
Perjalanan Karier Egy Maulana Vikri: dari SSB Tasbi Medan sampai Timnas Indonesia
Egy Maulana Vikri termasuk pemain Indonesia yang sudah membuktikan diri di dua liga Eropa sebelum kembali ke tanah air. Namanya ramai dibicarakan sejak ia masih berusia 17 tahun, saat para pemandu bakat memuji ketajamannya di panggung remaja internasional. Kini ia mengenakan kaus bernomor 10 di Dewa United sekaligus menjadi salah satu andalan serangan Timnas Indonesia. Artikel ini merangkum biodata lengkapnya, alur karier dari lapangan kota Medan, hingga daftar gelar dan rekor yang ia kumpulkan.
Masa Kecil dan Awal Mula di Medan
Egy Maulana Vikri lahir di Medan pada 7 Juli 2000 dan besar di tengah keluarga yang dekat dengan sepak bola. Kecintaannya pada bola muncul lebih dulu daripada mimpi profesional. Di usia yang masih sangat muda ia bergabung dengan SSB Tasbi, akademi lokal di Medan, dan cepat menonjol dari rekan-rekan seusianya.
Buktinya nyata pada 2012. Egy Maulana Vikri memimpin SSB Tasbi memenangkan turnamen Grassroots U-12 tingkat nasional, dan ia sendiri keluar sebagai pencetak gol terbanyak. Bagi anak usia 12 tahun dari Medan, gelar itu bukan hadiah kecil. Turnamen semacam ini menjadi etalase utama bagi pemandu bakat dari berbagai kota.
Dari Medan, langkah berikutnya membawanya ke Jawa. Ia pindah ke Persab Brebes, memperkuat tim junior mereka, lalu membawa klub itu juara Piala Soeratin 2016 — kompetisi junior elit milik PSSI — sambil lagi-lagi memungut trofi top skor. Perpindahan ini penting karena Piala Soeratin adalah panggung yang mempertemukan akademi-akademi terbaik se-Indonesia.
Ledakan Nama lewat Gothia Cup 2016
Tahun 2016 menjadi titik balik. Egy Maulana Vikri kemudian bermain untuk ASIOP Apacinti di Gothia Cup, turnamen remaja yang digelar di Gothenburg, Swedia, dan termasuk salah satu kompetisi usia muda terbesar di dunia. Timnya mengangkat trofi juara, sementara ia sendiri menyabet dua penghargaan sekaligus: pencetak gol terbanyak sekaligus pemain terbaik turnamen.
Satu anak Indonesia menorehkan nama di papan peringkat sebuah turnamen internasional — itu cukup untuk membuat rumah tangga sepak bola nasional berbicara. Media nasional mulai menulis soalnya. Para pengamat menilai kualitas finishing-nya di atas rata-rata pemain seumurannya di Asia.
Lonjakan nama lewat panggung internasional bukan hal baru dalam olahraga Indonesia. Sebelum era sepak bola modern seperti sekarang, fenomena serupa terjadi di bulu tangkis lewat kisah profil Susi Susanti yang dulu menembus panggung dunia dari kompetisi junior. Perbedaannya, jalan Egy lebih cepat membawanya ke benua yang dianggap pusat gravitasi sepak bola.
Bakat yang Diperhatikan Dunia pada 2017
Tahun 2017 adalah musim pengakuan. Pada Turnamen Toulon di Prancis, Egy Maulana Vikri melakukan debut untuk Indonesia U-19 melawan Brasil U-20 pada 31 Mei 2017. Indonesia tidak melangkah jauh dalam turnamen itu, tetapi media internasional menyoroti satu nama dari tim yang tersingkir: milik pemain berusia 16 tahun asal Medan itu.
Ia kemudian pulang membawa penghargaan Breakthrough Player — pemain pendatang baru terbaik turnamen. Menyusul pada Oktober 2017, The Guardian memasukkan namanya ke daftar “Next Generation 2017: 60 of the best young talents in world football”. Daftar tahunan itu selalu dipantau klub-klub besar Eropa, dan nama Indonesia muncul di sana terhitung langka.
Turnamen AFF U-18 Youth Championship 2017 memantapkan reputasinya. Indonesia melaju sampai partai final, dan Egy Maulana Vikri pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak. Media nasional sempat menulis minat beberapa klub Eropa — dari Benfica yang kabarnya menawarkan asuransi, klub Jerman yang menyodorkan gaji ratusan juta rupiah, sampai kabar menunggu di Real Madrid. Sebagian besar hanya tuntas di tahap kabar, tetapi sinyalnya jelas: bakat itu dihargai lintas benua.
Hijrah ke Polandia Bersama Lechia Gdańsk
Langkah profesional pertamanya berangkat pada pertengahan 2018. Egy Maulana Vikri menandatangani kontrak tiga tahun dengan Lechia Gdańsk, klub Ekstraklasa dari kota pelabuhan Gdańsk di Polandia. Ia baru menginjak 18 tahun, terbang jauh dari rumah, dan harus beradaptasi dengan ikim dingin, bahasa baru, serta ritme liga Eropa.
Awalnya jalan tidak mulus. Ia banyak bermain untuk tim cadangan, Lechia Gdańsk II, di kompetisi tingkat IV Liga Polandia. Dalam tiga musim di tim cadangan itu ia mencatatkan 23 penampilan dengan 17 gol — rasio yang layak disebut efisien. Debut tim utama akhirnya hadir pada 22 Desember 2018 saat Lechia mengalahkan Górnik Zabrze, dan Egy masuk sebagai pemain pengganti.
Musim 2018-19 menyimpan kabar gembira untuk klubnya. Lechia Gdańsk memenangkan Piala Polandia, dan Egy Maulana Vikri menjadi bagian dari skuad itu. Ditambah lagi, ia masuk ke dalam skuad final Piala Super Polandia 2019 melawan Piast Gliwice — pertandingan yang dimenangkan Lechia 3-1. Dua medali tingkat klub dalam satu musim pertama sebagai pemain profesional adalah fondasi yang bagus untuk usia segitu.
Kenyataannya, pintu tim utama Lechia cukup sempit. Dalam periode 2018-2021 ia hanya tercatat tiga penampilan untuk tim inti. Untuk pemain yang butuh menit bermain berkala, duduk di bangku cadangan adalah hambatan yang tidak bisa dihindari. Kontraknya resmi berakhir pada 30 Juni 2021, dan kabar berita berikutnya membawanya ke Slovakia.
Tahun-Tahun di Slovakia: Senica dan ViOn
Musim 2021-22 dihabiskannya bersama FK Senica di Liga Super Slovakia. Debutnya terjadi pada 12 September 2021 melawan Pohronie — masuk di menit ke-59 dan langsung menciptakan assist dalam kemenangan 1-0. Laga perdananya yang seutuhnya sebagai starter menyusul pada 22 September dalam kemenangan 3-0 di ajang Piala Slovakia. Sepanjang musim itu Egy Maulana Vikri tercatat 20 penampilan dengan dua gol.
Musim 2022-23 ia pindah ke FC ViOn Zlaté Moravce, tetangga liga di negara yang sama. Debutnya pada 13 Agustus 2022 berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 dari Žilina. Sepekan kemudian, dua menit setelah masuk sebagai pemain pengganti, ia menggulirkan assist untuk gol Tomáš Horák dalam hasil imbang 2-2 melawan Ružomberok. Enam penampilan pada setengah musim membuat jalannya di ViOn berhenti cepat — dan keputusan besar menunggu di akhir Januari 2023.
Kembali ke Indonesia Bersama Dewa United
Pada 30 Januari 2023, Egy Maulana Vikri resmi kembali ke Indonesia dengan menandatangani kontrak penuh dengan Dewa United di Liga 1. Perpindahan ini masuk akal dari sisi karier: ia butuh menit bermain, dan liga domestik menawarkannya tanpa harus berbagi jatah dengan pemain asing Eropa.
Debutnya di liga datang tiga hari setelah penandatanganan. Dalam laga melawan Madura United di Indomilk Arena, Tangerang, Egy langsung mencetak gol pertamanya untuk klub baru dalam hasil imbang 1-1. Sepekan kemudian ia menalarkan assist untuk gol Majed Osman dalam kemenangan 1-0 atas Borneo Samarinda. Awal yang produktif seperti itu jarang ditemui pemain yang baru mendarat.
Produktivitasnya terus naik. Musim 2023-24 ia tampil dalam 30 laga Liga 1 dan mencetak delapan gol. Musim 2024-25 malah menjadi yang terbaik: 30 penampilan dengan 12 gol — rekor pribadi terbaiknya di level senior. Memasuki musim 2025-26, kompetisi domestik berganti nama menjadi Super League, dan Egy Maulana Vikri tetap menjadi bagian dari skuad utama sambil menambah jatah golnya dari ajang kontinental. Total penampilannya untuk Dewa United sudah melewati angka seratus dalam waktu singkat.
Peran di Timnas Indonesia
Debut timnas senior Egy Maulana Vikri terjadi justru sebelum karier klubnya dimulai. Pada 14 Januari 2018, saat berusia 17 tahun, ia masuk menggantikan Osvaldo Haay dalam laga persahabatan melawan Islandia. Naik ke timnas sebelum benar-benar bermain di liga profesional adalah hal langka, dan menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap kualitasnya.
Gol internasional pertamanya baru datang beberapa tahun kemudian, pada 25 Mei 2021, dalam laga persahabatan di Dubai melawan Afghanistan. Setelah itu ia menjadi rotasi tetap dalam beberapa skema pelatih: turnamen Kejuaraan AFF 2020, Kejuaraan AFF 2022, hingga Piala Asia AFC 2023 di Qatar. Hingga September 2025 rekor totalnya tercatat 33 penampilan dengan 9 gol untuk timnas senior — angka yang masih bisa bertambah mengingat usianya yang baru memasuki pertengahan dua puluhan.
Bagi penggemar yang ingin membandingkan dengan generasi pendahulu, kisah profil Bambang Pamungkas layak dibaca. Keduanya sama-sama naik ke timnas dari jalur junior, meski konteks eranya berbeda jauh.
Tabel Biodata Lengkap Egy Maulana Vikri
Ringkasan data pribadi dan karier pemain ini tersaji dalam tabel berikut.
| No | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Nama Lengkap | Egy Maulana Vikri |
| 2 | Tempat, Tanggal Lahir | Medan, 7 Juli 2000 |
| 3 | Usia | 26 tahun (per Oktober 2026) |
| 4 | Akademi Pertama | SSB Tasbi, Medan |
| 5 | Posisi | Penyerang / winger |
| 6 | Nomor Punggung | 10 (Dewa United) |
| 7 | Klub Saat Ini | Dewa United Banten |
| 8 | Kompetisi | Super League Indonesia |
| 9 | Debut Timnas Senior | melawan Islandia, 14 Januari 2018 |
| 10 | Rekor Timnas Senior | 9 gol dalam 33 penampilan (per September 2025) |
| 11 | Gelar Klub | Piala Polandia 2019, Piala Super Polandia 2019 |
| 12 | Prestasi Individu | Top skor AFF U-18 2017; pemain pendatang baru terbaik Turnamen Toulon 2017 |
Statistik Karier dalam Angka
Beberapa angka berikut membantu membaca perjalanannya secara lebih objektif:
- 17 gol dalam 23 penampilan untuk Lechia Gdańsk II — produktivitas tinggi di level junior Eropa.
- Delapan gol Liga 1 pada musim 2023-24 dan 12 gol pada musim 2024-25 untuk Dewa United.
- 9 gol dalam 33 laga bersama timnas senior hingga September 2025.
- Tiga klub Eropa dalam lima tahun: Lechia Gdańsk, FK Senica, dan ViOn Zlaté Moravce.
Statistik lengkap dan pembaruan terkini tersaji rapi di halaman Wikipedia yang berisi catatan pertandingan per musim.
Kehidupan Pribadi
Egy Maulana Vikri memiliki garis keturunan Belanda melalui kakek dari pihak ayah. Pada 10 Desember 2023 ia menikah dengan Adiba Khanza Az-Zahra, putri mendiang pendakwah Jefri Al Buchori, dalam acara yang digelar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelum menikah, keduanya menjalani proses taaruf selama empat tahun — keputusan yang jarang dilakukan pasangan seusia mereka.
Dari sisi publikasi, ia cenderung menjaga kehidupan nonsepak bolanya tetap sederhana. Akun medianya menampilkan aktivitas klub dan keluarga, tanpa pameran gaya hidup. Latar akademi daerah seperti SSB Tasbi sering ia sebut sebagai fondasi — pengingat bahwa jalan menuju profesional bisa dimulai dari lapangan kota biasa.
Fakta Menarik tentang Egy Maulana Vikri
- Top skor Gothia Cup 2016 — di turnamen remaja terbesar di Gothenburg, Swedia, ia membawa trofi juara sekaligus dua penghargaan individual.
- Masuk daftar The Guardian — ia satu-satunya representasi Indonesia dalam “Next Generation 2017”, daftar 60 bakat muda terbaik dunia versi media Inggris itu.
- Debut timnas sebelum liga — ia sudah memakai kaus timnas senior di usia 17 tahun, tujuh bulan sebelum debut profesionalnya di Polandia.
- Rekor cadangan yang luar biasa — 17 gol dari 23 laga bersama tim cadangan Lechia Gdańsk membuktikan ketajaman dalam batas menit terbatas.
- Gol internasional pertama di Dubai — 25 Mei 2021 menjadi tanggal penting saat ia menembus gawang Afghanistan dalam laga uji coba.
- Nomor 10 Dewa United — identitas khasnya di klub, mengingat posisi sebagai motor serangan tim.
- Tiga liga dalam satu benua — Ekstraklasa Polandia dan Liga Super Slovakia, sebelum pulang meniti Super League.
Pertanyaan Umum tentang Egy Maulana Vikri
Egy Maulana Vikri bermain untuk klub mana sekarang?
Saat ini Egy Maulana Vikri memperkuat Dewa United Banten di Super League Indonesia, memakai kaus bernomor 10. Ia bergabung sejak 30 Januari 2023 dan telah mencatatkan lebih dari seratus penampilan.
Posisi berapa yang dimainkan Egy Maulana Vikri?
Fungsinya fleksibel di lini serangan: penyerang sejati maupun winger di kedua sisi. Karier di Lechia dan Dewa United menunjukkan ia bisa menyesuaikan diri dalam sistem pelatih yang berbeda.
Berapa gol Egy Maulana Vikri untuk timnas Indonesia?
Hingga September 2025, catatannya mencapai 9 gol dalam 33 penampilan untuk timnas senior. Gol pertamanya tercipta pada 25 Mei 2021 melawan Afghanistan di Dubai. Angka ini masih bisa bertambah seiring musim-musim berikutnya.
Klub Eropa mana saja yang pernah memakainya?
Ada tiga: Lechia Gdańsk di Polandia (2018-2021), FK Senica (2021-2022), dan FC ViOn Zlaté Moravce (2022-2023), keduanya di Liga Super Slovakia. Meski liga Polandia dan Slovakia bukan liga papan atas Eropa, keduanya menawarkan tingkat kompetisi yang berbeda dari domestik — pengalaman yang tidak bisa digantikan di tempat lain.










