Tag: gula darah

  • Manfaat Air Kelapa Muda, Jaga Kekuatan Tulang Hingga Turunkan Kadar Gula Darah

    Manfaat Air Kelapa Muda, Jaga Kekuatan Tulang Hingga Turunkan Kadar Gula Darah

    TIKTAK.ID – Air kelapa mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan. Seperti dikutip Kompas.com dari Healthline dan WebMD, berikut ini sejumlah manfaat air kelapa muda.

    Meningkatkan fungsi otot

    Air kelapa mengandung mineral esensial dan elektrolit yang diperlukan manusia untuk mendukung fungsi otot. Minum air kelapa muda setiap hari terbukti mampu mencegah dan mengurangi kram otot ketika sedang berolahraga.

    Baca juga : Ini Alasan Kurangi Garam Bisa Turunkan Berat Badan

    Menghidrasi tubuh

    Menjaga hidrasi tubuh sangat penting untuk menjaga sendi tetap terlumasi, menjaga suhu tubuh, mengalirkan nutrisi ke sel-sel tubuh, dan meningkatkan kualitas tidur serta suasana hati. Satu cangkir air kelapa muda mengandung 60 kalori yang baik untuk menghidrasi tubuh, tanpa perlu meningkatkan asupan gula harian.

    Menjaga kekuatan tulang

    Kekurangan kalsium akan memicu gangguan kesehatan tulang, seperti kekurangan kepadatan tulang, tulang keropos, dan tulang lemah. Dalam satu cangkir air kelapa, terdapat kandungan 40,8 miligram kalsium, atau sekitar 4 persen kebutuhan kalsium harian. Oleh sebab itu, mengonsumsi air kelapa bisa membantu menjaga kesehatan tulang.

    Baca juga : Simak Penjelasan Medis Delirium yang Diangkat dalam Drama Korea ‘Light Shop’

    Mencegah sembelit

    Air kelapa dapat menjadi obat pencahar ringan alami yang kaya akan kandungan kalium. Kebanyakan kalium memicu diare pada beberapa orang, namun minum air kelapa setiap hari telah terbukti dapat mencegah sembelit.

    Mencukupi kebutuhan magnesium tubuh

    Dalam satu cangkir air kelapa muda mengandung 16 miligram magnesium atau sebanyak 4 persen kebutuhan harian tubuh. Magnesium sendiri bermanfaat memproduksi protein, menyeimbangkan tekanan darah, dan menjaga fungsi otot serta fungsi saraf.

    Baca juga : Ketahui Manfaat Rutin Konsumsi Bawang Hitam

    Menurunkan kadar gula darah

    Menurut hasil penelitian, air kelapa bisa menurunkan kadar gula darah pada hewan uji yang mengalami diabetes. Meski begitu, manfaat air kelapa hijau ini perlu diuji lebih lanjut pada manusia.

    Mencegah batu ginjal

    Mencukupi kebutuhan cairan tubuh sangat penting demi mencegah terbentuknya batu ginjal. Walaupun minum air putih juga baik, beberapa penelitian menyatakan air kelapa muda lebih baik untuk mencegah batu ginjal karena mampu mencegah kristal menempel di dalam ginjal dan bagian saluran kencing lainnya.

    Baca juga : Ternyata Buah Durian Punya Beragam Manfaat untuk Kesehatan

    Menyehatkan jantung

    Rutin minum air kelapa muda bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Menurut salah satu penelitian pada hewan uji, air kelapa dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Manfaat air kelapa tersebut pun sama dengan obat statin untuk kolesterol tinggi.

  • Waspadai Bahaya Makanan Cepat Saji Bagi Kesehatan

    Waspadai Bahaya Makanan Cepat Saji Bagi Kesehatan

    TIKTAK.ID – Makanan cepat saji berbahaya bagi kesehatan, baik dalam jangka singkat maupun panjang. Oleh sebab itu, kita kerap dianjurkan untuk membatasi jenis makanan yang dimasak secara instan ini.

    Makanan cepat saji tidak sehat karena minim kandungan gizi, namun tinggi kalori. Mengutip MedicalNewsToday, banyak penelitian menyatakan makanan cepat saji cenderung mengandung banyak gula, garam, lemak trans atau lemak jenuh, bahan pengawet, dan bahan tambahan yang tidak sehat.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Healthline dan MedicalNewsToday, terdapat sejumlah bahaya makanan cepat saji pada kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang perlu diwaspadai. Berikut ini di antaranya:

    Membuat gula darah melonjak

    Kandungan karbohidrat sederhana dan olahan, serta tambahan gula dapat menimbulkan lonjakan gula darah. Hal itu pun bisa membuat orang merasa mengantuk, lemas, atau kelelahan setelah makan. Jika kondisi ini terjadi berkepanjangan, maka akan meningkatkan risiko penyakit diabetes.

    Meningkatkan tekanan darah

    Menurut hasil studi, konsumsi makanan tinggi garam dan natrium mampu meningkatkan tekanan darah. Konsumsi natrium berlebihan juga bisa meningkatkan risiko sakit kepala dan penumpukan cairan di dalam tubuh.

    Memicu kolesterol tinggi

    Gorengan yang menjadi menu utama kebanyakan makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

    Meningkatkan peradangan

    Sebuah penelitian menyebut efek konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh akan meningkatkan risiko peradangan, khususnya peradangan saluran napas pada penderita asma.

    Memicu makan berlebihan

    Makanan cepat saji akan membuat ketagihan dan meningkatkan selera makan, sehingga orang cenderung makan berlebihan saat mengonsumsi asupan ini.

    Jerawat bermunculan

    Biasanya, makanan cepat saji seperti kentang goreng, roti, atau pizza tinggi karbohidrat dan lemak jenuh, yang merupakan salah satu faktor penyebab jerawat bermunculan.

    Gigi berlubang

    Makanan cepat saji tinggi gula dan karbohidrat, sehingga meningkatkan kadar asam yang merusak enamel gigi. Hal itu bisa membuat gigi jadi mudah berlubang.

    Membuat perut kembung

    Mengonsumsi garam berlebihan dari kandungan makanan cepat saji akan membuat perut terasa kembung dan begah.

  • Tips Kontrol Gula Darah Usai Makan

    Tips Kontrol Gula Darah Usai Makan

    TIKTAK.ID – Biasanya, gula darah melonjak setelah makan. Hal itu normal, terutama jika yang dikonsumsi adalah makanan tinggi karbohidrat.

    Usai makan, tubuh mengalami dua reaksi penting yang terjadi di pankreas, yaitu pelepasan insulin dan pelepasan hormon yang disebut amylin. Mengutip Scrubbing, insulin bekerja dengan cepat untuk memindahkan glukosa keluar dari aliran darah dan masuk ke dalam sel. Sementara Amylin membantu mencegah makanan mencapai usus kecil terlalu cepat (tempat sebagian besar nutrisi diserap).

    Kedua proses tersebut terjadi cukup cepat, sehingga sebagian besar waktu kenaikan glukosa darah setelah makan bersifat sementara, bahkan hampir tidak terlihat. Namun bagi penderita diabetes reaksi ini jadi terhambat. Pada penderita diabetes tipe 2, pankreas membuat insulin, namun sel tidak merespons sebagaimana mestinya. Hal itu disebut sebagai resistensi insulin.

    Pelepasan insulin yang tertunda dan tingkat pencernaan yang lebih cepat membuat kadar gula darah naik sangat tinggi setelah makan.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini cara mengontrol gula darah setelah makan, terutama bagi penderita diabetes.

    1. Membatasi makanan yang punya indeks glikemik tinggi

    Mengutip berbagai sumber, makanan yang punya indeks glikemik tinggi biasanya mengandung karbohidrat dan gula olahan yang tinggi, cepat dicerna dan diserap, serta bisa menyebabkan peningkatan gula darah dengan cepat.

    Sementara makanan dengan indeks glisemik rendah biasanya tinggi serat, protein, dan/atau lemak. Contohnya adalah buah-buahan seperti apel.

    Sebaiknya Anda memilih makanan dengan indeks glisemik rendah untuk menghindari lonjakan gula darah.

    1. Kacang untuk cemilan

    Jumlah makanan yang dikonsumsi akan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya gula darah. Artinya, semakin besar porsi, maka kadar gula darah akan semakin meningkat.

    Bila Anda memang ingin ngemil, pilih cemilan yang lebih sehat. Everyday Health menjelaskan bahwa fokus pada camilan yang menggabungkan karbohidrat, protein, dan lemak dapat membantu menstabilkan gula darah.

    1. Mewaspadai label “bebas gula”

    Anda perlu hati-hati dengan alternatif bebas gula, yang lebih baik daripada versi gula asli, namun hampir tidak sehat. Hanya karena makanan diberi label “bebas gula”, “gula yang dikurangi”, atau “tanpa tambahan gula” tak berarti makanan tersebut bebas karbohidrat.

    Anda dapat memeriksa jumlah total karbohidrat dalam suatu produk yang meliputi jumlah pati, serat, gula, dan gula alkohol. Jumlah itu bakal memberi Anda gambaran yang lebih akurat.

  • Gula Darah Bisa Naik, Waspadai 5 Penyebabnya Berikut Ini

    Gula Darah Bisa Naik, Waspadai 5 Penyebabnya Berikut Ini

    TIKTAK.ID – Setiap orang, terutama penderita diabetes perlu mengetahui kondisi penyebab gula darah naik.

    Andai seseorang tak peduli kondisi kadar gula darah ini, komplikasi bisa saja terjadi dan berkembang. Orang dengan diabetes, penyakit yang menyebabkan glukosa darah berada di tingkat berbahaya, membutuhkan pemantauan kadar gula darah sebagai kewaspadaan menghindari kenaikan mendadak.

    Glukosa pada darah pada umumnya diperoleh dari asupan makanan sebagai sumber energi untuk tubuh.

    Normalnya, pankreas bisa mengeluarkan hormon insulin yang menjadikan sel semakin sensitif atas glukosa. Sel-sel lantas menarik glukosa dari darah, menurunkan efek kenaikan gula darah.

    Lain bagi penderita diabetes, pankreas tak bisa memproduksi insulin atau sel-sel semakin berkembang melawan insulin. Lantas, glukosa selalu ada dalam darah, menjaga kadar gula darah tetap tinggi.

    Penderita diabetes perlu semakin berhati-hati menjaga kadar gula darah agar terkontrol serta terhindar dari gula darah yang naik mendadak.

    Waspadai penyebab gula darah naik berikut ini:

    1. Pola makan buruk

    Sebagaimana dilansir Kompas mengutip dari Medical News Today, makanan tinggi gula atau karbohidrat semakin mempengaruhi lonjakan kadar gula darah.

    Untuk melacak pengaruh makanan tertentu terhadap glukosa darah dapat dilihat melalui tingkat indeks glikemik (GI). Kian tinggi indeks glikemik pada makanan yang dikonsumsi, bakal semakin cepat juga memengaruhi kadar gula darah.

    1. Kurangnya aktivitas fisik

    Gaya hidup yang sedikit gerak bisa memicu lonjakan kadar gula darah.

    Selain itu, olahraga yang kian sulit atau berat bisa memicu stres fisik yang turut jadi penyebab lonjakan gula darah.

    1. Merokok

    Merokok bisa menjadikan tubuh sulit menjaga kadar gula darah tetap di kisaran normal. Itulah sebabnya orang yang merokok perlu menghentikan kebiasaannya itu lantaran merugikan kesehatan.

    1. Stres

    Saat mengalami tekanan aneka stres, tubuh bakal memproduksi hormon tertentu semisal kortisol yang bisa meningkatkan glukosa serta mengurangi efektivitas insulin. Menyebabkan kian banyak glukosa bertahan dalam aliran darah.

    1. Masalah tidur

    Kurang tidur dapat berpengaruh buruk untuk penderita diabetes lantaran bisa meningkatkan kadar gula darah.

  • Ini Gejala Awal Diabetes yang Perlu Diperhatikan

    Ini Gejala Awal Diabetes yang Perlu Diperhatikan

    TIKTAK.ID – Gejala awal diabetes penting diidentifikasi guna menghindarkan penyakit ini menjalar kian parah.

    Diabetes merupakan penyakit yang memicu kadar gula darah penyandangnya kian meninggi.

    Bersamaan dengan itu, gula darah tinggi sebagai kondisi yang bisa merusak organ serta jaringan di seluruh tubuh.

    Sebagaimana dilansir Kompas merangkum dari Health Line, makin tinggi gula darah bakal makin lama pula menanganinya, sehingga semakin besar juga risiko seseorang mengalami komplikasi diabetes.

    Pada perempuan yang tengah hamil, diabetes yang tak terkontrol bahkan bukan cuma mengancam dirinya sendiri namun juga bayi yang tengah dalam kandungan. Lantaran bisa mengalami komplikasi diabetes, misalnya preeklamsia atau harus menjalani operasi caesar.

    Jadi, kenali gejala awal diabetes untuk mendukung pengobatan sedari dini dan menghindarkan komplikasi.

    Gejala awal diabetes
    Dikutip dari Medical News Today, penyakit diabetes tipe 2 disebutkan bisa muncul dari gejala ringan sejak tahap awal.

    Lantaran itulah, sejumlah orang bisa jadi tak memperhatikan bahwa mereka tengah mengalami gejalanya.

    Berikut ini beberapa kondisi yang bisa dicurigai sebagai tanda awal diabetes:

    1. Sering buang air kecil
      Saat kadar gula darah tinggi, ginjal bakal mencoba membuang kelebihan gula melalui penyaringan keluar dari darah. Hal ini menyebabkan makin intens buang air kecil, terutama pada malam hari.
    2. Sering haus
      Sering buang air kecil yang dibutuhkan untuk menghilangkan gula berlebihan dari darah bisa menyebabkan tubuh kekurangan cadangan air dan menyebabkan dehidrasi serta menjadikan seseorang lebih cepat haus dibandingkan biasanya.
    3. Selalu lapar
      Penderita diabetes kerap kali tak memperoleh cukup energi dari makanan yang mereka makan. Sistem pencernaan memilah makanan menjadi gula sederhana (glukosa) yang dipakai tubuh untuk bahan bakar. Bagi penyandang diabetes, glukosa ini tak cukup menyebar dari aliran darah untuk sel-sel tubuh.
    4. Merasa sangat lelah
      Diabetes tipe 2 dapat berdampak pada tingkat energi seseorang serta mengakibatkan mereka merasa sangat letih atau lelah. Kelelahan ini lantaran kurangnya gula yang dikandung dalam aliran darah menuju sel-sel tubuh.
    5. Penglihatan kabur
      Kelebihan gula di darah dapat merusak pembuluh darah kecil di mata, yang dapat menyebabkan penglihatan kabur. Hal ini bisa terjadi pada satu mata atau kedua mata.
  • Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi, Pemicu Kenaikan Gula Darah

    Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi, Pemicu Kenaikan Gula Darah

    TIKTAK.ID – Jika ingin mengontrol gula darah, maka penting untuk mengurangi asupan karbohidrat. Sebab, karbohidrat akan dicerna tubuh menjadi gula dalam tubuh.

    Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah atau di bawah 55, berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah. Sedangkan makanan dengan nilai indeks glikemik di atas 70, dapat memicu kenaikan gula darah drastis.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini daftar makanan dengan indeks glikemik tinggi yang bisa memicu kenaikan gula darah:

    Makanan yang mengandung karbohidrat olahan
    Makanan yang mengandung biji-bijian putih, seperti roti putih, pasta, dan nasi, merupakan sumber karbohidrat olahan. Nilai serat jenis makanan ini sudah berkurang selama proses pengolahan. Hal itu mengakibatkan makanan jenis ini cepat dicerna tubuh dan menaikkan gula darah secara drastis.

    Minuman manis
    Tidak hanya mengandung banyak gula, minuman manis seperti soda, es teh manis, dan bahkan jus buah hampir tidak mengandung protein, lemak, atau serat. Minuman ini pun sebenarnya tidak membuat kita merasa kenyang, melainkan hanya akan meningkatkan gula darah. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda beralih minum air putih saja.

    Makanan cepat saji
    Makanan cepat saji seperti burger dan kentang goreng memiliki kalori dan lemak yang tinggi, serta mengandung karbohidrat olahan. Karbohidrat olahan pada makanan ini cepat dicerna tubuh, sehingga mengakibatkan gula darah melonjak tajam.

    Buah
    Buah memang bisa meningkatkan kadar gula. Meski begitu, jangan menjadikan hal itu alasan untuk berhenti mengonsumsi buah. Pasalnya, buah kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, dan serat, yang bagus untuk kesehatan dan pengelolaan gejala diabetes tipe 2.

    Anda hanya perlu membatasi asupannya, bukan sama sekali berhenti mengonsumsinya.

    Tidak hanya itu, sebaiknya pilih konsumsi buah segar yang belum dicampur gula tambahan.

    Sayuran yang mengandung zat tepung
    Sayuran mengandung zat tepung seperti kentang dan jagung juga mempunyai kandungan indeks glikemik yang tinggi. Jenis sayuran ini pun mengandung karbohidrat tinggi, jika dibandingkan sayuran lain seperti brokoli, kubis, dan selada. Akan tetapi, sayuran jenis ini masih mempunyai nutrisi yang baik untuk kesehatan. Anda hanya perlu mengurangi asupan sayuran bertepung, serta mengkonsumsi makanan rendah indeks glikemik seperti protein tanpa lemak.

  • Pilihan Makanan Tepat untuk Penderita Diabetes Tipe 1 dan 2

    Pilihan Makanan Tepat untuk Penderita Diabetes Tipe 1 dan 2

    TIKTAK.ID – Penderita diabetes penting untuk memilih makanan, agar tidak memperburuk penyakitnya. Pasalnya, banyak makanan yang bisa menimbulkan efek lonjakan gula darah.

    Makanan yang tepat untuk penderita diabetes pun tetap perlu dipahami, guna membantu mencegah komplikasi diabetes, termasuk penyakit jantung.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini ragam makanan yang tepat untuk penderita diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2:

    Ikan berlemak
    Umumnya, orang menganggap ikan berlemak merupakan salah satu makanan tersehat di dunia. Ikan berlemak seperti salmon, sarden, ikan herring, dan makarel, adalah sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA, yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan jantung.

    Mengutip Health Line, penderita diabetes sebaiknya mendapatkan cukup lemak itu secara teratur, karena memiliki peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

    DHA dan EPA dapat melindungi sel-sel yang melapisi pembuluh darah Anda, sehingga mengurangi penanda peradangan dan dapat membantu memperbaiki cara fungsi arteri.

    Sayuran hijau
    Sayuran berdaun hijau kaya akan gizi dan rendah kalori. Selain itu, sayuran ini sangat rendah karbohidrat yang dapat dicerna, atau karbohidrat yang diserap oleh tubuh. Hal itu dapat memengaruhi kadar gula darah secara signifikan.

    Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung adalah sumber vitamin dan mineral yang baik, termasuk vitamin C.

    Beberapa bukti menyatakan orang dengan diabetes memiliki kadar vitamin C yang lebih rendah daripada orang tanpa diabetes dan mungkin memiliki kebutuhan vitamin C yang lebih tinggi.

    Vitamin C sendiri bertindak sebagai antioksidan kuat dan memiliki kualitas anti-inflamasi. Dengan meningkatkan asupan makanan kaya vitamin C, maka dapat membantu penderita diabetes meningkatkan kadar vitamin C serum. Hal itu sekaligus mengurangi peradangan dan kerusakan sel.

    Alpukat
    Alpukat diketahui mengandung kurang dari 1 gram gula, sedikit karbohidrat, kandungan serat tinggi, dan lemak sehat. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir alpukat akan meningkatkan kadar gula darah Anda.

    Konsumsi alpukat juga dapat meningkatkan kualitas makanan secara keseluruhan dan secara signifikan bisa menurunkan berat badan dan indeks massa tubuh (BMI). Buah ini pun dapat dijadikan camilan yang ideal untuk penderita diabetes, terutama karena obesitas meningkatkan peluang Anda untuk mengembangkan diabetes.

  • Tips Turunkan Gula Darah Secara Alami

    Tips Turunkan Gula Darah Secara Alami

    TIKTAK.ID – Tubuh manusia mengandung gula dalam darah atau kerap disebut glukosa, yang berfungsi memberi energi pada sel dan organ tubuh. Akan tetapi, jika kadar gula darah terlalu banyak, maka bisa membahayakan kesehatan.

    Tidak hanya menyebabkan diabetes, gula darah tinggi juga bisa merusak pembuluh darah dan memicu komplikasi. Di antaranya serangan jantung atau stroke, kerusakan mata dan kehilangan penglihatan, penyakit ginjal, masalah saraf, dan menimbulkan masalah penyembuhan luka.

    Oleh sebab itu, kita sebaiknya selalu menjaga kadar gula darah agar tetap normal.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini tips menurunkan gula darah tinggi secara alami:
    Berolahraga dengan teratur
    Health Line menyebut olahraga secara teratur dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Jika sensitivitas insulin meningkat, berarti sel Anda lebih mampu menggunakan gula yang tersedia dalam aliran darah.

    Olahraga juga bisa membantu otot Anda menggunakan gula darah untuk energi dan kontraksi otot. Bentuk olahraga yang dapat dilakukan yakni angkat beban, jalan cepat, lari, bersepeda, menari, hiking, berenang, dan banyak lagi.

    Mengontrol asupan karbohidrat
    Tubuh dapat memecah karbohidrat menjadi gula (kebanyakan glukosa), kemudian insulin memindahkan gula ke dalam sel. Jika Anda makan terlalu banyak karbohidrat atau memiliki masalah dengan fungsi insulin, maka proses ini bisa gagal dan kadar glukosa darah meningkat.

    Untuk mencegah hal itu, Anda bisa mengontrol asupan karbohidrat dengan menghitung karbohidrat atau menggunakan sistem pertukaran makanan.

    Beberapa penelitian mengungkapkan, metode ini juga dapat membantu Anda merencanakan makanan dengan tepat, yang selanjutnya dapat meningkatkan kontrol gula darah.

    Meningkatkan asupan serat
    Serat diketahui dapat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula. Sebab, serat mempromosikan peningkatan kadar gula darah yang lebih bertahap.

    Terdapat dua macam serat yang dapat dikonsumsi, yakni serat tidak larut dan serat larut. Serat larut terbukti menurunkan kadar gula darah. Bahkan diet tinggi serat juga membantu mengelola diabetes tipe 1 dengan meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi penurunan gula darah. Contoh makanan yang tinggi serat adalah sayuran, buah-buahan, polong-polongan, dan biji-bijian.

  • Tips Cegah Lonjakan Gula Darah Agar Terhindar dari Diabetes

    Tips Cegah Lonjakan Gula Darah Agar Terhindar dari Diabetes

    TIKTAK.ID – Lonjakan gula darah dapat terjadi ketika gula darah naik, lalu turun tajam setelah aktivitas makan. Dalam jangka waktu pendek, lonjakan gula darah bisa menyebabkan lesu dan rasa lapar. Akan tetapi, seiring waktu tubuh bisa jadi tidak dapat menurunkan gula darah secara efektif, sehingga menyebabkan diabetes tipe 2.

    Selain itu, lonjakan gula darah berpotensi menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit, yang menjadi penyebab serangan jantung atau stroke.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa cara mencegah gula darah naik, yang baik untuk dilakukan demi kesehatan:
    Diet rendah karbohidrat
    Karbohidrat merupakan penyebab gula darah melonjak. Ketika seseorang makan karbohidrat, zat ini dipecah menjadi gula sederhana, kemudian masuk ke aliran darah. Saat kadar gula darah naik, maka pankreas melepaskan hormon insulin yang mendorong sel untuk menyerap gula dari darah. Reaksi tersebut menyebabkan kadar gula darah turun.

    Mengutip Health Line, banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dapat membantu seseorang mencegah lonjakan gula darah. Terdapat banyak cara untuk mengurangi asupan karbohidrat, termasuk menghitung kandungan zat tersebut dalam makanan yang akan dimakan.

    Mengurangi asupan gula
    Banyak orang ditengarai mengonsumsi sebanyak 22 sendok teh (88 gram) gula tambahan per hari. Artinya, terdapat tambahan asupan energi dalam tubuh hingga 350 kalori. Biasanya asupan gula ini berasal dari makanan olahan dan siap saji, seperti permen, kue, dan soda. Padahal, tubuh memecah gula sederhana ini dengan sangat mudah, sehingga mengakibatkan gula darah naik hampir seketika.

    Menjaga berat badan yang sehat
    Kelebihan berat badan atau obesitas bisa membuat tubuh lebih sulit menggunakan insulin dan mengontrol kadar gula darah. Imbasnya, terjadi lonjakan gula darah, sehingga terdapat risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

    Penurunan berat badan pun terbukti meningkatkan kontrol gula darah. Berdasarkan penelitian, 35 orang gemuk yang kehilangan rata-rata 14,5 pon (6,6 kg) selama 12 minggu saat mereka menjalani diet 1.600 kalori sehari, maka gula darah mereka turun rata-rata 14 persen.

  • Beberapa Tanda Saat Gula Darah Naik

    Beberapa Tanda Saat Gula Darah Naik

    TIKTAK.ID – Diabetes menjadi salah satu penyakit yang diderita banyak orang. Pada saat mengalami masalah ini, seseorang harus melakukan perubahan gaya hidup.

    Bahkan pada bulan puasa seperti ini, penderita diabetes harus waspada dengan naiknya gula darah yang cepat. Sebab, hal tersebut akan berpengaruh pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh.

    Cara menghindarinya adalah dengan mengendalikan tingkat gula darah dengan tepat. Sebab, melonjaknya tingkat gula darah dapat menimbulkan masalah kesehatan lain.

    Berdasarkan informasi dari Times of India, berikut sejumlah tanda meningkatnya gula darah yang bisa dikenali.

    Kelelahan
    Rasa lelah yang terus muncul menjadi salah satu tanda gula darah meningkat. Bahkan hal ini akan berbahaya pada saat rasa lelah muncul setiap baru selesai makan. Sehingga, kamu harus waspada terhadap hal ini setelah makan.

    Pandangan Memburam
    Pandangan mulai buram merupakan gejala lain dari meningkatkan gula darah. Sebab, ketika terjadi gula berlebih terperangkap di mata, sehingga dapat menyebabkan pandangan mata memburam.

    Sistem Imun Menurun
    Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah ketika kadar gula meningkat. Hal tersebut membuat tubuh kesulitan dalam melawan infeksi dan dapat membuatmu lebih mudah sakit.

    Sering Buang Air Kecil
    Seseorang yang memiliki gula darah tinggi akan cenderung sering buang air kecil. Sebab, normalnya seseorang akan buang air kecil 4-7 kali sehari. Sedangkan orang yang mengalami gula darah tinggi, bakal buang air kecil lebih dari itu.

    Hal tersebut karena ginjal tidak bisa memproses gula berlebih dalam darah. Sehingga, kencing menjadi cara mengeluarkannya. Nah, ketika sering buang air kecil lebih dari biasanya, maka kamu harus waspada.

    Rasa Haus Meningkat
    Sebenarnya hal ini bukan pertanda meningkatnya gula darah, namun ketika hal seperti ini tejadi secara berulang, maka kamu harus waspada.

    Pusing
    Pusing menjadi salah satu tanda dari masalah kesehatan, termasuk diabetes. Ketika pusing muncul dan bersamaan dengan masalah lain, sudah pasti ini menjadi tanda dari tingginya tingkat gula darah.