
TIKTAK.ID – Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan 3 Surat Telegram tentang tindakan kepolisian dalam penanganan pandemi Corona.
Telegram 1: Nomor ST/1098/IV/HUK.7.1/2020 tentang Perkara Kejahatan Cyber.
Isinya perihal kemungkinan masalah yang akan timbul dari Media Sosial:
1. Penghinaan kepada penguasa, presiden dan pejabat pemerintah.
2. Seputar penyebaran berita bohong (hoax) dan
3. Ketahanan data akses internet.
Baca juga: Soal Penanganan Corona, Sandiaga: Saya Siap Ikuti Apapun Keputusan Presiden Jokowi
Telegram 2: Nomor ST/1098/IV/HUK.7.1/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Isinya tentang potensi:
1. Pelanggaran jika pembatasan diberlakukan, seperti kejahatan yang terjadi pada arus mudik, kerusuhan/penjarahan, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan.
Lalu potensi lainnya:
1. Menolak atau melawan petugas dalam pembubaran kerumunan,
2. Menghambat kemudahan akses penanggulangan bencana, dan
3. Tidak mematuhi penyelenggaraan karantina kesehatan.
Telegram 3: Nomor: ST/1098/IV/HUK.7.1/2020 tentang Tugas & Fungsi Reserse Kriminal dalam Ketersediaan Bahan Pokok dan Distribusi.
Potensi masalah yang akan muncul:
1. Memainkan harga,
2. Menimbun kebutuhan pokok,
3. Menghalangi & menghambat jalur distribusi logistik.
Baca juga: Ajudan Pribadi Prabowo Bocorkan Rencana Bosnya Tangani Covid-19
Tiga Surat Telegram ini dikeluarkan Kapolri pasca Presiden Jokowi menerbitkan Keppres No. 11 Th 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat & PP No. 21 Th 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, dalam menanggulangi Covid-19.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










