
TIKTAK.ID – Seperti dugaan hanyak pengamat, politisi Gerindra Ahmad Riza Patria akhirnya resmi terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno. Ahmad Riza Patria akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Lalu apa tanggapan Anies dengan terpilihnya Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta?
“Alhamdulillah tadi kita sama-sama menyaksikan proses pemilihan penghitungan suara sudah selesai. Saya ingin mengucapkan selamat. Insya Allah kita akan bisa bekerja dengan baik,” ucap Anies Baswedan pada Senin (6/4/20).
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD, kata Anies, DPRD DKI harus mengusulkan pelantikan wagub terpilih kepada Presiden. Presiden kemudian akan melantik wagub tersebut. Anies belum mengetahui waktu pelantikan Riza sebagai Wagub.
“Berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2018, nanti proses (setelah pemilihan) ini dilanjutkan dengan pengusulan kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. Sesudah itu baru kemudian pelantikan,” kata dia.
Baca juga: Ridwan Kamil Minta Warganya di Ibu Kota Tunda Mudik Agar Bisa Terima Subsidi dari Anies dan Jokowi
Sebelumnya, Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Hal ini disahkan dalam rapat paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI di DPRD DKI Jakarta pada Senin (6/4/20).
Dalam rapat tersebut sebanyak 100 anggota DPRD DKI menggunakan hak pilihnya. Setelah anggota DPRD memberikan suaranya, hasilnya diumumkan. Ahmad Riza Patria mendapatkan suara sebanyak 81 suara, sedangkan rivalnya yaitu Nurmansjah Lubis dari PKS mendapat perolehan suara sebanyak 17 suara. Sementara itu ada 2 suara yang tidak sah.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.









