TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Tak Hanya ‘Banteng vs Celeng’, Ini Sederet Konflik Internal PDIP

Tak Hanya ‘Banteng vs Celeng’, Ini Sederet Konflik Internal PDIP

By Joni Sitohang
15 Oktober 2021
854
0
Tak Hanya ‘Banteng vs Celeng’, Ini Sederet Konflik Internal PDIP

TIKTAK.ID – Internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat ini diketahui tengah bergejolak. Pasalnya, muncul dua kubu berseberangan. Satu kubu mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi Calon Presiden (Capres), dan satu lagi menginginkan Ketua DPR, Puan Maharani yang dijagokan dalam Pilpres 2024.

Perseteruan pun makin panas usai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menyebut kader yang mendeklarasikan dukungan Capres sebelum ada arahan dari Megawati Soekarnoputri, berarti keluar barisan. Bahkan dia mengidentifikasi mereka dengan sebutan “celeng”, sedangkan kader yang setia pada garis partai adalah “banteng”.

Namun ini bukan pertama kalinya PDIP mengalami kisruh di dalam internal kader. Seperti dilansir Sindonews.com, berikut ini sejumlah catatan perpecahan di internal PDIP:

Baca juga : (Cek Hoaks atau Fakta) Anies Baswedan Masuk Daftar Sindikat Pencucian Uang

  1. Kongres I PDIP
    Untuk memperbaiki internal PDIP, maka pengurus DPP mengusulkan percepatan pelaksanaan Kongres I 2000 di Semarang. Kemudian jelang kongres, Dimyati Hartono dan Eros Djarot berinisiatif mengurangi beban tanggung jawab Megawati melalui pencalonan Sekjen. Tetapi inisiatif tersebut dinilai ingin menggeser Megawati Soekarnoputri dari kursi Ketua Umum PDIP. Dimyati dan Eros lantas terdepak dari keanggotaan partai.
  2. Kongres II PDIP
    Menjelang pelaksanaan Kongres II di Bali pada 2005, Gerakan Pembaharuan PDI Perjuangan memunculkan banyak pilihan calon. Di antaranya Arifin Panigoro, Roy BB Janis, Laksamana Sukardi, Sophan Sopian, dan Guruh Soekarnoputra.

Akan tetapi, kelima calon dari gerakan pembaharuan PDIP mengundurkan diri. Setelah itu, Megawati menjadi calon tunggal dan terpilih kembali menjadi Ketua Umum PDIP. Dari gerakan pembaharuan tersebut lahir Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Baca juga : Sebut Prabowo Bakal Kesulitan, Pengamat Sarankan Gerindra Ajukan Capres Muda

  1. Pilgub Jateng 2013
    Pada Pilgub Jateng 2013, Wakil Gubernur Jawa Tengah saat itu, Rustriningsih, ingin naik kelas menggantikan Bibit Waluyo. Tetapi Megawati justru memberikan posisi itu kepada Ganjar. Imbasnya, pada Pilpres 2014 Rustri balik arah mendukung Prabowo Subianto-Hatta Radjasa yang merupakan lawan jagoan PDIP, Jokowi-Jusuf Kalla.
  2. Pilwalkot Surabaya 2020
    Keputusan Megawati yang memberi rekomendasi kepada figur nonpartai di Pilwalkot Surabaya 2020, menyulut gejolak di internal partai. PDIP lebih memilih mengusung birokrat Eri Cahyadi menjadi calon Wali Kota Surabaya, ketimbang kadernya, Whisnu Sakti Buana.

Sejumlah kader yang kecewa pun mendukung Machfud Arifin-Mujiaman, lawan Eri Cahyadi-Armuji. Meski begitu, pasangan yang diusung PDIP tetap berhasil memenangkan Pilwalkot Surabaya.

TagsGanjarGanjar PranowoGubernur Jawa TengahPDIPPilpres 2024Puan Maharani

Related articles More from author

  • Prabowo Temui Khofifah di Surabaya, Terkait Pilpres 2024?
    Nasional

    Prabowo Temui Khofifah di Surabaya, Terkait Pilpres 2024?

    15 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • Setelah Tolak Permintaan PDIP, Purnomo Dirayu PKS Lawan Gibran di Pilkada Solo
    Nasional

    Setelah Tolak Permintaan PDIP, Purnomo Dirayu PKS Lawan Gibran di Pilkada Solo

    31 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Baliho Naruto Pose Dua Jari di Sleman Jadi Sorotan, Tak Ada Satupun Logo Parpol
    Nasional

    Baliho Naruto Pose Dua Jari di Sleman Jadi Sorotan, Tak Ada Satupun Logo Parpol

    3 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • H-2 Pencoblosan, Jokowi Mendadak Naikkan Tunjangan Pegawai Bawaslu Hingga 29 Juta, Ada Apa?
    Nasional

    H-2 Pencoblosan, Jokowi Mendadak Naikkan Tunjangan Pegawai Bawaslu Hingga 29 Juta, Ada Apa?

    17 Februari 2024
    By Joni Sitohang
  • Tegaskan Cuitan Fahri Hamzah Soal Menteri Mundur Hoaks, Jubir AMIN: Itu Maunya Dia
    Nasional

    Tegaskan Cuitan Fahri Hamzah Soal Menteri Mundur Hoaks, Jubir AMIN: Itu Maunya Dia

    20 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Arah Dukungan PSI Usai Dinakhodai Kaesang, Prabowo atau Ganjar?
    Nasional

    Arah Dukungan PSI Usai Dinakhodai Kaesang, Prabowo atau Ganjar?

    6 Oktober 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tepis Isu Perombakan Kabinet, Jokowi Minta Menterinya Lakukan ini
    Nasional

    Tepis Isu Perombakan Kabinet, Jokowi Minta Menterinya Lakukan ini

  • Sebut Prabowo Kembali Maju di Pilpres 2024, Gerindra: Permintaan Begitu Massif
    Nasional

    Sebut Prabowo Kembali Maju di Pilpres 2024, Gerindra: Permintaan Begitu Massif

  • Jokowi Bandingkan Kondisi di RI, AS, India dan Singapura Selama Pandemi. Hasilnya?
    Nasional

    Jokowi Bandingkan Kondisi di RI, AS, India dan Singapura Selama Pandemi. Hasilnya?

  • Cetak Gol Lawan Thailand, Ini Perjalanan Kadek Agung Menuju Timnas
    Olahraga

    Cetak Gol Lawan Thailand, Ini Perjalanan Kadek Agung Menuju Timnas

  • Survei LSI Ungkap Moncernya Duet Prabowo-Airlangga, Ungguli Ganjar-Erick dan Anies-AHY
    Nasional

    Survei LSI Ungkap Moncernya Duet Prabowo-Airlangga, Ungguli Ganjar-Erick dan Anies-AHY

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.