TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Soroti Isu Reshuffle Kabinet, PKS: Jangan Jadi Ajang Atur Ulang Peta Politik

Soroti Isu Reshuffle Kabinet, PKS: Jangan Jadi Ajang Atur Ulang Peta Politik

By Johan Arif
23 April 2021
361
0
Banyak Pihak Sebut Prabowo Pengkhianat, PKS: Diusut Saja

TIKTAK.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut buka suara terkait isu perombakan atau reshuffle Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang belakangan ini ramai diperbincangkan publik. PKS pun berharap Jokowi dapat memilih sosok yang memiliki komitmen dan integritas.

“Bismillah, selama satu pekan terakhir ini isu reshuffle Kabinet Kerja ramai di publik. Dalam beberapa kesempatan saya telah mengingatkan, jangan ada politik dagang sapi. Sosok yang memiliki komitmen, integritas, moralitas, serta intelektualitas diperlukan. Ini harus menjadi perhatian Pak Jokowi,” ujar Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera seperti dilansir Sindonews.com melalui akun Twitternya, @MardaniAliSera, Rabu (21/4/21).

Kemudian Mardani juga berharap agar Jokowi menyadari bahwa dirinya sudah tidak lagi memiliki beban politik seperti periode pertama. Untuk itu, Mardani mempersilakan Jokowi untuk melakuan reshuffle, selama hasilnya bermanfaat untuk rakyat. Salah satunya, kata Mardani, berupaya mempercepat penanganan Covid-19.

“Tidak ada beban politik seperti periode pertama, salah satu yang mesti Pak Jokowi sadari. Silakan reshuffle. Namun pastikan hasilnya bermanfaat bagi rakyat, bagi percepatan penanganan Covid-19, perekonomian yang kian membaik, makin adil, dan yang utama rakyat merasa negara hadir di negeri ini,” tutur Mardani.

Mardani mengatakan, jika reshuffle benar terjadi, maka momen ini terhitung hanya berjarak empat bulan dari reshuffle lalu, yakni Desember 2020. Ia pun menginginkan dinamika tersebut menjadi pertanda keseriusan Pemerintah dalam mengatur urusan publik.

“Jangan sampai reshuffle ini hanya menjadi ajang mengatur ulang peta politik,” tegas Mardani.

Ia menjelaskan, sebagai seorang Presiden, Jokowi tentu mempunyai visi, misi, dan target. Oleh sebab itu, ia menilai evaluasi harus mendengar dari berbagai pihak. Sebab, ia menganggap publik tidak ingin menteri yang diganti kelak merupakan mereka yang sebenarnya sudah membangun fondasi kokoh.

“Mungkin yang bersangkutan tidak populer, namun sebetulnya sudah bekerja sangat keras,” terang Mardani.

Seperti diketahui, sempat beredar kabar mengenai Jokowi akan melakukan reshuffle Kabinet pada Rabu, 21 April pekan ini. Terdapat pula isu 5 atau 6 menteri belum termasuk 1 Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan dirombak, ada yang diganti dan digeser.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsJokowiMenteri JokowiPartai Keadilan SejahteraPKSPresiden Joko WidodoReshuffle Kabinet

Related articles More from author

  • Eks Ketum Muhammadiyah Ikut Angkat Bicara Soal Penunjukan Calon Kapolri oleh Jokowi
    Nasional

    Eks Ketum Muhammadiyah Ikut Angkat Bicara Soal Penunjukan Calon Kapolri oleh Jokowi

    14 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Pengamat: Jokowi Minta Kritik Pedas-Keras tapi Novel Baswedan Baru Kritik Ringan Langsung Dipolisikan, Apa Nggak Ngeri?
    Nasional

    Pengamat: Jokowi Minta Kritik Pedas-Keras tapi Novel Baswedan Baru Kritik Ringan Langsung Dipolisikan, Apa Nggak Ngeri?

    13 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Tokoh Publik Paling Dikagumi 2019 Jatuh Kepada... Susi Pudjiastuti!
    Nasional

    Tokoh Publik Paling Dikagumi 2019 Jatuh Kepada… Susi Pudjiastuti!

    19 Desember 2019
    By Rusli Qomar
  • Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah, Pascatemuan Kasus Omicron Perdana di Indonesia
    Nasional

    Kepuasan Publik atas Kinerja Jokowi Turun Drastis, Imbas Minyak Goreng Langka?

    29 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Ungkap RI Bisa Raup Rp 300 T Jika Berhasil Setop Ekspor Nikel
    Nasional

    Jokowi Ungkap RI Bisa Raup Rp 300 T Jika Berhasil Setop Ekspor Nikel

    21 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Pendiri Jaringan Nusantara Ingin Surya Paloh Segera Kunjungi Demokrat-PKS
    Nasional

    Pendiri Jaringan Nusantara Ingin Surya Paloh Segera Kunjungi Demokrat-PKS

    4 Februari 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Waspadai Gejala Miom pada Wanita
    Tips & Tutorial

    Waspadai Gejala Miom pada Wanita

  • Mahfud MD: Gelar Tarawih Bersama Tak Langgar Hukum tapi Bisa Dijatuhi Pidana, Kok Bisa?
    Nasional

    Mahfud MD: Gelar Tarawih Bersama Tak Langgar Hukum tapi Bisa Dijatuhi Pidana, Kok Bisa?

  • Antisipasi Covid Bertahan Hingga Tahunan, Jokowi Minta Disiapkan Road Map
    Nasional

    Antisipasi Covid Bertahan Hingga Tahunan, Jokowi Minta Disiapkan Road Map

  • Usai ‘Star-Up’, Suzy Comeback Lewat Drama ‘Anna’
    Selebriti

    Usai ‘Start-Up’, Suzy Comeback Lewat Drama ‘Anna’

  • Mantan Presiden Yaman, Abdrabbuh Mansur Hadi
    Internasional

    WSJ Sebut Mantan Presiden Yaman Menjadi Tahanan Rumah di Saudi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.