TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Kesehatan
Home›Kesehatan›Vertigo Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya

Vertigo Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya

By Adam Humain
15 Agustus 2026
0
0

Vertigo Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya

⚠️ Disclaimer medis: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak menggantikan diagnosis atau saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk keluhan spesifik Anda.

Vertigo adalah sensasi seolah-olah Anda atau lingkungan sedang berputar. Keluhan ini berbeda dari pusing biasa dan dapat disertai mual, gangguan keseimbangan, atau telinga berdenging. Penyebabnya beragam, sehingga cara mengatasi vertigo perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

Pengertian Vertigo

Secara medis, vertigo merupakan gangguan persepsi gerak. Otak menerima sinyal yang tidak selaras dari telinga bagian dalam, mata, dan sensor keseimbangan tubuh. Akibatnya, seseorang merasa berputar, miring, atau seperti akan jatuh meski sebenarnya sedang diam.

Vertigo bukan penyakit tunggal. Kondisi ini adalah gejala dari gangguan tertentu, terutama pada sistem vestibular di telinga bagian dalam atau bagian otak yang mengatur keseimbangan. Episode dapat berlangsung beberapa detik, menit, jam, atau lebih lama, bergantung pada penyebabnya.

Untuk memahami perbedaan keluhan ini dengan sakit kepala, Anda dapat membaca artikel internal mengenali jenis-jenis sakit kepala dan pemicunya. Informasi tersebut membantu Anda mencatat gejala sebelum berkonsultasi. Pendapat medis otoritatif tentang vertigo dapat Anda pelajari dari Mayo Clinic tentang vertigo.

Penyebab dan Faktor Risiko Vertigo

Beberapa kondisi yang dapat memicu vertigo antara lain:

  1. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Kristal kecil di telinga bagian dalam berpindah ke saluran yang sensitif terhadap gerakan. Perubahan posisi kepala biasanya memicu serangan singkat.
  2. Penyakit Meniere. Gangguan ini berkaitan dengan penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Vertigo dapat muncul bersama telinga berdenging, rasa penuh di telinga, dan penurunan pendengaran yang berfluktuasi.
  3. Neuritis vestibular atau labirinitis. Peradangan pada saraf keseimbangan atau labirin telinga dapat menyebabkan vertigo mendadak. Labirinitis juga dapat memengaruhi pendengaran.
  4. Migrain vestibular. Vertigo dapat terjadi dengan atau tanpa sakit kepala. Sensitivitas terhadap cahaya, suara, atau gerakan sering menyertai kondisi ini.
  5. Gangguan pada otak. Stroke, multiple sclerosis, atau gangguan lain pada batang otak dan otak kecil juga dapat menimbulkan vertigo. Penyebab ini perlu segera dinilai.
  6. Obat dan cedera kepala. Obat tertentu dapat mengganggu keseimbangan. Benturan kepala juga bisa memengaruhi telinga bagian dalam.

Risiko dapat meningkat pada usia lanjut, orang yang pernah mengalami cedera kepala, atau mereka yang memiliki riwayat migrain. Namun, vertigo dapat dialami siapa saja.

Gejala Vertigo yang Perlu Dikenali

Keluhan setiap orang tidak selalu sama. Perhatikan beberapa tanda berikut.

1. Sensasi berputar

Anda dapat merasa ruangan bergerak, tubuh berputar, atau lantai seakan miring. Sensasi ini sering memburuk ketika kepala digerakkan atau saat bangun dari posisi berbaring.

2. Mual dan muntah

Perubahan sinyal keseimbangan dapat merangsang pusat mual di otak. Muntah berulang berisiko menyebabkan kekurangan cairan, terutama jika Anda sulit minum.

3. Gangguan keseimbangan

Anda mungkin berjalan sempoyongan atau perlu berpegangan pada benda di sekitar. Hindari mengemudi, naik tangga, atau mengoperasikan mesin saat gejala berlangsung.

4. Telinga berdenging atau terasa penuh

Tinnitus (telinga berdenging) dan rasa penuh lebih sering berkaitan dengan gangguan telinga bagian dalam. Catat apakah keluhan muncul pada satu atau kedua telinga.

5. Perubahan pendengaran dan penglihatan

Sebagian penyebab vertigo dapat menurunkan pendengaran. Penglihatan ganda, bicara pelo, atau kelemahan anggota gerak bukan gejala yang boleh diabaikan.

Diagnosis: Cara Dokter Menentukan Penyebabnya

Dokter akan menanyakan awal munculnya keluhan, durasi serangan, pemicu gerakan, obat yang dikonsumsi, serta riwayat penyakit. Pemeriksaan dapat meliputi evaluasi gerak mata, pendengaran, koordinasi, tekanan darah, dan kemampuan berjalan.

Pada dugaan BPPV, dokter mungkin melakukan manuver posisi tertentu, seperti Dix-Hallpike, secara terkontrol. Pemeriksaan pendengaran atau tes keseimbangan dapat dibutuhkan. Jika terdapat tanda saraf atau risiko stroke, dokter dapat mempertimbangkan pencitraan dan pemeriksaan lain.

Jangan mencoba menafsirkan hasil pemeriksaan sendiri. Diagnosis yang tepat membantu menentukan cara mengatasi vertigo secara aman. Simak juga kapan pemeriksaan di IGD diperlukan bila keluhan terasa berat.

Cara Mengatasi Vertigo

1. Amankan posisi tubuh

Saat serangan muncul, segera duduk atau berbaring di tempat yang aman. Pegang sisi tempat tidur bila perlu, redupkan cahaya, dan hindari gerakan kepala mendadak. Mintalah bantuan agar tidak berjalan sendirian.

2. Lakukan manuver sesuai arahan dokter

Untuk BPPV, manuver reposisi kanalit, termasuk manuver Epley, dapat membantu memindahkan kristal telinga ke lokasi yang tepat. Teknik ini sebaiknya diajarkan atau dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan, terutama bila Anda memiliki masalah leher atau pembuluh darah.

3. Gunakan obat sesuai resep

Dokter mungkin meresepkan obat untuk mual atau mengurangi sensasi berputar dalam kondisi tertentu. Obat tidak selalu cocok untuk semua penyebab vertigo dan dapat menimbulkan kantuk. Jangan mengubah dosis, menghentikan, atau mengombinasikan obat tanpa berkonsultasi.

4. Jalani terapi keseimbangan

Fisioterapis dapat mengajarkan latihan rehabilitasi vestibular. Latihan ini membantu otak beradaptasi terhadap perubahan sinyal keseimbangan. Programnya disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, dan penyebab keluhan.

5. Cukupi cairan dan istirahat

Minumlah sedikit demi sedikit jika mual mulai mereda. Istirahat cukup dan bangun secara perlahan. Hindari alkohol, karena dapat mengganggu keseimbangan serta berinteraksi dengan beberapa obat.

Pencegahan Kekambuhan

Tidak semua vertigo dapat dicegah, tetapi beberapa langkah dapat mengurangi risiko cedera dan kekambuhan:

  1. Bangun secara bertahap dari posisi tidur atau duduk.
  2. Gunakan pegangan di kamar mandi dan pastikan area berjalan bebas dari benda yang mudah membuat tersandung.
  3. Catat pemicu, durasi, obat, makanan, dan gejala penyerta dalam buku harian.
  4. Kelola migrain dengan jadwal tidur teratur, makan cukup, dan mengikuti rencana dokter.
  5. Periksakan pendengaran bila telinga berdenging atau pendengaran berubah.

Baca juga panduan pertolongan pertama saat seseorang merasa pusing untuk mengetahui langkah keselamatan dasar di rumah.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Vertigo yang berulang dapat mengganggu aktivitas, pekerjaan, dan kualitas tidur. Risiko paling langsung adalah jatuh, terutama pada lansia. Muntah berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, vertigo yang disebabkan gangguan saraf serius dapat terlambat ditangani jika tanda bahayanya diabaikan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika vertigo muncul mendadak dan berat, terutama bersama wajah mencong, kelemahan atau kebas satu sisi tubuh, bicara pelo, penglihatan ganda, sakit kepala hebat, nyeri dada, pingsan, demam tinggi, atau sulit berjalan. Tanda tersebut dapat mengarah pada kondisi darurat, termasuk stroke.

Anda juga perlu membuat janji pemeriksaan jika vertigo berulang, berlangsung lama, mengganggu aktivitas, disertai penurunan pendengaran, atau muncul setelah cedera kepala. Jangan mengemudi sendiri ketika masih merasa berputar.

Vertigo pada Kelompok Khusus

Beberapa kelompok usia dan kondisi memerlukan perhatian tambahan karena gejala dapat muncul berbeda atau lebih berisiko menyebabkan komplikasi.

Lansia

Vertigo pada lansia sering berkaitan dengan perubahan fungsi vestibular, penurunan penglihatan, penggunaan beberapa obat sekaligus, atau riwayat penyakit kronis. Risiko jatuh meningkat, sehingga pencahayaan rumah, pegangan di kamar mandi, dan alas kaki yang tidak licin menjadi penting. Diskusikan dengan dokter bila gejala muncul berulang.

Ibu hamil

Perubahan hormon, tekanan pada pembuluh darah, dan posisi tidur tertentu dapat memicu sensasi berputar selama kehamilan. Penanganan vertigo pada kehamilan perlu menyesuaikan keamanan obat dan prosedur terhadap janin. Konsultasikan dengan dokter kandungan dan dokter THT untuk rencana yang tepat.

Anak-anak

Vertigo pada anak jarang terjadi, namun dapat muncul akibat infeksi telinga, cedera kepala, atau migrain vestibular. Pemeriksaan dokter penting agar penyebab tidak terlewat.

Pola Hidup yang Mendukung Pemulihan

Selain penanganan medis, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu proses adaptasi tubuh:

  1. Tidur cukup 7–9 jam per hari dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi saat berbaring.
  2. Batasi kafein, garam berlebih, dan alkohol karena dapat memengaruhi keseimbangan cairan telinga bagian dalam.
  3. Rutin bergerak aktif seperti berjalan kaki singkat untuk melatih sistem vestibular.
  4. Kelola stres dengan teknik pernapasan atau relaksasi, karena stres dapat memperburuk sensasi berputar.
  5. Catat gejala dalam buku kecil, termasuk waktu, pemicu, durasi, dan obat yang diminum untuk dibawa ke konsultasi berikutnya.

Untuk informasi umum mengenai keseimbangan telinga dalam, Anda dapat membaca penjelasan resmi dari Mayo Clinic tentang vertigo sebagai referensi tambahan. Pelajari pula artikel internal kami tentang cara menjaga kesehatan telinga agar keluhan serupa tidak mudah kambuh.

FAQ tentang Vertigo

Apakah vertigo sama dengan pusing biasa?

Tidak selalu. Pusing adalah istilah umum untuk berbagai sensasi, sedangkan vertigo biasanya menggambarkan rasa berputar atau gerakan semu. Penyebab dan penanganannya perlu dibedakan melalui wawancara serta pemeriksaan medis.

Apakah vertigo bisa sembuh sendiri?

Sebagian episode dapat mereda, tetapi hal itu tidak berarti penyebabnya selalu hilang. Vertigo yang berulang atau disertai tanda bahaya perlu diperiksa. Dokter dapat menentukan apakah observasi, manuver, obat, atau terapi lain diperlukan.

Bolehkah melakukan manuver Epley dari internet?

Manuver tersebut dapat bermanfaat untuk BPPV tertentu, tetapi tidak cocok untuk semua vertigo. Konsultasikan dahulu, khususnya bila Anda memiliki gangguan leher, punggung, pembuluh darah, atau pernah mengalami stroke.

Catatan medis: Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Reaksi tubuh terhadap vertigo dan obat dapat berbeda pada setiap orang.

Penulis: Redaksi Kesehatan tiktak.id
Tinjauan medis: dr. [Nama Reviewer], Sp.THT-KL, [Afiliasi Fasilitas Kesehatan]
Tanggal tinjauan terakhir: 15 Agustus 2026

Referensi:

  1. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. (2021). Balance Disorders. Diakses 15 Agustus 2026. https://www.nidcd.nih.gov/health/balance-disorders
  2. NHS. (2023). Vertigo. Diakses 15 Agustus 2026. https://www.nhs.uk/conditions/vertigo/
  3. World Health Organization. (2023). Neurological disorders. Diakses 15 Agustus 2026. https://www.who.int/health-topics/neurological-disorders
  4. Bhattacharyya, N., dkk. (2017). Clinical Practice Guideline: Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Otolaryngology–Head and Neck Surgery. Diakses 15 Agustus 2026. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28248609/
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Transformasi Kesehatan Indonesia. Diakses 15 Agustus 2026. https://www.kemkes.go.id/

Related articles More from author

  • Diabetes mellitus - kesehatan gula darah dan pankreas
    Kesehatan

    Apa Itu Diabetes Melitus? Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

    15 Agustus 2026
    By Adam Humain
  • Kesehatan

    10 Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Obat agar Tidur Lebih Nyenyak

    15 Agustus 2026
    By Adam Humain
  • Kesehatan

    Pengobatan Hipertensi yang Direkomendasikan Dokter untuk Anda

    16 Agustus 2026
    By Adam Humain
  • Kesehatan

    10 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital agar Tetap Sehat

    16 Agustus 2026
    By Adam Humain

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Alasan Tulang Wanita Lebih Gampang Keropos Ketimbang Tulang Pria
    Tips & Tutorial

    Alasan Tulang Wanita Lebih Gampang Keropos Ketimbang Tulang Pria

  • Ini Alasan Donald Trump Tak Sudi Tonton Laga Timnas AS
    InternasionalOlahraga

    Ini Alasan Donald Trump Tak Sudi Tonton Laga Timnas AS

  • Perkembangan Mobil Terbang, Mulai dari Soal Keamanan Hingga Standardisasi Hukum
    Teknologi

    Perkembangan Mobil Terbang, Mulai dari Soal Keamanan Hingga Standardisasi Hukum

  • Saingi Barcelona, PSG Tawari Pep Guardiola Gaji Besar
    Olahraga

    Saingi Barcelona, PSG Tawari Pep Guardiola Gaji Besar

  • Lagi, Penyebab Lain Ponsel Lemot dan Cara Mengatasinya
    Teknologi

    Lagi, Penyebab Lain Ponsel Lemot dan Cara Mengatasinya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.