TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Heran Cara Nagih Pemprov DKI, Stafsus Sri Mulyani ke Anies: Tak Ada yang Mengemplang Utang!

Heran Cara Nagih Pemprov DKI, Stafsus Sri Mulyani ke Anies: Tak Ada yang Mengemplang Utang!

By Joni Sitohang
11 Mei 2020
770
0
Heran Cara Nagih Pemprov DKI, Stafsus Sri Mulyani ke Anies: Tak Ada yang Mengemplang Utang!

TIKTAK.ID – Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo membenarkan adanya Kurang Bayar (KB) Dana Bagi Hasil (DBH) untuk DKI Jakarta sebesar Rp2,6 triliun. Meski begitu, ia mengatakan tidak seharusnya Pemprov DKI Jakarta seperti menagih utang ke Pemerintah Pusat. Pasalnya, ia menilai ada mekanisme yang harus dilalui.

“Kesimpangsiuran meminta pembayaran DBH 2019 ini sebenarnya tak perlu terjadi kalau Pemprov DKI tidak terkesan seperti orang menagih utang jatuh tempo dan belum dibayar. Sebab, aturan dan mekanismenya jelas, tidak ada mengemplang utang,” ujar Yustinus dalam akun Twitter-nya @prastow, seperti dilansir CNBCIndonesia.com, Minggu (10/5/20).

Yustinus menjelaskan, mekanisme yang harus dilalui yakni Pemerintah mencairkan 50% terlebih dahulu karena masih menunggu hasil Audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga : Effendi Gazali: Jokowi Kesal Dikibulin Menterinya, Diberi Laporan Palsu Covid-19

Ia memaparkan, seharusnya DBH kurang bayar Pemerintah Pusat ke Daerah dibayarkan pada bulan Agustus atau September tahun berikutnya, setelah selesai audit LKPP oleh BPK. Kemudian sisa KB DBH akan diberikan setelah ada angka resmi kekurangan yang perlu dibayarkan Pemerintah ke Pemda telah sesuai hasil audit BPK.

“Jadi kurang bayar itu baru bisa diketahui pasti setelah audit BPK 2019 selesai pada 2020, dan biasanya dibayarkan di sekitar Agustus-November. Seolah Pemerintah Pusat punya utang ke Pemprov DKI dan tidak mau membayar/menahan sehingga menjadi polemik, padahal faktanya tidak seperti itu,” terang Yustinus.

Yustinus pun merasa heran dengan cara Pemprov DKI Jakarta yang menagih DBH layaknya orang berpiutang. Ia menyatakan hal itu tidak dilakukan Pemda-pemda lain karena memahami kelaziman praktik pembayaran DBH selama ini.

Baca juga : Lawan Kebijakan Pemerintah Pusat, Dewan Pimpinan MUI Se-Indonesia Keluarkan Pernyataan Sikap

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sempat mengirim surat resmi kepada Sri Mulyani Indrawati mengenai pencairan dana bagi hasil sebesar Rp7,5 triliun.

“Kita berharap dana bagi hasil itu segera di-transfer, saya juga sudah menyampaikan secara resmi melalui surat kepada Menteri Keuangan,” ucap Anies di Jakarta, Kamis (2/4/20).

Anies mengungkapkan, Kementerian Keuangan masih menyisakan piutang tahun lalu. Ia menyebut semula piutang pada 2019 mencapai Rp6,4 triliun, namun setelah ada beberapa penyesuaian, angka itu berubah menjadi Rp5,1 triliun.

TagsAnies BaswedanBPKPemprov DKISri MulyaniStafsusYustinus Prastowo

Related articles More from author

  • Pengamat Sebut Pendukung Prabowo Cenderung Beralih ke Sandi Ketimbang Anies
    Nasional

    Pengamat Sebut Pendukung Prabowo Cenderung Beralih ke Sandi Ketimbang Anies

    25 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Bela Anies yang Dituding Dalangi Demo Rusuh, Gerindra: Jangan Politisir
    Nasional

    Bela Anies yang Dituding Dalangi Demo Rusuh, Gerindra: Jangan Politisir

    30 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Anies Kalahkan Prabowo dan Ganjar pada Survei Presiden Pilihan Anak Muda
    Nasional

    Ganjar dan Prabowo Bersaing Ketat di Survei Capres, Anies Tertinggal Jauh

    20 Desember 2021
    By Joni Sitohang
  • Beda dengan Jokowi yang Utamakan Dampak Ekonomi Virus Corona, Puan dan Anies: Keselamatan Warga Negara Lebih Utama
    Nasional

    Pengamat Klaim Duet Puan-Anies Susah Terwujud, Kok Bisa?

    29 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Anies Resmi Diusung NasDem, Demokrat dan PKS, Siapa Cawapresnya?

    28 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • Muncul Wacana Liar Rizieq Shihab-Anies Baswedan, Ferdinand: Cocok Ini!
    Nasional

    Muncul Wacana Liar Rizieq Shihab-Anies Baswedan, Ferdinand: Cocok Ini!

    16 Juni 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Keluarga Besar Putra Putri Polri Deklarasi Dukung Ganjar di Pilpres 2024
    Nasional

    Keluarga Besar Putra Putri Polri Deklarasi Dukung Ganjar di Pilpres 2024

  • Khawatir Pembangunan Mandek, Pengamat Minta Jokowi Tak Sembarangan Reshuffle Menteri
    Nasional

    KIB Dikabarkan Akan Kedatangan Parpol Baru, Begini Kata Pengamat

  • Mobil Listrik Lexus UX 300e Mulai Dipasarkan di Indonesia, Berapa Harganya?
    Teknologi

    Mobil Listrik Lexus UX 300e Mulai Dipasarkan di Indonesia, Berapa Harganya?

  • Tiga Negara Eropa Dilanda Banjir, 92 Orang Tewas
    Internasional

    Tiga Negara Eropa Dilanda Banjir, 92 Orang Tewas

  • Beijing Janji Balas Campur Tangan AS di Taiwan
    Internasional

    Beijing Janji Balas Campur Tangan AS di Taiwan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.