TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›BRIN Soroti Masalah MBG: Penyimpanan Bahan Baku Hingga Test Kit yang Kurang Sesuai

BRIN Soroti Masalah MBG: Penyimpanan Bahan Baku Hingga Test Kit yang Kurang Sesuai

By Johan Arif
26 Oktober 2025
135
0
BRIN Soroti Masalah MBG: Penyimpanan Bahan Baku Hingga Test Kit yang Kurang Sesuai

TIKTAK.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti beberapa hal dalam program andalan Presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dipiloti Badan Gizi Nasional (BGN).

Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari Antara, beberapa di antaranya terkait tata kelola penyimpanan bahan makanan, produksi menu makanan dalam jumlah banyak, proses pengiriman MBG, sampai alat tes (test kit) di dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Deret persoalan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN, Satriyo Krido Wahono dalam gelar wicara bertajuk “Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa melalui MBG” di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/10/25).

Baca juga : 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, CELIOS Beri Skor 3 dari 10

Pertama, Satriyo mengatakan bahwa pihaknya menyoroti metode penyimpanan bahan makanan yang dipakai SPPG dalam menyiapkan menu MBG. Dia menjelaskan, BRIN mendapatkan temuan bahwa banyak orang yang merasa bahan makanan sudah pasti aman jika disimpan di dalam lemari es atau freezer.

“Biasanya menggampangkan ‘oke kita dapat barang murah. Kita simpan di freezer, kalau di freezer pasti semuanya baik-baik saja,” ungkap Satriyo.

“Padahal tidak seperti itu, karena dalam proses freezer pun bisa jadi dia bertumpuk terlalu banyak. Di bagian luar dingin, tapi di dalam panas. Panas dalam artian bakterinya tumbuh, sehingga berbahaya,” imbuhnya.

Baca juga : Minta Hakim Tolak Praperadilan Delpedro, Polda Metro: Penangkapan Tersangka Sesuai Aturan

Kemudian, Satriyo menyoroti proses penyimpanan dan pengiriman saat makanan sudah matang. Salah satu persoalannya, kata Satriyo, disebabkan keterbatasan kendaraan yang dimiliki SPPG untuk mengangkut makanan yang sudah diproduksi dalam jumlah ribuan porsi.

Satriyo menjelaskan, sebelum proses evaluasi dari BGN, setiap SPPG umumnya memproduksi 3 ribu porsi untuk diantarkan ke sejumlah titik sekolah.

“Kadang ada keterbatasan juga, seperti jumlah mobilnya hanya sedikit. Padahal didistribusikan banyak, sehingga waktu distribusi itu memakan waktu prime dari makanan, di mana harus dua hingga empat jam maksimal itu sudah harus dikonsumsi. Jika distribusinya telat, ya otomatis dia akan lebih (berkurang kualitasnya),” tutur Satriyo.

Baca juga : Kepala Daerah Wajib Penuhi Syarat dari Purbaya Jika Ingin Tambah Dana TKD

Tidak hanya itu, BRIN menemukan masih ada SPPG yang memakai test kit secara salah dalam menyiapkan menu MBG.

“Saya sempat nonton feature dari salah satu SPPG, sifat test kit-nya masih gebyah-uyah. Gebyah-uyah itu ya pokoknya satu jenis test kit dijalankan untuk semua jenis makanan,” terang Satriyo.

Padahal, Satriyo menyatakan satu test kit tidak bisa digunakan untuk makanan yang berbeda-beda. Dia menegaskan, penggunaan test kit bakal tergantung dengan jenisnya baik makanan berbentuk daging, ikan, dan lain sebagainya.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsBadan Gizi NasionalBGNBRINMakan Bergizi GratisMBGPresiden PrabowoSPPG

Related articles More from author

  • PDIP Minta Gibran Ngantor Lama di Papua untuk Hargai Jokowi
    Nasional

    PDIP Minta Gibran Ngantor Lama di Papua untuk Hargai Jokowi

    10 Juli 2025
    By Johan Arif
  • Prabowo Minta Maaf Soal Program Makan Bergizi Gratis yang Belum Merata
    Nasional

    Prabowo Minta Maaf Soal Program Makan Bergizi Gratis yang Belum Merata

    23 Januari 2025
    By Joni Sitohang
  • PM Singapura Kunjungi Istana, Prabowo Serukan Setop Kejahatan Israel atas Palestina dan Lebanon
    Nasional

    PM Singapura Kunjungi Istana, Prabowo Serukan Setop Kejahatan Israel atas Palestina dan Lebanon

    12 November 2024
    By Joni Sitohang
  • Prabowo Ogah Dicap Dibohongi Menteri-menterinya
    Nasional

    Prabowo Ogah Dicap Dibohongi Menteri-menterinya

    28 April 2025
    By Johan Arif
  • Jokowi Buka Suara Soal Mantan Presiden Diminta Jadi Pengawas Danantara
    Nasional

    Jokowi Buka Suara Soal Mantan Presiden Diminta Jadi Pengawas Danantara

    26 Februari 2025
    By Joni Sitohang
  • Prabowo Turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp10 Ribu, Istana Beri Penjelasan
    Nasional

    Prabowo Turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp10 Ribu, Istana Beri Penjelasan

    4 Desember 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Besan Amien Rais Maju Caketum PAN Lagi, Hubungan Antar Mereka Retak?
    Nasional

    Pucuk Pimpinan PAN Berombongan Sowan ke Jokowi, Amien Rais: Ngemis-ngemis, Memalukan!

  • PDIP Minta Anies Tidak Kompetisi Lawan Jokowi, Apa Maksudnya?
    Nasional

    PDIP Tuduh Anies Tak Tegas Terapkan PSBB karena Tak Pernah Tinjau Langsung Lapangan

  • TIKTAK.ID - Pimpinan DPRD DKI Sekaligus Putri Zulhas Sarankan Nadiem Segera Mundur, Kenapa?
    Nasional

    Pimpinan DPRD DKI Sekaligus Putri Zulhas Sarankan Nadiem Segera Mundur, Kenapa?

  • MHA Ungkap Alasan Tolak UAS Masuk Singapura: Kerap Ajarkan Ekstremisme dan Memecah Belah
    Nasional

    MHA Ungkap Alasan Tolak UAS Masuk Singapura: Kerap Ajarkan Ekstremisme dan Memecah Belah

  • Obat Alami untuk Batuk Berdahak, Mudah Dibuat di Rumah
    Tips & Tutorial

    Obat Alami untuk Batuk Berdahak, Mudah Dibuat di Rumah

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.