TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Inikah Penyebab Susi ‘Ditenggelamkan’ Jokowi?

Inikah Penyebab Susi ‘Ditenggelamkan’ Jokowi?

By Adam Humain
26 Oktober 2019
3367
0
Susi Pudjiasturi Diganti

“Kenapa Susi Pudjiastuti tak lagi masuk kabinet Jokowi?” Itulah pertanyaan yang belakangan ramai mencuat di tengah publik. Apalagi saat pos Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2019-2024 di Kabinet Indonesia Maju justru diberikan kepada Edhy Prabowo asal Partai Gerindra, yang selama ini dikenal sebagai pihak oposisi.

Susi sendiri sepertinya sudah merasa, dirinya tak akan dipilih lagi sebagai pembantu Jokowi untuk periode berikutnya. Itu sebabnya, awal September 2019, selain pamit kepada beberapa awak media, dia juga pamit, minta maaf kepada sejumlah anggota DPR, dan tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh staf KKP.

Banyak pihak tak menduga, Susi bakal “ditenggelamkan” Jokowi. Di antara alasannya, karena soal tingkat kepuasaan publik, Susi termasuk menteri dengan raihan indeks kepuasan paling tinggi dibandingkan menteri lain di kabinet periode sebelumnya.

Lalu apa alasan Jokowi “tenggelamkan” Susi? Berikut di antara beberapa dugaan publik terkait latar belakang keputusan tersebut.

1. Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan

Keputusan kontroversial Menteri Susi menenggelamkan kapal-kapal besar pencuri ikan untuk mengurangi tingkat Illegal Fishing yang membuat produksi ikan dalam negeri turun drastis pada awal pemerintahan Jokowi tahun 2014, faktanya memang terbukti efektif dalam meningkatkan kuantitas hasil tangkapan ikan, pendapatan nelayan, dan konsumsi ikan dalam negeri. Namun di sisi lain, keputusan ini membuat pemerintah panen tekanan dari beberapa negara tetangga, yang menganggap keputusan Susi terlalu berlebihan dan tak pantas dilakukan. Sebaliknya, mayoritas publik Tanah Air antusias mendukung langkah tersebut dan menganggapnya layak demi memberikan efek jera kepada para pencuri ikan.

2. Pelarangan Cantrang Penangkap Ikan

Satu lagi kebijakan kontroversial Susi yang belum tuntas hingga akhir masa jabatannya sebagai menteri Kelautan dan Perikanan. Yaitu pelarangan penggunaan cantrang untuk menangkap ikan. Kebijakan ini ditentang keras banyak nelayan, yang pada Januari 2018 bahkan menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Istana. Untuk meredakan protes mereka, pemerintah mengklaim kebijakan itu belum diterapkan, namun Susi kembali menegaskan tak akan mencabut kebijakan tersebut.

Baca Juga: Bertemu Wamenhan, Prabowo: Kamu yang Kerja, Aku yang Tidur

Perlu dicatat, bukan hanya kalangan nelayan, penolakan atas kebijakan ini juga datang dari atasan Susi sendiri yakni Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, yang beralasan tak semua jenis cantrang bisa membahayakan ekosistem bawah laut. Menurutnya, ada beberapa jenis cantrang yang aman untuk digunakan tanpa harus merusak ekosistem bawah laut. Apalagi jika Menteri Kelautan dan Perikanan memang belum mampu memenuhi pengadaan alat pengganti dengan efisiensi dan efektifitas setara cantrang dan trawl.

3. Sering Berselisih dengan Luhut

Susi merasa seringnya perbedaan pendapat antara dirinya dan Luhut merupakan hal wajar dan lumrah, bahkan bukan hanya terhadap Luhut, Susi juga pernah berbeda pendapat dengan Jokowi dalam beberapa kebijakan. Dia merasa tidak semua yang dikatakan atau diinginkan atasan harus dijalankan. Bila merasa keputusannya lebih baik, dia akan tetap menjalankan keputusannya sendiri meski berbeda dengan atasan sekalipun.

Baca Juga: Sejumlah Kota Indonesia ‘Dipanggang Bara’, Ternyata Ini Penyebabnya

“Berbeda pendapat itu hal biasa. Jangan cuma ikut-ikut apa kata orang dan saran orang, termasuk tentunya atasan,” kata Susi suatu ketika.

Dia mengaku lebih memilih mengikuti prinsip yang dianggapnya benar, alih-alih mengikuti apa kata atasan. Meskipun dianggap keras kepala, Susi tak masalah.

Bahkan tentang ungkapan Jokowi bahwa “tidak ada visi-misi menteri, yang ada hanya visi-misi presiden dan wakil presiden”, ada yang mengaitkannya dengan masalah yang dihadapi oleh Susi dan Luhut. Terlebih dalam rapat kabinet perdananya beberapa waktu lalu, Jokowi sempat menyinggung bahwa ada dari mantan menteri di kabinetnya, yang hanya soal rapat dengan Menteri Koordinatornya saja, tidak hadir. Kuat diduga, sosok menteri dalam cerita Jokowi itu dinisbatkan kepada Susi Pudjiastuti.

TagsJokowikabinet indonesia majuKabinet Jokowikenapa susi tidak masuk kabinetmenteri susisave susisusi pudjiastuti

Related articles More from author

  • Alissa Wahid Ingat Fadjroel Rachman
    Nasional

    Putri Gus Dur Ingatkan Jubir Istana Fadjroel Rachman: Sudahi Omong Ngelantur, Fokus Saja Bantu Pak Jokowi

    24 Maret 2020
    By Adam Humain
  • Sekjen Gerindra: Kepulangan HRS Salah Satu Syarat Prabowo Rekonsiliasi dengan Jokowi
    Nasional

    Sekjen Gerindra: Kepulangan HRS Salah Satu Syarat Prabowo Rekonsiliasi dengan Jokowi

    15 November 2020
    By Joni Sitohang
  • KPK Ungkap Alasan Cecar Dito Ariotedjo Soal Kunker Jokowi di Kasus Kuota Haji
    Nasional

    KPK Ungkap Alasan Cecar Dito Ariotedjo Soal Kunker Jokowi di Kasus Kuota Haji

    28 Januari 2026
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Ingin Indonesia Produksi Mobil Listrik, Fadli Zon Pertanyakan Mobil Esemka
    Nasional

    Jokowi Ingin Indonesia Produksi Mobil Listrik, Fadli Zon Pertanyakan Mobil Esemka

    12 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Gus Muhaimin Komentari Foto yang Sandingkan Jokowi dengan Soeharto
    Nasional

    Gus Muhaimin Komentari Foto yang Sandingkan Jokowi dengan Soeharto

    16 Februari 2022
    By Joni Sitohang
  • Istana Tegaskan Jokowi Masih Berhubungan Baik dengan Megawati
    Nasional

    Istana Tegaskan Jokowi Masih Berhubungan Baik dengan Megawati

    14 Januari 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Jokowi Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Novel Baswedan
    Nasional

    Sibuk Bangun Jalan dan Pelabuhan, Jokowi Abaikan Kebhinekaan?

  • Nasional

    Praperadilannya Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Menerima Hasilnya

  • Sultan Tanggapi Ganjar Soal Berbagi Faskes
    Nasional

    Sultan Tanggapi Ganjar Soal Berbagi Faskes

  • Titiek dan Tommy Soeharto Ajak Elit Partai Berkarya Sambangi Kantor PKS
    Nasional

    Titiek dan Tommy Soeharto Ajak Elit Partai Berkarya Sambangi Kantor PKS

  • Anak dan Menantu Jokowi Kompak Bagi-bagi HP dan Laptop Gratis
    Nasional

    Anak dan Menantu Jokowi Kompak Bagi-bagi HP dan Laptop Gratis

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.