Projo: Prabowo-Gibran dan Jokowi Bakal Hadiri Kongres di November

TIKTAK.ID – Relawan Projo mengaku telah mengundang Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke Kongres III Pro Jokowi (Projo), organisasi pendukung Joko Widodo, pada awal November 2025 mendatang. Projo pun mengeklaim ketiganya akan hadir.
“Insyaallah hadir,” ujar Sekjen Projo, Handoko, saat dimintai konfirmasi, pada Kamis (30/10/25), seperti dilansir detikcom. Handoko menjawab soal kepastian Prabowo, Gibran, dan Jokowi menghadiri Kongres.
Handoko mengatakan ada kemungkinan ketiganya bakal datang bila tidak berhalangan.
Baca juga : Said Iqbal Ungkap Alasan Aksi Buruh di JCC, Bukan Depan DPR
“Semuanya (hadir), semoga tak ada halangan,” tutur Handoko.
Akan tetapi, Handoko enggan membocorkan soal siapa yang akan menjadi Ketua Umum Projo selanjutnya.
“Nanti lihat saat Kongres saja ya,” kata Handoko.
Sebelumnya diberitakan, relawan Projo akan mengadakan Kongres III pada awal November mendatang. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikabarkan turut diundang dalam acara tersebut.
Baca juga : Ribuan Hektare Hutan di Bengkulu Dibabat untuk Sawit, Gajah Sumatera Terancam Punah
“Kami mengundang secara resmi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Sebuah kehormatan bagi kami jika beliau bisa hadir,” jelas Ketum Projo, Budi Arie Setiadi, kepada wartawan, pada Sabtu (25/10/25).
Budi Arie melanjutkan, Presiden RI Ke-7 Joko Widodo sekaligus Ketua Dewan Pembina Projo bakal menghadiri acara tahunan tersebut.
“Pak Jokowi selaku Ketua Dewan Pembina Projo sudah menyatakan siap hadir dan membuka acara,” terang Budi Arie kepada wartawan, pada Rabu (29/10/25). Budi lantas berharap Prabowo dan Gibran juga dapat menghadiri Kongres tersebut.
Baca juga : Ini Alasan Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN Jakarta
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










