TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Soal Isu Endorsement Jokowi di Pilpres, SBY: Tak Masalah Asal Tak Pakai Fasilitas Negara

Soal Isu Endorsement Jokowi di Pilpres, SBY: Tak Masalah Asal Tak Pakai Fasilitas Negara

By Joni Sitohang
1 Juli 2023
431
0
Soal SBY Klaim Demokrat, Pakar: Aneh, Partai itu Badan Publik

TIKTAK.ID – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, dalam bukunya yang berjudul “Pilpres 2014 dan Cawe-Cawe Presiden Jokowi”, mengeklaim memperoleh informasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memberikan endorsement kepada sejumlah tokoh untuk menjadi calon presiden maupun calon wakil presiden. SBY pun menilai tindakan Jokowi itu tidak keliru karena merupakan haknya.

SBY menjelaskan, jika Jokowi melakukan kerja politik untuk menyukseskan jalan jagoannya, maka hal itu tidak jadi soal. Asalkan, lanjut SBY, Jokowi tidak memakai sumber daya negara untuk menyukseskan jagoannya tersebut.

“Tak boleh endorsement yang berarti dukungan dan keberpihakan itu dianggap keliru. Tidak ada yang boleh melarang dan menghalanginya,” ujar SBY dalam bukunya yang diterbitkan 18 Juni 2023 lalu, seperti dilansir Tempo.co.

Baca juga : Anies-Ganjar Bertemu di Makkah, Demokrat-NasDem-PKS Buka Suara

Menurut SBY, endorsement Jokowi itu akan menjadi tidak etis dan melanggar Undang-Undang kalau perangkat negara, termasuk fasilitas dan uang negara, digunakan untuk menyukseskan jagoan Jokowi. Dia mencontohkan, memanfaatkan lembaga seperti Badan Intelijen Nasional atau BIN, Polri, TNI, penegak hukum, hingga BUMN.

SBY menegaskan bahwa langkah itu jelas-jelas melanggar UU lantaran membuat Pemilihan Presiden 2024 tak lagi jujur dan adil.

“Ingat, amanah UUD 1945 ‘Pemilihan Umum itu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil’,” imbuhnya.

Baca juga : Pengakuan Anies Soal Naik Haji Diundang Arab Saudi Ditelusuri, Ini Hasilnya

Kemudian pada akhir bukunya, SBY menyampaikan sejumlah disclaimer. Dia mengaku narasi yang dibangun dalam buku tersebut berdasarkan percakapan di ruang publik dan informasi dari berbagai sumber tepercaya. Akan tetapi SBY menyatakan informan tersebut meminta supaya identitasnya sementara ini tidak dibuka.

SBY juga menekankan bahwa sebagai orang tua di negeri ini, ia meminta tindakan yang jelas sangat mengganggu dan berbahaya dalam rangkaian Pemilu 2024 dapat dihentikan. SBY menyebut buku ini dibuat dengan niat dan tujuan yang baik.

Sebelumnya, ketika bertemu dengan para pimpinan redaksi media massa, Presiden Jokowi sempat menyebut cawe-cawe politik merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan.

Baca juga : Pengamat Nilai Aksi Ganjar Hubungi Pj Gubernur DKI Tidak Etis, Kenapa?

“Ya, dia bilang cawe-cawe tidak melanggar undang-undang,” terang jurnalis senior, Karni Ilyas yang mengikuti pertemuan itu di kawasan Istana, Senin (29/5/23).

Karni menjelaskan bahwa Jokowi sempat mengungkapkan kalau cawe-cawe dibolehkan selama demi negara, bukan demi pribadi.

TagsBUMNJokowiPemilu 2024Pilpres 2024PolriSusilo Bambang YudhoyonoTNI

Related articles More from author

  • Prabowo-Anies-Ganjar Tanggapi Gabungnya Golkar dan PAN ke KKIR
    Nasional

    Prabowo-Anies-Ganjar Tanggapi Gabungnya Golkar dan PAN ke KKIR

    15 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Janji Pilpres Cak Imin: Kasih Modal Anak Muda Rp10 juta Tanpa Agunan dan Bunga
    Nasional

    Janji Pilpres Cak Imin: Kasih Modal Anak Muda Rp10 juta Tanpa Agunan dan Bunga

    20 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Isu Reshuffle Sempat Meredup, Pengamat Prediksi Jokowi Rombak Kabinet pada Dua Tanggal Ini
    Nasional

    Isu Reshuffle Sempat Meredup, Pengamat Prediksi Jokowi Rombak Kabinet pada Dua Tanggal Ini

    5 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • Dulu Rival di Pilpres 2019, Kini Sandiaga Uno Jadi Jurkam Anak dan Menantu Jokowi di Pilkada
    Nasional

    Dulu Rival di Pilpres 2019, Kini Sandiaga Uno Jadi Jurkam Anak dan Menantu Jokowi di Pilkada

    4 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Soal Kudeta Demokrat, Moeldoko: Kalau Ada Kudeta Ya dari Dalam, Bukan dari Luar
    Nasional

    Soal Kudeta Demokrat, Moeldoko: Kalau Ada Kudeta Ya dari Dalam, Bukan dari Luar

    2 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Hadapi China Soal Natuna, AHY Minta Pemerintah Gunakan Kebijakan Warisan SBY
    Nasional

    Hadapi China Soal Natuna, AHY Minta Pemerintah Gunakan Kebijakan Warisan SBY

    6 Januari 2020
    By

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Jokowi Panggil Prabowo ke Istana, Bahas Pengganti Edhy?
    Nasional

    Jokowi Panggil Prabowo ke Istana, Bahas Pengganti Edhy?

  • Ditunjuk Jadi Venue Piala Dunia U-20, Stadion Jakabaring Siapkan Fasilitas Pendukung
    Olahraga

    Ditunjuk Jadi Venue Piala Dunia U-20, Stadion Jakabaring Siapkan Fasilitas Pendukung

  • Dilema Ridwan Kamil Soal Jabatan Komisaris atau Peluang Maju Pilgub Jakarta dan Jawa Barat
    Nasional

    Dilema Ridwan Kamil Soal Jabatan Komisaris atau Peluang Maju Pilgub Jakarta dan Jawa Barat

  • PSI, Hanura, dan Perindo Gagal Lolos ke Senayan, Apa Penyebabnya?
    Nasional

    PSI, Hanura, dan Perindo Gagal Lolos ke Senayan, Apa Penyebabnya?

  • Polisi Bubarkan Paksa Aksi 1812 dan Tangkap Sejumlah Demonstran
    Nasional

    Polisi Bubarkan Paksa Aksi 1812 dan Tangkap Sejumlah Demonstran

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.