TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Prabowo-Gibran Bakal Tambah Menteri Jadi 40, Mahfud MD: Makin Banyak Sumber Korupsi, Negara Bisa Rusak

Prabowo-Gibran Bakal Tambah Menteri Jadi 40, Mahfud MD: Makin Banyak Sumber Korupsi, Negara Bisa Rusak

By Joni Sitohang
16 Mei 2024
628
0
Prabowo-Gibran Bakal Tambah Menteri Jadi 40, Mahfud MD: Makin Banyak Sumber Korupsi, Negara Bisa Rusak

TIKTAK.ID – Mantan calon wakil presiden (Cawapres) Mahfud MD mengkritik kondisi jumlah menteri di Indonesia yang semakin lama kian membengkak.

Presiden terpilih Prabowo Subianto belakangan ini memang menyampaikan rencananya untuk menambah jumlah kementerian di Kabinetnya menjadi 40 pos. Mahfud mengatakan makin banyaknya jumlah menteri tersebut, bisa jadi imbas tuntutan bagi-bagi kekuasaan yang terlalu besar usai Pemilu.

“Setelah Pemilu menang, karena terlalu banyak (pihak) yang dijanjikan (mendapatkan kursi kekuasaan), menteri-menteri jadi diperluas lagi,” ujar Mahfud ketika menjadi pembicara seminar nasional “Pelaksanaan Pemilu 2024: Evaluasi dan Gagasan ke Depan” di Fakultas Hukum UII Yogyakarta, pada Rabu (8/5/24), seperti dilansir Tempo.co.

Baca juga : Ganjar Deklarasi Oposisi, Politikus PDIP: Tak Wakili Partai

Menurut Mahfud, jumlah menteri di Indonesia dari era ke era semakin banyak.

“Dulu kan ada 26 menteri, sekarang jadi 34 menteri, lalu Pemilu yang akan datang ditambah lagi jadi 60. Tambah (menteri) lagi kolusinya semakin meluas dan negara bisa rusak,” ucap mantan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam tersebut.

“Padahal di Amerika saja hanya ada 14 menteri, lalu sisanya dibagikan kepada Dirjen (Direktorat Jenderal) yang dikelompok-kelompokkan begitu,” imbuh Mahfud.

Mahfud menyebut dalam kajiannya bersama asosiasi pengajar Hukum Tata Negara pada 2019, dirinya sudah merekomendasikan agar jumlah pos kementerian dipangkas supaya efektif.

Baca juga : Demokrat Hingga PDIP Ikut Bersuara Soal Presidential Club Ala Prabowo

“Ketika itu kita di asosiasi mengatakan bahwa pos Kemenko (Kementerian Koordinator) dihapus, karena tidak ada gunanya,” jelas Mahfud.

“Namun karena saat itu (pasca-Pemilu 2019) susunan Kabinet sudah disusun, kami perhalus bahasannya Kemenko tak harus ada sesuai undang-undang. Jadi semangatnya bukan terus bagi-bagi kekuasaan begitu,” tegas Mahfud.

“Semangatnya saat itu membatasi jumlah pejabat setingkat menteri. Sebab, semakin banyak pejabat setingkat menteri itu maka semakin banyak sumber korupsi, itu semua ada anggarannya,” sambung Mahfud.

Baca juga : Ganjar: Saya Deklarasi Pertama Tak Akan Gabung Pemerintahan

Perlu diketahui, jumlah menteri di Pemerintahan Prabowo-Gibran rencananya bakal ditambah menjadi 40. Padahal nomenklatur Kementerian di Kabinet Jokowi-Ma’ruf sekarang ada 34, dengan rincian 4 Menteri Koordinator alias Menko dan 30 menteri bidang. Aturan terkait nomenklatur kementerian itu tertera dalam UU nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

TagsGibranGibran Rakabuming Rakamahfud mdPemilu 2024Pilpres 2024Prabowo

Related articles More from author

  • Terkait Usulan Jokowi Jadi Ketum PDIP, Gibran: Itu Bukan Ranah Saya
    Nasional

    Terkait Usulan Jokowi Jadi Ketum PDIP, Gibran: Itu Bukan Ranah Saya

    4 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Menhan Prabowo Kunjungi Istana
    Nasional

    Prabowo Diledek ‘Macan Mengeong’ oleh Edy Mulyadi, Begini Respons Gerindra

    26 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Gerindra Siapkan Deklarasi Nasional Prabowo Capres 2024
    Nasional

    Gerindra Siapkan Deklarasi Nasional Prabowo Capres 2024

    18 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • Hasi Survei Capres 2024: Prabowo Memimpin, Disusul Ganjar dan Ridwan Kamil
    Nasional

    Hasil Survei Capres 2024: Prabowo Memimpin, Disusul Ganjar dan Ridwan Kamil

    29 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Komnas HAM: Kasus Tewasnya Laskar FPI Belum Penuhi Unsur Pelanggaran HAM Berat
    Nasional

    Komnas HAM: Kasus Tewasnya Laskar FPI Belum Penuhi Unsur Pelanggaran HAM Berat

    11 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Meski Elektabilitasnya Berada di Puncak, Haikal Hassan Sebut 'Tidak Etis' Prabowo Kembali Nyapres
    Nasional

    Meski Elektabilitasnya Berada di Puncak, Haikal Hassan Sebut ‘Tidak Etis’ Prabowo Kembali Nyapres

    14 Juni 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Doa Zulhas untuk Amien Rais di Penutupan Rakernas PAN
    Nasional

    Doa Zulhas untuk Amien Rais di Penutupan Rakernas PAN

  • PAN Optimis Dukung Menantu Jokowi di Pilkada Medan?
    Nasional

    PAN Optimis Dukung Menantu Jokowi di Pilkada Medan?

  • Sukses Debut di 'Little Mom', Natasha Wilona Ingin Fokus Main Web Series
    Selebriti

    Sukses Debut di ‘Little Mom’, Natasha Wilona Ingin Fokus Main Web Series

  • Demokrat Nilai Cara Jokowi 'Manjakan' Influencer dan 'Beri Makan' Buzzer Tidak Tepat
    Nasional

    Demokrat Nilai Cara Jokowi ‘Manjakan’ Influencer dan ‘Beri Makan’ Buzzer Tidak Tepat

  • TIKTAK.ID - PKS Minta Jokowi Tak Berlagak Sok Jadi Roro Jonggrang dalam Urusan Pindah Ibu Kota
    Nasional

    PKS Minta Jokowi Tak Berlagak Sok Jadi Roro Jonggrang dalam Urusan Pindah Ibu Kota

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.