Menlu Sugiono Tegaskan Israel Jelas Langgar Hukum Internasional dan Tak Peduli Perdamaian dan Stabilitas

TIKTAK.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menilai serangan yang dilancarkan oleh Israel ke Iran menunjukkan bahwa Tel Aviv tidak peduli pada perdamaian dan stabilitas. Sugiono menyampaikan hal itu saat berpidato di Konferensi Tingkat Menlu (KTM) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-51 di Istanbul, Turki, pada Sabtu (21/6/25).
“Lewat serangkaian serangan terkutuk baru-baru ini terhadap Iran, Israel sudah semakin menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap perdamaian dan stabilitas. Tindakan itu termasuk pelanggaran hukum, merusak dasar-dasar hukum internasional, serta merugikan seluruh proses damai untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” ujar Sugiono dalam pidatonya, seperti dilansir Republika.co.id.
Kemudian Sugiono menyinggung pernyataan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang memperingatkan bahwa fasilitas nuklir tak boleh menjadi target serangan. Sebab, tindakan itu bisa membahayakan manusia dan lingkungan. Akan tetapi, dalam serangannya ke Iran, Israel telah mengabaikan peringatan tersebut.
Baca juga : Prabowo Bubarkan Satgas Saber Pungli Bentukan Jokowi
Sugiono lantas menegaskan, Indonesia mendukung kawasan Timur Tengah (Timteng) bebas senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya. Dalam pidatonya, Sugiono menyoroti kekejaman Israel yang saat ini masih berlanjut di Jalur Gaza, termasuk memblokade pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Sugiono menganggap hal itu kembali menunjukkan impunitas Israel, lantaran tindakannya dipandang sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Pria kelahiran Takengon, Aceh, 11 Februari 1979 ini juga menyebut Israel sekarang masih melanjutkan permukiman ilegalnya di wilayah Tepi Barat yang Diduduki.
Lebih lanjut, mengingat situasi di Timteng masih mengkhawatirkan, Sugiono mengimbau semua pihak agar dapat menahan diri, supaya eskalasi ketegangan tidak terus meningkat.
Baca juga : Hadiri Undangan Putin, Prabowo Tegaskan Pilih Jalur Nonblok dan Ingin Jadi Teman Semua Negara
“Kita tak boleh menyerah pada diplomasi. Tapi kita juga harus melihat peran kita, dalam memperkuat multilateralisme dan hukum internasional. OKI harus bisa lebih tegas,” tutur Sugiono.
Masih dalam kesempatan yang sama, Sugiono mengatakan Indonesia mengusulkan setidaknya tiga hal yang bisa ditindaklanjuti. Sugiono memaparkan, ketiganya adalah mengintensifkan upaya politik dan diplomatik demi mengakhiri perang di Gaza, mempercepat pengakuan internasional atas Palestina sebagai negara berdaulat, serta bersatu untuk mewujudkan reformasi multilateral.










