TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Studi Mencatat Cuaca Panas dan Lembab Berkorelasi dengan Peningkatan Kasus Bunuh Diri

Studi Mencatat Cuaca Panas dan Lembab Berkorelasi dengan Peningkatan Kasus Bunuh Diri

By Bagas F Sinaga
23 November 2021
568
0
Studi Mencatat Cuaca Panas dan Lembab Berkorelasi dengan Peningkatan Kasus Bunuh Diri

TIKTAK.ID – Sebuah laporan ilmiah yang menggunakan data dari 60 negara selama beberapa dekade, menemukan bahwa cuaca panas dan kelembaban akibat dari perubahan iklim dapat dikaitkan dengan peningkatan bunuh diri.

Dilansir RT, sebuah artikel yang diterbitkan dalam Laporan Ilmiah pada Senin (15/11/21) mengklaim memiliki “bukti empiris” yang menunjukkan “efek perubahan iklim antropogenik” -yaitu panas dan kelembaban- dapat “memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental”.

Kelembaban khususnya memiliki korelasi yang lebih tinggi dengan kasus bunuh diri daripada gelombang panas, dan hubungan tersebut memiliki efek yang lebih besar pada orang yang lebih muda dan wanita, menurut laporan itu, yang menyimpulkan “kemungkinan ada hubungan antara kedua kejadian gelombang panas dan kelembaban relatif dengan bunuh diri”.

Rekan penulis laporan itu, Dr Sonja Ayeb-Karlsson mengatakan kepada The Guardian bahwa hubungan tersebut bisa jadi merupakan akibat dari kesulitan tubuh dalam mengatur suhu di lingkungan yang lembab dan kesulitan tidur juga bisa menjadi faktor.

“Jika Anda berbicara tentang kesehatan mental, ada cukup banyak tautan –ada kecemasan, sulit untuk tidur, menjadi tak tertahankan,” kata Ayeb-Karlsson. Ia menambahkan, “Kurang tidur adalah masalah yang sangat besar… Sulit untuk tidur saat cuaca panas dan bahkan lebih sulit ketika cuaca lembab.”

Meskipun negara-negara beriklim panas seperti Thailand dicatat sebagai negara yang paling berisiko, Ayeb-Karlsson memperingatkan bahwa negara-negara Eropa yang cuacanya lebih dingin seperti Swedia juga menunjukkan hubungan antara kelembaban dan bunuh diri.

Ia menjelaskan bahwa “kejutan dari suhu yang lebih dingin ke suhu yang ekstrem” dapat menjadi “berbahaya bagi kesehatan mental”. Menurut penelitian, di 40 negara ditemukan hubungan yang sangat kuat antara bunuh diri dan kelembaban.

Namun, hasilnya juga beragam, di beberapa negara bercuaca panas dan lembab ada juga yang menunjukkan penurunan tingkat bunuh diri atau tidak ada korelasi sama sekali, dan laporan tersebut mencatat bahwa penelitian lebih lanjut akan diperlukan.

Studi ini juga tidak mempertimbangkan faktor-faktor seperti status sosial ekonomi dan akses ke layanan kesehatan dalam temuannya.

Tagscuaca panaskasus bunuh dirilaporan ilmiahPenelitian

Related articles More from author

  • Prof Helen Rees
    Internasional

    Ilmuwan Sebut Kondisi Pandemi Masih akan Ada Hingga 2022

    5 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Peneliti Bilang Target Ideal Herd Immunnity Masih Jauh dari Harapan
    InternasionalTips & Tutorial

    Peneliti Bilang Target Ideal Herd Immunnity Masih Jauh dari Harapan

    9 Juli 2020
    By Hendra Setiawan
  • Studi Terbaru Ungkap Korelasi Ukuran Pupil dan Kecerdasan Seseorang
    Tips & Tutorial

    Studi Terbaru Ungkap Korelasi Ukuran Pupil dan Kecerdasan Seseorang

    8 Juni 2021
    By Hendra Setiawan
  • Makan Sebutir Telur Seminggu Sekali, Cara Lezat Cegah Resistensi Insulin
    Tips & Tutorial

    Makan Sebutir Telur Seminggu Sekali, Cara Lezat Cegah Resistensi Insulin

    20 Januari 2020
    By Hendra Setiawan
  • Riset Terbaru: Maraton Tingkatkan Kualitas Kesehatan Jantung
    Tips & Tutorial

    Riset Terbaru: Maraton Tingkatkan Kualitas Kesehatan Jantung

    26 Januari 2020
    By Hendra Setiawan
  • Peneliti Rekayasa Bahan Karet Jenis Baru, Mirip Baju Black Panther
    Teknologi

    Peneliti Rekayasa Bahan Karet Jenis Baru, Mirip Baju Black Panther

    10 Februari 2022
    By Alfan Mahardika

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ahok Mundur dari Komut Pertamina, Puan: Tak Ada Arahan dari Megawati
    Nasional

    Ahok Mundur dari Komut Pertamina, Puan: Tak Ada Arahan dari Megawati

  • Rencana Pembunuhan terhadap Duta Besar Myanmar untuk PBB Berhasil Digagalkan
    Internasional

    Rencana Pembunuhan terhadap Duta Besar Myanmar untuk PBB Berhasil Digagalkan

  • Sambil Nangis, Haikal Hasan Sebut Jokowi Tidak Anti Habib Rizieq, Begitu pula Sebaliknya
    Nasional

    Sambil Nangis, Haikal Hasan Sebut Jokowi Tidak Anti Habib Rizieq, Begitu pula Sebaliknya

  • Pakar Soal Penundaan Pemilu: Pembangkangan Terhadap Konstitusi
    Nasional

    Pakar Soal Penundaan Pemilu: Pembangkangan Terhadap Konstitusi

  • Kenali Flu Unta yang Ancam Suporter Piala Dunia 2022
    Tips & Tutorial

    Kenali Flu Unta yang Ancam Suporter Piala Dunia 2022

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.