TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Menteri Agama: Kejahatan Seksual di Pesantren Terlalu Dibesar-besarkan

Menteri Agama: Kejahatan Seksual di Pesantren Terlalu Dibesar-besarkan

By Johan Arif
15 Oktober 2025
127
0
Menteri Agama: Kejahatan Seksual di Pesantren Terlalu Dibesar-besarkan

TIKTAK.ID – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengatakan bahwa kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren terlalu dibesar-besarkan. Dia mengeklaim kasus itu sedikit, tapi media massa telah membesar-besarkannya lewat pemberitaan.

“Isu pertama belum selesai, adanya kejahatan seksual di Pondok Pesantren yang dibesar-besarkan oleh media. Padahal itu hanya sedikit jumlahnya,” ujar Nasaruddin di Kantor Kemenko PM, pada Selasa (14/10/25), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Nasaruddin tidak merinci berapa banyak kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes yang dicatat oleh Kemenag. Ia hanya mengimbau seluruh pihak untuk memelihara pondok pesantren. Nasaruddin menyatakan, jangan karena hal itu, perjuangan para kyai dan santri di Ponpes yang sudah berjalan ratusan tahun menjadi rusak.

Baca juga : Ratusan Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan MBG, Ini Respons Kepala Dapur SPPG

“Jangan sampai orang nanti alergi memasukkan anaknya ke Pondok Pesantren. Jangan sampai pihak-pihak yang berkeringat beratusan tahun lamanya sudah lebih 200 tahun membangun Pondok Pesantren itu yang terpaksa, yang dikonotasikan sangat negatif,” tutur Nasaruddin.

Untuk diketahui, data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang 2024. Ironisnya, dari jumlah tersebut 42 persen di antaranya adalah kasus pencabulan. Sedangkan dari total kasus pencabulan tersebut, 36 persen di antaranya terjadi di lingkungan belajar berbasis agama seperti pesantren.

Adapun menurut catatan CNNIndonesia.com, kasus pencabulan atau kekerasan seksual sepanjang 2024 terjadi di beberapa lingkungan pesantren sejumlah daerah. Pada Maret 2024, polisi telah menetapkan pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Karangan, Trenggalek, Jawa Tomur, M (72) beserta putranya F (37), sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap santriwati.

Baca juga : Dana Reses DPR Naik 75 Persen, Jadi Rp702 Juta

Kemudian pada Juli 2024, dua guru di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Agam ditangkap lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap 40 santri. Agustus 2024, Polres Karawang mengumumkan kasus pencabulan terhadap puluhan santri yang masih anak-anak di sebuah pesantren di Kecamatan Majalaya, Karawang, Jawa Barat. September 2024, pemilik pondok pesantren di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati. Pada November 2024, seorang santri pondok pesantren, inisial FP (15) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu tenaga pengajar, berinisial TR. Desember 2024, terdapat sebanyak 20 santriwati pondok pesantren di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi korban pelecehan seksual oleh pengajarnya, AH (40).

Teranyar, pada Agustus 2025, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menetapkan ketua yayasan salah satu pondok pesantren di Tapsel berinisial MN (64) sebagai tersangka pemerkosaan terhadap santriwati berusia 17 tahun yang tak lain merupakan saudaranya sendiri.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsJPPIMenagMenteri AgamaNasaruddin Umar

Related articles More from author

  • Temui Menag, Cak Imin Bahas Standarisasi dan Keamanan Bangunan Ponpes
    Nasional

    Temui Menag, Cak Imin Bahas Standarisasi dan Keamanan Bangunan Ponpes

    8 Oktober 2025
    By Johan Arif
  • Ketum ABI Sambut Baik Janji Menag Lindungi Minoritas Sesuai Amanat Konstitusi
    Nasional

    Ketum ABI Sambut Baik Janji Menag Lindungi Minoritas Sesuai Amanat Konstitusi

    26 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Hafiz Quran, Fadli Zon Desak Jokowi Copot Fachrul Razi
    Nasional

    Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Hafiz Quran, Fadli Zon Desak Jokowi Copot Fachrul Razi

    4 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Rocky Gerung Sebut Sikap Anies Lebih Baik Ketimbang 9 Menteri Jokowi, Soal Apa?
    Nasional

    Rocky Gerung Sebut Sikap Anies Lebih Baik Ketimbang 9 Menteri Jokowi, Soal Apa?

    6 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Menag Yaqut Sandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing, Fadli Zon Ngamuk
    Nasional

    Menag Yaqut Sandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing, Fadli Zon Ngamuk

    25 Februari 2022
    By Joni Sitohang
  • Cuitan Jokowi Soal Muazin Dipersoalkan, Menag: Sudah Belajar Belum?
    Nasional

    Cuitan Jokowi Soal Muazin Dipersoalkan, Menag: Sudah Belajar Belum?

    22 Juli 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Resmi Gabung PSI, Kaesang Ngaku Sudah Direstui Jokowi dan Gibran
    Nasional

    Resmi Gabung PSI, Kaesang Ngaku Sudah Direstui Jokowi dan Gibran

  • Usai Nyoblos, Jokowi Ngaku Belum Nonton Film ‘Dirty Vote’
    Nasional

    Usai Nyoblos, Jokowi Ngaku Belum Nonton Film ‘Dirty Vote’

  • TIKTAK.ID - Tutut Soeharto Klarifikasi Isu Ibu Tien Meninggal Usai Tertembak Pistol Tommy
    Nasional

    Tutut Soeharto Klarifikasi Isu Ibu Tien Meninggal Usai Tertembak Pistol Tommy

  • Deteksi Kanker Dengan Dempetkan Dua Jari Tangan
    Tips & Tutorial

    Viral Tes Dempetkan Dua Kuku Jari Bisa Ungkap Risiko Kanker Paru, Percaya?

  • Analis Politik Duga Gibran ‘Dilarang’ Tampil di Debat Publik
    Nasional

    Analis Politik Duga Gibran ‘Dilarang’ Tampil di Debat Publik

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.