TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Dahlan Iskan Sebut Temuan Radiasi Nuklir Serpong Bikin Ambyar dan Malu Bangsa

Dahlan Iskan Sebut Temuan Radiasi Nuklir Serpong Bikin Ambyar dan Malu Bangsa

By Johan Arif
17 Februari 2020
838
0
Dahlan Iskan Sebut Temuan Radiasi Nuklir Serpong Bikin Ambyar dan Malu Bangsa

TIKTAK.ID – Lewat laman resminya, Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapepeten) pada Jumat (14/2/20) mengumumkan ada paparan radiasi nuklir di perumahan Batam Indah I, komplek rumah dekat Puspitek Serpong.

Temuan tersebut membuat heboh publik di Tanah Air. Termasuk Dahlan Iskan, mantan Dirut PT PLN (Persero). Dia merasa kecewa bila benar ada kebocoran radiasi di perumahan berjarak 3 kilometer dari laboratorium mini nuklir milik Batan tersebut.

Baca juga: Berapa Sih Besaran Gaji Dirut TVRI yang Jadi Rebutan 30 Orang?

Mantan menteri BUMN itu berkomentar bahwa peristiwa tersebut memalukan bangsa. Harapan untuk memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir pun ambyar. Apalagi bila dalam peristiwa ini ada tindakan kriminal, yakni pencurian produk nuklir dari laboratorium Batan.

Hal itu diungkapkan Dahlan Iskan melalui tulisan di blog-nya, Disway.id berjudul “Radiasi Serpong”.

Berikut ini tulisan lengkapnya:

Kalau benar, ini sangat mencoreng ilmuwan kita. Bahkan negara kita.

Bagaimana bisa –seperti diumumkan lembaga pengawas nuklir Indonesia kemarin –ditemukan sumber radiasi nuklir di perumahan di Serpong, dekat Jakarta.

Tepatnya di sebuah tanah kosong di komplek perumahan Batan Indah.

Itulah perumahan yang dibangun untuk dibeli karyawan yang terkait dengan Pusat Penelitian Teknologi (Puspitek) Serpong.

Di kawasan lebih 200 hektar itu ada Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), ada reaktor nuklir skala kecil, ada Badan Pengawas Nuklir (Bapeten), ada BUMN Industri Nuklir Indonesia (PT Inuki), dan ada Institut Teknologi Indonesia (ITI).

Tanggal 30 dan 31 Januari lalu Bapeten mencoba alat yang baru dibeli. Yakni alat pendeteksi radiasi.

Sudah menjadi kewajiban Bapeten untuk memonitor bocor tidaknya reaktor nuklir milik Batan di situ.

Umur reaktor itu sudah 40 tahun. Tapi belum bisa dikatakan tua untuk usia sebuah reaktor. Hanya teknologinya yang sudah agak ketinggalan.

Daerah yang diperiksa alat itu meliputi sekitar stasiun kereta api Serpong, ITI, Puspitek, dan sekitarnya.

Semuanya aman. Tidak terdeteksi adanya radiasi.

Tapi ketika membawa alat itu ke komplek perumahan Batan Indah muncullah tanda: ada radiasi di situ.

Ini sebuah keanehan yang menggelikan.

Di sekitar reaktor sendiri tidak ditemukan adanya radiasi. Justru di perumahan yang jauh terdeteksi radiasi. Jarak Batan Indah dengan reaktor itu sekitar 3 kilometer.

Ini sungguh lelucon yang menjengkelkan. Terutama bagi kita yang concern bahwa nuklir adalah masa depan kita.

Ambyar!

Ketika alat pendeteksi itu dibawa keliling di Batan Indah ditemukanlah titik pusat radiasi. Di situlah sumber radiasi itu: di sebuah tanah kosong di sela-sela rumah.

Di situlah sinyal terkuat radiasi muncul: di dalam tanah di situ.

Bapeten pun melakukan penggalian. Di situlah terkubur benda-benda yang pernah berhubungan dengan produk nuklir.

Kelihatannya itu bukan kuburan baru. Tapi tidak diketahui sudah berapa lama terkubur di situ.

Kalau pun ada orang yang sudah terkena radiasi juga belum diketahui sudah berapa lama terkenanya.

Demikian juga pohon-pohon di sekitarnya. Terutama pohon buah: sudah berapa tahun mengisap radiasi dari dalam tanah itu.

Bapeten sudah benar: prioritasnya adalah mengatasi persoalan dulu. Bapeten segera memasang pita kuning di sekeliling lokasi itu. Agar tidak ada orang yang memasuki tanah kosong tersebut.

Langkah berikutnya: mengambil tanah yang sudah terpapar radiasi. Tanah itu dimasukkan drum berpenutup rapat.

Sampai kemarin sudah terkumpul 52 drum tanah yang bisa diamankan. Yakni drum berukuran 100 liter.

Hasil deteksi terakhir Sabtu kemarin menyebutkan radiasi di situ sudah berkurang 30 persen. Masih diperlukan 20 hari lagi untuk menghilangkan semua itu.

Setelah ini barulah dicari jawaban atas banyak pertanyaan berikut ini:

Bagaimana ceritanya sumber radiasi itu bisa sampai di situ. Sudah berapa lama di situ. Berapa orang dan berapa pohon yang sudah terpapar di luar batas yang diperbolehkan. Dugaan saya: ada orang yang mencuri produk nuklir.

Kalau yang dicuri itu senjata nuklir tentu sudah seperti di film Hollywood. Tapi, di Serpong, kan tidak pernah dibuat senjata nuklir.

Yang pernah dibuat di Serpong adalah radio isotop. Yakni nuklir untuk kedokteran. Yang bisa dipakai untuk mendeteksi kanker itu.

Maka, apakah ada yang mencuri radio isotop?

Sungguh pertanyaan yang tidak sampai hati dikemukakan. Sekaligus bikin malu bangsa: masak iya sih sampai ada yang mencuri produk nuklir?

Korupsi Jiwasraya saja sudah sangat memalukan. Tapi kan masih tergolong biasa: ahli keuangan mencuri uang.

Tapi mencuri nuklir? Pengarang novel pun tidak akan pernah punya ide cerita fiksi seperti itu.

Dan ini bukan fiksi.

Berarti, pencurinya orang dalam. Jangan-jangan yang tinggalnya juga di perumahan itu!

Orang dalam mana?

Tidak mungkin orang Bapeten. Tidak mungkin orang Batan. Tidak mungkin orang ITI.

Tidak mungkin Benny Tjokrosaputro.

Ups… Ia kan orang luar.

Yang sangat mungkin adalah: ia orang BUMN.

Tinggal dicari tahu: Kapan? Tahun berapa?

Jangan-jangan sewaktu saya menjadi menteri BUMN!

Saya begitu sedih membaca siaran pers Bapeten kemarin.

Ini pasti menjadi berita dunia –khususnya dunia nuklir. Kok ada produk nuklir bisa dicuri! Betapa bobrok kita ini.

Lantas, bagaimana kita bisa mendapat izin internasional di bidang nuklir kalau mereka tahu kelakuan orang kita seperti itu?

Mereka pasti mempertanyakan: bagaimana dunia bisa aman kalau Indonesia diberi ijin nuklir? Apakah bisa dipercaya untuk menjaganya dengan baik?

Jiwasraya telah begitu kuat memukul diri kita. Pencurian produk nuklir ini begitu dalam memukul batin kita.

Itu kalau benar ada pencurian. Dan rasanya benar!

Mungkin.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsBadan Pengawas Teknologi NuklirBapepetenDahlan IskanPaparan RadiasiPuspitek SerpongRadiasi Nuklir

Related articles More from author

  • Dahlan Iskan: Ade Armando Tenggelamkan Isu Utama yang Diperjuangkan Mahasiswa
    Nasional

    Dahlan Iskan: Ade Armando Tenggelamkan Isu Utama yang Diperjuangkan Mahasiswa

    16 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Dahlan Iskan Disebut Jadi Tersangka Kasus Penggelapan, Kuasa Hukum Buka Suara
    Nasional

    Dahlan Iskan Disebut Jadi Tersangka Kasus Penggelapan, Kuasa Hukum Buka Suara

    11 Juli 2025
    By Johan Arif
  • Dahlan Iskan: BBM Dunia Sudah Turun Harga di Indonesia Masih Tetap, Ibarat Rakyat Sudah Susah Masih Dipaksa Bersedekah ke Pertamina
    Nasional

    Dahlan Iskan: BBM Dunia Sudah Turun Harga di Indonesia Masih Tetap, Ibarat Rakyat Sudah Susah Masih Dipaksa Bersedekah ke Pertamina

    4 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Dahlan Iskan: Usul Ahok Bubarkan Kementerian BUMN, Ide Usang yang Dimunculkan Kembali
    Nasional

    Dahlan Iskan: Usul Ahok Bubarkan Kementerian BUMN, Ide Usang yang Dimunculkan Kembali

    19 September 2020
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Viral di Medsos Prabowo Peringatkan Gatot Nurmantyo 'Jangan Bikin Kisruh Indonesia', Benarkah?
    Nasional

    Viral di Medsos Prabowo Peringatkan Gatot Nurmantyo ‘Jangan Bikin Kisruh Indonesia’, Benarkah?

    22 Agustus 2020
    By Adam Humain
  • Puan Matikan Mikrofon Legislator Demokrat Saat Bahas Omnibus Law, Pengamat: Kekanak-kanakan!
    Nasional

    Puan Matikan Mikrofon Legislator Demokrat Saat Bahas Omnibus Law, Pengamat: Kekanak-kanakan!

    6 Oktober 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Partai Nasdem Lebih Pilih Anies Baswedan Ketimbang Ridwan Kamil untuk Pilpres 2024?
    Nasional

    Partai Nasdem Lebih Pilih Anies Baswedan Ketimbang Ridwan Kamil untuk Pilpres 2024?

  • Prabowo dan Megawati Dijadwalkan Bertemu Januari Ini, Muzani: Semakin Cepat, Semakin Baik
    Nasional

    Prabowo dan Megawati Dijadwalkan Bertemu Januari Ini, Muzani: Semakin Cepat, Semakin Baik

  • Reuni dengan Esom di Drama ‘Black Night’, Ini Kata Kim Woo Bin
    Selebriti

    Reuni dengan Esom di Drama ‘Black Night’, Ini Kata Kim Woo Bin

  • DPR Desak Bentuk Pansus Keamanan Siber Usai Peretasan PDNS
    Nasional

    DPR Desak Bentuk Pansus Keamanan Siber Usai Peretasan PDNS

  • iPhone 13 Hijau Dijual di Indonesia, Harga 15 Jutaan
    Teknologi

    iPhone 13 Hijau Dijual di Indonesia, Harga 15 Jutaan

Artikel Terbaru

  • Profil Veddriq Leonardo: Biodata, Karier, dan Prestasi 30 September 2026
  • Pemerintah Serahkan DIM RUU LLAJ ke Komisi V DPR 30 September 2026
  • Apa Itu Sinyal GPS di HP dan Cara Memperkuat Sinyalnya 30 September 2026
  • Dukcapil Genjot Kepemilikan KIA dan Aktivasi IKD Hingga ke Desa 30 September 2026
  • 9 Cara Mengatasi Kamera HP Buram Tanpa Harus ke Tukang Servis 30 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (11)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,948)
  • Olahraga (1,136)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,227)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.