
TIKTAK.ID – Putra Presiden Jokowi Widodo, Gibran Rakabuming Raka terus memperluas bisnis kulinernya. Ia baru saja menguatkan bisnis waralaba atau franchise kuliner di bawah brand Gaaram dengan menu andalannya, Ayam Batubara.
Gibran setidaknya perlu waktu 3-4 bulan untuk mengembangkan brand Gaaram yang merupakan gabungan dua manajemen, Goola dan Mangkokku.
Soal Ayam Batubara yang fenomenal, Gibran mengaku nama itu terinspirasi dari banyaknya gosip yang muncul bahwa dia dan keluarganya punya bisnis batubara. Menu berbahan dasar daging ayam dibalut bumbu tertentu hingga berwarna hitam itulah yang kemudian diidentikkan dengan warna batubara.
Baca juga: Mungkinkah Gibran Putra Jokowi Duet dengan Didit Putra Prabowo?
Gibran mengajak anak muda saat ini mulai berani mengembangkan usaha. Sebab, dulu ia menjadi yang paling muda dalam menjalankan bisnis, kini sudah 10 tahun dan kondisinya sudah berbeda jauh. Ia pun mendukung sang adik, Kaesang Pangarep agar lebih sukses dari dirinya dalam membangun usaha.
“Muda itu tidak hanya bercerita tentang umur saja, namun juga cara berpikir dalam berkreasi, berinovasi, dan bergerak untuk terus maju,” kata Gibran.
Baca juga: Siap Bantu Pulangkan Habib Rizieq, Prabowo Akan Segera Temui Jokowi
Isu bisnis batubara keluarga Jokowi makin mencuat beberapa bulan lalu, berbarengan dengan rilis film Sexy Killer produksi Watchdoc yang bercerita tentang energi sebagai salah satu proyek strategis nasional. Dalam film itu muncul nama PT Rakabu Sejahtera, perusahaan tambang yang didirikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo dan ada nama Kaesang Pangarep sebagai pengelola perusahaan tersebut. Diungkap pula dalam film yang sama bahwa sebagian saham lainnya dimiliki Luhut Binsar Pandjaitan melalui perusahaan tambang PT Toba Sejahtera.
Baca juga: Inikah Penyebab Susi ‘Ditenggelamkan’ Jokowi?
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










