TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Inggris Kekurangan Bahan Bakar, Warga Panik

Inggris Kekurangan Bahan Bakar, Warga Panik

By Bagas F Sinaga
29 September 2021
752
0
Inggris Kekurangan Bahan Bakar, Warga Panik

TIKTAK.ID – Warga Inggris panik, kekurangan bahan bakar membuat antrean Panjang di sejumlah pom bensin di London dan Kent, pada Jumat (24/9/21).

Beberapa SPBU Inggris telah ditutup karena kekurangan pengemudi truk, sehingga membuat beberapa rantai pasokan vital negara itu hampir putus.

Bahkan, raksasa minyak Inggris, BP untuk sementara menutup beberapa dari 1.200 pompa bensin Inggris pada Jumat kemarin karena kurangnya kadar timbal dan diesel, dan menuding kekurangan pengemudi sebagai penyebabnya, seperti yang dilansir Aljazeera.

Perusahaan lain, Esso dari ExxonMobil mengatakan sejumlah kecil dari 200 situs ritel Tesco Alliance-nya juga telah terpengaruh.

Namun Menteri Transportasi, Grant Shapps mengklaim tak ada kekurangan bahan bakar, dan mengatakan Pemerintah saat ini sedang mengambil langkah untuk merekrut lebih banyak lagi pengemudi.

“Sarannya adalah untuk melakukan seperti biasa,” katanya kepada penyiar Inggris Sky News, setelah pejabat lain memperingatkan masyarakat agar tidak panik.

Sama seperti ekonomi terbesar kelima di dunia terganggu pandemi Covid-19, kekurangan pengemudi truk pasca-Brexit dan lonjakan harga gas alam Eropa telah memaksa Inggris bergulat dengan prospek suram yang berpotensi menjadi krisis pasokan makanan dan melonjaknya tagihan energi.

Industri pengangkutan Inggris mengatakan membutuhkan sekitar 100.000 pengemudi lagi setelah 25.000 pengemudi kembali ke Eropa sebelum Inggris keluar dari Uni Eropa dan pandemi menghentikan proses kualifikasi untuk para pekerja baru.

Selama berbulan-bulan, supermarket dan petani telah membunyikan alarm, mengatakan semakin sulit untuk membawa barang ke pasar.

Dengan itu industri yang kini semakin ketakutan akan kekurangan pasokan kalkun dan mainan untuk Natal, Pemerintah berusaha keras untuk menarik lebih banyak orang menjadi pengemudi truk, yang telah lama dipandang sebagai pekerjaan yang dibayar rendah dan kurang dihargai di Inggris.

Shapps membantah kekurangan itu karena Brexit, dan mengatakan bahwa Inggris menggelar banyak tes untuk menjadi pengemudi truk. Namun, Inggris gagal menguji 40.000 pengemudi selama penguncian Covid-19, hingga kondisi pandemi memaksa ujian dibatalkan.

Shapps mengatakan kepada Sky News bahwa Pemerintah akan “menggerakkan langit dan bumi” untuk mengatasi kekurangan tersebut, termasuk melonggarkan aturan visa dan mengerahkan tentara untuk mengirimkan bahan bakar.

Namun, pengangkut dan perusahaan logistik memperingatkan bahwa tidak ada perbaikan yang cepat dan memperingatkan bahwa mengubah proses pengujian atau visa kemungkinan akan terlambat untuk mengurangi kekurangan bahan pasokan barang sebelum Natal, karena pengecer menimbun beberapa barang untuk beberapa bulan ke depan.

Badan Industri Truk, Road Haulage Association (RHA), telah meminta Pemerintah untuk mengizinkan visa jangka pendek bagi pengemudi internasional untuk dapat masuk ke Inggris dan mengisi kesenjangan pasokan sementara pengemudi Inggris.

“Ini tantangan yang sangat besar,” kata Rod McKenzie, Kepala kebijakan RHA, mengatakan kepada Reuters.

Mckenzie mengatakan sementara pengemudi internasional dapat membantu dalam jangka pendek, industri perlu memberikan gaji dan kondisi yang lebih baik kepada para pengemudi.

“Ini pekerjaan yang sulit. Kami orang Inggris tidak membantu pengemudi truk seperti yang dilakukan orang Eropa dan Amerika dengan memberi mereka fasilitas yang layak,” katanya.

Tagsbahan bakarBerita Dunia Hari IniInggriskelangkaan BBMLondon

Related articles More from author

  • Jerman Skors 10 Polisi yang Tergabung di Grup Percakapan Kelompok Neo-Nazi
    Internasional

    Jerman Skors 10 Polisi yang Tergabung di Grup Percakapan Kelompok Neo-Nazi

    26 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Kelompok Bersenjata Bunuh Sedikitnya 34 Orang di Ethiopia
    Internasional

    Kelompok Bersenjata Bunuh Sedikitnya 34 Orang di Ethiopia

    22 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Pasukan Israel Baku Tembak dengan Hizbullah di Perbatasan
    Internasional

    Pasukan Israel Baku Tembak dengan Hizbullah di Perbatasan

    28 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Bila Berhasil Lalui Tahap Uji Coba, Vaksin Anti Covid-19 Akan Dijual Murah ke Seluruh Dunia
    Internasional

    Bila Berhasil Lalui Tahap Uji Coba, Vaksin Anti Covid-19 Akan Dijual Murah ke Seluruh Dunia

    17 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Lockdown Berulang Kali, Kemarahan Warga Australia Mulai Meningkat
    Internasional

    Lockdown Berulang Kali, Kemarahan Warga Australia Mulai Meningkat

    22 Juli 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Putin Tengarai Ada Motif Politik Pengadaan Vaksin di Sejumlah Negara
    Internasional

    Putin Tengarai Ada Motif Politik Pengadaan Vaksin di Sejumlah Negara

    5 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Mahfud MD Ungkap Jokowi Tak Bakal Polisikan Rocky Gerung
    Nasional

    Mahfud MD Ungkap Jokowi Tak Bakal Polisikan Rocky Gerung

  • Survei Litbang Kompas: Dukungan Pemilih Jokowi-Ma'ruf ke Prabowo Meningkat
    Nasional

    Survei Litbang Kompas: Dukungan Pemilih Jokowi-Ma’ruf ke Prabowo Meningkat

  • Konser Amal dari Rumah Didi Kempot yang Sukses Kumpulkan Rp 5,3 Miliar Dipuji Jokowi
    NasionalSelebriti

    Konser Amal dari Rumah Didi Kempot yang Sukses Kumpulkan Rp 5,3 Miliar Dipuji Jokowi

  • Mahfud MD: Survei BIN, Hanya 8% Warga Papua Tolak Kelanjutan Otonomi Khusus
    Nasional

    Mahfud MD: Survei BIN, Hanya 8% Warga Papua Tolak Kelanjutan Otonomi Khusus

  • Macron Komentar 'Sembrono’ Soal Islam, Asosiasi Pedagang Arab Boikot Produk Prancis
    Internasional

    Macron Komentar ‘Sembrono’ Soal Islam, Asosiasi Pedagang Arab Boikot Produk Prancis

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.