
TIKTAK.ID – Pengusaha dan politisi Sandiaga Salahuddin Uno menemui Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (13/7/20). Pertemuan itu ibarat “reuni”, karena Sandi dan Prabowo sempat berpasangan dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019.
Melalui Instagram resminya @sandiuno, Sandi mengatakan kunjungan itu merupakan bagian dari silaturahim. Ia melanjutkan, dalam silaturahim itu, Sandi dan Prabowo juga bertukar pikiran dan saling memperbarui informasi.
“Pak Prabowo berada di dalam pemerintahan, dan saya berada di luar pemerintahan. Tapi tujuan kita sama, yaitu ingin mempercepat penghentian Covid-19. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dapat kembali pulih dan penghasilan masyarakat dapat kembali meningkat di tengah biaya-biaya hidup yang semakin mencekik,” ujar Sandi, seperti dilansir CNBCIndonesia.com.
Baca juga: Baru Terungkap, Ternyata ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Urus Proyek Lumbung Pangan Nasional
Tidak diketahui pasti hal lain apa saja yang dibahas keduanya. Termasuk adanya spekulasi reshuffle yang belakangan santer berembus di tengah publik dan tak mustahil juga bakal menyasar Menteri KKP saat ini, Edhy Prabowo yang merupakan kader Gerindra.
Apalagi pertemuan tersebut berlangsung beberapa hari setelah Sandiaga berjumpa dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti. Momen itu diunggah dalam channel YouTube Sandiuno TV, dalam 2 tayangan sekaligus, masing-masing diunggah pada 8 Juli dan 9 Juli.
Ketika itu, Sandiaga dan Susi berbincang santai dan membahas sejumlah hal. Mulai dari cerita sukses Susi, saat menjadi pengusaha hingga masuk Kabinet.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










