
Kapolri Suyudi Kembali Mutasi 3 Kapolda, Ini Daftarnya
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali menata jajaran puncak Polri lewat rotasi tiga jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Langkah ini menyusul perombakan besar terhadap 19 Kapolda yang sudah dilakukannya tak lama setelah resmi memimpin Polri, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Rotasi terbaru dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang ditetapkan pada 10 Oktober 2026. Tiga daerah yang mendapat Kapolda baru yakni Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara (Kaltara), dan Lampung.
Daftar Pejabat yang Dirotasi
Berdasarkan surat telegram tersebut, ada tiga perubahan jabatan utama:
- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung: Irjen Agus Wijayanto, yang semula memimpin Polda Kaltara, dipindah ke Babel. Ia mengambil alih posisi dari Irjen Viktor Theodorus Sihombing yang kini menjabat Sahlisosbud Kapolri.
- Kapolda Kaltara: Kursi yang ditinggalkan Agus Wijayanto diisi Brigjen Andi Syahriful Taufik, yang sebelumnya bertugas sebagai Irwil V Irwasum Polri.
- Kapolda Lampung: Irjen Helfi Assegaf digantikan oleh Brigjen Yustan Alpiani.
Alasan di Balik Mutasi
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier anggota. Tujuannya untuk memperkuat kinerja institusi serta menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di seluruh wilayah.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangan resmi, Minggu (11/10).
Johnny juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama yang telah memberikan kontribusi bagi organisasi. Pengabdian mereka, menurutnya, diharapkan menjadi pijakan bagi pejabat baru untuk melanjutkan program serta mengangkat kinerja sesuai bidang tugasnya.
Di sisi lain, Polri berharap para pejabat pengganti mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah masing-masing, sehingga pelaksanaan tugas berjalan optimal tanpa memutus program yang sudah ada.
“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” tutupnya.
Gelombang Mutasi Sebelumnya
Sebelum gelombang ini, Suyudi sudah memulai perombakan sejak hari-hari pertama menjabat. Sebanyak 19 Kapolda dirotasi dalam Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, hanya sehari setelah ia resmi memimpin Polri.
Dari jumlah tersebut, enam di antaranya menempati posisi Kapolda di Pulau Jawa, mulai dari Kapolda Banten, Kapolda Metro Jaya, hingga Kapolda Jawa Timur.
Rotasi beruntun ini menandakan bahwa Suyudi tengah menata ulang jajaran pimpinan kepolisian sejak awal kepemimpinannya. Untuk melengkapi gambaran, simak profil Kapolri Suyudi Ario Seto, daftar lengkap 19 Kapolda yang dirotasi, serta informasi seputar struktur organisasi Polri.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










