi demam dengue biasa. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang membawa virus dengue (DENV). Virus dengue punya empat serotipe, yaitu DENV-1 sampai DENV-4, sehingga seseorang bisa terkena DBD lebih dari sekali seumur hidup.

Di Indonesia, demam berdarah bersifat endemik. Kasus demam berdarah DBD bisa muncul sepanjang tahun, tetapi angkanya paling tinggi saat musim hujan karena genangan air jadi tempat ideal nyamuk berkembang biak. Ciri khas DBD dibanding demam dengue biasa adalah adanya kecenderungan perdarahan dan risiko kebocoran plasma darah yang bisa memicu syok.

Perbedaan Dengue Biasa dan Demam Berdarah DBD

Banyak orang mengira setiap infeksi dengue otomatis berbahaya. Kenyataannya, sebagian besar infeksi dengue hanya menimbulkan demam ringan yang pulih dalam sekitar seminggu. Kondisi baru disebut demam berdarah DBD ketika muncul kecenderungan perdarahan serta kebocoran plasma ke rongga tubuh.

Perbedaan ini menentukan arah penanganan. Penderita dengue tanpa tanda peringatan biasanya cukup istirahat dan banyak minum di rumah, sementara penderita demam berdarah DBD perlu dipantau ketat karena risiko syok—kadang sampai harus rawat inap. Itulah sebabnya demam yang disertai bintik merah, mimisan, atau nyeri perut hebat tidak boleh diremehkan, meski suhu sudah mulai turun.

Penyebab dan Faktor Risiko DBD

Penyebab demam berdarah DBD selalu bermula dari infeksi virus dengue yang masuk ke tubuh lewat gigitan nyamuk terinfeksi. Meski begitu, tidak semua orang yang digigit langsung jatuh sakit. Beberapa faktor menentukan seberapa besar risiko Anda:

1. Gigitan nyamuk Aedes aegypti terinfeksi

Nyamuk ini mudah dikenali dari garis-garis putih di tubuh dan kakinya. Ia aktif menggigit di pagi dan sore hari, biasanya di dalam rumah. Nyamuk menjadi pembawa virus setelah menggigit orang yang sedang terinfeksi dengue.

2. Lingkungan dengan banyak genangan air

Nyamuk Aedes menyukai air yang tergenang dan bersih untuk bertelur: bak mandi, vas bunga, kaleng bekas, ban tua, hingga tandon air yang jarang ditutup. Satu telur bisa berubah menjadi nyamuk dewasa dalam 7–10 hari.

3. Infeksi dengue kedua

Terpapar salah satu serotipe membuat tubuh kebal hanya terhadap serotipe itu. Infeksi kedua dengan serotipe berbeda justru meningkatkan risiko DBD berat karena reaksi imun tubuh yang lebih agresif.

4. Usia dan kondisi kekebalan tubuh

Anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah cenderung lebih rentan mengalami gejala berat. Penyakit kronis seperti diabetes juga bisa memperparah perjalanan penyakit.

Gejala Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Gejala demam berdarah DBD umumnya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk. Sebelum panik, cermati pula perbedaan gejala DBD dan influenza karena keduanya sering tertukar di fase awal. Perhatikan urutan gejalanya, karena fase demam dan fase kritis punya karakter berbeda:

1. Demam tinggi mendadak

Suhu tubuh bisa melonjak ke 39–40°C dalam hitungan jam, sering disertai menggigil. Berbeda dengan demam flu, demam DBD biasanya berlangsung 2–7 hari dan terasa sangat menguras tenaga.

2. Nyeri kepala hebat dan nyeri di belakang mata

Sakit kepala terasa dalam dan mengganas, terutama saat mata digerakkan. Keluhan ini muncul hampir pada semua penderita dewasa.

3. Mual, muntah, dan nyeri perut

Saluran pencernaan terganggu sehingga nafsu makan turun. Jika nyeri perut terasa sangat hebat, waspadai kemungkinan kebocoran plasma—ini salah satu tanda bahaya.

4. Ruam kemerahan di kulit

Ruam bisa berupa bintik merah kecil (petechiae) atau kemerahan menyebar, muncul pada hari ke-2 sampai ke-6. Tekan kulit dengan jari; bintik petechiae tidak hilang saat ditekan.

5. Tanda perdarahan

Perdarahan ringan seperti mimisan, gusi berdarah, atau perdarahan di bekas suntik sering jadi petunjuk awal. Perdarahan hebat dari saluran cerna jauh lebih jarang, tapi jauh lebih berbahaya.

6. Fase kritis saat demam turun

Inilah bagian paling menyesatkan dari DBD. Saat demam mulai turun di hari ke-3 sampai ke-7, fase kritis demam berdarah DBD justru bisa dimulai akibat kebocoran plasma. Tanda bahayanya: nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, gelisah, tangan dan kaki dingin, serta sering mengantuk. Segera bawa ke rumah sakit jika muncul.

Cara Dokter Mendiagnosis DBD

Dokter biasanya memulai dengan wawancara gejala dan riwayat gigitan nyamuk, lalu melanjutkan ke pemeriksaan darah. Diagnosis demam berdarah DBD ditopang pemeriksaan darah lengkap yang menunjukkan trombosit yang turun drastis dan hematokrit yang naik—kombinasi khas akibat kebocoran plasma. Untuk konfirmasi dini, tersedia tes antigen NS1 yang bisa mendeteksi virus di 1–5 hari pertama demam, serta tes antibodi IgM/IgG untuk fase lanjut. Pada kasus tertentu, dokter juga melakukan tourniquet test untuk menilai kecenderungan perdarahan.

Cara Mengatasi DBD

Penanganan demam berdarah DBD belum punya obat antivirus spesifik yang mampu membunuh virus dengue, sehingga terapi bertumpu pada perawatan suportif—menjaga cairan dan memantau kondisi sampai tubuh melawan infeksi sendiri:

  1. Perbanyak minum cairan. Air putih, ORS, atau kaldu hangat membantu mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah.
  2. Turunkan demam dengan paracetamol. Obat ini aman untuk DBD. Hindari aspirin dan ibuprofen karena keduanya mengencerkan darah dan memperbesar risiko perdarahan.
  3. Istirahat total. Tubuh butuh energi penuh untuk melawan virus. Batasi aktivitas sampai demam benar-benar hilang dan trombosit stabil.
  4. Pantau gejala setiap hari. Cek tanda perdarahan, frekuensi buang air kecil, dan kesadaran penderita. Jika trombosit terus turun atau muncul tanda bahaya, dokter akan menyarankan rawat inap dengan pemberian cairan infus.

Perhatian ekstra diperlukan saat penderitanya anak. Anak-anak sering masih aktif bermain meski cairan tubuhnya mulai kurang, jadi pantau frekuensi buang air kecil dan kesadarannya, bukan hanya angka suhu. Jika anak terlihat sangat lemas, rewel tanpa henti, atau menolak minum sama sekali, bawa ke fasilitas kesehatan tanpa menunggu lama.

Pada kasus berat, perawatan intensif di rumah sakit menjadi kunci. Dokter akan mengatur cairan infus secara cermat dan memantau tanda-tanda syok sampai fase kritis lewat.

Cara Mencegah DBD di Rumah

Mencegah demam berdarah DBD jauh lebih murah daripada mengobatinya. Prinsip 3M Plus dari Kemenkes bisa diterapkan langsung:

  1. Menguras wadah penampung air (bak mandi, tandon, tempat minum burung) minimal sekali seminggu.
  2. Menutup rapat semua wadah penyimpanan air agar nyamuk tidak bisa bertelur.
  3. Mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air, seperti kaleng dan ban tua.
  4. Plus: gunakan kelambu atau repellent saat tidur, pasang kawat jaring di ventilasi, pakai celana panjang di pagi dan sore, serta tanam pengusir nyamuk seperti lavender atau serai wangi.

Kabar baiknya, vaksin dengue kini tersedia di Indonesia untuk memperkecil risiko infeksi berat. Konsultasikan kecocokannya dengan dokter, terutama jika Anda pernah terkena dengue sebelumnya.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Demam berdarah DBD yang telat ditangani bisa berujung pada dengue shock syndrome, yaitu syok akibat kebocoran plasma masif. Kondisi ini ditandai tekanan darah rendah, denyut nadi lemah dan cepat, serta penurunan kesadaran. Tanpa penanganan segera, syok dapat merusak organ—hati, ginjal, hingga otak—dan berujung kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terapi cairan pada waktu yang tepat menekan angka kematian dengue secara drastis, sehingga kecepatan mencari pertolongan sangat menentukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika penderita demam mengalami:

  • Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus (3 kali atau lebih dalam sejam)
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau muntah berdarah
  • Gelisah, lemas berat, atau pingsan
  • Tangan dan kaki dingin serta lembap
  • Tidak buang air kecil lebih dari 4–6 jam
  • Demam tidak turun setelah 2–3 hari

Jangan menunggu demam “hilang sendiri” bila tanda-tanda di atas muncul. Fase kritis demam berdarah DBD justru terjadi setelah suhu mulai normal. Ingat pula, demam tinggi berkepanjangan tidak selalu dengue—cek juga penjelasan tipes atau demam tifoid yang pola demamnya mirip.

Pertanyaan Umum tentang Demam Berdarah DBD

Apakah DBD menular langsung dari orang ke orang?
Tidak. Penularan demam berdarah DBD hanya terjadi lewat gigitan nyamuk yang sebelumnya menggigit penderita. Namun, orang yang terinfeksi tetap bisa menularkan virus ke nyamuk sehat sekitar 4–5 hari sejak gejala muncul.

Berapa lama masa inkubasi DBD?
Umumnya 4–10 hari dari gigitan nyamuk sampai gejala pertama muncul. Karena itu, riwayat perjalanan atau lingkungan sekitar 2 minggu sebelumnya penting diceritakan ke dokter.

Apakah orang yang pernah DBD bisa terkena lagi?
Bisa. Ada empat serotipe virus dengue, dan kekebalan hanya berlaku untuk satu serotipe. Infeksi kedua bahkan berisiko lebih berat, sehingga pencegahan nyamuk tetap wajib.

Benarkah jus pepaya menaikkan trombosit DBD?
Bukti ilmiahnya masih lemah dan belum konsisten. Minuman ini tidak berbahaya, tapi jangan jadikan pengganti terapi cairan dan pemantauan medis. Bila ingin mencoba, baca dulu manfaat daun pepaya untuk kesehatan agar pemakaiannya tepat. Keputusan rawat inap tetap berdasarkan kondisi klinis, bukan angka trombosit semata.

Apakah demam berdarah DBD selalu harus dirawat di rumah sakit?
Tidak selalu. Kasus demam berdarah DBD yang ringan biasanya cukup ditangani di rumah dengan istirahat dan asupan cairan yang banyak, asalkan dievaluasi ulang sesuai jadwal dari dokter. Rawat inap dianjurkan ketika muncul tanda bahaya: nyeri perut hebat, muntah terus, perdarahan, atau kesadaran menurun.

Demam berdarah memang menakutkan, tapi sebagian besar kasus demam berdarah DBD pulih dengan penanganan tepat waktu. Kuncinya sederhana: kenali gejalanya, jaga cairan, hindari obat pengencer darah, dan waspada saat demam mulai turun. Di sisi rumah, kebiasaan menguras dan menutup wadah air setiap minggu adalah pertahanan paling efektif.


Ditinjau secara medis oleh tim redaksi tiktak.id — disusun berdasarkan panduan klinis WHO tentang dengue dan materi edukasi Kementerian Kesehatan RI.
Tanggal tinjauan terakhir: 9 September 2026

Rusli Qomar
Rusli Qomar

Rusli Qomar adalah seorang penulis yang berdedikasi mengulas berbagai isu seputar dunia kesehatan dan kesejahteraan (wellness). Melalui karya-karyanya, Rusli aktif menyajikan informasi yang edukatif mengenai pencegahan dan penanganan penyakit, serta membagikan tips gaya hidup sehat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dengan gaya penulisan yang lugas, terstruktur, dan berbasis pada referensi tepercaya, Rusli berkomitmen untuk menyederhanakan istilah-istilah medis yang rumit agar mudah dipahami oleh pembaca umum. Fokus utamanya adalah mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan preventif, pemenuhan nutrisi harian, serta menjaga keseimbangan fisik dan mental

Related articles More from author

  • Seorang pekerja kantoran mengantuk saat bekerja di depan komputer, ilustrasi cara mengatasi ngantuk saat kerja
    Kesehatan

    Cara Mengatasi Ngantuk Saat Kerja dengan 10 Tips Ampuh

    8 Oktober 2026
    By Rusli Qomar
  • Kesehatan

    Migrain: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya secara Medis

    20 Agustus 2026
    By Rusli Qomar
  • Wanita menyisir rambut panjang
    Kesehatan

    Cara Mengatasi Kerontokan Rambut agar Tumbuh Lebih Kuat

    22 September 2026
    By Rusli Qomar
  • Sensor NFC HP untuk pembayaran nontunai di mesin EDC dan top-up e-money
    Kesehatan

    Mengenal Sensor NFC di HP: Fungsi, Cara Aktifkan, dan Tips Pakai

    23 Agustus 2026
    By Rusli Qomar
  • Hidung berdarah dengan kapas penahan darah saat mimisan
    Kesehatan

    Cara Mengatasi Mimisan Secara Alami dan Kapan ke Dokter

    18 September 2026
    By Rusli Qomar
  • Kesehatan

    Apa Itu Sakit Maag (Gastritis)? Gejala, Penyebab, Pencegahan

    19 Agustus 2026
    By Rusli Qomar

Berita Menarik Lainnya

  • Park Hang Seo Ungkap Kunci Kemenangan Vietnam Atas Indonesia
    Olahraga

    Park Hang Seo Ungkap Kunci Kemenangan Vietnam Atas Indonesia

  • Sebut Prabowo 'Sudah Selesai', PA 212: Pilpres 2024 untuk Anak Muda
    Nasional

    Tak Peduli Jokowi Sudah Kecam Macron, PA 212 Tetap Nekad Gelar Aksi

  • So Sweet, Syahrini Ungkap Alasannya Jarang Muncul Pasca Menikah Ternyata Demi Sang Suami
    Selebriti

    So Sweet, Syahrini Ungkap Alasannya Jarang Muncul Pasca Menikah Ternyata Demi Sang Suami

  • Rocky Soraya, Sosok di Balik 'Little Mom' yang Trending di Berbagai Negara
    Selebriti

    Rocky Soraya, Sosok di Balik ‘Little Mom’ yang Trending di Berbagai Negara

  • Approval Rating Jokowi Tembus 79 Persen, Kok Bisa Setinggi itu?
    Nasional

    Approval Rating Jokowi Tembus 79 Persen, Kok Bisa Setinggi itu?

Artikel Terbaru

  • Cara Mengisi Baterai HP yang Benar agar Awet dan Tahan Lama 13 Oktober 2026
  • Test 13 Oktober 2026
  • Test 13 Oktober 2026
  • 3 Partai Koalisi Belum Bersikap Soal Dukungan ke Prabowo di 2029 13 Oktober 2026
  • Cara Mengatasi Kulit Kering dan Kasar secara Alami di Rumah 13 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (70)
  • Keuangan (15)
  • Kuliner (1,062)
  • Nasional (7,976)
  • Olahraga (1,139)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,248)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.