TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Gandeng Prabowo-Sandi Jadi Menteri, PKS Sebut Eksperimen Jokowi Bahayakan Demokrasi

Gandeng Prabowo-Sandi Jadi Menteri, PKS Sebut Eksperimen Jokowi Bahayakan Demokrasi

By Joni Sitohang
27 Desember 2020
639
0
Gandeng Prabowo-Sandi Jadi Menteri, PKS Sebut Eksperimen Jokowi Bahayakan Demokrasi

TIKTAK.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut angkat bicara terkait langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah mengajak lawannya dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, untuk bergabung dalam Kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan fenomena itu cukup membahayakan demokrasi karena bisa mengurangi kekuatan oposisi. Pasalnya, ia menilai dalam negara demokrasi tetap membutuhkan oposisi sebagai check and balance.

“Secara personal kita mendoakan secara amanah, sukses. Tapi dalam konteks membangun demokrasi yang sehat, maka bagi saya eksperimen Pak Jokowi mengajak Pak Prabowo dan dan Pak Sandi ini berbahaya untuk demokrasi,” ujar Mardani melalui akun YouTube PKS TV, seperti dilansir kumparan, Sabtu (26/12/20).

Baca juga : Ketum ABI Sambut Baik Janji Menag Lindungi Minoritas Sesuai Amanat Konstitusi

Ia menyatakan demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang mampu menghadirkan oposisi yang kuat dan dapat mengakomodir rakyat. Menurutnya, penggabungan koalisi itu menyebabkan suara-suara atau gagasan dari kelompok oposisi kurang terdengar.

Sebab, kata Mardani, pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak. Padahal, ada gagasan dari masyarakat yang juga harus diakomodir, apalagi jika tak sesuai dengan kebijakan yang diputuskan Pemerintah. Ia pun mencontohkan Omnibus Law yang diputuskan Pemerintah tapi mendapatkan penolakan dari banyak kelompok masyarakat.

Mardani menjelaskan, secara etika dan logika sudah seharusnya Prabowo-Sandi dan para pendukungnya tetap menjadi oposisi. Dengan begitu, keduanya bisa menjadi penyeimbang Pemerintah dalam memberikan gagasan-gagasan untuk kemajuan bersama.

Baca juga : Menag Yaqut Janji Beri Perlindungan ke Warga Minoritas, MUI Kebakaran Jenggot

“Untuk itu, saya selalu menyebut etika dan logika politiknya semua partai politik dan figur pendukung Prabowo-Sandi ada di di barisan kami oposisi, karena Prabowo-Sandi dapat 44 persen Pak Jokowi 55 persen,” terangnya.

“Pak Jokowi ingat loh, pada 2014 mendapat 54 persen, sekarang 55 persen. Hanya naik 1 persen itu bukan prestasi luar biasa yang incumbent,” imbuhnya.

Mardani menegaskan bahwa dalam konteks ini, PKS tak akan terpengaruh. Ia melanjutkan, meski suara oposisi kecil, namun partainya akan tetap berada di jalur tersebut. Ia beranggapan hal itu agar Indonesia menjadi negara demokrasi yang berada pada jalurnya.

Baca juga : Fahri Hamzah Sesalkan Sikap Diam Prabowo setelah Berkoalisi dengan Jokowi

“Kalau tidak ada oposisi, maka tidak ada check and balance, tidak ada yang menjaga. Kasian publik, akan ada satu kondisi di mana penguasa itu betul-betul merasa menjadi penguasa tunggal. Tidak ada yang kontrol. Hal itu jadi tirani dan berbahaya,” ungkapnya.

TagsdemokrasiJokowiMenteriPKSPrabowoSandiaga Uno

Related articles More from author

  • Tak Cuma Panen Kritikan, Hinaan Rocky Gerung ke Jokowi Berujung Laporan Polisi
    Nasional

    Tak Cuma Panen Kritikan, Hinaan Rocky Gerung ke Jokowi Berujung Laporan Polisi

    4 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Bantah Isu Duet Prabowo-Puan, PDIP Pastikan Ajukan Capres di 2024
    Nasional

    Bantah Isu Duet Prabowo-Puan, PDIP Pastikan Ajukan Capres di 2024

    30 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Benarkah PKS Tolak Setujui RUU HIP? Berikut Klarifikasinya
    Nasional

    Benarkah PKS Tolak Setujui RUU HIP? Berikut Klarifikasinya

    28 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Silaturahmi ke Habib Syech di Solo, Prabowo Dapat Pesan Penting
    Nasional

    Silaturahmi ke Habib Syech di Solo, Prabowo Dapat Pesan Penting

    24 April 2023
    By Joni Sitohang
  • PKS Terus Rayu Golkar Gabung Koalisi Perubahan
    Nasional

    PKS Terus Rayu Golkar Gabung Koalisi Perubahan

    27 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • Dituding Dalangi ‘Jokowi End Game’, Aktivis ini Kena Teror Doxing dan Diancam Dibunuh
    Nasional

    Dituding Dalangi ‘Jokowi End Game’, Aktivis ini Kena Teror Doxing dan Diancam Dibunuh

    29 Juli 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Anies Didukung 'Nyapres', Gerindra Tetap Jagokan Prabowo
    Nasional

    Pengamat Prediksi Prabowo-Anies Pecah Kongsi di 2024

  • Cak Imin Siap Ajak Golkar Gabung Koalisi PKB-Gerindra
    Nasional

    Cak Imin Siap Ajak Golkar Gabung Koalisi PKB-Gerindra

  • Demokrat Sebut Yusril Pakai Hukum Hitler di Perkara AD/ART
    Nasional

    Demokrat Sebut Yusril Pakai Hukum Hitler di Perkara AD/ART

  • Erick Thohir Copot Dirut Asabri, Benarkah Ada Campur Tangan dan Deal Khusus dengan Prabowo?
    Nasional

    Erick Thohir Copot Dirut Asabri, Benarkah Ada Campur Tangan dan Deal Khusus dengan Prabowo?

  • Dahlan Iskan Sebut Temuan Radiasi Nuklir Serpong Bikin Ambyar dan Malu Bangsa
    Nasional

    Dahlan Iskan Sebut Temuan Radiasi Nuklir Serpong Bikin Ambyar dan Malu Bangsa

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.