TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Maria Zakharova: Sanksi terhadap Rusia Hanya Untungkan AS

Maria Zakharova: Sanksi terhadap Rusia Hanya Untungkan AS

By William Putra Wijaya
3 April 2022
527
0

TIKTAK.ID – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan dalam sebuah komentar pada Senin bahwa pertemuan Dewan Eropa pada 24 – 25 Maret lalu mengonfirmasi bahwa Ukraina tetap menjadi wilayah di bawah kendali Washington dan digunakan sebagaii “pendobrak geopolitik” terhadap Rusia.

“Hasil pertemuan Dewan Eropa, yang diadakan bersama dengan kepemimpinan AS, menegaskan sekali lagi bahwa kolektif Barat membutuhkan Ukraina yang sepenuhnya berada di bawah kendali Washington dan dicengkeram oleh Russophobia hanya sebagai pendobrak geopolitik terhadap Rusia,” kata Maria, seperti yang dilansir TASS, Senin (28/3/22).

Menurut diplomat itu, hanya AS yang akan mendapat keuntungan dari sanksi anti-Rusia yang baru saja diterapkan.

“Saat menyatakan kesiapan untuk pembatasan anti-Rusia yang terbaru, Brussel lupa menambahkan bahwa persetujuan mereka hanya akan menguntungkan AS, yang memperoleh keuntungan dari arus keluar modal dari UE, pada peningkatan pasokan ke pasar senjata AS ke Eropa dan gas alam cair dengan harga yang mencengangkan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan pejabat di Brussel sebenarnya merusak ekonomi negara-negara Uni Eropa.

“Mereka menghukum orang-orang Eropa dengan penghancuran model ekonomi yang berorientasi sosial, untuk hidup dalam kondisi harga listrik dan bahan bakar yang selangit, pemotongan pembayaran sosial yang mendukung anggaran militer, inflasi yang tinggi dan pengangguran massal,” tulis Zakharova dalam komentarnya.

Diplomat Rusia itu melihat keputusan Dewan Eropa tentang rekonstruksi Ukraina yang demokratis dan pembentukan dana khusus untuk itu sudah terlambat.

“Evolusi Ukraina menuju demokrasi, seperti yang diketahui, dihentikan pada Februari 2014, ketika kudeta anti-konstitusional dilancarkan di Kiev, atas hasutan oleh negara-negara Barat,” katanya, mencatat bahwa Ukraina dan tetangganya “telah menuai buahnya lebih dari delapan tahun”.

Sekarang, waktunya telah tiba untuk langkah-langkah tegas demi de-Nazifikasi dan demiliterisasi Ukraina, yang diambil oleh Angkatan Bersenjata Rusia, dia menekankan, mengungkapkan keyakinan bahwa setelah itu “rakyat Ukraina akan kembali ke jalur pembangunan yang damai dan bertetangga baik”.

Seperti diketahui, Rusia melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina setelah AS dan Barat gagal memberikan jaminana keamanan kepada Rusia dengan tidak memasukkan Ukraina menjadi anggota NATO. Sebab jika Ukraina menjadi anggota NATO, itu artinya ancaman bagi keamanan Rusia.

Namun, AS dan NATO ngotot dengan alasan bahwa selama ini NATO menerapkan “open door” yaitu semua negara bebas dan berhak untuk bergabung dengan NATO.

TagsAmerika SerikatJuru Bicara Kementerian Luar Negeri RusiaMaria ZakharovaRusiasanksi anti-Rusia

Related articles More from author

  • Trump Benar-benar Tamat, Pertama dalam Sejarah Hak Vetonya sebagai Presiden AS Diabaikan Senat
    Internasional

    Trump Benar-benar Tamat, Pertama dalam Sejarah Hak Vetonya sebagai Presiden AS Diabaikan Senat

    3 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • China Ajak Rusia Hadang Dominasi AS di Dunia Internasional
    Internasional

    China Ajak Rusia Hadang Dominasi AS di Dunia Internasional

    31 Desember 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS
    Internasional

    Mantan Menteri Pertahanan Meksiko Ditangkap di AS

    17 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Prabowo Temui PM Malaysia Bahas Kenaikan Tarif Trump ke Negara ASEAN
    Nasional

    Prabowo Temui PM Malaysia Bahas Kenaikan Tarif Trump ke Negara ASEAN

    11 April 2025
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Militer AS Tuduh Rusia Tembak Drone AS di Libya
    Internasional

    Militer AS Tuduh Rusia Tembak Drone AS di Libya

    8 Desember 2019
    By Bagas F Sinaga
  • Berdalih Cegah Serangan Rusia, Inggris Berencana Kirim Ratusan Pasukan Ke Ukraina
    Internasional

    Berdalih Cegah Serangan Rusia, Inggris Berencana Kirim Ratusan Pasukan Ke Ukraina

    25 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pola Makan Sehat, Ini Nutrisi yang Diperlukan Tubuh
    Tips & Tutorial

    Pola Makan Sehat, Ini Nutrisi yang Diperlukan Tubuh

  • Capres KIB Belum Diputuskan, Golkar Ngotot Usung Airlangga
    Nasional

    Capres KIB Belum Diputuskan, Golkar Ngotot Usung Airlangga

  • Polemik Hotel Berbintang untuk Isoman DPR, Habiburokhman: Kita Diperlakukan Seperti Binatang
    Nasional

    Prabowo Digugat Rp 501 Miliar oleh Eks Kader Gerindra, Begini Kata Partai

  • Ahli Sarankan Konsumsi 1 Telur Per Hari untuk Atasi Stunting
    Tips & Tutorial

    Ahli Sarankan Konsumsi 1 Telur Per Hari untuk Atasi Stunting

  • Eks Petinggi FPI dan HTI Respons Pedas Tudingan Menag Yaqut Soal Gerakan Bawah Tanah
    Nasional

    Eks Petinggi FPI dan HTI Respons Pedas Tudingan Menag Yaqut Soal Gerakan Bawah Tanah

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.