TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Junta Militer Myanmar Tuduh Suu Kyi Korupsi 8,5 Miliar Rupiah

Junta Militer Myanmar Tuduh Suu Kyi Korupsi 8,5 Miliar Rupiah

By William Putra Wijaya
12 Maret 2021
592
0
Junta Militer Myanmar Tuduh Suu Kyi Korupsi 8,5 Miliar Rupiah

TIKTAK.ID – Junta militer Myanmar kembali melemparkan tuduhan pidana terhadap pemimpin yang digulingkan, Aung San Suu Kyi melakukan pungutan liar sebesar 600.000 Dolar Amerika atau 8.5 miliar rupiah dan emas.

Dilansir BBC, Brigjen Zaw Min Tun juga menuduh Presiden Win Myint dan beberapa menteri Kabinet melakukan korupsi.

Tuduhan itu merupakan tuduhan paling berat yang dilontarkan Junta Militer, sejak menggulingkan Suu Kyi dan kepemimpinan demokratis negara itu pada 1 Februari.

Sayangnya, seperti tuduhan lain yang dilontarkan, Junta Militer tak memberikan bukti apa pun atas tuduhan mereka itu.

Suu Kyi telah ditahan selama lima minggu terakhir di lokasi yang dirahasiakan dan menghadapi beberapa tuduhan termasuk menyebabkan “ketakutan dan kewaspadaan”, kepemilikan peralatan radio secara ilegal, dan melanggar pembatasan Covid-19.

Tuduhan pungutan liar yang disampaikan pada Kamis (11/3/21) adalah yang paling serius sejauh ini. Nilai emas yang menurut militer dia terima secara ilegal sekitar 450.000 poundsterling atau 9 miliar rupiah.

Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), menang telak dalam pemilihan tahun lalu, tetapi junta militer mengklaim terjadi kecurangan pada pemilihan itu.

Meski pengamat internasional independen telah membantah klaim militer itu dan mengatakan tidak ada penyimpangan yang ditemukan dalam pengamatan mereka.

Sementara itu, kelompok hak asasi Amnesty menuduh militer melakukan “pembunuhan besar-besaran”.

Mereka mengatakan militer menggunakan senjata untuk medan perang terhadap pengunjuk rasa tak bersenjata dan melakukan pembunuhan terencana.

“Ini bukanlah tindakan kewalahan, petugas individu membuat keputusan yang buruk,” kata Joanne Mariner dari Amnesty. “Ini adalah komandan yang tidak menyesal telah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, mengerahkan pasukan dan metode pembunuhan di tempat terbuka.”

Sejauh ini, sedikitnya tujuh orang lagi dibunuh oleh pasukan junta pada Kamis ini, sehingga total korban tewas menjadi lebih dari 60 orang. Para saksi mata mengatakan beberapa pengunjuk rasa telah ditembak di kepala mereka.

Enam dari korban kematian itu terjadi di pusat kota Myaing.

Kematian juga terjadi di kota distrik Dagon Utara Yangon, di mana Chit Min Thu yang berusia 25 tahun meninggal setelah ditembak junta di kepalanya.

“Tak seorang pun akan berdamai sampai situasi ini berakhir. Mereka begitu kejam terhadap putra saya,” kata ibu dari Hnin Malar Aung kepada kantor berita AFP.

PBB, AS dan sejumlah negara lain mengutuk pembunuhan warga sipil dalam tindakan keras terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar, dan meminta pihak berwenang untuk menahan diri.

Militer menepis kritik atas tindakannya, malah menyalahkan Suu Kyi atas kekerasan tersebut.

TagsAung San Suu KyiBerita Dunia Hari IniBrigjen Zaw Min TunJunta Militer MyanmarKonflik MyanmarMyanmar

Related articles More from author

  • China Tuduh AS Seret Dunia ke ‘Era Hukum Rimba'
    Internasional

    Beijing Olok-olok Washington, ‘Kapan Mau Belajar?’

    23 Agustus 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Studi: Covid-19 Membuat Kasus Depresi di Seluruh Dunia Meningkat
    Internasional

    Studi: Covid-19 Membuat Kasus Depresi di Seluruh Dunia Meningkat

    11 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Jenderal Sanders: Inggris Harus Siapkan Tentaranya Bantu Ukraina Perangi Rusia
    Internasional

    Jenderal Sanders: Inggris Harus Siapkan Tentaranya Bantu Ukraina Perangi Rusia

    22 Juni 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Badan Kesehatan Eropa Peringatkan Covid-19 Akan Terus Bertahan dan Ada Selamanya
    Internasional

    Badan Kesehatan Eropa Peringatkan Covid-19 Akan Terus Bertahan dan Ada Selamanya

    14 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Paris Kembali Membara, Demonstran Bentrok dengan Polisi
    Internasional

    Paris Kembali Membara, Demonstran Bentrok dengan Polisi

    7 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • China Tuduh AS Seret Dunia ke ‘Era Hukum Rimba'
    Internasional

    China Tuduh AS Seret Dunia ke ‘Era Hukum Rimba’

    4 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Aktivis HAM Terkemuka Saudi yang Dicap 'Pembangkang Kerajaan' Meninggal Akibat Stroke di Penjara Mohammed bin Salman
    Internasional

    Aktivis HAM Terkemuka Saudi yang Dicap ‘Pembangkang Kerajaan’ Meninggal Akibat Stroke di Penjara Mohammed bin Salman

  • Pengamat Sebut MRT Zamannya Foke-Jokowi, LRT Ahok, Eranya Anies Belum Ada
    Nasional

    Pengamat Sebut MRT Zamannya Foke-Jokowi, LRT Ahok, Eranya Anies Belum Ada

  • Anies Tanggapi Gelagat PKB dan PKS Beralih Dukungan
    Nasional

    Anies Tanggapi Gelagat PKB dan PKS Beralih Dukungan

  • Presiden Iran Minta Trump dan Pompeo Diadili Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani
    Internasional

    Presiden Iran Minta Trump dan Pompeo Diadili Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

  • Ketahui Penyebab Flek Hitam pada Kulit
    Tips & Tutorial

    Ketahui Penyebab Flek Hitam pada Kulit

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.