TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Negara Miskin Berburu Vaksin

Negara Miskin Berburu Vaksin

By Bagas F Sinaga
8 Februari 2021
431
0
Negara Miskin Berburu Vaksin

TIKTAK.ID – Dengan terus menganasnya virus Corona, negara kecil lelah untuk menunggu giliran mendapatkan vaksin melalui program Perserikatan Bangsa-Bangsa, sehingga mereka mencari jalan keluar masing-masing untuk berburu vaksin melalui kesepakatan pribadi.

Salah satunya adalah Honduras. Negara itu “tidak dapat menunggu proses birokrasi” untuk memberikan “ketenangan” kepada warga yang menunggu untuk vaksin Covid-19, kata Presiden Dewan Bisnis Swasta Honduras, Juan Carlos Sikaffy yang membantu menyelesaikan pembelian vaksin dengan menyediakan jaminan bank, seperti yang dilaporkan the Associated Press, Sabtu (6/2/21).

Tidak seperti wabah penyakit di masa lalu, yang banyak negara miskin umumnya menunggu vaksin dikirimkan oleh PBB dan organisasi lain, kini banyak yang mengambil tindakan sendiri. Situasi ini membuat para ahli semakin khawatir bahwa upaya mandiri ini dapat merusak program PBB untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada orang-orang yang paling membutuhkan di seluruh dunia.

Negara-negara miskin seperti Serbia, Bangladesh, dan Meksiko baru-baru ini mulai memvaksinasi warganya melalui donasi atau kesepakatan komersial -sebuah pendekatan yang dapat menyisakan lebih sedikit vaksin untuk program yang dikenal sebagai COVAX, karena negara-negara kaya telah mengambil sebagian besar pasokan vaksin untuk tahun ini.

Dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia, sebuah koalisi untuk kesiapsiagaan epidemi yang dikenal sebagai CEPI dan aliansi vaksin yang disebut GAVI, COVAX dibentuk untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 secara adil. Negara dapat bergabung untuk membeli vaksin atau mendapatkan suntikan sumbangan.

Seorang diplomat di misi Afrika Selatan di Jenewa, Mustaqeem De Gama mengatakan “tingkat keputusasaan” ini dipicu oleh penyebaran varian virus dan “ketidakpastian kapan vaksin COVAX mungkin tiba”. Dia meragukan bahwa negara-negara yang mendaftar untuk COVAX “bahkan akan mendapatkan 10% dari apa yang mereka butuhkan”.

Bahkan jika upaya tersebut berhasil, tujuan yang dinyatakan COVAX adalah memvaksinasi kurang dari 30% orang di negara miskin, yang berarti bahwa Pemerintah harus mencari sumber lain untuk mendapatkan suntikan yang cukup untuk mencapai kekebalan kelompok di negaranya.

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic mengatakan negaranya terpaksa memotong kesepakatannya sendiri setelah menyaksikan negara-negara kaya berebut untuk mendapatkan kesempatan langka mendapatkan vaksin. Dia mengkritik negara yang, katanya, membeli lebih banyak dosis vaksin daripada yang mereka butuhkan.

“Seolah-olah mereka berniat untuk memvaksinasi semua kucing dan anjing mereka,” katanya.

Meskipun Serbia telah membayar 4 juta Euro untuk COVAX pada tahun lalu, namun mereka belum menerima suntikan vaksinasi jenis apa pun. Akhirnya pada bulan lalu mereka memulai kampanye imunisasi dengan vaksin dari Pfizer, Sinopharm China, dan Rusia.

Penundaan produksi baru-baru ini di Eropa meningkatkan kekhawatiran terkait apakah produsen vaksin akan dapat memenuhi pesanan berlipat ganda.

“Ada begitu banyak kesepakatan yang ditandatangani sehingga saya pikir sulit untuk melihat bagaimana jumlahnya bisa bertambah untuk semua dosis yang dipesan agar benar-benar diproduksi di masa mendatang,” kata pakar kesehatan masyarakat dan Wakil Presiden Eksekutif dari Pusat Perkembangan Global, Amanda Glassman.

Meksiko mulai memvaksinasi petugas kesehatan mereka pada Desember lalu karena perjanjian pembelian langsung dengan Pfizer, tetapi kemajuannya lambat. Dalam beberapa minggu terakhir, negara itu memberikan persetujuan darurat untuk vaksin Sputnik V Rusia, tetapi mengatakan bahwa batch pertama kemungkinan akan tiba pada bulan ini.

Penasihat kebijakan vaksin senior di Doctors Without Borders, Kate Elder mengatakan negara berkembang tidak boleh dikritik karena mengamankan kes…

TagsBerita Dunia Hari IniNegara MiskinVaksin CoronaVaksin Covid-19

Related articles More from author

  • Teror Serangan Pisau Terus Berlanjut di Jepang
    Internasional

    Teror Serangan Pisau Terus Berlanjut di Jepang

    16 November 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Johan Carlson
    Internasional

    Politisi dan Pejabat Swedia Ramai-ramai Tertangkap Basah Langgar Protokol Kesehatan

    30 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • AS Kecam Uji Coba Rudal Angkasa Rusia
    Internasional

    AS Kecam Uji Coba Rudal Angkasa Rusia

    23 November 2021
    By William Putra Wijaya
  • Protes Pembatasan Covid di Belanda, 40 Orang Ditangkap
    Internasional

    Protes Pembatasan Covid di Belanda, 40 Orang Ditangkap

    24 November 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Siti Fadilah: Vaksinasi Berjalan, Angka Kematian Covid Kok Bertambah?
    Nasional

    Siti Fadilah: Vaksinasi Berjalan, Angka Kematian Covid Kok Bertambah?

    2 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • Parlemen Aljazair Usulkan RUU Larang Promosikan Normalisasi dengan Israel
    Internasional

    Parlemen Aljazair Usulkan RUU Larang Promosikan Normalisasi dengan Israel

    2 Januari 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • PKS Bikin Istilah 'Zionis Nusantara', PKB Hingga Nasdem Protes: Pelesetan Ngaco!
    Nasional

    PKS Bikin Istilah ‘Zionis Nusantara’, PKB Hingga Nasdem Protes: Pelesetan Ngaco!

  • Survei Ungkap Prabowo Jadi Sosok Pemersatu di Tengah Polarisasi Politik, Bagaimana Anies dan Ganjar?
    Nasional

    Simulasi Head to Head Survei Indo Riset: Prabowo Kalahkan Anies dan Ganjar

  • Sekjen PKN Tepis Dugaan Dendam ke Demokrat
    Nasional

    Sekjen PKN Tepis Dugaan Dendam ke Demokrat

  • Pimpinan Khilafatul Muslimin Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Menentang Pancasila
    Nasional

    Pimpinan Khilafatul Muslimin Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Menentang Pancasila

  • Apa Saja Kontribusi RI atas Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza?
    Nasional

    Apa Saja Kontribusi RI atas Resolusi PBB untuk Gencatan Senjata di Gaza?

Artikel Terbaru

  • Dukcapil Genjot Kepemilikan KIA dan Aktivasi IKD Hingga ke Desa 30 September 2026
  • 9 Cara Mengatasi Kamera HP Buram Tanpa Harus ke Tukang Servis 30 September 2026
  • Pemerintah Kaji Upaya Atasi Over Capacity Lapas Napi Narkoba 30 September 2026
  • Cara Menggunakan Password Manager di HP agar Akun Tetap Aman 30 September 2026
  • Cara Menjaga Postur Tubuh agar Tidak Mudah Bungkuk 30 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,947)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,227)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.