TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›PKS Singgung Agama di RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Komnas Sindir Kubu yang Gemetar

PKS Singgung Agama di RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Komnas Sindir Kubu yang Gemetar

By Johan Arif
30 Maret 2021
564
0
PKS Singgung Agama di RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Komnas Sindir Kubu yang Gemetar

TIKTAK.ID – Fraksi Partai Keadilan sejahtera (PKS) di DPR mengatakan bahwa isi Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) tidak dibangun dari nilai-nilai agama. Di sisi lain, pihak pengusul dan sejumlah LSM menilai RUU itu disusun dengan keberpihakan pada perempuan sebagai korban, sehingga jelas mempertimbangkan nilai-nilai agama.

Menurut anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari F-PKS, Bukhori Yusuf, lembaga yang paling memiliki kredibilitas mengatur ketika berbicara soal seksualitas sejak awal ialah agama.

“Saya tidak mendengarkan logika yang dibangun dari nilai-nilai agama yang dijadikan dasar berpikir dalam mengonstruksikan pikiran serta RUU ini,” ujar Bukhori dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (29/3/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

Ia menyatakan salah satu yang dianggap agak menghindari logika agama, terkait zina yang dianggap sesuatu yang tidak menimbulkan korban tindak pidana secara langsung. Ia menyebut zina merupakan perbuatan yang dinyatakan kejahatan atau tindak pidana sejak zaman sebelum Nabi. Ia menganggap dalam konteks zina, Allah mengatur larangan perbuatan tersebut dan melarang pula hal-hal yang berkaitan, termasuk kekerasan.

“Jadi dalam konteks logika yang diatur di dalam RUU, sesuatu ruang lingkup yang diatur secara ketat oleh agama, tapi agama enggak disertakan sama sekali,” tutur Bukhori.

Seperti diketahui, RUU PKS masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. Hal itu berarti RUU PKS menjadi salah satu rancangan regulasi yang pembahasannya diprioritaskan untuk tuntas pada tahun ini. RUU tersebut pun sempat menuai penentangan, terutama dari kalangan konservatif, yang menganggap ada legalisasi zina dan LGBT.

Sementara itu, Guru Besar Kajian Gender dan Studi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Nina Nurmila menjelaskan, penolakan terhadap RUU PKS berasal dari kelompok-kelompok konservatif yang masih menganggap RUU tersebut melegalkan perzinaan. Ia berpendapat kelompok konservatif yang menentang kesetaraan gender ini sangat militan dan pandai menggunakan media sosial untuk menyebarkan kabar hoaks mengenai RUU PKS.

Kemudian Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i mengakui RUU PKS yang revolusioner ini sulit diterima kelompok konservatif karena bisa menjerat lebih banyak jenis kekerasan seksual.

“Dari yang awalnya tiga jenis kekerasan seksual, tiba-tiba menjadi sembilan [jenis]. Kenaikan dari tiga ke sembilan tentu saja semakin banyak pelaku [kekerasan seksual] yang bisa ditangkap, makanya banyak orang yang gemetaran juga,” sindir Imam.

TagsKomnas PerempuanPartai Keadilan SejahteraPKSRUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Related articles More from author

  • KIB Disebut Bakal Usung Capres Internal, Sindir PKS?
    Nasional

    KIB Disebut Bakal Usung Capres Internal, Sindir PKS?

    7 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Disebut Belum Resmi, PKS Jelaskan Soal Rencana Usung Raffi Ahmad Jadi Capres 2024
    Nasional

    Disebut Belum Resmi, PKS Jelaskan Soal Rencana Usung Raffi Ahmad Jadi Capres 2024

    30 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • PKS Puji Pemerintah yang Berhasil Evakuasi WNI dari Afghanistan
    Nasional

    PKS Puji Pemerintah yang Berhasil Evakuasi WNI dari Afghanistan

    22 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Lawan Koalisi ‘Gajah’, PKB Buka Opsi Bentuk Koalisi ‘Semut Merah' Bareng PKS
    Nasional

    Lawan Koalisi ‘Gajah’, PKB Buka Opsi Bentuk Koalisi ‘Semut Merah’ Bareng PKS

    9 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Ditanya PKS Soal 16 Ribu Anggota TNI Terpapar Radikalisme, Menhan dan Panglima TNI Tak Bisa Jawab
    Nasional

    Ditanya PKS Soal 16 Ribu Anggota TNI Terpapar Radikalisme, Menhan dan Panglima TNI Tak Bisa Jawab

    29 November 2019
    By Rusli Qomar
  • PKS Desak Sandiaga Buka-bukaan Soal Perjanjian Pencapresan Prabowo-Anies
    Nasional

    PKS Desak Sandiaga Buka-bukaan Soal Perjanjian Pencapresan Prabowo-Anies

    2 Februari 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Denny Siregar: Jokowi Tidak Melarang Mudik Lebaran, Kenapa?
    Nasional

    Denny Siregar: Jokowi Tidak Melarang Mudik Lebaran, Kenapa?

  • TIKTAK.ID - Nyeri Dada Bisa Jadi Salah Satu Pertanda Sakit Jantung
    Tips & Tutorial

    Nyeri Dada Bisa Jadi Salah Satu Pertanda Sakit Jantung

  • Jokowi Tolak Pemberhentian 75 Pegawai KPK, Begini Respons Novel Baswedan
    Nasional

    Jokowi Tolak Pemberhentian 75 Pegawai KPK, Begini Respons Novel Baswedan

  • GoFood Pakai Robot untuk Pesan-Antar Makanan
    Teknologi

    GoFood Pakai Robot untuk Pesan-Antar Makanan

  • Temui Jokowi di Istana, Budiman Sudjatmiko Bantah Bahas Reshuffle
    Nasional

    Temui Jokowi di Istana, Budiman Sudjatmiko Bantah Bahas Reshuffle

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.