TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Tips & Tutorial
Home›Tips & Tutorial›Kata Psikolog Soal Viral Kombes Diduga Aniaya Anak

Kata Psikolog Soal Viral Kombes Diduga Aniaya Anak

By Hendra Setiawan
28 Juli 2020
621
0
Kata Psikolog Soal Viral Kombes Diduga Aniaya Anak

TIKTAK.ID – Belakangan di media sosial viral unggahan seorang anak yang meminta bantuan karena dianiaya sang ayah. Diketahui bahwa ayahnya merupakan oknum polisi.

Polri pun telah mengantongi informasi sementara kasus tersebut. Oknum tersebut diduga adalah Kombes Rachmat Widodo, yang awalnya menyeret keponakan atau sepupu dari pelapor. Namun tidak dijelaskan lebih rinci apa penyebab hal itu.

Kemudian sang anak yang bernama Aurellia Renatha spontan berusaha membela sepupunya dengan cara menggigit Kombes Rachmat Widodo. Namun Kombes Rachmat Widodo membalas dengan menampar Aurellia.

“Jadi kejadian itu berawal pada Jumat malam (24/7/20), bahwa terlapor, yakni Pak Rachmat Widodo ini melakukan suatu kegiatan kepada sepupunya (Aurellia Renatha), keponakan lah, yaitu menyeret sepupunya,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, seperti dilansir detik.com beberapa waktu lalu.

Merespons kasus dugaan penganiayaan ini, psikolog dari Pro Help Center sekaligus penulis buku, Nuzulia Rahma Tristinarum mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor yang biasanya menyebabkan orang tua hilang kendali emosi dan berujung pada penganiayaan. Berikut ini tiga faktor tersebut:
1. Hubungan orang tua tidak dekat dengan anak
Rahma mengatakan hubungan orang tua yang tidak dekat dengan anak, mengakibatkan tidak terbentuk hubungan ayah-anak di dalam keluarga.

“Seorang bapak bisa saja hanya sebagai bapak biologis. Hanya hubungan darah yang mencukupi kebutuhan materi saja, tapi tidak timbul rasa ke ‘ayah-an’ dan tidak tumbuh tanggung jawab sebagai seorang ayah,” terang Rahma, Minggu (26/7/20).

2. Inner child (pengalaman masa kecil)
Rahma menjelaskan, sisi kepribadian orang tua yang terbentuk dari pengalaman masa kecil akan terbawa saat ia menjadi orang tua. Menurutnya, hal itu seperti bagaimana seorang bapak dulu diasuh oleh orang tuanya.

“Jika dulu si bapak terbiasa dididik keras, maka besar kemungkinan ketika ia menjadi orang tua, caranya mendidik anak pun akan mudah melakukan kekerasan,” kata Rahma.

3. Tidak mampu mengelola emosi
Lebih lanjut, Rahma menyatakan hilangnya kendali emosi orang tua bisa jadi karena ketidakmampuan mengendalikan emosi (anger management). Ia menilai bisa jadi orang tua tidak tahu caranya atau memang tidak mau belajar bagaimana cara mengelola emosi sehingga menganggap marah dan kekerasan merupakan hal biasa.

“Kebiasaan buruk yang berlangsung terus-menerus, lebih sulit untuk dikendalikan,” ucapnya.

Ia menilai dengan adanya penganiayaan yang terjadi, akan berdampak kepada sang anak. Anak berpotensi merasa tidak aman dalam kehidupannya karena merasa tidak dicintai oleh ayahnya.

“Sebagai bentuk protes kepada ayahnya, anak dapat saja berperilaku buruk. Baik di rumah atau di lingkungannya,” tutur Rahma.

TagsAnakKata PsikologKombes Rachmat WidodoPenganiayaanPolisiviral

Related articles More from author

  • Kejutan! Usai 'Digarap' Polisi, Anies Lagi-lagi Malah Dapat Penghargaan
    Nasional

    Kejutan! Usai ‘Digarap’ Polisi, Anies Lagi-lagi Malah Dapat Penghargaan

    20 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Polisi Buru 4 Buron Kasus Penyerangan Midodareni Solo, Total 12 Tersangka Tertangkap
    Nasional

    Polisi Buru 4 Buron Kasus Penyerangan Midodareni Solo, Total 12 Tersangka Tertangkap

    2 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Polisi Tembak Warga Sipil Saat Masa Karantina Corona, Picu Demonstrasi di Somalia
    Internasional

    Polisi Tembak Warga Sipil Saat Masa Karantina Corona, Picu Demonstrasi di Somalia

    28 April 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Din Syamsuddin Sebut Pemanggilan Polisi ke Anies 'Drama Penegakan Hukum Irasional dan Tidak Wajar'
    Nasional

    Din Syamsuddin Sebut Pemanggilan Polisi ke Anies ‘Drama Penegakan Hukum Irasional dan Tidak Wajar’

    19 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Usai Sowan ke Luhut Persoalkan Legalitas Kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, Subur Sembiring Dilaporkan ke Polisi
    Nasional

    Usai Sowan ke Luhut Persoalkan Legalitas Kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, Subur Sembiring Dilaporkan ke Polisi

    15 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Tweet Ferdinand Hutahaean Soal 'Caplin' Berbuntut Panjang, Putri JK Laporkan ke Polisi
    Nasional

    Tweet Ferdinand Hutahaean Soal ‘Caplin’ Berbuntut Panjang, Putri JK Laporkan ke Polisi

    4 Desember 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Habib Rizieq Jadi Imam dan Khatib Salat Id di Rutan Mabes Polri
    Nasional

    Habib Rizieq Jadi Imam dan Khatib Salat Id di Rutan Mabes Polri

  • Kapolres Kampar Dicopot
    NasionalViral

    Ngobrol Saat Kapolri Beri Arahan, Kapolres Kampar Dicopot dari Jabatannya

  • Analis Politik Nilai Pernyataan Puan Pertimbangkan Kaesang di Pilgub Jateng Cuma Gimik
    Nasional

    Analis Politik Nilai Pernyataan Puan Pertimbangkan Kaesang di Pilgub Jateng Cuma Gimik

  • HUAWEI Rilis Ponsel Lipat Mate X6, Harga Rp4,34 Juta
    Teknologi

    HUAWEI Rilis Ponsel Lipat Mate X6, Harga Rp4,34 Juta

  • Redmi Note 10 Pro, Ponsel Midrange Harga 3 Jutaan
    Teknologi

    Redmi Note 10 Pro, Ponsel Midrange Harga 3 Jutaan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.