TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Anak Buah Ungkap ‘Pembisik’ Anies dari Pihak Pemerintah Pusat Saat Putuskan PSBB DKI

Anak Buah Ungkap ‘Pembisik’ Anies dari Pihak Pemerintah Pusat Saat Putuskan PSBB DKI

By Joni Sitohang
25 Oktober 2020
470
0
Anak Buah Ungkap 'Pembisik' Anies dari Pihak Pemerintah Pusat Saat Putuskan PSBB DKI

TIKTAK.ID – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti membocorkan siapa saja yang menjadi rujukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika memutuskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), baik di awal, transisi, rem darurat, sampai transisi jilid II.

Widyastuti mengatakan, setiap Anies memutuskan kebijakan untuk DKI, semua didasari oleh masukan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dari Pemerintah Pusat. Kemudian terdapat pula masukan dari akademisi, dalam hal ini Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dan juga kondisi lapangan yang dilihat langsung oleh para Wali Kota di Provinsi DKI Jakarta.

“Kajian ini dilakukan seminggu sekali. Jadi, ketika Bapak Gubernur memutuskan intervensi itu mendengarkan dari berbagai pihak termasuk asupan kajian ilmiah. Sebab, kita melihat dengan kekuatan data menjadi penting,” ujar Widyastuti melalui Webinar Proyeksi Covid-19 dan Evaluasi PSBB Bappenas, seperti dilansir Detik.com, Jumat (23/10/20).

Baca juga : Sesalkan Lahan Pertanian jadi Real Estate, Prabowo Subianto: Apa Kita Bisa Makan Semen dan Beton?

Ia melanjutkan, terutama ketika Anies menarik rem darurat PSBB pada 9 September lalu dan mulai berlaku di 14 September. Ia pun memastikan bahwa hal itu juga didasari data dan masukan berbagai pihak. Adapun data utama yang disoroti Anies yakni jumlah ketersediaan ranjang untuk isolasi pasien Covid-19 yang semakin menipis.

“Ketika PSBB diketatkan lagi, itu memang karena kondisi pemanfaatan tempat tidur atau isolasi kita, baik isolasi yang berbasis RS atau non-RS, sudah mengalami kondisi yang luar biasa. Berdasarkan asupan dari institusi pendidikan, dan sebagainya, maka diputuskan PSBB diperketat,” ucapnya.

Widyastuti menyatakan ketika Anies menerapkan PSBB Transisi Jilid I yakni 5 Juni 2020 lalu, dan PSBB Transisi Jilid II pada 12 Oktober lalu, hal itu juga didasari masukan berbagai pihak. Ia pun memastikan, setiap memasuki masa transisi, Pemprov DKI semakin memperbanyak kapasitas Testing, Tracing, dan Treat/isolasi (3T) pada suspect/pasien Covid-19.

Baca juga : Survei IPR Soal Kinerja Kabinet Jokowi-Ma’ruf: Kepuasan Publik di Bawah 50 persen, Prabowo Paling Tinggi

“Ketika kita berani untuk memutuskan PSBB mulai dilonggarkan, tentu kami juga harus menambah kekuatan 3T. Tidak mungkin kita berani melonggarkan suatu pengetatan tanpa menambah 3T. Artinya ketika PSBB DKI pertama diberlakukan, kemudian transisi dilakukan, hal itu juga kita barengi dengan kapasitas testing, lacak, dan isolasi, di mana DKI di awal baru 8 RS, lalu menjadi 30 RS, dan 68 RS,” terang Widyastuti.

TagsAniesCoronaCOVID-19Dinas Kesehatan DKI JakartaGubernur DKI JakartaPSBBPSBB DKIVirus Corona

Related articles More from author

  • Anies Bakal Jadi Pembicara Tunggal di Rakernas Partai Ummat
    Nasional

    Anies Bakal Jadi Pembicara Tunggal di Rakernas Partai Ummat

    15 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Gara-gara Kebijakan Pencegahan Corona, SBY Tak Undang Jokowi ke Kongres Demokrat
    Nasional

    Gara-gara Kebijakan Pencegahan Corona, SBY Tak Undang Jokowi ke Kongres Demokrat

    14 Maret 2020
    By Rusli Qomar
  • Janji Jokowi Gigit Pelaku Korupsi Dana Bantuan Covid-19 Justru Menimpa Politikus PDIP
    Nasional

    Janji Jokowi Gigit Pelaku Korupsi Dana Bantuan Covid-19 Justru Menimpa Politikus PDIP

    6 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Saudi Umumkan Kuota Terbatas untuk Jemaah Haji Domestik
    Internasional

    Saudi Umumkan Kuota Terbatas untuk Jemaah Haji Domestik

    9 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sandiaga-Ridwan Kamil Jajaki Peluang Duet di Pilpres 2024
    Nasional

    Sandiaga-Ridwan Kamil Jajaki Peluang Duet di Pilpres 2024

    24 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Terima Kunjungan 80 Purnawirawan TNI-Polri, AHY Panen Dukungan Jadi Cawapres Anies
    Nasional

    Terima Kunjungan 80 Purnawirawan TNI-Polri, AHY Panen Dukungan Jadi Cawapres Anies

    4 April 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tanggapi Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’, Puan: Harus Diantisipasi dengan Baik
    Nasional

    Tanggapi Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’, Puan: Harus Diantisipasi dengan Baik

  • Kebut Program PTSL, Jokowi Bagikan 2,5 Juta Sertifikat Tanah
    Nasional

    Kebut Program PTSL, Jokowi Bagikan 2,5 Juta Sertifikat Tanah

  • Cara Alami Atasi Mata Lelah
    Tips & Tutorial

    Cara Alami Atasi Mata Lelah

  • TIKTAK.ID - Prabowo Mendadak Batalkan Kontrak Alutsista Senilai 50 Triliun, Ini Alasannya...
    Nasional

    Prabowo Mendadak Batalkan Kontrak Alutsista Senilai 50 Triliun, Ini Alasannya…

  • Usai Sowan ke Luhut Persoalkan Legalitas Kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, Subur Sembiring Dilaporkan ke Polisi
    Nasional

    Usai Sowan ke Luhut Persoalkan Legalitas Kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, Subur Sembiring Dilaporkan ke Polisi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.