TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Anies Unjuk Fakta Pencapaian DKI di Forum Internasional

Anies Unjuk Fakta Pencapaian DKI di Forum Internasional

By Joni Sitohang
18 Februari 2021
379
0
Anies Unjuk Fakta Pencapaian DKI di Forum Internasional

TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menjabarkan sejumlah pencapaian DKI Jakarta di bidang transportasi. Anies menyampaikan hal itu ketika menjadi salah satu pembicara di forum C40 Cities, Rabu (17/2/21) malam.

C40 Cities sendiri merupakan jaringan kota besar di dunia yang berkomitmen untuk mengatasi perubahan iklim.

“Di masa pandemi, Jakarta telah berhasil mengambil momentumnya dengan sukses mencapai beberapa tonggak masalah transportasi dan mobilitas. Antara lain, pertama, kami tidak lagi dianggap sebagai salah satu dari 10 kota teratas yang paling macet di dunia. Berdasarkan indeks lalu lintas Tomtom 2020, kami sudah berhasil turun ke posisi 31,” ujar Anies, seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : AHY Ungkap Pihak di Balik Kudeta Demokrat Ingin Pecah Belah Hubungan Baik SBY-Jokowi

Kemudian dalam acara virtual bertemakan “Overcoming the Covid-19 Crisis and Accelerating Climate Actions for the Future” yang dihelat Pemerintahan Tokyo, pada Rabu (17/2/21), Anies mengatakan jumlah pengendara sepeda di Jakarta telah meningkat hingga 10 kali lipat.

“Kami pun mendorong orang untuk mengubah pola pikir mereka tentang bersepeda, dari yang selama ini dianggap sarana olahraga atau hiburan, kini menjadi transportasi,” tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Menurut Anies, selama pandemi virus Corona (Covid-19), pihaknya juga mendorong program mobilitas untuk lebih banyak lagi. Ia menyontohkan dengan mengintegrasikan moda transportasi umum yang beragam.

Baca juga : Soal Islam Radikal, Wapres: Satu-Dua Kelompok Harus Diluruskan

“Integrasi ini berhasil melipatgandakan jumlah kursi pengendara angkutan umum harian dalam waktu tiga tahun. Ini merupakan lompatan besar. Kedua, kami menetapkan sepanjang 96 kilometer jalur sepeda yang didukung oleh 52 tempat berbagi sepeda. Selain itu, kami merencanakan sekitar 500 kilometer jalur sepeda,” terang Anies.

Anies yang sekaligus menjabat Wakil Ketua C40 ini menyebut semua upaya itu dilakukan Pemprov dengan kolaborasi dan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sektor privat, perguruan tinggi, bahkan warga.

“Mereka secara aktif ikut terlibat dalam pembangunan kota. Jadi cara kami melihat ini yakni mereka adalah co-creator pembangunan kota, sementara kami di Pemerintah Kota bertindak sebagai kolaborator. Pada 2019, kami mendeklarasikan kota kami sebagai kota kolaborasi,” kata Anies.

TagsAniesCoronaCOVID-19Gubernur DKI JakartaLSMVirus Corona

Related articles More from author

  • Soal Pemutusan Listrik dan Air Penghuni Apartemen di DKI, Anies Bisa Apa?
    Nasional

    Soal Pemutusan Listrik dan Air Penghuni Apartemen di DKI, Anies Bisa Apa?

    7 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • FPI Sebut Bagi-bagi Sembako Jokowi 'Mengundang Murka Allah', Apa Maksudnya?
    Nasional

    FPI Sebut Bagi-bagi Sembako Jokowi ‘Mengundang Murka Allah’, Apa Maksudnya?

    13 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Begini Guna Fitur 'Jejaki' dari Pemprov DKI untuk Permudah Akses Info Covid
    Nasional

    Begini Guna Fitur ‘Jejaki’ dari Pemprov DKI untuk Permudah Akses Info Covid

    24 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Tak Wajib Hadir Tiap Hari di Istana, Stafsus Milenial Jokowi Tetap Digaji 51 Juta
    Nasional

    Bikin Gaduh Lagi Soal Typo Surat, Berikut Sederet Kontroversi Stafsus Milenial Jokowi

    9 November 2020
    By Joni Sitohang
  • PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa? TIKTAK.ID - Anggota panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ecky Awal Mucharam menyatakan bahwa Pemerintah masih belum siap dengan skema pemindahan IKN. Sebab, Ecky menyebut Pemerintah tidak memberikan gambaran meyakinkan kalau IKN memang layak untuk dipindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. "Saat membahas rencananya seperti apa, master plan-nya seperti apa, itu tidak terjawab. Bahkan terkesan masih belum siap," ungkap Ecky di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/1/22), seperti dilansir Republika.co.id. Kemudian Ecky mengatakan RUU IKN berpotensi melanggar Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dia menjelaskan, hal itu karena pemerintah daerah khusus IKN bakal setingkat kementerian dan selanjutnya disebut sebagai Otorita IKN. "Naskah awal RUU ini berpotensi bertentangan dengan UUD 1945, konstitusi kita, karena memang sejak awal RUU ini ingin pemerintahan ibu kota otorita," tegas Ecky. Ecky mengklaim Indonesia tidak mengenal konsep otorita dan hal itu juga tak tercantum dalam UUD 1945. Terutama, kata Ecky, dalam Pasal 18 yang menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan provinsi dibagi atas beberapa kabupaten/kota. "Semua berkutat pada otorita saja, dan Pemerintah tetap tidak mau mundur terkait otorita. Padahal hal itu tidak ada dalam nomenklatur Pasal 18 UUD 1945," jelas Ecky. Selain itu, Ecky mengaku tidak yakin jika pemindahan dan pembangunan IKN tidak akan membebani keuangan negara. Dia menerangkan, dalam RUU IKN tak dijelaskan berapa persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dialolasikan untuk IKN. "Berbahaya dari sisi peruntukan anggaran, yang harusnya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), malah dialihkan untuk anggaran pembangunan ibu kota," ucap Ecky. Di sisi lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengapresiasi pengesahan RUU IKN menjadi Undang-Undang. Meski begitu, dia menganggap pengesahan itu tidak serta-merta membuat pemindahan IKN bisa langsung dilakukan. Suharso memaparkan, pemindahan dan pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bakal dilakukan secara bertahap. Dia juga menjamin proses pelaksanaannya akan memperhatikan kesinambungan fiskal dan skema pendanaan.
    Nasional

    Giring Unggah Lirik Oktober Bakal Ada yang Tumbang, Sindir Anies?

    21 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Demokrat Sindir Tajam Anies-Cak Imin yang Masih Pakai Nama Koalisi Perubahan
    Nasional

    Demokrat Sindir Tajam Anies-Cak Imin yang Masih Pakai Nama Koalisi Perubahan

    10 September 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Petinggi Golkar Pertanyakan Alasan UI Batalkan Disertasi Bahlil
    Nasional

    Petinggi Golkar Pertanyakan Alasan UI Batalkan Disertasi Bahlil

  • Di Tengah Situasi Pandemi Virus Corona, Jokowi: Ada Dua Kelompok yang Tidak Bisa Dilarang Mudik Lebaran
    Nasional

    Di Tengah Situasi Pandemi Virus Corona, Jokowi: Ada Dua Kelompok yang Tidak Bisa Dilarang Mudik Lebaran

  • Jerman Dukung Protes Rakyat Amerika dan Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis Peliput Unjuk Rasa
    Internasional

    Jerman Dukung Protes Rakyat Amerika dan Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis Peliput Unjuk Rasa

  • Gandeng SASC, Raisa Luncurkan Liptint 'Kau yang Teristimewa'
    Selebriti

    Gandeng SASC, Raisa Luncurkan Liptint ‘Kau yang Teristimewa’

  • Netflix Luncurkan Paket Termurah dengan Iklan Tahun Depan
    Teknologi

    Netflix Luncurkan Paket Termurah dengan Iklan Tahun Depan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.