Tag: COVID-19

  • Mahkamah Agung Brasil Selidiki Presiden Bolsonaro

    Mahkamah Agung Brasil Selidiki Presiden Bolsonaro

    TIKTAK.ID – Mahkamah Agung Brasil membuka penyelidikan atas komentar keliru yang dibuat oleh Presiden Jair Bolsonaro yang mengklaim bahwa vaksin Covid-19 dapat meningkatkan kemungkinan risiko tertular AIDS.

    Komentar yang dibuat pada streaming langsung media sosial pada Oktober lalu itu membuatnya dilarang sementara untuk muncul di Facebook dan YouTube di bawah kebijakan berita palsu mereka.

    Bolsonaro sering meragukan efektivitas vaksin, seperti yang dilansir BBC.

    Dia juga sedang menghadapi penyelidikan terpisah tentang penanganannya terhadap pandemi.

    Selama siaran langsung pada 24 Oktober itu, Bolsonaro mengklaim bahwa laporan “menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi penuh terhadap Covid-19 mengembangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) jauh lebih cepat dari yang diperkirakan”.

    Pernyataan tersebut langsung ditolak keras oleh para ilmuwan dan ahli medis.

    Presiden yang menolak untuk divaksinasi ini, membela komentarnya tersebut dan mengklaim bahwa dia hanya mengutip dari sebuah artikel di sebuah majalah.

    Pada Jumat (3/12/21), Hakim Agung Alexandre de Moraes memutuskan bahwa Bolsonaro telah “menggunakan modus operandi skema penyebaran massal di jejaring sosial” yang menyerukan penyelidikan lebih lanjut.

    De Moraes menginstruksikan Jaksa Tinggi Brasil, Augusto Aras, untuk mencoba untuk menetapkan apakah komentar Presiden terkait dengan sekelompok pendukungnya yang saat ini sedang diselidiki untuk produksi skala besar itu tergolong berita palsu.

    Kelompok itu, yang dikenal di media lokal sebagai Kantor Kebencian, telah menyebarkan informasi yang salah selama pandemi dan menyerukan kudeta militer yang akan memberi Bolsonaro, mantan Kapten tentara, kekuasaan tak terbatas untuk memerintah negara itu.

    Investigasi ke dalam kelompok telah berhasil melakukan sejumlah penangkapan sekutu Presiden, termasuk Kepala Partai Buruh Brasil sayap kanan, Roberto Jefferson.

    Bolsonaro berada di bawah tekanan berat dalam beberapa bulan terakhir dan menghadapi sejumlah krisis politik yang telah merusak popularitasnya.

    Sebuah panel investigasi khusus Senat mendukung sebuah laporan yang menyerukan agar tuduhan diajukan terhadap Presiden, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Bolsonaro telah menyatakan bahwa dia “sama sekali tidak bersalah”.

    Jumlah kematian Brasil akibat Covid-19 adalah yang tertinggi kedua di dunia, di belakang Amerika Serikat. Lebih dari 615.000 orang telah meninggal, dan 22,1 juta telah terinfeksi virus, meskipun ada kekhawatiran jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

    Pada bulan Maret, ketika kematian melonjak, Presiden mengatakan kepada warga Brasil untuk “berhenti merengek” dan meremehkan ancaman virus, karena sistem kesehatan lumpuh oleh krisis.

  • Jokowi Wanti-wanti, Ancaman Varian Omicron Sudah di Negeri Jiran

    Jokowi Wanti-wanti, Ancaman Varian Omicron Sudah di Negeri Jiran

    TIKTAK.ID – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan mengenai penyebaran virus Corona (Covid-19) varian Omicron yang saat ini sudah terdeteksi di Singapura pada Kamis (2/12/21).

    Jokowi mengaku tidak ingin varian Omicron berada di Indonesia, sehingga menyebabkan gelombang keempat penularan virus Corona di Indonesia.

    Jokowi menyampaikan hal itu ketika memberi arahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12/21).

    Baca juga : Respons Sri Mulyani Soal MPR Marah Anggaran Dipotong

    “Hati-hati, sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron. Hati-hati, tadi pagi saya dapat kabar, sudah sampai ke Singapura,” ujar Jokowi, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Kemudian Jokowi memerintahkan aparat, terutama di bawah Kepolisian Daerah (Polda) yang berada di daerah perbatasan negara jiran, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan orang keluar masuk Indonesia. Dia menjelaskan, virus itu dapat dibawa siapa saja, baik Warga Negara Asing (WNA) maupun warga negara Indonesia yang baru pulang dari luar negeri.

    “Terutama Polda-polda yang berkaitan dengan perbatasan dengan negara-negara lain, karena yang membawa bisa orang asing, bule, tapi juga dari warga negara kita sendiri. Khususnya tenaga kerja dari luar, waktu masuk pulang kampung,” ungkap Jokowi.

    Baca juga : Dianggap Tidak Efektif, Anggaran Sumur Resapan Anies Dihapus dari APBD DKI 2022

    Menurut Jokowi, kini Omicron telah terdeteksi menyebar ke-29 negara di dunia. Dia menyatakan saat ini sejumlah pihak masih melakukan studi terhadap varian Omicron.

    Jokowi memaparkan, berdasarkan hasil penelitian sementara, varian tersebut bisa menular lebih cepat ketimbang varian Delta. Dia lantas mengingatkan ketika varian Delta menyebar, kasus Covid di Indonesia sangat memprihatinkan.

    “Ingat, varian Delta itu menyebar di Indonesia hanya dalam waktu 2-3 minggu semua langsung kena, ini lebih cepat, meskipun belum final. Bahkan diperkirakan 5 kali lebih cepat,” tutur Jokowi.

    Baca juga : Bos KPK Sebut Kepala Desa Korupsi Tak Usah Dipenjara, Kenapa?

    “Kemungkinan besar juga escape immunity, artinya bisa masuk ke sela-sela antibodi kita yang sudah imun, dia bisa menerobos. Hati-hati ini, hati-hati,” imbuh Jokowi.

    Di sisi lain, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana menerapkan pemeriksaan pendatang di tiga titik perbatasan provinsi. Hal itu demi mengantisipasi potensi lonjakan kasus selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

    Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DIY, Noviar Rahmad menyebut pemeriksaan dilaksanakan secara acak menyasar para pendatang yang hendak masuk ke dalam wilayah DIY pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

  • Strain Omicron ‘Hantui’ Eropa

    Strain Omicron ‘Hantui’ Eropa

    TIKTAK.ID – Di tengah serbuan gelombang ketiga Covid-19, Eropa kini menghadapi bahaya lain dari varian baru Covid-19, yang dikabarkan lebih berbahaya.

    Setidaknya ditemukan 15 kasus varian baru Covid-19 yang diberi nama Omicron dikonfirmasi di dua negara Uni Eropa, seperti yang dikatakan otoritas kesehatan mereka pada Minggu (28/11/21). Semua kasus ditemukan pada penumpang maskapai yang mendarat di Eropa, seperti yang dilaporkan RT.

    Puluhan kasus telah ditemukan pada penumpang yang datang ke Belanda dengan penerbangan dari Afrika Selatan pada awal pekan ini, kata Institut Kesehatan Nasional Belanda (RIVM) dalam sebuah pernyataannya. Mereka menambahkan bahwa penyelidikan belum selesai dan “varian baru dapat ditemukan di lebih banyak sampel pengujian”.

    Otoritas kesehatan menguji total 624 penumpang dari Afrika Selatan pada 26 November, kata RIVM, menambahkan bahwa, sejauh ini, 61 di antaranya dinyatakan positif.

    Semua kedatangan ke Belanda dari Afrika Selatan serta dari Botswana, Malawi, Lesotho, Eswatini, Namibia, Mozambik dan Zimbabwe sekarang diharuskan untuk mendapatkan pengujian dan dikarantina sampai hasilnya diketahui, bahkan jika mereka telah divaksinasi, kata RIVM.

    Dua kasus dikonfirmasi ditemukan di Denmark, kata State Serum Institute (SSI) dalam sebuah pernyataannya. Orang-orang yang terinfeksi telah tiba dengan pesawat dari Afrika Selatan.

    “Ini sudah diprediksi,” kata Direktur SSI, Henrik Ullum.

    Pihak berwenang akan “melanjutkan pemantauan intensif terhadap infeksi” untuk “menunda waktu” ketika varian baru “benar-benar muncul ke Denmark” dan memberi orang sebanyak mungkin waktu untuk divaksinasi, tambahnya.

    Strain, yang secara resmi ditetapkan sebagai “varian berbahaya” oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada Jumat lalu, pertama kali terdeteksi di Botswana awal bulan ini.

    Strain ini memiliki jumlah mutasi yang jauh lebih besar daripada strain Delta yang sangat menular yang telah lazim di banyak wilayah di dunia, termasuk Eropa. Omicron khususnya memiliki mutasi di area yang berinteraksi langsung dengan sel manusia sesuai dengan lonjakannya.

    Varian baru telah menyebar setidaknya di satu wilayah di Afrika Selatan dan menyebar dengan cepat di luar wilayah tersebut, dengan kasus lain segera dikonfirmasi di Hong Kong, Israel, Belgia, Jerman dan, pada Sabtu kemarin juga ditemukan di Inggris.

  • Dokter Global: Varian Covid-19 Akan Sama Mematikannya dengan Ebola

    Dokter Global: Varian Covid-19 Akan Sama Mematikannya dengan Ebola

    TIKTAK.ID – Asosiasi Medis Dunia memperingatkan bahwa mutasi lebih lanjut virus Covid-19 dapat menelurkan jenis varian yang sangat menular seperti varian Delta dan sama mematikannya seperti virus Ebola.

    Ketua masyarakat dokter global (WMA), Frank Ulrich Montgomery menyampaikan kekhawatirannya itu kepada surat kabar kelompok media Jerman Funke pada Sabtu (27/11/21), seperti yang dilaporkan RT.

    Dia menekankan pentingnya tidak “memberi kesempatan kepada virus” untuk bermutasi lebih jauh. Untuk dapat melakukan itu, mungkin perlu untuk terus “memvaksinasi dunia selama bertahun-tahun” yang akan datang, kata Montgomery.

    Virus Ebola, yang efek mengerikannya pada manusia dapat ditandingi oleh jenis Covid baru seperti yang diperingatkan oleh Ketua WMA, pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo. Wabah paling mematikan hingga saat ini terjadi di Afrika Barat antara 2014 dan 2016, yang merenggut lebih dari 11 ribu nyawa.

    Penyakit yang dibawa oleh virus ini menyebabkan demam parah dan pendarahan internal, dengan tingkat kematian rata-rata sekitar 50 persen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Beberapa strain yang diketahui, bagaimanapun, telah menyebabkan kematian pada 90 persen dari semua kasus yang menakutkan itu.

    Terkait dengan Tanah Airnya, Jerman, Montgomery memperingatkan bahwa jumlah infeksi Covid kemungkinan akan berlipat ganda dalam sepuluh hari mendatang. Dia juga menyerukan pengenalan tindakan yang lebih ketat di negara itu, mendesak pihak berwenang untuk menutup semua pasar Natal dan melarang perayaan, termasuk pesta kembang api.

    Jika gelombang keempat Covid masih belum mereda, menurut Montgomery penutupan dan penguncian bisnis nasional mungkin diperlukan. Setiap tindakan yang diambil sekarang ini hanya akan memiliki efek nyata dalam waktu dua minggu dan, bersama dengan kampanye vaksinasi, penundaannya bisa selama enam minggu, katanya.

    Prediksi suram datang setelah penemuan strain Omicron baru di Afrika Selatan.

    Pada Jumat kemarin, Organisasi Kesehatan Word (WHO) secara resmi menetapkan Omicron sebagai “varian perlu mendapat perhatian khusus”.

    Sementara para ilmuwan masih mempelajari jenis baru itu, dengan kekhawatiran yang telah disuarakan bahwa varian Covid yang sangat bermutasi ini bisa lebih menular daripada pendahulunya.

  • Peneliti Terkejut, Varian Delta di Jepang Punah

    Peneliti Terkejut, Varian Delta di Jepang Punah

    TIKTAK.ID – Gelombang kelima Covid-19 Jepang secara dramatis punah yang menyebabkan sejumlah ilmuwan kebingungan dengan peristiwa ini. Sebuah tim peneliti mengindikasikan Covid-19 varian Delta yang sangat menular bermutasi hingga menyebabkannya punah di negeri itu.

    Pada pertengahan Agustus, Jepang mengalami puncak infeksi Covid-19, mencatat lebih dari 23.000 kasus baru per hari. Sekarang metriknya hanya sekitar 170 per hari, dengan kematian sebagian besar tersisa satu digit bulan ini, seperti yang dilaporkan RT.

    Penurunan tersebut oleh banyak orang dikaitkan dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, penerimaan publik terhadap penggunaan masker, dan faktor lainnya, tetapi beberapa peneliti mengatakan penurunan itu terjadi secara unik, dibandingkan dengan negara lain dengan kondisi serupa.

    Ahli genetika di National Institute of Genetics, Ituro Inoue percaya bahwa Jepang beruntung karena Delta sebagian besar membasmi varian lain dari virus SARS-CoV-2 sebelum kemudian memusnahkan dirinya sendiri. Dia menjelaskan teori timnya kepada surat kabar Japan Times minggu ini.

    Untuk beberapa waktu Inoue dan rekan-rekannya meneliti mutasi SARS-CoV-2 dan bagaimana mereka dipengaruhi oleh protein nsp14, yang sangat penting untuk reproduksi virus.

    Virus RNA, seperti yang menyebabkan Covid-19, cenderung memiliki tingkat mutasi yang sangat tinggi, yang membantu mereka beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan. Namun, ini membuka pintu untuk apa yang disebut “bencana kesalahan”. Yaitu ketika mutasi buruk menumpuk dan akhirnya menyebabkan kepunahan penuh suatu varian.

    Protein nsp14 tampaknya berperan penting untuk terjadinya kesalahan yang membantu genom virus untuk tetap berada di bawah ambang “bencana kesalahan”.

    “Kami benar-benar terkejut melihat temuan itu,” kata peneliti itu kepada Japan Times. “Varian Delta di Jepang sangat mudah menular dan [sedang] menjauhkan varian lain. Tetapi ketika mutasi menumpuk, kami percaya hal itu pada akhirnya menjadi kesalahan virus dan tidak dapat membuat salinan dirinya sendiri.”

    Teori ini mungkin relevan dengan jenis SARS sebelumnya, yang diidentifikasi pada tahun 2003, yang menjelaskan mengapa virus itu tidak menyebabkan pandemi. Namun hal itu akan sulit dikonfirmasi, karena wabah berakhir relatif cepat dan tidak menghasilkan pengumpulan besar-besaran data genetik yang diperlukan untuk menguji hipotesis.

    Tidak jelas mengapa Jepang mengalami pergantian peristiwa yang beruntung ini, tetapi tidak ada negara-negara Asia Timur lainnya seperti Korea Selatan yang mengalami seperti Jepang, meskipun populasinya secara genetik dekat dengan Jepang.

    Mutasi virus serupa yang ditandai oleh para ilmuwan telah ditemukan di setidaknya 24 negara, kata Inoue. Dia dan timnya berencana untuk menerbitkan makalah yang merinci temuan mereka pada akhir November.

    Bahkan jika teori kepunahan alami ini dikonfirmasi, itu hanyalah penangguhan sementara bagi orang-orang di Jepang. Sebab, varian baru yang lebih sukses kemungkinan akhirnya akan menemukan jalan mereka berkembang di negara itu, meskipun tindakan karantina dan kontrol imigrasi dapat menunda munculnya varian baru di Jepang, kata Inoue.

    Sementara itu, Tokyo tengah bersiap menghadapi gelombang baru Covid-19 pada musim dingin ini dan bersiap untuk hidup berdampingan dengan virus tersebut.

    Pemerintah dilaporkan berencana untuk melonggarkan pembatasan perjalanan dengan meningkatkan jumlah orang yang diizinkan masuk ke negara itu per hari dari 3.500 menjadi 5.000.

  • Wagub DKI Imbau Reuni 212 Ditunda

    Wagub DKI Imbau Reuni 212 Ditunda

    TIKTAK.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengimbau pelbagai rencana kegiatan mengumpulkan massa secara besar-besaran agar ditunda terlebih dulu. Sebab, Riza mengatakan Jakarta masih berada dalam kondisi pandemi virus Corona (Covid-19).

    Riza menyampaikan hal itu untuk merespons rencana PA 212 menggelar agenda Reuni Aksi 212 pada 2 Desember mendatang.

    “Kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan mohon ditunda dulu,” ujar Riza di Balai Kota Kamis (11/11/21) malam, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Viral Warga NTT Arak Patung Raksasa Jokowi ke Puncak Bukit

    Kemudian Riza mengaku senang jika masyarakat justru mendukung pelbagai program penanganan virus Corona, mulai dari Pemprov DKI maupun Pemerintah Pusat. Untuk itu, dia meminta dukungan dari panitia Reuni Aksi 212, agar mempertimbangkan kembali agenda itu. Pasalnya, kata Riza, DKI Jakarta masih dalam kondisi pandemi, walaupun saat ini level PPKM sudah diturunkan menjadi level 1.

    “Tentu tidak bisa jika kita melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan yang pada akhirnya akan mengakibatkan penyebaran Covid,” tegas Riza.

    Sementara itu, Polri mengaku belum bisa menentukan pemberian izin untuk Reuni 212. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengingatkan kembali akan bahaya Covid-19. Dedi pun menegaskan, Covid-19 masih ada dan berbahaya. Untuk itu, dia mendesak semua pihak, termasuk PA 212 agar lebih waspada.

    Baca juga : Pakar Hukum: Tolak Negara Bebas Kekerasan Seksual Wujud Kemunduran Peradaban

    “Pada prinsipnya Polda Metro Jaya siap melaksanakan pengamanan dan antisipasi kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan klaster-klaster Covid-19. Karena sesuai imbauan Pemerintah, semua pihak harus waspada dan tetap prokes, demi meminimalisir sebaran Covid-19,” ungkap Dedi, mengutip Sindonews.com, Sabtu (13/11/21).

    Untuk diketahui, Sekretaris Umum PA 212 Bernard Abdul Jabar mengumumkan bahwa Reuni Aksi 212 bakal kembali digelar pada 2 Desember 2021 mendatang. Namun dia mengklaim bentuk acara aksi itu masih digodok oleh panitia.

    Aksi 212 sendiri adalah aksi massa yang digelar pada 2 Desember 2016. Aksi tersebut digelar menyusul pernyataan calon gubernur petahana dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dianggap telah menistakan Islam.

    Baca juga : Gerindra Minta Maaf dan Sudah Tegur Fadli Zon Usai Sindiran Banjir Sintang ke Jokowi

    Ketika itu, anggapan tersebut muncul usai video berisi ucapan Ahok yang mengutip surah Al-Maidah ayat 51 viral di media sosial. Hal itu menyebabkan Ahok memperoleh banyak kecaman dan berujung vonis bui atas tindakannya tersebut.

  • KPK Tiba-tiba Diminta Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula-E, Ada Apa?

    KPK Tiba-tiba Diminta Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula-E, Ada Apa?

    TIKTAK.ID – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengatakan bahwa langkah penyelidikan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dugaan korupsi pelaksanaan Formula-E tidak sesuai prosedur.

    Margarito menjelaskan, hal yang paling standar sebelum melakukan penyelidikan yaitu dugaan pidanannya sudah harus ada, bukan baru dicari-cari.

    “Jadi, setiap tindakan penyelidikan itu diawali dengan asumsi pidananya telah ada,” ujar Margarito, seperti dilansir Kompas.tv dari Antara, Sabtu (13/11/21).

    Baca juga : Beda dengan MUI, Gusdurian dan BEM UI Dukung Peraturan Kontroversial Nadiem Makarim

    Margarito menyatakan penyelidikan dugaan korupsi pelaksanaan ajang balap mobil listrik itu keliru sejak awal. Hal itu karena KPK menyalahi prosedur paling dasar dalam penentuan dugaan pidana.

    “Jika menyelidiki sesuatu peristiwa hukum, maka di kepala Anda peristiwa itu harus sudah memiliki aspek pidana. Kemudian tinggal memperoleh bukti-bukti untuk menguatkan bahwa itu peristiwa pidana. Bukan malah mencari-cari bukti untuk menemukan bahwa itu peristiwa pidana,” tutur Margarito.

    “Jadi cara berpikir KPK itu amat terbalik, ini sangat salah,” imbuh Margarito.

    Baca juga : Ditantang Jokowi Balapan di Formula E Jakarta, Sean Gelael Tertawa

    Kemudian Margarito menyarankan KPK agar menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ajang balap mobil listrik yang rencananya bakal berlangsung di DKI Jakarta itu.

    Lebih lanjut, mengenai pemberian commitment fee dan penundaan dua tahun penyelenggaraan Formula E, Margarito menilai hal itu bukan sesuatu yang dalam kendali manusia. Sebab, dia menyebut dua tahun terakhir terjadi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

    “Karena hal yang menggagalkan peristiwa itu (Formula-E) bukan hal yang disebabkan oleh manusia, tapi sebab alamiah yang tidak dapat diprediksi secara objektif. Akibat hukumnya yakni siapa pun itu tak bisa dibebani tanggung jawab hukum,” tegas Margarito.

    Baca juga : Susi Pudjiastuti Sindir Puan Saat Tanam Padi di Sleman

    Margarito pun memaparkan soal dana pinjaman bank yang digunakan. Dia mengklaim apa pun pinjaman tersebut akan membebani APBD, dan jika memang terjadi penyalahgunaan, maka sistem keuangan daerah mempunyai hak untuk menuntut ganti rugi terhadap penyelenggara.

    “Itu juga harus berdasarkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan,” ungkapnya.

    Oleh sebab itu, Margarito mengimbau KPK agar menghentikan pengusutan Formula-E, lantaran dapat memengaruhi asumsi publik ke KPK. Menurutnya, publik dapat menilai KPK sebagai alat politik golongan tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan Anies.

  • PA 212 Bakal Gelar Reuni, Begini Kata Wakil Anies Baswedan

    PA 212 Bakal Gelar Reuni, Begini Kata Wakil Anies Baswedan

    TIKTAK.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mendesak Persaudaraan Alumni atau PA 212 agar memikirkan dan mempertimbangkan kembali rencana gelaran reuni akbar pada awal Desember 2021 di Monas. Riza juga meminta kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dapat dipertimbangkan kembali hingga Jakarta sudah aman dari pandemi virus Corona (Covid-19).

    “Tentu harapan kita semua agar kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi penyebaran, dipikirkan dan dipertimbangkan kembali sampai Jakarta sudah betul-betul aman,” ujar Riza di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/11/21), seperti dilansir Kompas.tv.

    Riza mengatakan saat ini Jakarta memang sudah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Meski begitu, Riza mengingatkan bahwa hal itu tidak membuat serta-merta bebas melakukan kegiatan yang berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.

    Baca juga : Gowes Bareng Gibran ke Borobudur, Ganjar: Saya Deg-degan

    “Harapan kita di Jakarta ini, sekalipun kita bersyukur sudah memasuki level 1, tapi tidak serta-merta kemudian kita bebas melakukan kegiatan-kegiatan seperti sebelum ada pandemi,” terang Riza.

    Riza menjelaskan, justru pada akhir tahun, lebih tepatnya libur Natal dan Tahun Baru ditambah dengan kelonggaran PPKM Level 1, maka penularan Covid-19 dapat meningkat.

    “Sekalipun vaksinnya sudah tinggi, tapi kami minta seluruh masyarakat tetap berada di rumah, karena rumah adalah tempat terbaik bagi kita supaya terbebas dari Covid-19,” tutur Riza.

    Baca juga : Analis Politik: Prabowo-Puan Bakal Dilawan Poros Golkar dan Demokrat di 2024

    Kemudian Riza mengimbau semua pihak agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan bertanggung jawab, khususnya pada potensi acara yang menyebabkan kerumunan.

    “Untuk sebaik-baiknya untuk dipikirkan kembali, supaya tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” tegas Riza.

    Untuk diketahui, Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin, mengumumkan pada wartawan, Minggu (7/11/21), bahwa pihaknya bakal menggelar reuni akbar PA 212 di Monas. Akan tetapi, masih belum ada tanggal pasti terkait kapan reuni akan digelar. Lantas Novel mengklaim Reuni 212 akan diikuti oleh 7 juta massa.

    Baca juga : Puan Abaikan Interupsi Saat Ketok Palu Pengesahan Panglima TNI Andika Perkasa

    “Dari 7 juta orang (akan hadir). Sebab, masa 212 sudah kangen untuk reuni,” ucap Novel.

    Menurut Novel, pada reuni kali ini pihaknya akan menuntut Pemerintah Indonesia membebaskan mantan Pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab. Massa yang mengikuti Reuni 212 juga mendesak Pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pembantaian 6 anggota FPI oleh polisi.

  • Sandiaga Ungkap Harga Tiket World Superbike

    Sandiaga Ungkap Harga Tiket World Superbike

    TIKTAK.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, diketahui mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (5/11/21). Sandiaga melakukan kunjungan tersebut demi memastikan kesiapan pelaksanaan World Superbike yang akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 19-21 November mendatang.

    Pada kunjungan sebelumnya, Sandiaga tampak mengendarai sepeda motor. Namun kali ini Sandiaga menginspeksi sirkuit sepanjang 4,3 kilometer itu dengan berlari.

    Kemudian Sandiaga mengumumkan bahwa penjualan tiket World Superbike akan dibagi menjadi tiga bagian. Dia menjelaskan, awalnya tiket akan ditawarkan per paket, tapi kini diputuskan tiket untuk hari pertama akan dijual seharga Rp150 ribu per orang; Rp200 ribu per orang untuk tiket hari kedua; dan Rp300 ribu per orang pada hari ketiga.

    Baca juga : Menyoal Kisruh Anggaran Formula-E yang Kini Diperiksa KPK

    Menurut Sandiaga, penetapan harga tiket tersebut sebagai bentuk keberpihakan, terutama bagi warga Lombok Tengah.

    “Mudah-mudahan ini akan cocok untuk kantong warga dan para peserta touring yang jumlahnya ribuan. Mereka yang berasal dari berbagai wilayah itu datang untuk menyaksikan World Superbike ini,” ujar Sandiaga, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Sandiaga menyatakan bahwa kini dirinya tengah berfokus pada distribusi vaksinasi serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Dia pun berharap gelaran World Superbike tidak memicu lonjakan kasus Covid-19, melainkan berdampak positif terhadap perekonomian.

    Baca juga : Andika Perkasa Resmi Disetujui DPR Jadi Panglima TNI

    “Alhamdulillah kita selesaikan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Dengan begitu, mudah-mudahan ekonomi bergerak, dan masyarakat kembali sejahtera dengan terbukanya lapangan kerja,” ucap Sandiaga.

    Sementara itu, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer menyampaikan keyakinan bahwa kesuksesan pelaksanaan World Superbike mampu diwujudkan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

    “Kami tidak sendiri, tapi juga dibantu oleh Satgas Covid-19, dalam hal ini Pak Gubernur dan juga Bapak Menkes, juga Bapak Kemenko Perekonomian. Beliau sangat mewanti-wanti sekali pada waktu memberikan izin untuk 25 ribu (orang), supaya tidak terjadi (lonjakan) Covid-19,” terang Abdulbar.

    Baca juga : Dinilai ‘Serampangan’ Gunakan Simbol DPR, Relawan Puan Maharani Tuai Sindiran

    Abdulbar mengaku ITDC siap berkoordinasi dengan seluruh jajaran untuk mengamankan acara otomotif kelas dunia yag pertama kali digelar kembali di Indonesia sejak 1997 silam.

    “Jadi gentlemen, please start your engine. Kita persiapkan pertama tanggal 12 (November 2021) untuk Idemitsu, dan tanggal 19 (November 2021) untuk World Superbike,” jelas Sandiaga.

  • Tak Peduli Pandemi, Panitia Pastikan Reuni 212 Tetap Digelar 2 Desember

    Tak Peduli Pandemi, Panitia Pastikan Reuni 212 Tetap Digelar 2 Desember

    TIKTAK.ID – Sekretaris Umum PA 212, Bernard Abdul Jabar mengungkapkan bahwa gelaran Reuni Aksi 212 bakal kembali digelar pada 2 Desember 2021 mendatang.

    “Insya Allah benar, iya dipastikan akan berjalan,” ujar Bernard, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (4/11/21).

    Menurut Bernard, saat ini pihaknya masih melihat situasi dan kondisi untuk menggelar acara tersebut. Dia mengatakan PA 212 juga masih menentukan bentuk acara dan lokasinya, lantaran bakal digelar di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

    Baca juga : Heran Soal Deklarasi Relawan Prabowo-Puan 2024, Gerindra: Tidak Lazim!

    “Namun sekarang masih belum kita tentukan acaranya seperti apa ya. Nanti akan melihat situasi dan kondisinya juga,” terang Bernard.

    Bernard mengaku berkaca pada gelaran Aksi Reuni 212 pada 2020 silam, yang digelar terbatas di tengah pandemi. Dia mengklaim ketika itu PA 212 tidak mengerahkan massa secara besar-besaran. Gantinya, kata Bernard, mereka hanya menggelar acara Dialog Nasional bertajuk Revolusi Akhlak sebagai pengganti Reuni 212 dan bakti sosial.

    Kemudian Bernard memastikan bahwa Reuni Aksi 212 tahun ini tidak hanya dihadiri oleh elemen massa PA 212. Dia menyatakan mereka yang akan hadir juga berasal dari para anggota ormas Islam lainnya.

    Baca juga : Tanggapi Rencana Buruh Demo Serentak pada 10 November, Wagub DKI: Utamakan Dialog!

    “Semuanya bergabung, tidak hanya 212 saja, melainkan seperti biasanya saja,” ucap Bernard.

    Senada dengan Bernard, Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif menyatakan bahwa kegiatan Reuni 212 akan kembali digelar pada 2 Desember 2021 mendatang. Dia mengaku saat ini pihaknya sedang mempersiapkan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk pengajuan izin keramaian dari kepolisian.

    “Insya Allah (digelar), untuk teknis dan lokasi kegiatan itu masih kita bahas. Izin kepolisian sedang kita siapkan,” jelas Slamet, mengutip Kompas.com, Jumat (5/11/21).

    Baca juga : Babak Baru Pengusutan Kasus Formula E Usai Penyelidik KPK Turun Tangan

    Seperti diketahui, Aksi 212 adalah aksi massa yang kali perdana digelar pada 2 Desember 2016. Aksi tersebut digelar lantaran pernyataan calon gubernur petahana dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dinilai telah menistakan Islam.

    Anggapan tersebut muncul usai video berisi ucapan Ahok yang mengutip surah Al-Maidah ayat 51 viral di media sosial. Ketika itu, Ahok mendapat banyak kecaman dan berujung vonis bui atas tindakannya itu.