TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Tips & Tutorial
Home›Tips & Tutorial›WHO Ingatkan Jam Kerja Panjang Picu Kematian Dini

WHO Ingatkan Jam Kerja Panjang Picu Kematian Dini

By Hendra Setiawan
24 Mei 2021
751
0
WHO Ingatkan Jam Kerja Panjang Picu Kematian Dini

TIKTAK.ID – Bekerja selama berjam-jam dapat menguras emosi dan fisik, serta meningkatkan risiko kematian. Hal itu berdasarkan laporan teranyar kerja sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Sedunia (ILO).

Studi yang telah menjalani proses peer-review tersebut pun diklaim menjadi analisis global pertama yang memantau dampak bekerja terlalu lama terhadap kesehatan. Menurut studi, terdapat sebanyak 488 juta orang di dunia bekerja dalam waktu yang panjang, tepatnya selama 55 jam atau lebih per minggu.

Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari Huffington Post, studi mencatat orang yang bekerja dalam waktu lama memiliki risiko 35 persen lebih tinggi terkena stroke, dan 17 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung, ketimbang mereka yang hanya bekerja 35-40 jam per minggu.

Kemudian pada 2016, WHO dan ILO menyebut jam kerja yang panjang menyebabkan sekitar 745.194 kematian akibat stroke dan penyakit jantung di dunia. Oleh sebab itu, WHO memperingatkan dunia yang saat ini tengah berbondong-bondong menetapkan jam kerja yang panjang. Sebab, kata WHO, hal itu menempatkan lebih banyak orang terhadap risiko kesehatan dan kematian dini.

WHO juga menyoroti dampak pandemi Covid-19, ketika para pekerja bekerja dalam waktu yang lebih lama akibat konsep bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Terlebih banyaknya pemutusan kerja akibat pandemi membuat sumber daya manusia di sebuah perusahaan menjadi semakin sedikit, tetapi beban kerja bertambah.

“Teleworking kini menjadi sesuatu yang wajar di banyak industri, tapi sering kali mengaburkan batasan antara rumah dan pekerjaan. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi atau menghentikan sumber daya manusianya untuk menghemat pengeluaran, sehingga orang-orang yang masih bekerja akan mendapatkan beban kerja yang lebih besar,” terang Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanon Ghebreyesus, dalam siaran pers.

Lantas WHO mengimbau Pemerintah, pengusaha, dan para pekerja bekerja sama untuk membuat batasan demi melindungi keselamatan pekerja.

Sebenarnya, jauh sebelum pandemi, para ahli kesehatan masyarakat sudah menyuarakan risiko dari jam kerja yang terlalu lama. Ahli kesehatan menyatakan bahwa kelelahan berkaitan dengan risiko berbagai masalah kronis lainnya, serta menyebabkan masalah mental yang serius seperti depresi.

TagsJam kerjaKematian DiniOrganisasi Kesehatan DuniaPenelitianWHO

Related articles More from author

  • Tak Jauh Beda dengan Rokok, WHO Larang Vape di Ruang Publik
    Internasional

    Tak Jauh Beda dengan Rokok, WHO Larang Vape di Ruang Publik

    31 Desember 2023
    By William Putra Wijaya
  • WHO Desak Trump dan Amerika Serikat Akhiri Politisasi Wabah Covid-19
    Internasional

    WHO Desak Trump dan Amerika Serikat Akhiri Politisasi Wabah Covid-19

    11 April 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sejak 2018 Bill Gates Ramalkan Virus Corona
    Internasional

    Tak Banyak Orang Tahu, Ternyata Bill Gates Sudah Ramalkan Virus Mematikan ala Corona Dua Tahun Lalu

    27 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Gedung Putih Dilaporkan Rujuk Kembali dengan WHO Setelah Trump Berubah Pikiran
    Internasional

    Gedung Putih Dilaporkan Rujuk Kembali dengan WHO Setelah Trump Berubah Pikiran

    17 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Venezuela Klaim Temukan Obat yang 100% Ampuh Bunuh Covid-19
    Internasional

    Venezuela Klaim Temukan Obat yang 100% Ampuh Bunuh Covid-19

    27 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Panduan Asupan Makanan Saat Isolasi Mandiri Sesuai Rekomendasi WHO
    Internasional

    Panduan Asupan Makanan Saat Isolasi Mandiri Sesuai Rekomendasi WHO

    19 Juli 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ibunya Jadi Korban, Dino Patti Djalal Minta Anies Ringkus Komplotan Mafia Tanah
    Nasional

    Ibunya Jadi Korban, Dino Patti Djalal Minta Anies Ringkus Komplotan Mafia Tanah

  • Prabowo Tanggapi Wacana Duet Dirinya dengan Cak Imin
    Nasional

    Prabowo Tanggapi Wacana Duet Dirinya dengan Cak Imin

  • Kader Heboh Usai Rakernas PAN Munculkan Anies dan Ganjar Jadi Bakal Capres 2024
    Nasional

    Kader Heboh Usai Rakernas PAN Munculkan Anies dan Ganjar Jadi Bakal Capres 2024

  • Putri Marino Ungkap Adegan Viral 'Layangan Putus', Spontanitas Hingga Salah Gramatikal
    Selebriti

    Putri Marino Ungkap Adegan Viral ‘Layangan Putus’, Spontanitas Hingga Salah Gramatikal

  • Dion Wiyoko, Sheila Dara Aisha dan Reza Rahadian Bintangi Serial ‘Yang Hilang dalam Cinta’
    Selebriti

    Dion Wiyoko, Sheila Dara Aisha dan Reza Rahadian Bintangi Serial ‘Yang Hilang dalam Cinta’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.