TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Saat Rupiah Makin Perkasa, Jokowi Bilang Ada yang Tak Senang, Kenapa?

Saat Rupiah Makin Perkasa, Jokowi Bilang Ada yang Tak Senang, Kenapa?

By Joni Sitohang
22 Juni 2020
947
0
Saat Rupiah Makin Perkasa, Jokowi Bilang Ada yang Tak Senang, Kenapa?

TIKTAK.ID – Diketahui, nilai tukar rupiah makin menguat sejak memasuki bulan April hingga awal Juni saat sempat berada di bawah level psikologis Rp14.000/US$.

Pada 23 Maret lalu, rupiah sempat menyentuh Rp16.620/US$ yang merupakan level terlemah sejak krisis moneter 1998.

Kemudian pada 8 Juni lalu, rupiah menyentuh Rp13.810/US$. Berdasarkan 2 posisi tersebut, rupiah sudah membuka penguatan sebesar 16,91%. Ketika mencapai level Rp 13.810/US$, rupiah perlahan mulai terkoreksi. Pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/20), rupiah melemah 0,29% ke Rp14.050/US$

Baca juga : Ultah ke-59, Jubir Presiden: Jokowi Terus Berjuang Untuk Rakyat

Sebelumnya, pada Januari ketika virus Corona (Covid-19) belum menjadi pandemi dan memicu perlambatan ekonomi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memberi peringatan karena rupiah terus terapresiasi.

Ketika itu, rupiah berada di level terkuat dalam 2 tahun terakhir melawan dolar AS, yakni menyentuh level Rp13.565/US$.

“Nilai tukar rupiah kita menguat, tapi kalau menguatnya terlalu cepat kita harus hati-hati,” ujar Jokowi saat menjadi pembicara dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Ritz Carlton, SCBD, seperti dilansir CNBCIndonesia.com, Kamis (16/1/20).

Baca juga : Isu Pilkada Tangsel Mulai Seru, Gerindra Siap Usung Keponakan Prabowo Lawan Putri Ma’ruf Amin yang Diusung SBY

Jokowi mengatakan ada yang tidak senang dan ada yang senang dengan menguatnya rupiah. Menurutnya, eksportir pasti tidak senang karena rupiah terus menguat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pihaknya juga tidak mau rupiah terlalu kuat, karena Indonesia masih butuh ekspor yang berdaya saing dengan nilai tukar yang terjaga. Hal itu diungkapkannya dalam pidato tanggapan Pemerintah atas kerangka makro APBN 2021.

“Perlu kita sadari bersama bahwa pada saat ini posisi nilai tukar yang terlalu kuat juga dapat memukul kinerja ekspor nasional dan berakibat buruk bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” terang Sri Mulyani.

Baca juga : Top Pak Jokowi! 2 Tambang Raksasa Asing Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi

Ia menjelaskan, nilai tukar rupiah yang terlalu kuat dapat melumpuhkan daya saing produk Indonesia. Hal itu berpotensi menyebabkan penurunan ekspor serta peningkatan impor produk yang menjadi lebih murah.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menyebut Pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus mengelola nilai tukar secara berhati-hati untuk tetap menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi.

TagsCoronaCOVID-19JokowiRupiahSri MulyaniVirus CoronaWabah Covid-19

Related articles More from author

  • Adik Gus Dur Wafat, Anies: Gus Im Pribadi yang Amanah dan Punya Prinsip Keindonesiaan
    Nasional

    Disindir Soal ‘Patung Jenderal Sudirman Pake Masker’, Anies Bilang Tak Ambil Pusing Omongan Orang

    22 Agustus 2020
    By Joni Sitohang
  • Persaingan Ponsel Fast Charging Saat Pandemi Covid-19
    Teknologi

    Persaingan Ponsel Fast Charging Saat Pandemi Covid-19

    28 September 2020
    By Alfan Mahardika
  • Cerita JK Soal Kantornya Jadi Sasaran Bom Saat Atasi Konflik Poso
    Nasional

    Jusuf Kalla Buka Suara Soal Isu Jokowi 3 Periode

    17 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Menilik Rapor Merah Partai Ummat untuk Jokowi, Bidang Apa Saja?
    Nasional

    Menilik Rapor Merah Partai Ummat untuk Jokowi, Bidang Apa Saja?

    24 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Ultah ke-59, Jubir Presiden: Jokowi Terus Berjuang Untuk Rakyat
    Nasional

    Ultah ke-59, Jubir Presiden: Jokowi Terus Berjuang Untuk Rakyat

    21 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Pengamat: Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Jadi Penentu Reshuffle Kabinet Rabu Pon 1 Februari 2023
    Nasional

    Pengamat: Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Jadi Penentu Reshuffle Kabinet Rabu Pon 1 Februari 2023

    31 Januari 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Koalisi Prabowo Umbar Kode-kode Jelang AHY Tentukan Arah Politik Demokrat
    Nasional

    Koalisi Prabowo Umbar Kode-kode Jelang AHY Tentukan Arah Politik Demokrat

  • Facebook Luncurkan Tablet 5 Juta untuk Video Call
    Teknologi

    Facebook Luncurkan Tablet 5 Juta untuk Video Call

  • Aqil Siraj: Indonesia 'Negara yang Kalah' karena Masih Impor Vaksin Corona
    Nasional

    Aqil Siraj: Indonesia ‘Negara yang Kalah’ karena Masih Impor Vaksin Corona

  • Tommy Soeharto vs Muchdi Pr Rebutan Partai Berkarya Berlanjut ke MA
    Nasional

    Tommy Soeharto vs Muchdi Pr Rebutan Partai Berkarya Berlanjut ke MA

  • Tak Bisa Maksimalkan Kecepatan di MotoGP Spanyol, Espargaro Marah ke Marquez
    Olahraga

    Tak Bisa Maksimalkan Kecepatan di MotoGP Spanyol, Espargaro Marah ke Marquez

Artikel Terbaru

  • Tablet Redmi Pad 2 9.7: Harga Resmi dan Kelebihannya 29 Oktober 2026
  • Tom Lembong di Acara PDIP Prediksi Krisis 6-12 Bulan Ke Depan, Ini Penjelasannya 29 Oktober 2026
  • Powerbank 10000 vs 20000: Mana yang Lebih Cocok untuk Harian? 29 Oktober 2026
  • Cara Mengatur Tanggal dan Jam di HP dengan Benar dan Mudah 29 Oktober 2026
  • KPK Geledah Kantor Pusat PT Djarum Terkait Cukai, Ini Yang Disita 29 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (92)
  • Keuangan (23)
  • Kuliner (1,069)
  • Nasional (8,025)
  • Olahraga (1,147)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,294)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.