
Eskalator Stasiun Duri Diperbaiki, Kapan Bisa Dipakai Anker Lagi?
Para anker pengguna KRL Jabodetabek masih harus bersabar karena eskalator Stasiun Duri belum bisa digunakan. Fasilitas tersebut tidak beroperasi sejak mengalami kerusakan hingga membuat 12 penumpang terluka pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Pihak KAI Commuter memastikan proses perbaikan tengah berjalan dan diperkirakan rampung pada akhir Oktober 2026.
Estimasi Eskalator Kembali Beroperasi
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan estimasi jadwal operasional kembali eskalator tersebut melalui keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).
“Estimasi eskalator akan dioperasikan di minggu ketiga Oktober,” kata Karina.
Dengan demikian, penumpang diperkirakan sudah bisa memanfaatkan kembali eskalator di Stasiun Duri pada pertengahan hingga akhir bulan ini. Waktu tersebut menjadi patokan pihak manajemen untuk menuntaskan seluruh rangkaian perbaikan sebelum fasilitas difungsikan ulang.
Akan Diuji Dulu Aspek Keamanannya
Karina menegaskan eskalator tidak langsung dioperasikan begitu perbaikan selesai. Pihaknya akan melakukan pengujian terhadap aspek keamanan terlebih dahulu sebelum fasilitas dibuka untuk umum.
“Ini dilakukan untuk memastikan eskalator berfungsi dengan baik dan aman sebelum digunakan oleh pengguna,” jelas Karina.
Pengujian ini sekaligus menjadi upaya untuk memastikan tidak terjadi insiden serupa di kemudian hari. Pasalnya, eskalator yang seharusnya bergerak naik tiba-tiba bergerak mundur sehingga banyak penumpang jatuh dan mengalami luka.
Kronologi Insiden di Stasiun Duri
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Saat itu, eskalator yang seharusnya bergerak ke arah atas mendadak berbalik ke arah bawah. Penumpang yang tengah menggunakan fasilitas itu jatuh dan mengalami luka-luka.
Total ada 12 penumpang terluka akibat peristiwa tersebut. Sejak kejadian, eskalator di Stasiun Duri tidak lagi beroperasi hingga proses perbaikan dinyatakan tuntas.
Imbauan untuk Para Anker
Selama masa perbaikan, para anker diimbau menggunakan tangga manual untuk berpindah lantai. Anker sendiri merupakan sebutan populer bagi para pengguna KRL, khususnya mereka yang rutin berangkat dan pulang kerja di jam sibuk.
Akibat eskalator yang tidak beroperasi, kondisi di Stasiun Duri menjadi lebih padat. Kepadatan di jam berangkat dan pulang kerja pun tak terhindarkan karena seluruh penumpang memanfaatkan tangga dan jalur yang sama.
Harapan Penumpang
Dalam beberapa hari terakhir, para anker berharap eskalator Stasiun Duri dapat segera berfungsi kembali tanpa kendala. Mereka menantikan hasil perbaikan sekaligus kepastian keamanan dari KAI Commuter sebelum fasilitas tersebut dioperasikan ulang.
Kamu yang ingin memantau perkembangan transportasi umum bisa menyimak berita transportasi publik terbaru. Ada pula tips perjalanan aman menggunakan KRL yang bisa jadi panduan mobilitas harian.
Ringkasan Perkembangan
Adapun poin-poin yang diketahui sejauh ini:
- Insiden eskalator terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026 dan melukai 12 penumpang.
- Eskalator belum beroperasi sejak kejadian, sementara para anker diimbau memakai tangga manual.
- KAI Commuter menargetkan eskalator dioperasikan kembali pada minggu ketiga Oktober 2026.
- Sebelum digunakan, eskalator akan diuji terlebih dahulu aspek keamanannya.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










