TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Belum Ada ‘Lampu Hijau’ dari AS, Israel Tunda Aneksasi Tepi Barat

Belum Ada ‘Lampu Hijau’ dari AS, Israel Tunda Aneksasi Tepi Barat

By William Putra Wijaya
6 Juli 2020
492
0
Belum Ada 'Lampu Hijau' dari AS, Israel Tunda Aneksasi Tepi Barat

TIKTAK.ID – Pencaplokan sejumlah wilayah di Tepi Barat dan Lembah Yordan yang rencananya akan dilaksanakan pada 1 Juli tenyata gagal, dan mungkin akan dilakukan pada hari-hari berikutnya. Alasan tertundanya rencana aneksasi itu karena belum ada “lampu hijau” dari Washington.

Sebelumnya, pada Mei lalu para pemimpin Israel memutuskan musyawarah Kabinet dan parlemen untuk memperluas pencaplokan mereka ke permukiman Yahudi dan Lembah Yordan di Tepi Barat, dengan berkoordinasi dengan Washington. Rencana aneksasi itu diputuskan akan dilakukan pada 1 Juli 2020.

Sayangnya, hingga hari yang direncanakan masih belum ada kesepakatan dengan Washington mengenai langkah itu yang masuk dalam proposal perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Januari lalu. Israel mengaku pembicaraan terkait aneksasi ini masih terus berlanjut dengan Gedung Putih.

“Saya pikir hal itu akan terjadi dalam beberapa minggu atau bulan mendatang, tetapi saya tidak paham soal perinciannya,” kata Menteri Energi Israel Yuval Steinitz, yang merupakan anggota partai Likud sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seperti yang dilaporkan Reuters.

Seorang pembantu Netanyahu mengatakan bahwa pembicaraan dengan Washington -sekutu utama Israel- terus berlanjut dan PM Israel telah berkonsultasi dengan para pejabat pertahanan Israel pada Rabu (1/7/20). Diskusi selanjutnya akan lebih sering dilakukan “dalam beberapa hari mendatang”.

Para pemimpin Palestina, Perserikatan Bangsa-Bangsa, kekuatan Eropa dan negara-negara Arab telah mengecam setiap langkah teritorial sepihak yang direncanakan oleh Israel dan menganggap permukiman yang telah dibangun di atas tanah yang ditangkap dalam perang 1967 sebagai ilegal.

Israel membantah ini, dengan mengutip akar-akar Alkitabiah, historis dan politis di Tepi Barat.

Cetak biru Trump, yang diklaim untuk membantu menciptakan perdamaian antara Israel dan Palestina, juga menyerukan penciptaan negara Palestina. Namun dengan syarat memperluas wilayah Israel lebih dari 30% di Tepi Barat. Palestina telah menolak mentah-mentah rencana itu.

Dunia Internasonal Tolak Aneksasi Israel

Sekretaris Jendral PBB, Uni Eropa dan negara-negara Arab utama sepakat mengatakan bahwa pencaplokan Tepi Barat oleh Israel melanggar hukum internasional dan merusak tujuan mendirikan negara Palestina merdeka yang layak bersama Israel.

Yordania, satu dari hanya dua negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, telah memperingatkan pencaplokan dapat memicu “konflik besar” dan belum mengesampingkan peninjauan kembali perjanjian damai 1994 antara Yordania dan Israel.

Menulis di surat kabar Yedioth Ahronoth Israel pada hari Rabu lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan meskipun ia adalah “yang paling bersemangat membela Israel”, namun dia memandang pencaplokan “bertentangan dengan kepentingan jangka panjang Israel sendiri.”

“Aneksasi akan menjadi pelanggaran hukum internasional,” katanya.

Menteri luar negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada parlemen Prancis bahwa “keputusan aneksasi tidak dapat dibiarkan tanpa adanya konsekuensi”.

Dia mengatakan Paris sedang “memeriksa opsi yang berbeda di tingkat nasional dan juga dalam koordinasi dengan mitra utama Eropa kami”.

Kelompok hak asasi Amnesty International meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap pencaplokan dan mentalitas “hukum rimba” Israel.

“Anggota komunitas internasional harus menegakkan hukum internasional dan menyatakan kembali bahwa aneksasi bagian mana pun di Tepi Barat adalah batal demi hukum,” kata Wakil Direktur regional untuk Amnesty di Timur Tengah dan Afrika Utara, Saleh Higazi.

“Mereka juga harus segera bekerja untuk menghentikan pembangunan atau perluasan permukiman ilegal Israel dan infrastruktur terkait di Wilayah Pendudukan Palestina sebagai langkah pertama untuk menghilangkan warga sipil Israel yang tinggal di permukiman tersebut.”

TagsAmerika SerikatAneksasiASBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahIsraelPalestinaTepi Barat

Related articles More from author

  • Perwiranya Diserang di Peron, Pentagon Lockdown
    Internasional

    Perwiranya Diserang di Peron, Pentagon Lockdown

    6 Agustus 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Demi Dapat Pensiun Dini, Pria di Swiss Rela Ganti Kelamin
    Internasional

    Demi Dapat Pensiun Dini, Pria di Swiss Rela Ganti Kelamin

    31 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Kelompok Bersenjata Serbu Universitas di Afghanistan
    Internasional

    Kelompok Bersenjata Serbu Universitas di Afghanistan

    4 November 2020
    By William Putra Wijaya
  • Nasib Sial Dokter India, Babak Belur Dikeroyok Keluarga dan Teman Pasiennya yang Meninggal karena Corona
    Internasional

    Nasib Sial Dokter India, Babak Belur Dikeroyok Keluarga dan Teman Pasiennya yang Meninggal karena Corona

    7 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Presiden Palestina Mahmoud Abbas
    Internasional

    Presiden Abbas: Yerusalem Milik Palestina, Perjanjian Konspiratif Trump Tidak Akan Pernah Berhasil

    29 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Norwegia Tuding China Lancarkan Serangan Siber
    Internasional

    Norwegia Tuding China Lancarkan Serangan Siber

    24 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Sulit Tidur? Coba Konsumsi 9 Asupan Sarat Nutrisi Berikut
    Tips & Tutorial

    Sulit Tidur? Coba Konsumsi 9 Asupan Sarat Nutrisi Berikut

  • Digerebek Polisi, Senator Brasil Sembunyikan Uang dalam Celana
    Internasional

    Digerebek Polisi, Senator Brasil Sembunyikan Uang dalam Celana

  • TIKTAK.ID - Millenia 'Olive TOP' Patricia Buka Rahasianya Pilih Jadi Mualaf di Usia Muda
    Selebriti

    Millenia ‘Olive TOP’ Patricia Buka Rahasianya Pilih Jadi Mualaf di Usia Muda

  • Demokrat AHY Gaungkan Perlawanan Hadapi 'Si Pengganggu' Bernama Yusril
    Nasional

    Tak Terima Dikritik PPP, Demokrat Malah Salahkan Jokowi Soal Mangkraknya Proyek Hambalang

  • Tegaskan Tak Sudi Korupsi, Hashim Ceritakan Temuan Prabowo Soal Mark Up Proyek 10 Kali Lipat
    Nasional

    Tegaskan Tak Sudi Korupsi, Hashim Ceritakan Temuan Prabowo Soal Mark Up Proyek 10 Kali Lipat

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.