Tag: Iwan Fals

  • Erick Thohir Puncaki Polling Cawapres di Twitter Iwan Fals

    Erick Thohir Puncaki Polling Cawapres di Twitter Iwan Fals

    TIKTAK.ID – Musisi Tanah Air, Iwan Fals diketahui mengadakan polling di Twitter mengenai potensi nama-nama calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berhasil menempati urutan paling atas yang dipilih oleh followers atau pengikut Iwan Fals.

    Hal itu berarti Erick Thohir memperoleh suara terbanyak sebagai Cawapres yang dipasangkan sejumlah nama dalam polling Twitter tersebut. Seperti dilansir Republika pada Jumat (26/5/23), Iwan Fals memang kerap membuat polling Capres-Cawapres.

    Iwan Fals memasangkan beberapa nama populer, lalu meminta pengikutnya di akun Twitter @iwanfals untuk memilih. Nama Erick Thohir unggul ketika dipasangkan dengan calon presiden (Capres) Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    Baca juga : Survei Litbang Kompas: Dukungan Pemilih Jokowi-Ma’ruf ke Prabowo Meningkat

    Iwan membuat simulasi untuk Capres Ganjar Pranowo dan menduetkannya dengan empat Cawapres, yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Erick Thohir pada Rabu (24/5/23). Sebagai hasilnya, pasangan Ganjar-Erick mampu unggul dengan meraih 55,3 persen suara.

    Setelah itu disusul oleh Ganjar-Ridwan Kamil (21 persen), Ganjar-Sandiaga (14,8 persen), dan Ganjar-AHY sebesar 8,9 persen. Polling tersebut diikuti oleh sebanyak 2.853 pengikut Iwan Fals di Twitter.

    Kemudian polling serupa dibuat untuk Capres Prabowo Subianto. Empat Cawapres yang disimulasikan adalah Ridwan Kamil, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imim), AHY, dan Erick Thohir. Sebagai hasilnya, pasangan Prabowo-Erick mampu meraih urutan puncak dengan 46 persen suara.

    Baca juga : Prabowo Temui Jokowi di Istana Bogor, Gerindra Beri Penjelasan

    Selanjutnya terdapat nama Prabowo-Ridwan Kamil (31,4 persen), Prabowo-Cak Imin (12,3%), dan Prabowo-AHY sebesar 10,5 persen. Polling tersebut melibatkan 456 pengikut Iwan Fals.

    Sekadar informasi, belakangan ini tren elektabilitas Erick Thohir melonjak pesat dalam beberapa hasil survei. Salah satunya dalam survei Indikator Politik Indonesia yang diumumkan pada akhir April. Hasil survei itu menyatakan nama Erick Thohir menjadi kunci kemenangan bagi Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto, bila keduanya menggandeng Erick sebagai calon wakil presiden.

  • Iwan Fals Ungkap Asal-usul Nama Panggungnya

    Iwan Fals Ungkap Asal-usul Nama Panggungnya

    TIKTAK.ID – Musisi Iwan Fals mengungkapkan asal-usul nama panggungnya. Musisi bernama asli Virgiawan Listanto ini sudah memakai nama panggung Iwan Fals sejak meluncurkan album perdana bertajuk “Perjalanan”, pada 1979 silam.

    Banyak penggemar yang mempertanyakan alasan sang musisi memilih nama panggung Iwan Fals, mengingat suaranya terbilang merdu. Iwan pun mengatakan bahwa nama tersebut sebenarnya dicetuskan oleh sahabatnya sendiri, Engkus. Mulanya, Engkus sempat menyebut suara Iwan saat manggung terdengar fals alias sumbang.

    “Dia bilang, saya (nyanyinya) fals, lalu saya pikir, bagus juga nih pakai nama Iwan Fals,” ujar Iwan Fals dalam segmen Berizik channel YouTube Noice, pada 29 Oktober 2021 lalu, seperti dilansir Okezone.com.

    Untuk diketahui, Engkus yang seorang tukang bengkel adalah sahabat Iwan Fals saat masih tinggal di Bandung. Keduanya sama-sama penggemar musisi Bob Dylan dan pencinta film action yang dibintangi oleh aktor Tomas Milian.

    Iwan yang ketika itu bekerja sebagai pengamen, memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai acara musik dari Engkus. Bahkan tidak sekadar memberi informasi, Engkus juga selalu mengantarkan Iwan saat akan manggung. Dari situ, sang sahabat sudah seperti manajer bagi Iwan Fals.

    Hingga suatu hari, Iwan Fals mendapatkan tawaran rekaman dari seorang produser. Namun sayangnya tak laku di pasaran. Setelah itu pada 1978, Iwan Fals kembali meluncurkan album yang bertajuk “Yang Muda Yang Bercanda I” di bawah label ABC Records.

    Popularitas Iwan Fals sontak makin melambung saat dia merilis album “SWAMI”, pada 1989 silam. Album tersebut berisi dua tembang hits sang musisi, yang berjudul “Bento” dan “Bongkar”.

    Kemudian melalui lagu-lagunya, Iwan Fals berhasil “memotret” suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri.

    Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti “Wakil Rakyat”, “Tante Lisa”), empati bagi kelompok marginal (misalnya “Siang Seberang Istana”, “Lonteku”), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti “Ethiopia”) kerap mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakan oleh Iwan Fals.

  • Iwan Fals Pamer Foto di Podium Kepresidenan: Kayaknya Oke Juga

    Iwan Fals Pamer Foto di Podium Kepresidenan: Kayaknya Oke Juga

    TIKTAK.ID – Musisi Iwan Fals terlihat sedang bernostalgia ketika dirinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015 silam. Foto tersebut menampilkan Iwan Fals tengah berdiri di balik mimbar podium Istana yang biasa digunakan untuk menyampaikan pernyataan ke media.

    “Hehe, sepertinya oke juga nih,” tulis Iwan Fals dengan tambahan emoji berpikir pada Minggu (4/9/22), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Untuk diketahui, foto itu diambil pada Februari 2015. Ketika itu, Iwan Fals bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas rencana konser Nyanyian Rakyat.

    “Selain mengucapkan selamat dan silaturahmi, juga konsultasi mengenai gagasan saya tentang konser itu,” ujar Iwan Fals, mengutip Antara, Februari 2015.

    “Saya ingin bertemu karena saat itu beliau sempat hadir ke rumah saya,” imbuhnya.

    Kicauan mengenai foto di Istana Kepresidenan tersebut muncul setelah beberapa waktu terakhir, musisi yang dulu kencang menyuarakan kritik sosial tersebut rutin membahas situasi sosial-politik di Indonesia.

    Salah satunya, Iwan Fals mulai membahas riuh bursa bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Mulai dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno yang siap maju menjadi Capres, hingga mengomentari ucapan Ketua DPR, Puan Maharani terkait presiden perempuan 2024.

    “Penetapan Capres Cawapres 2024 memangnya kapan? Kok sudah pada ramai,” cuit Iwan melalui akun Twitternya dengan emoji nerd face, Sabtu (3/9/22).

    Kemudian Iwan Fals juga mengomentari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diputuskan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (3/9/22). Musisi yang saat ini berusia 60 tahun itu tampak kaget usai mendengar harga BBM naik. Padahal, kata Iwan, dirinya baru saja senang karena Konser Bertalu Rindu di kediamannya, Sabtu (3/9/22), berlangsung lancar.

    Lantas usai konser tersebut, Iwan Fals juga menyampaikan rencana bermusiknya di masa mendatang.

    “Ya pasti karena saya pemusik, sehingga selalu menulis lagu. Karena lagu itu buat saya seperti penggalang waktu atau buku harian lah, yang mana setiap harinya saya tulis, lalu direkam,” ungkap Iwan Fals.

    “Tapi itu enggak semua bisa keluar. Jadi harus melalui Cikal atau lewat mamanya, untuk mana yang pantas dikeluarkan dan mana yang tidak. Tugas saya hanya bikin lagu, bikin lagu, dan bikin lagu,” sambungnya

  • Komentar Iwan Fals Soal Kontroversi Bipang Ambawang yang Dipromosikan Jokowi

    Komentar Iwan Fals Soal Kontroversi Bipang Ambawang yang Dipromosikan Jokowi

    TIKTAK.ID – Musisi Iwan Fals ikut buka suara terkait ramainya berita Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat belanja online makanan termasuk Babi Panggang (Bipang) Ambawang, selama pemberlakuan aturan pelarangan mudik.

    Seperti diketahui, Bipang Ambawang memang menjadi salah satu dari sejumlah kuliner yang sempat disebut Jokowi dalam “endorse” tersebut.

    Mulanya, Jokowi mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan memesan makanan khas daerah secara online, dan salah satu yang ia sebut adalah Bipang Ambawang.

    Akan tetapi, promo dari Jokowi itu pun memancing kegaduhan di media sosial. Sebab, sejumlah pihak menilai Jokowi telah mempromosikan makanan yang diharamkan dalam Islam, terlebih dalam suasana menjelang Lebaran Idulfitri.

    Kemudian melalui akun Twitter pribadinya, Iwan Fals mengomentari berita CNNIndonesia.com yang berjudul, “Jokowi ‘Endorse’ Bipang Ambawang, Pedagang Kebanjiran Pesanan”, Minggu (9/5/21).

    Berita tersebut memuat pengakuan dari salah satu pemilik restoran Babi Panggang Ambawang di Kubu Raya, Deky Junaedi. Deky mengaku dagangannya menjadi laris manis usai kegaduhan itu. Bahkan ia mengatakan penjualannya melejit sampai dua kali lipat sehingga kebanjiran pemesanan masakan khas Kalimantan Barat itu dari toko daring miliknya.

    Lantas Iwan Fals mengunggah berita di akun Twitter soal pemilik restoran Bipang Ambawang yang laris manis. Ia melengkapi unggahan tersebut dengan menuliskan komentar, “Alhamdulillah, ini rejeki nomplok bagi yang menggemarinya”, tulis Iwan Fals mengomentari berita itu, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Sontak komentar Iwan Fals itu pun memperoleh banyak tanggapan dari para warganet.

    “Iya lah, makanan tradisional Indonesia kan enggak cuma yang halal, tergantung selera. Tahu tempe halal tapi ada juga yang tidak suka salah satunya bahkan tidak suka keduanya. Jadi enggak perlu sampai menimbulkan polemik”, komentar salah satu pengguna akun Twitter.

    “Babi sudah jelas makanan haram. Jangankan hanya dipromosikan sama Pak Presiden, dikasih gratis pun tentu tidak akan dimakan. Dunia Perbankan sejak dulu sudah penuh dengan unsur riba saja, nyatanya pada anteng aja, kenapa? Karena mendapatkan untung dari riba. Mohon maaf ilmu saya masih cetek banget, sumpah”, timpal akun warganet yang lain.

  • Bilang Istana Tak Pelihara Buzzer, Fadjroel Habis-habisan ‘Dikuliti’ Netizen

    Bilang Istana Tak Pelihara Buzzer, Fadjroel Habis-habisan ‘Dikuliti’ Netizen

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman menyatakan bahwa Pemerintah tidak menggunakan pendengung alias buzzer untuk menghadapi kritik dari publik. Ia mengaku selama ini justru Pemerintah yang mendapat serangan dari buzzer. Meski begitu, ia mengklaim menanggapi hal itu dengan santai.

    “Pemerintah tidak memiliki buzzer, bahkan medsos saya juga 24 jam diserang buzzer. Tinggal pakai fitur block saja ya beres,” ujar Fadjroel melalui pesan singkat, seperti dilansir CNN Indonesia, Kamis (11/2/21).

    Menurut Fadjroel, saat ini Pemerintah hanya bekerja sama dengan pemengaruh atau influencer dalam program tertentu, salah satunya program vaksinasi. Ia mengatakan Pemerintah bekerja sama dengan sejumlah influencer secara cuma-cuma.

    Baca juga : Kisruh RUU Pemilu, Demokrat Sebut PDIP Gila Kuasa

    “Influencer atau KOL (Key Opininon Leader/tokoh masyarakat) terkait Covid-19 dan vaksinasi itu cuma-cuma dan gratis. Hal itu sebagai bentuk gotong-royong melawan pandemi virus Corona (Covid-19),” ucap Fadjroel.

    Lebih lanjut, Fadjroel juga menyebut ada influencer yang dipekerjakan untuk membantu promosi program Pemerintah. Ia mencontohkan pada program di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, influencer diminta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan melakukan promosi di media sosial. Ia menjelaskan, perekrutan juga dilakukan dengan lelang melalui situs www.lpse.kemenparekraf.go.id.

    Untuk diketahui, belakangan ini isu mengenai buzzer Pemerintah kembali dibicarakan publik. Ekonom Kwik Kian Gie mengungkapkan bahwa saat ini dirinya takut mengkritik Pemerintah karena ada buzzer yang siap menyerang.

    Baca juga : Polres Rembang Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Turus Gede

    Selain itu, musisi pendukung Jokowi, Iwan Fals juga melontarkan sindiran soal buzzer. Ia beranggapan zaman dulu orang mengkritik dengan santai karena tidak ada buzzer.

    Sedangkan budayawan Sujiwo Tejo beranggapan niat warga melempar kritik ke Pemerintah dapat surut gara-gara resah dengan serangan buzzer.

    “Sebenarnya masyarakat sudah aktif menyampaikan kritik ke Pemerintah, tapi langsung diserang oleh buzzer. Kritik berupa pikiran dan sikap, dibalik dengan serangan pribadi yang sering kali tanpa disertai bukti,” tutur Sujiwo Tejo, Selasa (9/2/21), mengutip Detik.com.

    Baca juga : Polda Jateng Ikut Siapkan Tenaga Tracer dan Vaksinasi Covid-19

    Halaman selanjutnya…

  • Iwan Fals pun Penasaran dengan Isi Surat AHY ke Jokowi

    Iwan Fals pun Penasaran dengan Isi Surat AHY ke Jokowi

    TIKTAK.ID – Belakangan ini, jagad politik Tanah Air dihebohkan dengan isu kudeta kepemimpinan dalam Partai Demokrat. Polemik tersebut bahkan menyeret nama orang di lingkaran Istana, yaitu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

    Kemudian Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta klarifikasi tentang hal itu. Akan tetapi, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menyebut Istana tidak perlu menanggapi surat itu. Sebab, ia menilai persoalan tersebut merupakan urusan internal Partai Demokrat.

    Lantas berbagai kalangan ikut buka suara terkait surat AHY kepada Jokowi.

    Baca juga : Demokrat Sesalkan Alasan Jokowi Tak Mau Balas Surat AHY

    Ternyata, surat itu juga menarik perhatian musikus legendaris Iwan Fals. Melalui akun Twitter pribadinya, pemilik nama asli Virgiawan Listanto ini menyampaikan rasa penasarannya. Iwan Fals mengatakan penasaran karena polemik mengenai surat tersebut ramai sekali.

    “Jadi ingin tahu isi surat AHY ke Presiden gimana ya? Apakah kakinya bertanduk, hewan apa namanya, atau gimana? Soalnya rame bangeet”, cuit Iwan Fals melalui akun @iwanfals, Sabtu (6/2/21), seperti dilansir Sindonews.com.

    Setelah itu, cuitan Iwan Fals langsung dikomentari oleh penghuni jagad media sosial Twitter. Tak sedikit warganet yang mengaku penasaran dengan isi surat AHY.

    Baca juga : Kadiv Humas Polri Pastikan Jakarta Lockdown 12-15 Februari Hoaks

    “Jadi kepo ya, apa ya isi suratnya?” kata pemilik akun @Wawan99_13.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuky Riefky Harsya mengungkapkan bahwa partainya menghormati sikap Jokowi yang enggan membalas surat HY.

    “Meskipun dengan tiadanya penjelasan dari Jokowi, tentu masih terdapat teka-teki yang tersimpan dalam pikiran masyarakat. Namun kami tetap menghormati keputusan dan pilihan Jokowi,” terang Riefky dalam keterangan video, Jumat (5/2/21) malam, mengutip Tempo.co.

    Baca juga : Luruskan Klaim Jokowi, DPR: Penyebab Banjir Bukan Sekadar Anomali Cuaca tapi Akibat Sederet Kesalahan Pemerintah

    Riefky menyatakan melalui surat tertanggal 1 Februari kepada Jokowi itu, AHY meminta penjelasan mengenai disebutnya nama Presiden, sejumlah menteri, serta pejabat setingkat menteri dalam gerakan pengambilalihan Partai Demokrat.

    Ia mengklaim partainya tidak pernah menuduh para pejabat Pemerintah terlibat dalam upaya kudeta itu. Menurutnya, nama-nama pejabat pemerintahan itu disebut oleh Moeldoko dan pelaku gerakan lain berdasarkan kesaksian Pengurus Daerah Partai Demokrat yang bertemu mereka.

  • Iwan Fals Ajak Netizen yang Komentari Blusukan Risma untuk Tobat

    Iwan Fals Ajak Netizen yang Komentari Blusukan Risma untuk Tobat

    TIKTAK.ID – Musikus legendaris, Iwan Fals ikut buka suara terkait pro dan kontra blusukan Menteri Sosial, Tri Rismaharini alias Risma di kawasan DKI Jakarta. Iwan Fals mengatakan langkah mantan Wali Kota Surabaya itu untuk menyapa tunawisma di Ibu Kota justru baik.

    “Banyak yang ribut Bu Risma melakukan blusukan, padahal kan bagus,” ujar Iwan Fals melalui akun miliknya yang telah terverifikasi di Twitter, seperti dilansir Jpnn.com, Jumat (8/1/21) malam.

    Kemudian pelantun “Bento” itu pun mempertanyakan beberapa komentar negatif mengenai aksi blusukan Risma. Salah satu pertanyaan adalah soal dugaan kegiatan Risma hanya sekadar berpura-pura demi memuluskan target menjadi presiden Indonesia.

    Baca juga : Fakta Seputar Tuduhan Blusukan Risma Rekayasa hingga Pemulung Gadungan

    “Apa memang benar itu cuma pura-pura? Untuk apa? Presiden? Memang dia mau jadi presiden?” ucap pemilik nama asli Virgiawan Listanto itu.

    Lantas Iwan Fals menyayangkan banyak orang yang menuduh Risma blusukan demi meraih simpati agar dipilih jadi presiden. Padahal, ia menilai saat ini lebih penting untuk membahas pencegahan pandemi virus Corona (Covid-19) ketimbang pemilihan presiden yang masih lama. Untuk itu, Iwan Fals meminta oknum warganet yang nyinyir untuk bertobat.

    “Ini covid aja belum beres, sudah presiden lagi. Tobat, tobat,” sergahnya.

    Sebelumnya, Risma kembali blusukan di Jakarta, Senin (4/1/21). Setelah mengunjungi bantaran kali Ciliwung pada akhir Desember 2020, kali ini dia menemui gelandangan dan pemulung di kawasan Sudirman-Thamrin dan Pasar Baru Jakarta Pusat.

    Baca juga : Alasan Ketua APMI Laporkan Fadli Zon yang Nge-Like Konten Porno ke Polisi

    Saat menyusuri jalur pedestrian di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Risma bertemu dengan 3 gelandangan. Lantas Risma mengajak mereka untuk tinggal di tempat penampungan.

    “Bapak ikut saya ya, nanti saya kasih tempat tinggal supaya Bapak tidak kehujanan ya. Nanti ada yang jemput, tapi bukan Satpol PP, jadi Bapak jangan ke mana-mana,” kata Risma.

    Untuk diketahui, para gelandangan itu menerima pendampingan di Balai Rehabilitasi Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur, Bekasi. Mereka juga mendapat penanganan sementara sebelum kemudian dikorrdinasikan dengan Pemda.

    Baca juga : Soal Fadli Zon Dipolisikan Gegara Video Porno, PA 212: Pengalihan Isu Kasus FPI

    Aksi Risma itu pun menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menilai yang dilakukan Risma merupakan rekayasa.

  • Komentari Prabowo Beli 100 Jet Tempur, Iwan Fals Unggah Foto Jagung Rebus. Maksudnya?

    Komentari Prabowo Beli 100 Jet Tempur, Iwan Fals Unggah Foto Jagung Rebus. Maksudnya?

    TIKTAK.ID – Di tengah ramainya berita penahanan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS), musisi legendaris Iwan Fals menyinggung Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Namun, Iwan Fals tidak membahas HRS, melainkan rencana Prabowo membeli sebanyak 100 jet pesawat tempur.

    Melalui pemberitaan media nasional yang diretweet di akun Twitter resminya @iwanfals, Prabowo menyatakan komitmennya untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia. Hal tersebut tampak dari misinya untuk pengadaan 100 jet tempur canggih di masa kepemimpinannya.

    “Widiihh sereemm,” tulis akun @iwanfals mengomentari pemberitaan itu, seperti dilansir Okezone.com, Minggu (13/12/20).

    Baca juga : Gokil! Yang Ditahan Rizieq, yang Trending Topic Ahok

    Penyanyi yang kerap mengkritik lewat syair tersebut lantas mengunggah foto 10 potongan jagung rebus yang disajikan di atas piring, yang dilengkapi dengan botol minuman berkelir biru.

    “Sepertinya ini lebih pas ketimbang bayangin 100 jet tempur,” tulis Iwan dalam keterangan foto yang ia unggah.

    Perlu diketahui, sebelumnya Iwan Fals sempat mengkritik dua kasus korupsi yang belakangan terjadi, dan penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI). Bahkan Iwan Fals menuangkan kritikan tersebut ke dalam lagu yang berkisah tentang korupsi benih benur, korupsi dana Bantuan Sosial, dan penembakan enam anggota laskar FPI itu.

    Baca juga : Jokowi Rayu Elon Musk Luncurkan SpaceX di Indonesia

    Mulanya, Iwan bersenandung mengenai kasus-kasus korupsi yang belum rampung. Di antaranya kasus BLBI, Bail Out Bank Century, Rekening Gendut Polri, hingga megakorupsi e-KTP.

    “Pembangunan PLTU di Tarakan 2004, rekening gendut, suap Bakamla, suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, suap Rolls Royce PT Garuda Airways, korupsi di Pelindo II, korupsi KTP elektronik, dan kasus Jiwasraya Asabri,” celoteh Iwan Fals sembari memainkan gitar. Ia mengunggah video itu melalui YouTube, Kamis (10/12/20).

    Menurut Iwan, berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW) kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp18,1 triliun. Ia pun menyindir jika duit itu diberikan kepadanya, bakal dia pakai untuk konser keliling hingga membantu yang tidak mampu.

    Baca juga : Polda Jatim Bekuk 4 Orang Penyebar Ujaran Kebencian terhadap Menkopolhukam

    Lebih lanjut, Iwan membahas penembakan 6 anggota FPI oleh polisi beberapa waktu lalu.

    “Sedang asyik mengingat-ingat kasus korupsi, hei, ada enam orang FPI ditembak mati polisi. Innalillahi. Di Tol Cikampek dini hari, pas saya pulang dari tambal gigi di dokter gigi, gini-gini masih punya gigi,” lanjut Iwan.

  • Ikut Bersuara Soal ‘Mudik Beda dengan Pulang Kampung’, Iwan Fals Sebut Jokowi ‘Kesrimpet’

    Ikut Bersuara Soal ‘Mudik Beda dengan Pulang Kampung’, Iwan Fals Sebut Jokowi ‘Kesrimpet’

    TIKTAK.ID – Musisi senior Iwan Fals ikut mengomentari perbedaan definisi mudik dan pulang kampung yang berhubungan dengan kebijakan baru Pemerintah. Hal itu terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan mudik dan pulang kampung, berbeda.

    “Mudik dan pulang kampung kenapa jadi ramai? Kan sama maksudnya, lagi pula gara-gara Corona, mudik atau pulang kampung dilarang kan,” tulis Iwan Fals melalui akun resmi Twitternya pada Kamis (23/4/20), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga: Jokowi Larang Warga Mudik, Walkot Solo: Pejabat yang Buat Aturan Juga Jangan ke Solo

    Iwan Fals melanjutkan, pelarangan mudik merupakan keputusan resmi Pemerintah, dan masyarakat yang melanggar akan dikenakan denda yang besar.

    “Tapi kalau pulang ke kota, gimana ya?” cuit Iwan Fals.

    Cuitan itu kemudian ramai dijawab warganet. Beberapa warganet turut memberikan tautan mengenai perbedaan definisi mudik dan pulang kampung yang diberikan Jokowi.

    Iwan Fals kemudian kembali menanggapi hal tersebut.

    “Oalah, bentar tar tar taarrr. Waahh presiden kesrimpet kali,” kata Iwan Fals.

    Halaman selanjutnya…

  • Jawaban Iwan Fals Saat Ditanya Pilih Lockdown atau Karantina

    Jawaban Iwan Fals Saat Ditanya Pilih Lockdown atau Karantina

    TIKTAK.ID – Hingga kini, virus Corona tak henti-hentinya memunculkan rasa cemas dan kekhawatiran kepada banyak orang. Penyebarannya yang sangat cepat membuat ketakutan tersendiri bagi masyarakat, terutama mereka yang sudah lanjut usia. Apalagi setelah wabah virus Corona ini meningkat statusnya menjadi pandemi global.

    Seperti diketahui, penyebaran massif virus Corona tersebut membuat pemerintahan di banyak negara tak tinggal diam. Mereka melakukan berbagai upaya agar bisa mengurangi penyebaran dari virus mematikan yang belakangan dikenal dengan COVID-19 tersebut, mulai dari kebijakan jaga jarak, gerakan cuci tangan dan pakai masker, hingga pertimbangan untuk lockdown atau karantina wilayah.

    Baca juga: Galang Donasi untuk Tenaga Medis, Belasan Musisi, Komika dan Selebriti Beken Gelar Konser Online

    Namun, kebijakan tersebut mendapat respons yang beragam dari masyarakat, khususnya di Indonesia. Tak sedikit dari orang Indonesia yang memberikan respons berbeda atas kebijakan tersebut, terutama ketika dihadapkan pada pilihan istilah lockdown atau karantina wilayah.

    Salah satu yang ikut memberikan respons terhadap polemik pemilihan istilah tersebut adalah Iwan Fals. Dia mengatakan lebih suka menggunakan istilah karantina dibandingkan lockdown, karena istilah karantina menurutnya lebih mudah dipahami dibandingkan istilah asing, lockdown.

    Menurutnya, istilah karantina lebih membumi. Selain itu, karantina sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    Halaman selanjutnya…